spot_img

BERITA UNGGULAN

Merokok Bisa Buat Perut Buncit? Simak Penjelasan Disini

SuaraPemerintah.ID – Mungkin kalian pernah mendengar salah satu alasan perokok yang enggan berhenti merokok, yaitu karena takut perut membesar (Baca: membuncit). Ketika berhenti merokok, mereka (si perokok) akan mencari “pelampiasan” lain untuk menghilangkan rasa keinginan merokok mereka dengan cara makan dengan jumlah yang sangat banyak. Apakah itu nasi, mie, permen, apapun. Selama menurut mereka itu adalah kunyahan, mereka akan terus mengunyah. Pada akhirnya, karena jumlah konsumsi makanan yang sangat banyak, membuat perut mereka membesar. Lantas, benarkah berhenti merokok akan menyebabkan hal seperti itu?

“Sebenarnya sih salah ya kalau dibilang seperti itu. Berhenti merokok harusnya diikuti dengan aktivitas lain seperti olahraga, makan makanan gizi seimbang, minum cukup dan istirahat cukup,” ucap dr. Rita Anggraini, Kepala Puskesmas Kecamatan Matraman dikutip dari Dinas Kesehatan Jakarta.

Dr. Rita berujar, dirinya pernah mendengar pengakuan seorang wanita bahwa merokok dapat menjaga tubuh tetap langsing, karena nafsu makan dapat berkurang. Ia pun heran dengan pernyataan tersebut karena rokok justru merusak lambung.

“Konsumer rokok memang merasakan jika rokok membuat perut kenyang, padahal itu salah. Rokok membuat tubuh kekurangan oksigen, sehingga itu mempengaruhi gen lapar yang biasa disebut leptin. Nah, inilah yang membuat perokok tidak merasakan lapar. Padahal, lambung mereka dikatakan sudah butuh asupan makanan. Hasilnya, banyak perokok yang mengalami asam lambung dan berakhir dengan tukak lambung. Oleh karena itu, setiap orang yang akan kita konseling, kita jelaskan bahwa ketika berhenti merokok harus diimbangi dengan pola hidup sehat,” ujar dr. Rita Anggraini.

Puskesmas Kecamatan Matraman memiliki poliklinik upaya berhenti merokok “Cemara”. Poli UBM ini membantu siapapun yang perokok aktif untuk berhenti merokok, dengan metode Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) yaitu teknik terapi yang menggabungkan sistem energi tubuh dan terapi spiritualitas dengan metode tapping pada 18 titik kunci di sepanjang 12 jalur energi tubuh. Selain memberikan edukasi, mengukur kandungan CO tubuh, pasiennya akan terus dimonitor sejauh mana kemajuan pengobatannya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru