Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mendorong kebangkitan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden usai meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4).
Dalam keterangannya di hadapan para siswa dan guru, Presiden menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi kekayaan luar biasa. Presiden juga menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Jadi anak-anakku, para guru, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya. Sungguh sangat kaya. Tidak hanya sebagai slogan, tapi nyata. Saya perkirakan 3, 4, 5 tahun lagi kita akan bangkit luar biasa,” ujar Presiden.
Kepala Negara mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membawa tantangan tersendiri yang perlu diwaspadai.
“Hati-hati, karena sekarang teknologi, teknologi semakin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik. Yang memecah belah, yang menghasut,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo juga mengajak para siswa dan guru untuk memperkuat kepercayaan terhadap bangsa, negara, serta nilai-nilai ideologi Pancasila, sekaligus menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan masa depan generasi muda Indonesia.
“Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia, bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia,” tutur Presiden.
Lebih lanjut, Presiden turut menitipkan pesan khusus kepada para guru untuk membimbing dan mendidik generasi muda dengan penuh dedikasi, kasih sayang, serta ketegasan, guna membentuk karakter yang kuat dan tidak mudah menyerah.
“Saya titip anak-anak ini, kau bina dengan sebaik-baiknya, kau didik dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih sayang, tapi juga tegas, kita tidak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah,” tegasnya.
“Kamu harus bangkit menjadi manusia yang kuat, manusia yang gembira, mengabdi kepada orang tuamu. Kalau kau bekerja dengan baik, belajar yang baik, orang tuamu akan bangga dengan kau,” lanjut Presiden.
Kunjungan ini mempertegas arah kebijakan pemerintah bahwa membangun Indonesia tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi besar pada pendidikan dan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia maju, mandiri, dan berdaya saing global.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












