spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemerintah Pertegas Vaksin Nusantara Tidak Untuk Diperjualbelikan

SuaraPemerintah.ID – Beberapa pihak, termasuk pejabat mengaku sudah menerima vaksin Nusantara. Bahkan, Turki siap memesan vaksin Nusantara sebanyak 5,2 juta dosis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, memaparkan bahwa vaksin Nusantara dapat diakses masyarakat melalui pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.

- Advertisement -

Penelitian ini dilakukan sesuai dengan perjanjian antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April. Perjanjian itu mengenai “Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2”.

“Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (30/8/21).

- Advertisement -

Ia juga menerangkan bahwa vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialkan karena autologus atau bersifat individual.

“Sel dendritik bersifat autologus artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri,” pungkasnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru