Kamis, Desember 8, 2022
spot_img

BERITA UNGGULAN

Geliat Desa-desa Wisata di Tanah Karo

SuaraPemerintah.ID – Kabupaten Karo yang juga termasuk daerah penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba, menyimpan potensi wisata yang sulit diabaikan. Berdampingan dengan istimewanya wisata alam dan sejarah, satu hal yang mencuri perhatian adalah antusiasme warga menggerakkan pariwisata di desa-desa. Berkat keterbukaan dan berbagai inisiatif mereka, geliat pariwisata pun kian dinamis kini.

tempat wisata di tangerang

- Advertisement -

 

Para Petani yang Membuka Usaha Agrowisata

Sebagai sumber penghasilan, bercocok tanam sudah menjadi bagian terpenting dalam keseharian warga desa di Tanah Karo, seperti di Desa Tongging dan Merek. Setelah desanya dicanangkan sebagai desa wisata, para petani dan nelayan mengambil sikap terbuka menerima perubahan positif tersebut. Mereka aktif dalam kegiatan sadar wisata tanpa meninggalkan pekerjaan utamanya, salah satunya melalui kegiatan agrowisata di kebun jeruk serta kebun bawang merah.

- Advertisement -

tempat wisata di tangerang

Menjadikan perkebunan jeruk sebagai tempat wisata adalah langkah yang diambil Bapak dan Ibu Sembiring. Selain dipanen untuk dijual, kebun jeruk mereka kini dibuka untuk umum sebagai destinasi agrowisata. Harga 1 kg jeruk adalah Rp 15.000 jika untuk dibawa pulang. Sedangkan bila  pengunjung ingin masuk perkebunan, memetik, dan makan jeruk sepuasnya, dikenakan biaya Rp 20.000/orang.

Selain jeruk, bawang merah adalah hasil bumi yang sangat melimpah di wilayah ini. Hamparan ladang bawang merah menjadi pemandangan yang lazim ditemui saat berkunjung ke Desa Tongging. Seperti milik petani bernama Dewi Silalahi dan Rusliana Manjorong yang memanen kebunnya setiap dua bulan sekali. Satu kali panen bisa mencapai 1 ton dengan harga Rp 40.000 per kilonya. Menyenangkan melihat para ibu tekun menggarap ladang, menyiramkan pupuk, sambil bercerita seru tentang hasil kebun mereka. Aroma bawang yang tumbuh di desa ini terkenal tajam, sehingga menjadi bumbu sedap bagi kuliner setempat.

tempat wisata di tangerang

Bila kita mampir ke salah satu restoran terapung di Desa Tongging ini, misalnya, akan terlihat barisan pekerja tengah mengupas bawang merah. Tentu saja, bumbu utama kuliner lokal ini diambil langsung dari ladang-ladang para petani di desa yang sama

tempat wisata di tangerang

 

Inovasi Wisata Berkuda di Tanah Karo

Atraksi wisata lainnya yang dapat dijumpai di Tanah Karo adalah  menunggang kuda atau berfoto bersama sado dan bendi. Jenis rekreasi ini lahir sebagai buah ide dari Franky Sipangkar, pemilik tempat wisata berkuda bernama 710 Stable. Di tempat ini, terdapat kuda lokal dan campuran yang tak hanya dijadikan kuda pacu, melainkan juga dapat disewa. Biasanya menjelang Agustusan, para wisatawan dapat menunggang kuda-kuda milik Franky di sepanjang tepian Danau Toba. Untuk mengendarai satu ekor kuda, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 30.000.

tempat wisata di tangerang

 

Peluang Usaha dari Kuliner Hasil Laut di Restoran Apung

tempat wisata di tangerang

Konon, warga yang tinggal di sekitar Danau Toba tak mungkin kekurangan pangan, karena danau ini dikaruniai hasil laut yang kaya. Penduduk dapat memancing hasil laut untuk dimakan atau perlu diperjual belikan, atau mengelola karamba seperti Karamba Jaring Apung yang dimiliki oleh warga Desa Tongging. Dari seribu petak yang ada, berton-ton ikan segar dihasilkan serta dijual ke Medan, Parapat, hingga Padang.  Banyak pula yang kemudian dikonsumsi sebagai menu utama di berbagai restoran apung di sini.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,150PelangganBerlangganan

TERPOPULER

Terpopuler PRAHUM

Spesial Interview