SuaraPemerintah.IDÂ – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memberikan tanggapan terkait kritik Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), mengenai kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kritik ini muncul setelah pertandingan antara Timnas Indonesia dan Filipina pada Selasa (11/6) malam lalu.
Pelatih Timnas Indonesia, STY, melayangkan kritik terhadap kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. STY menyebut terdapat rumput yang tak merata di sejumlah titik, imbas dari gelaran konser musik pada beberapa waktu lalu.
“Seperti yang kita lihat, memang kondisi rumput kurang baik. Saya berharap semoga di lapangan bila tidak diadakan konser lagi, tetapi lebih banyak pertandingan sepak bola,” kata Shin Tae Yong selepas pertandingan.
Hal senada juga diutarakan kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Bek Port FC itu menilai kondisi rumput lapangan GBK tidak jauh berbeda dengan kondisi saat melawan Vietnam pada Maret lalu. “Kondisi lapangan hari ini memang kurang baik, dan memang sudah diperingatkan beberapa minggu sebelumnya kalau stadion GBK kita berharap jauh lebih baik,” kata Asnawi selepas laga.
“Memang ada perubahan [kondisi rumput], tetapi tidak jauh berbeda [dengan melawan Vietnam]. Beberapa struktur lapangan yang tidak rata cukup berpengaruh juga buat pemain,” ucap Asnawi.
Menpora Dito Ariotedjo menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa idealnya setiap pertandingan membutuhkan kondisi rumput yang 100 persen fit, dan Kemenpora terus mendorong upaya tersebut. “Tapi GBK juga harus kita apresiasi, hari ini GBK selalu mencari pola treatment yang sangat baik dan sekarang progresnya sangat baik,” kata Dito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6).
Dito menambahkan bahwa ke depannya akan dilakukan perawatan khusus untuk nursery di lahan tertentu agar pergantian rumput bisa lebih terawat dan cepat. Namun, ia belum bisa memastikan terkait permintaan STY agar GBK hanya digunakan untuk olahraga dan tidak lagi dipergunakan untuk konser.
Sebab Stadion GBK juga memiliki fungsi untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat. Namun ia juga memastikan pihaknya akan terus mendukung prioritas penggunaan Stadion GBK untuk pertandingan olahraga.
“Jadi ini yang memang harus kita dukung dan kita percepat bagaimana treatment rumput ini yang paling ideal. Dan kita mendukung GBK akan melakukan lahan 1 hektar untuk nursery,” ucap Dito.
“Jadi nantinya ini ke depan mau dipakai konser dan bola jadwalnya tidak berdekatan,” kata Dito menambahkan yang dilansir dari CNN Indonesia.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)












