Kamis, Desember 8, 2022
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pesona yang Berbeda dari Alam Desa-desa di Danau Toba

SuaraPemerintah.ID – Mendengar kata Toba, pasti banyak orang membayangkan hamparan biru danau yang luas nan indah. Begitu banyak wisatawan mengunjungi Toba untuk menikmati panorama tersebut. Akan tetapi, tahukah Sobat Pesona, bahwa sesungguhnya Toba tak hanya menawarkan pemandangan danau yang menarik mata?

Lalu, apa saja pesona yang terdapat di alam Toba? Sebelum merincinya satu per satu, alangkah baiknya jika mengenal persamaan atau benang merah dari beberapa destinasi ini. Salah satu keunikannya adalah adanya keseimbangan antara tempat wisata dan ekosistem sekitar. Hal ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang baik, keberadaan tempat wisata tak akan mengganggu dan tak merusak alam.

- Advertisement -

Langsung saja mari kita simak beberapa destinasi tempat wisata tersebut yang terdapat di desa Sibaganding, Simalungun, Lumban Silintong, dan Siboruon.

Pertama, mari mengulik keistimewaan panorama danau di sekitar Desa Sibaganding.

- Advertisement -

Bagi sebagian besar wisatawan, memandangi pesona biru permukaan Danau Toba mungkin kerap dilakukan. Namun, bagaimana dengan anugerah alam yang terdapat di bawah permukaan danau Toba itu sendiri? Tentu saja jangan sampai terlewatkan. Ternyata, Danau Toba memiliki kekayaan hayati yang dapat memenuhi pangan masyarakat sekitar maupun meningkatkan ekonomi setempat karena dapat diperdagangkan.

tempat wisata di tangerang

Seperti yang dituturkan seorang nelayan bernama Bu Elfrida. Sembari bekerja di atas sampan, beliau berbagi cerita perihal hasil ikan dan lobster yang didapatnya. Di Desa Sibaganding ini, dikatakan bahwa sebagian besar mata pencaharian warganya adalah nelayan. Per harinya, tiap nelayan dapat menangkap 1-5 kg. lobster yang biasanya dijual ke restoran seafood dengan harga Rp 85.000/kg. Cara penangkapannya pun tidak menggunakan alat-alat yang dapat merusak lingkungan.

Menurutnya, lobster Danau Toba ini tak hanya memperkaya kuliner setempat melainkan juga banyak disukai wisatawan.

Selanjutnya, hamparan perkebunan kopi di Desa Simalungun juga mencuri perhatian. Kopi yang ditanam bukan sembarang kopi. Pak Sunggu Manik, salah satu petani kopi sekaligus pemilik kebun kopi di desa ini bahkan bercerita, bahwa beberapa waktu lalu, dirinya bersama para petani kopi di desanya terpilih mendapatkan pelatihan pengolahan kopi. Pihak yang mengadakan seminar ini juga tak sembarangan. Mereka datang dari perusahaan coffee shop ternama kelas internasional. Para petani kopi Simalungun memiliki kesempatan berharga seperti ini dikarenakan biji kopi Arabica yang dihasilkan memang berkualitas. Salah satu alasannya barangkali karena tanaman kopi berada di ketinggian 1000 meter.

Kopi-kopi ini dipanen seminggu sekali dengan jumlah mencapai 15 kg. Biasanya, pada April dan Agustus atau sekitar Oktober dan November. Memang pada akhirnya tergantung dengan kapan datangnya hujan. Hari panen kopi biasanya adalah hari Rabu atau Kamis. Kopi digiling pada hari Kamis dan dijemur pada hari Jumat. Hari Sabtu kopi dijual ke pasar. Harganya dalam bentuk biji sekitar Rp 11.000/kg. Lalu, jika dijual dalam bentuk gabah, kurang lebih Rp 30.000/kg. Produk kopi paling menguntungkan jika dijual dalam kondisi sudah digiling. Jika memang sudah siap minum begini, harganya berkisar Rp 300.000/kg.

tempat wisata di tangerang

Kawasan perkebunan kopi juga dapat ditemui di Desa Siboruon. Di desa tersebut, warganya bahkan telah memiliki produk kopi lokal sendiri. Hal ini tentu saja menambah daftar usaha kecil menengah di desa ini. Nama produk kopinya adalah Otara Coffee. Di beberapa lokasi desa ini, terlihat pemandangan biji-biji kopi tengah dijemur.

tempat wisata di tangerang

Berbicara mengenai Desa Wisata Siboruon, jangan lupa mencicipi makanan khas mereka, yaitu Ayam Rias. Rasanya begitu gurih, asam, dan segar. Bu Kurnia Siregar adalah juru masak yang dipercaya untuk meracik berbagai jenis makanan khas di desa ini.

Bumbu dasar dari Ayam Rias adalah daun rias yang katanya hanya tumbuh di desa ini. Bu Kurnia menunjukkan tanamannya. Tanamannya menyebar di sisi-sisi jalan setapak desa. Melihat dari bentuk bunganya, kemungkinan rias ini adalah kecombrang. Untuk membuat masakan Ayam Rias, bagian dari tanaman yang digunakan adalah batangnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,150PelangganBerlangganan

TERPOPULER

Terpopuler PRAHUM

Spesial Interview