spot_img

BERITA UNGGULAN

Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Surabaya

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Jawa Timur, Lia Istifhama, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada masyarakat di Gedung DPD RI Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani 1, Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

- Advertisement -

Dalam suasana yang hangat dan interaktif, Ning Lia—sapaan akrabnya—tidak hanya menyampaikan materi kebangsaan, tetapi juga berbagi pengalaman hidup yang sarat pesan motivasi kepada para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Lia Istifhama menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

- Advertisement -

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah melalui berbagai fase kehidupan yang tidak mudah, termasuk saat menerima honor mengisi materi kegiatan dengan nominal yang sangat terbatas.

Menurutnya, pada masa tersebut ia pernah menerima honor sekitar Rp500 ribu untuk satu kegiatan. Meski nilainya tidak besar, hal itu tetap dianggap sebagai bentuk kepercayaan yang harus dihargai.

“Ketika saya mengisi materi dalam sebuah kegiatan, terkadang honor yang diterima sekitar lima ratus ribu rupiah. Nilainya memang tidak besar, tetapi itu adalah bentuk kepercayaan. Dari situ juga bisa dibagikan kepada teman-teman yang turut membantu,” tuturnya.

Selain perjalanan karier, Lia juga membagikan kisah personal tentang kehidupan keluarganya yang pernah mengalami masa-masa sulit secara ekonomi.

Ia mengisahkan bahwa dalam satu periode kehidupannya, kondisi ekonomi keluarga sempat sangat terbatas. Bahkan, pernah ada situasi ketika tidak ada uang di rumah selain untuk membeli obat saat anaknya sakit.

Menurutnya, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga bagi keluarga tentang arti kesabaran, keteguhan, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan.

“Ketika orang tua berada dalam kondisi yang baik, anak-anak perlu belajar bersyukur. Namun saat keluarga menghadapi kesulitan, mereka juga harus belajar bersabar dan memahami proses kehidupan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Lia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang cerdas dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam dunia politik.

Menurutnya, simpati dan kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya dengan pendekatan materi. Kepercayaan publik justru lahir dari gagasan, integritas, serta kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemimpin yang dipercaya masyarakat adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi serta memiliki komitmen dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak sekadar didasarkan pada kepentingan jangka pendek, tetapi pada komitmen bersama untuk membangun bangsa.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Lia Istifhama berharap masyarakat dapat semakin memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Kita harus memiliki prinsip untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah. Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya jika kita tetap berusaha dan menjaga semangat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru