Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau WKU Kadin Indonesia Bidang Pertanian menggelar acara konsolidasi dan finalisasi program-program unggulan untuk tahun 2025, yang bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian di Indonesia, mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional serta fokus meningkatkan kerjasama, investasi dan export import dibidang pertanian.
Acara yang berlangsung di Menara Kadin Indonesia, (11/12/24) dihadiri oleh pengurus WKU, Komtap, Wakil Komtap Kadin Indonesia Bidang Pertanian, Perwakilan dari Pupuk Indonesia, RNI, BRIN, Kemendes, Staf Ahli Kementerian Pertanian, Telkom Indonesia, Baznas, Wilmar, Buyer, Syngenta, Dinas Pertanian, Wakil Bupati Bogor, UGM, UNDIP, IPB, Udayana, Asosiasi Petani HPSMI, Lemhanas, TNI AD, PPAD, TNI Polri, Mustika Ratu, Sidomuncul, Perusahaan Startup dibidang Pertanian, Industri Pertanian, Industri Pupuk Organik, Perushaan Offtaker serta Farm Management Padi dan Jagung.
Konsolidasi ini menjadi langkah strategis dalam menyusun rencana kerja Kadin Indonesia Bidang Pertanian untuk mendukung program-program yang dapat mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.
Dalam acara tersebut, berbagai inisiatif dan ide-ide baru dibahas, termasuk penerapan Platform Digitalisasi Distribusi Benih Unggul dan Alat Pertanian, Platform Manajemen Kerjasama Farm Management dengan BULOG, Platform Digital untuk Petani Milenial, Platform Manajemen Limbah untuk Ekonomi Sirkular, Platform Digital Urban Farming dan Platform Pameran Nasional/Internasional dan penguatan akses pasar bagi petani, serta upaya peningkatan kualitas produk pertanian lokal.
Melalui program-program yang telah dikonsolidasikan dan finalisasi, Kadin Indonesia Bidang Pertanian berharap sektor pertanian Indonesia dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kebutuhan akan teknologi yang lebih maju.
Kadin Indonesia Bidang Pertanian berkomitmen untuk berkolaborasi dengan semua pihak agar sektor ini bisa tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi ekonomi nasional.
Selain itu, program-program yang telah disusun juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan, pelatihan keterampilan, dan fasilitas distribusi yang lebih baik.
Keberlanjutan sektor pertanian Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam finalisasi program ini, dengan tujuan untuk mempersiapkan sektor pertanian yang lebih adaptif dan kompetitif dalam menghadapi persaingan global.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang yang ada di sektor pertanian, serta mencari solusi bersama untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional.
Berikut Program Komite Tetap Pengembangan Tanaman Pangan
Komite Tetap Komoditi Beras
1. Peningkatan produktivitas (intensifikasi)
a) Sistem pemupukan
b) Smart farming
c) Teknologi digital
2. Pengembangan sistem budidaya padi DIGJAYA (ada video)
3. Perluasan areal (ekstensifikasi)
Komite Tetap Komoditi Jagung & Serealia
1. Koleksi varietas jagung produktivitas tinggi
2. Jagung pangan dan pakan
3. Madura sebagai sentra produksi jagung lokal
4. Pengembangan beras analog jagung
Komite Tetap Komoditi Kedelai & Kacang2an
1. Sistem budidaya BULE (Tebu-Kedele) di lahan milik PTPN dan petani
2. Sistem budidaya SALE (Sawit Kedele) di lahan milik PTPN dan petani
3. Sistem budidaya BUKATA (Tebu Kacang Tanah) di lahan petani sentra tebu
Komite Tetap Komoditi Singkong& Umbi2an
1. Revitalisasi tanaman singkong di sentra2 produksi
2. Pengembangan porang di kawasan hutan masyarakat
3. Pengembangan beras analog singkong, porang dan umbi-umbian
Komite Tetap Kajian Kebijakan Pangan
1. Pengembangan beras fortifikasi
2. Pelibatan penggilingan padi di desa-desa
Komite Tetap Ketahanan Pangan Urusan Input Pertanian
1. Ketersediaan input tepat waktu, jumlah, wilayah
2. Perimbangan subsidi input pemerintah pusat dan daerah
3. Pengembangan pupuk dan pestisida organik harga murah
Komite Tetap Pengembangan Tanaman Pangan
1. Pengembangan tebu dengan metode Ring-Pit
2. Pengembangan tanaman pangan pengganti gandum
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)

















