Pergantian pimpinan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI dilakukan dengan menempatkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Panggah Susanto sebagai Wakil Ketua BAM DPR RI menggantikan Agun Gunandjar Sudarsa. Pergantian tersebut diresmikan dalam rapat BAM di Ruang Rapat BAM DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026), yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.
Panggah mengatakan, penugasan tersebut merupakan bagian dari pergantian perwakilan Fraksi Partai Golkar di BAM. Ia menyebut dirinya kini ditempatkan sebagai Wakil Ketua BAM, sementara tetap menjalankan tugas sebagai anggota Komisi IV DPR RI.
“Di BAM sebagai Wakil Ketua, saya kira banyak hal-hal yang bisa dikerjakan ya. Dari tadi penjelasan apa yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan,” ujar Panggah.
Sebelumnya, Panggah merupakan anggota Komisi IV DPR RI. Dengan penugasan barunya di BAM, ia tetap menjadi anggota Komisi IV yang menangani sektor pertanian, kehutanan, serta kelautan dan perikanan. “Dan sebelumnya saya kan anggota di Komisi 4. Jadi, saya tetap masih di Komisi 4, mengurusi pertanian, kehutanan, dan KKP,” katanya.
Panggah menilai penugasan di BAM memberikan ruang untuk mengoptimalkan penyerapan aspirasi masyarakat. Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat yang belum dapat tertampung di komisi karena padatnya agenda dan keterbatasan waktu.
“Banyak sekali aspirasi masyarakat yang bertumpuk. Mungkin tidak bisa ditampung seluruhnya di komisi. Oleh karena itu bisa ditampung di Badan Aspirasi Masyarakat ini,” tuturnya.
Ia mengatakan BAM juga dapat berperan menyaring aspirasi masyarakat yang meminta untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di komisi. Padatnya jadwal komisi membuat tidak seluruh permintaan tersebut dapat langsung dijadwalkan.
“Saya melihat ada beberapa permintaan untuk di RDPU kan di komisi. Di komisi juga padat sekali jadwalnya. Saya kira bisa nanti sebagian disaring di sini atau ditampung di Badan Aspirasi ini. Untuk kemudian aspirasi tersebut bisa tersalurkan,” jelas Panggah.
Sebagai Wakil Ketua BAM yang baru, Panggah menyatakan akan bekerja maksimal agar tugas pokok dan fungsi BAM dapat berjalan optimal. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas komisi karena aspirasi yang masuk memiliki cakupan sektor yang luas.
“Ke depannya saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk tugas pokok dan fungsi dari BAM ini bisa lebih optimal melalui berbagai kegiatan yang sudah ada,” ujarnya.
Menurut Panggah, BAM juga dapat menjadi ruang untuk mencari titik temu atas berbagai kepentingan masyarakat yang berbeda. Aspirasi yang bersifat lintas sektor dinilai membutuhkan koordinasi agar berbagai persoalan dapat dicarikan jalan keluar.
“Di sini ada banyak kepentingan masyarakat, yang saling bertentangan di antara kelompok masyarakat. Nah, ini kan kita mencari jalan keluar di antara berbagai masalah, berbagai kepentingan di masyarakat yang mungkin bisa dipertemukan di BAM ini,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






