BerandaPemdaSeni Gejog Lesung Desa Randulanang, Manfaatkan Limbah Pohon Tumbang

Seni Gejog Lesung Desa Randulanang, Manfaatkan Limbah Pohon Tumbang

Kesenian gejog lesung yang ditampilkan Sanggar Seni Panitisan menyambut kegiatan Sambung Rasa Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Senin (22/6/2026). Uniknya, lesung yang digunakan memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari kebanyak lesung yang digunakan untuk seni musik tradisional ini.

Lesung yang digunakan Sanggar Seni Panitisan merupakan hasil kreativitas warga Randulanang yang memanfaatkan limbah kayu dari pohon sono yang tumbang. Ketua Sanggar Seni Panitisan, Boiran mengatakan ide memanfaatkan limbah kayu tersebut berawal dari tumbangnya pohon sono yang tumbuh di tepi jalan, tumbang hingga mengganggu lalulintas warga.

- Advertisement -

“Tahun 2024, pohon sono yang ada di tepi jalan desa, ambruk. Setelah warga bergotongroyong membersihkan pohon yang tumbang, ternyata ada potongan batang pohon yang besar dan bisa dimanfaatkan untuk dibuat lesung,” ungkapnya saat ditemui usai tampil membuka Sambung Rasa.

Menurutnya saat itu kelompok kesenian gejog lesung yang dibina Sanggar Panitisan hanya punya satu lesung tua yang dihibahkan warga. Karena penggunaan dan usia, lesung tersebut kian rapuh.

“Kebetulan sekali ada batang pohon yang bisa dimanfaatkan, kemudian kami berinisitif membuat lesung sederhana dari batang pohon yang sudah tidak terpakai itu,” katanya.

Boiran mengatakan karena tekstur kayu yang keras khas pohon sono, bentuk luar tetap mempertahankan bentuk asli batang pohon yang ambruk tersebut. Namun bentuk tersebut justru membuat penampilan gejog lesung Sanggar Seni Panitiran terlihat berbeda.

“Saat lomba gejog lesung tingkat Kabupaten Klaten tahun lalu, lesung yang kami bawa paling berbeda di antara lesung peserta yang lain. Alhamdulillah kami mendapatkan juara kedua,” ujarnya.

Dalam kesempatan Sambung Rasa tersebut, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo turut mencoba menabuh lesung bersama seniman gejog lesung Sanggar Seni Panitisan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM