Senin, Juni 22, 2026
Beranda Pemerintah Dugaan Kebocoran Password PDNS, Pemerintah Selidiki Karyawan Vendor

Dugaan Kebocoran Password PDNS, Pemerintah Selidiki Karyawan Vendor

597

SuaraPemerintah.ID – Pemerintah sedang menyelidiki dugaan bocornya password Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang diduga dilakukan oleh seorang karyawan vendor sejak tahun 2022. Kasus ini muncul setelah password tersebut dikabarkan diunggah ke situs Scribd.com.

Semuel Abrijani Pangerapan, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kominfo, membenarkan informasi tersebut. “Pastinya lagi semua yang bekerja, semua lagi bekerja, jadi BSSN bekerja, Cyber Crime juga bekerja. Ya, itu ini dalam semua lagi diinvestigasi,” kata Semuel dalam jumpa pers pengunduran dirinya di Kantor Kominfo pada Kamis (4/7).

Namun, Semuel tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai progres penyelidikan atau temuan dari investigasi tersebut. “Namanya investigasi kok kamu nanya temuan?” ujarnya.

PDNS mengalami peretasan pada pertengahan Juni lalu, yang menyebabkan banyak layanan publik berbasis digital terganggu, termasuk layanan imigrasi dan pendaftaran beasiswa Kemendikbud. Hingga dua pekan setelah serangan, beberapa layanan dan data belum sepenuhnya pulih.

Berbagai spekulasi pun beredar di media sosial, salah satunya adalah isu mengenai password PDNS yang telah bocor sejak tahun 2022 oleh seorang pegawai vendor. Password tersebut diungkap dalam sebuah postingan di situs Scribd.com berjudul “Dokumen Akses Layanan Pusat Data Nasional (Government Cloud)” yang diunggah oleh akun bernama Dicky Prasetya pada 11 Oktober 2022.

Meskipun artikel tersebut telah dihapus dari Scribd.com, laman tersebut masih dapat diakses melalui mesin pencarian Google. Ketika diakses, muncul pesan dari Scribd.com, “The document 5_6305378355533317691 has been deleted.”

Artikel ini dilansir dari CNBC Indonesia dengan judul “Pemerintah Investigasi Dugaan Password PDNS Dibocorkan Karyawan Vendor

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini