Sebanyak 32 warga Kota Salatiga mengikuti pelatihan keterampilan gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker), di Balai Latihan Kerja (BLK) Salatiga, Senin (6/7/2026). Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Para peserta terbagi dalam dua kelas pelatihan, yakni 16 peserta pelatihan tata rias wajah dan 16 peserta pelatihan barista. Mereka adalah warga Kota Salatiga yang telah lolos, melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat.
Wali Kota Robby Hernawan mengajak para peserta untuk memiliki pola pikir sebagai pencipta lapangan pekerjaan, bukan sekadar menjadi pencari kerja.
“Setelah pelatihan ini selesai, jangan hanya berpikir untuk bekerja. Tetapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan, atau dengan kata lain kalian adalah bosnya,” bebernya, saat membuka pelatihan.
Ditambahkan, program pelatihan itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang kerja, tumbuh wirausaha baru, serta semakin memperkuat perekonomian daerah.
Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pasar, terang Robby, pihaknya optimistis para peserta mampu menjadi tenaga kerja profesional maupun pelaku usaha yang inovatif, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga pelatihan yang diberikan bisa bermanfaat, karena saya yakin ini adalah passion adik-adik sekalian. Tinggal nanti kalian gali dengan sentuhan seni yang berbeda dan lebih kreatif dari yang lainnya, sehingga akan lahir SDM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pesannya.
Kepala Disperinnaker, Agung Hendratmiko menyampaikan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan, sehingga diharapkan mampu mengikuti pelatihan secara optimal.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja agar bisa bersaing atau membuka usaha secara mandiri,” ujarnya.
Dijelaskan, selama kurang lebih 20 hari ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif dengan dukungan fasilitas yang disediakan secara penuh oleh pemerintah, mulai dari perlengkapan pelatihan, seragam, tas dan lainnya. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






