Selasa, Oktober 19, 2021
spot_img

Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Indramayu Pakai Drone Semprot Pestisida

SuaraPemerintah.ID – Pemkab Indramayu meningkatkan produksi padi pun terus dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi berupa drone untuk menyemprotkan pestisida.

Indramayu selama ini menjadi salah satu daerah lumbung padi di Indonesia. Uji coba penggunaan drone di areal persawahan itu dilakukan oleh pihak pemerintah Kecamatan Krangkeng bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, Kamis (16/9).

Lokasinya di areal persawahan Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Drone yang digunakan untuk menyemprot hama itu tidak seperti drone yang biasa digunakan oleh fotografer. Namun, drone tersebut berukuran besar, yang mampu mengangkut cairan untuk disemprotkan.

Camat Krangkeng, Ali Alamudin, mengatakan, penggunaan drone itu sangat tepat untuk menyemprot sawah yang terserang hama. Dia menyatakan, penggunaan drone lebih menghemat waktu sehingga bisa mengurangi beban petani.

“Waktu penyemprotan bisa lebih cepat dan lebih merata,” kata Ali.

Ali menjelaskan, jika menyemprot dengan cara manual, maka dibutuhkan waktu satu hari. Sedangkan dengan menggunakan drone, hanya butuh waktu 20 menit untuk melakukan penyemprotan  di lahan seluas satu hektare.

Meski demikian, lanjut Ali, penggunaan drone tersebut bukan bermaksud untuk menghilangkan tenaga buruh tani. Menurutnya, penggunaan drone bisa menjadi antisipasi saat petani kesulitan mencari buruh tani.

Ali menambahkan, areal sawah di wilayahnya itu merupakan tadah hujan. Karenanya, kekeringan di musim kemarau kerap terjadi sehingga membuat pertanian di wilayah itu tidak semaju wilayah-wilayah lainnya di Kabupaten Indramayu.

Melalui inovasi di bidang teknologi itu, Ali berharap agar pertanian di wilayahnya bisa lebih berkembang. Apalagi, upaya untuk mengairi persawahan juga telah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, Bussiness Development PT Malindo, Puguh Wahyudi, menerangkan, penggunaan drone untuk melakukan penyemprotan tanaman padi memiliki banyak keuntungan. Salah satunya, ketepatan dosis pestisida yang akan disemprotkan maupun volume spray-nya. “Untuk penyemprotan lahan seluas satu hektare, hanya butuh waktu 20 menit atau dua kali drone terbang,” kata Puguh.

Puguh menyebutkan, untuk menggunakan jasa drone tersebut, petani tinggal membuka aplikasi drone spray pada handphone. Sedangkan jasa untuk penggunaan drone itu mencapai Rp 250 ribu per hektare.

Penyuluh pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Krangkeng, Wartoyo, mengapresiasi kehadiran drone di bidang pertanian. Dia menyatakan, upaya pembasmian hama dengan menggunakan drone bisa lebih cepat dan tepat.

“Kita harapkan produksi padi akan meningkat karena terbebas dari serangah hama,” tandas Wartoyo.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,520PelangganBerlangganan

Suara Rilis

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh