Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati untuk melakukan wawancara pendataan SE2026, di kediaman Wakil Gubernur, Margorejo Surabaya, Senin (6/7/2026).
Wagub Emil menyampaikan bahwa pertanyaan yang diberikan dalam SE2026 ini adalah untuk mendata kondisi ekonomi yang mencakup apa yang dimiliki dan bagaimana kondisi ekonomi berkaitan dengan pendapatan. “Untuk memperoleh data tersebut memang tidak mudah, tapi kami meminta kerjasama segenap warga Jawa Timur karena pendataan ini penting agar kebijakan yang disusun pemerintah lebih berbasis data. Tanpa kebijakan yang berbasis data tentu kita akan kesulitan untuk menjawab permasalahan – permasalahan yang sebetulnya dihadapi masyarakat dilapangan,”jelas Wagub Emil.
“Sejauh ini selama 20 hari sudah mencapai progress yang baik hampir seperempat jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di Jatim sudah terdata. Memang kami berharap bahwa angka ini bisa terus meningkat sehingga kita bisa betul – betul memperoleh gambaran yang akan menjadi landasan dari perumusan kebijakan untuk seluruh instansi pemerintah,”lanjutnya.
Wagub juga mengatakan bahwa partisipasi warga dalam memberikan informasi ini berarti juga telah berpartisipasi untuk pembangunan di Indonesia. “Sensus Ekonomi sangat penting agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar menjawab kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan,”kata Wagub.
Plt. BPS Jatim Herum Fajarwati mengatakan untuk Jawa Timur Sensus Ekonomi 2026 menjadi tolak ukur keberhasilan secara nasional karena ekonomi Jatim tertinggi nomor dua setelah DKI Jakarta dan sebanyak 41.538 Petugas SE2026 dikerahkan dalam pelaksanaan Sensus 2026 ini.
Tujuan Sensus Ekonomi, kata Herum adalah untuk menghasilkan gambaran ekonomi secara menyeluruh yang akan menggambarkan peta perekonomian dari setiap wilayah, struktur ekonominya, daya saing eknomi dari setiap wilayah. Sensus Ekonomi menjadi landasan pembangunan database kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi dan jawaban yang jujur dari masyarakat sangat menentukan kualitas data untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
“BPS menjamin kerahasiaan data responden sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sistem pendataan juga telah memenuhi standar keamanan informasi (ISO) sehingga data masyarakat tetap terlindungi,”tambahnya.
“Sensus Ekonomi menjadi landasan pembangunan database kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi dan jawaban yang jujur dari masyarakat sangat menentukan kualitas data untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,”katanya.
Dalam kunjungan ini, Petugas SE2026 memasang stiker Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Wakil Gubernur sebagai tanda bahwa telah dilakukan wawancara pendataan oleh Petugas Sensus 2026.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






