spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemenkes Luncurkan Kampanye ‘It’s Our Time’ untuk Ajak Generasi Muda Cegah HIV/AIDS

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bersama dengan dukungan dari USAID EpiC, meluncurkan kampanye baru yang bertujuan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS di Indonesia.

Kampanye yang diberi nama “It’s Our Time” ini resmi diluncurkan pada hari Minggu, 15 Desember 2024, di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat.

- Advertisement -

Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan respons terhadap tingginya tingkat penularan HIV/AIDS di kalangan remaja, yang merupakan kelompok usia paling rentan. “Untuk mengakhiri AIDS, kita harus memastikan tidak ada lagi kasus baru. Namun, karena banyak remaja yang masih terinfeksi, maka kita harus fokus untuk mencegah mereka terpapar virus HIV,” ujar Endang.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada 2024, terdapat sekitar 27 ribu kasus HIV baru setiap tahunnya, dengan hampir 50 persen di antaranya berasal dari kelompok remaja dan anak muda.

- Advertisement -

Oleh karena itu, Endang menekankan bahwa kelompok remaja dan anak muda harus menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV secara menyeluruh.

Dengan dukungan dari USAID EpiC, Kemenkes menilai bahwa penanggulangan HIV yang difokuskan pada usia muda sangat strategis, karena mereka berperan penting dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

Melalui gerakan ini, Kemenkes dan USAID EpiC berencana untuk mengajak remaja dan anak muda berusia 15-24 tahun untuk berani berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV, baik melalui pendekatan sebaya maupun metode lain yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

“Ini adalah waktu kita untuk bertindak nyata dan berani melindungi diri dari HIV/AIDS,” kata Endang.

Kampanye “It’s Our Time” juga akan memanfaatkan media sosial untuk membuka percakapan tentang kesehatan seksual dan menyebarkan pesan tentang pentingnya kesehatan, ketahanan, serta partisipasi aktif anak muda dalam pencegahan HIV.

Endang juga menekankan bahwa anak muda berhak untuk berpartisipasi dalam diskusi dan memberikan aspirasi mereka kepada puskesmas mengenai apa yang mereka butuhkan. “Anak muda tidak hanya bisa menerima layanan, tetapi juga harus berani menyampaikan aspirasi mereka,” ungkapnya.

Untuk mendukung gerakan ini, Endang meminta kepada dinas kesehatan di daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi remaja di puskesmas. Ini bertujuan agar layanan yang diberikan lebih ramah dan sesuai dengan kebutuhan remaja, serta memperbaiki komunikasi antara remaja dan tenaga kesehatan.

Harapannya, gerakan ini dapat mendorong remaja untuk lebih terbuka dalam berdiskusi mengenai HIV/AIDS, mengurangi stigma, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian HIV di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru