BerandaPemerintahVirus Hendra Muncul, Masyarakat Dunia Kembali Terancam

Virus Hendra Muncul, Masyarakat Dunia Kembali Terancam

SuaraPemerintah.ID – Telah muncul virus baru yang lagi-lagi mengancam masyarakat dunia di tengah-tengah belum usainya pandemi Covid-19, merebaknya penyakit Hepatitis Akut Misterius hingga penyakit mulut dan kuku.

Virus yang baru muncul ini dinamai Virus Hendra (HeV). Jangan berkecil hati, karena nama virus ini sama sekali tidak berkaitan dengan nama Anda atau kenalan Anda yang kebetulan memiliki nama sama.

- Advertisement -

Virus Hendra merupakan varian yang terdeteksi di dalam urin kelalawar genus Pteropus atau rubah terbang berkepala hitam dan abu-abu di seluruh distribusi geografis mulai dari Pantai Utara Australia hingga ke arah Indonesia. Vairan Virus Hendra baru memiliki kode HeV-g2 yang baru-baru ini ditemukan pada sampel kuda yang mati di tahun 2015 karena sakit akut.

Memang, virus ini dapat mengakibatkan penyakit parah bahkan fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi. HeV kali pertama terdeteksi di pinggiran Kota Brisbane, Hendra, Australia pada 1994 lalu.

Saat itu, HeV menginfeksi 21 kuda pacu dan 2 orang. Lama berselang, pada Juli 2016, sebanyak 70 kuda di pantai timur laut Australia dilaporkan terinfeksi HeV dan sebanyak 7 orang tertular HeV dari kuda yang terinfeksi, terutama melalui kontak dekat selama perawatan atau nekropsi kuda yang sakit atau mati.

Dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), gejala Virus Hendra pada manusia berupa influenza hingga penyakit pernapasan atau saraf yang fatal. WHO menambahkan, sejauh ini belum ada obat khusus untuk mencegah infeksi HeV pada manusia, namun WHO masih terus meneliti penggunaan antibodi monoklonal. Sementara untuk hewan, pemberian vaksin efektif mencegah infeksi HeV.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cara mencegah tertular Virus Hendra dapat dilakukan dengan menghindari hewan yang terinfeksi Virus Hendra dan menggunakan alat pelindung diri yang aman bila akan kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi. Menurut Kemenkes, pengobatan bisa dilakukan dengan memberi Ribavirin yang terbukti efektif melawan virus in vitro.

Kemenkes RI sendiri telah berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai virus Hendra menyusul laporan kasus di Queensland, Australia. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menyatakan, sejauh ini laporan kasus akibat virus Hendra hanya ada di Australia.

Menurut Prof. Tjandra Yoga, kasus pada manusia sangat jarang, namun dari yang pernah ditemukan gejalanya sama seperti gejala penyakit pernafasan berat. Salah satu kasus awal adalah dokter hewan dan petugas yang menangani peternakan kuda di Australia yang kemudian kudanya sakit dan menularkan ke manusia, jelas Prof Tjandra.

Ditambahkan, virus Hendra merupakan anggota dari keluarga Paramyxoviridae, genus Henipavirus yang punya dua anggota, yaitu virus Hendra dan virus Nipah. Virus Hendra pertama kali diisolasi pada September 1994 dari spesimen yang diperoleh selama wabah penyakit pernapasan dan neurologis pada kuda dan manusia di Hendra, pinggiran Brisbane, Australia.

Penyebar virus ini secara alami adalah kelelawar dari genus Pteropus yang ditemukan di Australia. Virus Hendra menyebabkan penyakit pada kuda di Australia. Infeksi pada manusia terjadi karena paparan dari sekresi dari kuda yang terinfeksi virus Hendra, ujar Prof. Tjandra.

Virus Hendra dapat didiagnosis melalui tes antibodi dengan ELISA (IgG dan IgM), RT-PCR) dan isolasi virus, di laboratorium. Untuk mencegahnya, hindari hewan yang diketahui terinfeksi virus Hendra dan menggunakan alat pelindung diri yang aman bila akan kontak dengan hewan yang dicurigai berpotensi terinfeksi. Ribavirin terbukti efektif melawan virus in vitro, kata Prof Tjandra.

Menurut Prof. Tjandra Yoga, di Australia, kasus pada kuda secara sporadik terus terjadi, namun jumlah kasusnya tidak banyak. Infeksi pada manusia sangat jarang, namun pernah terjadi infeksi pada manusia dari tahun 1996 sampai 2007. Virus itu pertama kali ditemukan pada September 1994 di sebuah properti di daerah pinggiran Brisbane Hendra. Sejak itu, empat dari tujuh orang yang terinfeksi virus telah meninggal.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM