Dalam pertemuan ke-11 Menteri-Menteri Pertahanan ASEAN dan mitra (ADMM-Plus) yang berlangsung di Vientiane, Laos, delegasi Indonesia mengajak negara-negara peserta untuk mendesak militer Israel menghentikan serangan ke Gaza, Palestina, dan mendorong pihak-pihak yang terlibat dalam konflik segera melakukan gencatan senjata. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, yang memimpin delegasi RI dalam pertemuan tersebut.
Menurut keterangan Kepala Biro Info Pertahanan (Humas) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Inf Frega F Wenas Inkiriwang, yang dihubungi di Jakarta pada Jumat (22/11), Indonesia sangat prihatin dengan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza akibat serangan militer Israel yang berlangsung selama setahun terakhir. Dalam pertemuan ini, Wamenhan Indonesia menegaskan bahwa Indonesia mendesak semua pihak untuk segera mencapai kesepakatan guna memastikan tercapainya gencatan senjata permanen di Gaza dan Lebanon.
“Indonesia sangat prihatin dengan serangan dan penembakan tanpa pandang bulu oleh Israel di Gaza, yang telah berlangsung selama setahun. Indonesia mendesak semua pihak untuk segera mencapai kesepakatan guna memastikan gencatan senjata permanen di Gaza dan Lebanon,” kata Wamenhan dalam pertemuan ke-11 ADMM-Plus di Vientiane, Kamis (21/11), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Kementerian Pertahanan RI.
Selain itu, dalam pertemuan yang sama, Wamenhan RI juga membahas ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan. Ia kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif, dengan fokus pada pemeliharaan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di Laut China Selatan.
Selanjutnya, Indonesia mengundang para Menteri Pertahanan se-ASEAN dan beberapa negara mitra untuk berpartisipasi dalam Maritime Cooperation and Connectivity Conference yang akan diselenggarakan oleh Indonesia dan Jepang di Jakarta pada 2–5 Desember 2024. Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama maritim dan konektivitas antar negara-negara di kawasan.
Di Vientiane, pertemuan ke-11 ADMM-Plus mengadopsi Pernyataan Bersama Menhan Se-ASEAN yang menyepakati komitmen bersama meningkatkan ketahanan negara-negara terhadap bencana alam dan perubahan iklim melalui pertukaran pengalaman dan praktik-praktik baik, serta peningkatan kapasitas lembaga dan SDM.
Dalam pertemuan ADMM-Plus di Laos, delegasi RI yang dipimpin oleh Wamenhan RI, di antaranya terdiri atas Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Mayjen TNI Ujang Darwis, Dubes RI untuk Laos Grata Endah Werdaningtyas, Asisten Deputi II/Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Abdullah Zulkifli, Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI M. Taufiq Arasj, Kepala Dinas Operasi Latihan TNI AL Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto, Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Ditjen Strahan Kemenhan Brigjen TNI Airlangga, Kepala Sub Direktorat Multilateral Ditjen Strahan Kemenhan Kolonel Inf. Kurniawan Firmuzi, dan Atase Pertahanan RI untuk Laos Kolonel Cku. Edward Rambe.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












