Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Soal Tes Swab PCR, Dirut Bio Farma: Kita Usahakan Harga Terjangkau

Suarapemerintah.ID-Holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) terus berupaya penurunan harga tes swab PCR selama satu setengah tahun terakhir dinilai sulit diakses oleh masyarakat karena harganya yang tinggi. Salah satu upaya dilakukan adalah dengan memproduksi alat untuk melakukan tes sehingga bisa menurunkan ketergantungan impor.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan pemerintah terus berupaya untuk menurunkan biaya tes PCR ini. Setahun terakhir perusahaan telah berupaya untuk memproduksi sendiri alat sehingga impor juga bisa dikurangi.

- Advertisement -

“Kita mencoba membuat harga ini bisa lebih diterima oleh masyarakat, terjangkau. Memang kami dalam hal ini bagaimana bisa mengurangi impor terjadi dan kita produksi. Ini dilakukan setahun terakhir, kita coba produksi sendiri PCR itu sehingga harganya sekarang rendah. Kita lihat harga dari Rp 900 ribu dan ada yang Rp 1 juta, sekarang sudah bisa di bawah Rp 500 ribu,” ujar Honesti dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) X 2021, Kamis (7/10/21).

Honesti menjelaskan, bahwa ke depan perusahaan bersama dengan pemerintah akan berupaya untuk memastikan harga makin terjangkau bagi masyarakat dan memastikan dari sisi supply juga akan terus dipenuhi.

- Advertisement -

Tak hanya untuk ketersediaan PCR, Honesti mengatakan bersama dengan anak usahanya yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) ketersediaan obat dan vitamin saat ini tinggi permintaannya juga terus dipastikan.

Sebab, dalam waktu satu setengah tahun terkahir pemenuhannya masih terbatas karena bahan baku masih bergantung pada impor. Untuk itu saat ini perusahaan terus memastikan ketersediaan supply-nya dari dalam negeri.

“Kita belajar 1,5 tahun ini bagaimana kalang kabutnya dan kendala bahan baku kita masih impor. Jadi kita mencoba siapkan diri bagaimana supply ini terjaga,” urainya.

Beberapa waktu yang lalu harga PCR tes yang tinggi ini memang menjadi polemik harganya kelewat tinggi hingga tak bisa diakses banyak orang. Hingga akhirnya Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Kesehatan untuk menurunkan harga tes ini menjadi Rp 450 ribu sampai dengan Rp 550 ribu.

Perintah ini sudah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang berlaku mulai Selasa, 17 Agustus 2021.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,910PelangganBerlangganan

Terbaru