spot_img

BERITA UNGGULAN

Momentum Hardiknas Meneguhkan Pendidikan yang Memerdekakan dan Berkarakter

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali arah pendidikan nasional sebagai upaya memanusiakan manusia melalui proses yang berlandaskan nilai, karakter, dan kasih sayang.

Merujuk naskah sambutan Hardiknas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan.

- Advertisement -

Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan, sebagaimana sistem among Ki Hajar Dewantara: asah, asih, dan asuh.

Semangat tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan upacara Hardiknas yang diselenggarakan di Pendopo Taman Siswa, Yogyakarta pada Sabtu (2/5).

- Advertisement -

Ki Saur Panjaitan XIII, Panitera Umum Taman Siswa, mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menyinggung peringatan Ki Hajar Dewantara tentang “zaman kebingungan”, di mana nasionalisme diuji bukan lagi melalui peperangan fisik, melainkan melalui arus budaya asing, produk impor, dan penetrasi digital yang dapat menggerus jati diri bangsa.

“Pendidikan sesungguhnya bukan hanya mengisi kepala anak-anak dengan pengetahuan saja. Ia adalah menuntun mereka menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur. Dalam tradisi Taman Siswa, hal ini dikenal dengan ungkapan “Lawan Sastra Ngesti Mulya , Suci Tata Ngesti Tunggal”, serta membentuk pribadi yang Ngandel, Kendel, Bandel, Kandel, Beriman, Berani, Teguh, dan Kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peringatan Hardiknas harus dimaknai sebagai gerakan bersama seluruh elemen bangsa. “Hari Pendidikan Nasional ini adalah milik kita semua, bukan sekadar seremoni tetapi panggilan untuk kembali pada esensi pendidikan yang memerdekakan manusia lahir dan batin, menjaga martabat bangsa, serta membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berani, jujur, dan berdaulat. Oleh karena itu, mari kita tetap bersatu sebagaimana semangat Taman Siswa dan partisipasi semesta antara pemerintah, masyarakat, dan insan pendidikan. Dengan persatuan itu, Indonesia yang berdaulat bukan hanya cita-cita, tetapi menjadi keyakinan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, setelah upacara, siswa dan guru melaksanakan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara sebagai bentuk penghormatan atas jasa Bapak Pendidikan Nasional sekaligus refleksi nilai-nilai perjuangannya.

Sementara dari sisi satuan pendidikan, para guru turut menyampaikan pandangan mereka terhadap makna Hardiknas. Anita, guru SMP Taman Dewasa Jetis, menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.

“Pendidikan harus mampu mengubah karakter siswa, sehingga mereka tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki sikap dan kepribadian yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Almas Zahra, guru dari SMA Taman Madya, menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. “Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat agar pendidikan di seluruh Indonesia semakin diperhatikan dan terus berkembang, terutama bagi daerah-daerah yang masih tertinggal,” katanya.

Suara siswa turut mewarnai refleksi Hardiknas tahun ini. Feli, siswa kelas VII SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan, menyampaikan harapannya terhadap kemajuan sekolah. “Semoga sekolahnya lebih maju lagi, baik dari fasilitas maupun pembelajarannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Salvador Wayoi, siswa asal Papua di SMA Taman Madya, menekankan pentingnya kesadaran akan nilai pendidikan. “Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan bisa menjangkau semua yang belum tersentuh, serta membuat kita lebih sadar bahwa pendidikan itu penting,” tuturnya.

Menambah semarak peringatan, keterlibatan siswa dalam pelaksanaan upacara juga menjadi pengalaman berharga. Sandi Yuda Putra Mahardika, siswa SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan yang bertugas sebagai petugas pleton, mengaku bangga dapat berpartisipasi aktif. “Seru dan senang bisa ikut terlibat pada upacara Hardiknas. Semoga pendidikan Indonesia semakin kreatif, maju, dan para guru selalu sehat serta terus membimbing kami,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru