Suarapemerintah.ID – Percepatan vaksinasi di sejumlah daerah terus dikebut oleh pemerintah. Tak hanya di pulau Jawa dan Bali, vaksinasi dilakukan di luar pulau tersebut. Mulai dari pedalaman sampai perkotaan.
Tercatat, beberapa wilayah sudah gencar untuk vaksinasi. Seperti di Sumatera Selatan. Pada 27 Juli, Sumsel menerima 14.500 dosis vaksin AstraZeneca.
Dengan pengawalan Brimob Polda Sumut, belasan ribu dosis vaksin itu, langsung dibawa ke gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumatera Utara di Jalan Prof M Yamin Nomor 41A Medan. Selanjutnya, akan dilakukan pendistribusian ke kabupaten/kota.
“Mulai besok akan didistribusikan. Saat ini tinggal menyelesaikan proses administrasinya saja,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudha Ardiansyah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman vaksin.kemkes.go.id, vaksinasi dosis pertama di Sumut baru mencapai angka 16,04 persen atau 1.831.990 orang.
Sementara untuk dosis kedua baru mencapai 8,18 persen atau 934.401 orang. Angka ini masih jauh dari target 70 persen warga sebesar 11.419.559 orang di Sumut untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.
Berbeda dengan Lampung. Sebagai pintu gerbang Sumatera, Lampung saat ini cakupan vaksinasi di Lampung baru sekitar satu juta lebih, artinya untuk mencapai kekebalan komunal kita masih kurang sekitar 14 juta lebih vaksin yang dibutuhkan.
Menurut Anggota DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo vaksinasi menjadi hal yang sangat penting dan harus disegerakan, sebab belajar dari pengalaman yang sudah-sudah apabila seorang terpapar COVID-19 namun telah divaksinasi hal tersebut tidak akan memperburuk situasi kesehatannya.
Selain itu, vaksinasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan sejak dimulainya penyuntikan vaksin pertengahan Januari 2021 hingga Juli ini baru 26 persen dari target 1,3 juta jiwa.
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda pun meminta petugas puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan lebih gencar melakukan pelayanan penyuntikan vaksin kepada warga sekitar.
Menurut Fitrianti, untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, petugas puskesmas diminta melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat terutama yang masuk dalam segmentasi sasaran vaksinasi seperti lansia dan anak usia pelajar 12-17 tahun.
Melalui upaya tersebut diharapkan program vaksinasi Covid-19 hingga akhir 2021 ini paling tidak bisa mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan.
Pulau Kalimantan dan NTB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan dari jumlah penduduk di Kaltim mencapai 3,4 juta jiwa, pemberian vaksin sudah mencapai 25 persen. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus gencar dilaksanakan di Kaltim, salah satunya di Kota Balikpapan apalagi kondisi Kota Balikpapan tiap hari angka penambahan kasus cukup tinggi,” kata Hadi.
Hadi menjelaskan, apabila dihitung jumlah penduduk Kaltim yang mencapai 3,4 juta jiwa, sementara vaksinasi baru 25 persen dari total jumlah warga Kaltim, sehingga masih jauh dari standar menuju herd immunity atau kekebalan kelompok.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram menyebutkan, capaian vaksinasi COVID-19 di Mataram menjadi yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Saat ini, capaian vaksinasi Mataram terealisasi sebesar 48,47 persen atau 152.954 orang dari target 300.000 sasaran.
“Cakupan itu sesuai dengan data yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), per tanggal 26 Juli 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi.
Menurutnya, stok vaksin terakhir diterima Dinkes Kota Mataram sebanyak 5.000 dosis atau 500 vial pada Rabu (21/7). Vaksin tersebut sudah langsung didistribusikan lagi ke puskesmas dan faskes lainnya.
“Sekarang stok di kami sudah kosong. Tapi kalau di puskesmas atau di faskes lainnya masih tersedia dan diprioritaskan untuk pemberian dosis kedua,” katanya.
Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah memastikan ketersediaan vaksin COVID-19. Ia berharap dengan ini proses vaksinasi yang sudah berjalan di sejumlah daerah tidak terhenti karena alasan vaksin habis.
Menurutnya, percepatan vaksinasi gratis yang digencarkan pemerintah saat ini harus dibarengi dengan ketersediaan vaksin yang tidak boleh putus.
“Saya mengapresiasi antusiasme yang tinggi masyarakat untuk divaksin. Bahkan saya mendapat laporan ada sebagian masyarakat yang sampai mengejar vaksinasi keliling, begitu tahu vaksin di puskesmas setempat habis. Antusiasme masyarakat seperti ini jangan sampai surut hanya karena vaksin di daerahnya habis,” kata Puan.
Kredit visual: kumparan.com


.webp)

















