Pemerintah Kota Pekalongan terus mengedepankan pelayanan publik dan inovasi sebagai strategi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga bencana.
Wali Kota Pekalongan H.A Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas tetap dipertahankan, seperti layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah menjangkau 98 persen masyarakat.
Selain itu, bantuan sosial seperti bedah rumah tidak layak huni, beasiswa pendidikan, hingga bantuan untuk masyarakat kurang mampu tetap berjalan tanpa pengurangan.
Di sektor inovasi, pemerintah mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kelurahan untuk menghadirkan minimal satu inovasi berbasis teknologi.
Hal ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, seperti layanan perizinan online, sektor perikanan digital, hingga fitur panic button di sektor kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan ekonomi, sektor batik sebagai tulang punggung ekonomi daerah terus diperkuat. Kota Pekalongan bahkan menguasai sekitar 80 persen pasar batik nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan optimistis mampu menghadapi tantangan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)

















