Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Sri Mulyani Bayarkan Iuran Peserta JKN Tak Mampu hingga Rp38,56 Triliun

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan telah membayarkan bantuan iuran jaminan kesehatan hingga Rp38,56 triliun untuk peserta yang tidak mampu dari awal tahun ini hingga 5 Oktober 2023.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, tercatat sebanyak 96,61 juta jiwa fakir miskin dan orang tidak mampu sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan.

- Advertisement -

“Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan khusus bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah. Bantuan ini disalurkan melalui KPPN Jakarta VII kepada Kementerian Kesehatan yang nantinya akan diteruskan kepada BPJS Kesehatan,” tulis unggahan di media sosial resmi @ditjenperbendaharaan, dikutip Rabu (11/10/2023).

Tak hanya fakir miskin dan orang tidak mampu yang mendapatkan bantuan tersebut, melainkan juga sebanyak 186.783 jiwa bayi baru lahir yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) turut mendapatkan manfaat ini.

- Advertisement -

Secara umum sampai Agustus 2023 Kemenkeu telah menghabiskan Rp 649,7 triliun belanja yang langsung dirasakan manfaatnya kepada masyarakat baik melalui belanja K/L maupun non K/L.

Belanja K/L di antaranya mengalir untuk Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 49,3 triliun, antara lain untuk PKH bagi 9,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan penyaluran program kartu sembako untuk 18,7 juta KPM.

Di bidang pendidikan, pemerintah memberikan manfaat langsung dalam bentuk program Indonesia pintar (PIP) sebesar Rp 6,7 triliun kepada 11,4 juta siswa, program KIP kuliah sebesar Rp 8,7 triliun untuk 725,3 ribu mahasiswa, biaya operasi sekolah (BOS) di bawah Kementerian Agama sebesar Rp 7,2 triliun untuk 6,3 juta siswa, dan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) sebesar Rp 3,4 triliun untuk 197 PTN.

Di bidang infrastruktur, pemerintah melakukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sebesar Rp 90,2 triliun dan bantuan bencana Rp 1,7 triliun sebagai bantuan stimulan perumahan gempa Cianjur.

Petani juga turut mendapat bantuan benih, mulsa dan pupuk organik untuk 146,8 ribu hektare (Ha) kawasan padi, jagung, bawang, cabai dan kedelai.

Petani telah diberikan bantuan alat dan mesin sebesar Rp 480,3 miliar dalam bentuk 11.055 traktor dan 1.802 cultivator. Ada juga bantuan ternak Rp 125,4 miliar untuk 13.140 ekor, dilansir dari detikcom

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru