spot_img

BERITA UNGGULAN

Sorak Loyalis Ganjar Saat Nasdem Deklarasikan Anies (19)

SuaraPemerintah.ID – Perbincangan dan pemberitaan tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melonjak tajam menyusul aksi Partai Nasdem mendeklarasikannya sebagai capres pada 3 Oktober ini. Para simpatisan Anies gegap-gempita merayakan deklarasi yang sudah lama dinantikan itu.

Berbasis data yang dihimpun Drone Emprit, selama seharian penuh (3/10, pukul 00.00 – 23.59 WIB), percakapan tentang Anies di media sosial menembus 43.288 mentions. Penyebutan terhadapnya di linimasa terutama disumbang dari kanal Twitter. Puncak tertinggi perbincangan berada pada sekitar pukul 11.00 WIB.

- Advertisement -
Grafis 1. Tren mentions untuk Anies Baswedan, meningkat tajam saat Partai Nasdem mendeklarasikannya sebagai capres pada 3 Oktober 2022. (Sumber: Drone Emprit).

Sementara pada kolom pemberitaan media online, penyebutan tentang Anies mencapai 5.685 mentions. Portal berita republika.co.id menjadi jangkar utama, yakni 65 artikel dan 258 mentions selama periode pemantauan. Disusul wartaekonomi.co.id sebesar 60 artikel dan detik.com sebanyak 55 artikel.

Grafis 2. Distribusi pemberitaan Anies Baswedan saat deklarasi Nasdem. (Sumber: Drone Emprit).

Topik yang diangkat pers cukup seragam. Yaitu, fokus pada momentum Nasdem mencapreskan Anies dan respons elit partai terhadap peristiwa politik tersebut. Secara agregat, tone pemberitaan dominan positif, dengan persentase sebesar 92 persen, diikuti netral 5 persen dan negatif 3 persen.

- Advertisement -

Kendati di media sosial Twitter persentase percakapan negatif juga mencolok (85 persen), namun haters Anies dan Nasdem tak luput mengambil peran menggelar narasi negatif. Serangan para pembenci berfokus pada dua perkara.

Pertama, terhadap Anies, mereka mencibirnya dengan mengunggah ulang video wawancara dengan Najwa Shihab yang mengatakan tak bakal maju capres jika Prabowo Subianto mencalonkan diri.

Kedua, kepada Nasdem, para haters berupaya mengingatkan partai yang dipimpin Surya Paloh yang merupakan pendukung Ahok (lawan dari Anies) di Pilgub DKI Jakarta di 2017 silam. Nasdem dinilai haus kekuasaan dalam motif mencalonkan Anies, namun abai idealisme.

Akan tetapi, terdapat fenomena unik dalam peristiwa deklarasi Nasdem ini. Pendukung Ganjar Pranowo, yang notabene dikenal kontra Anies, malah riuh bersorak. Mereka meyakini, PDIP akan menominasikan Ganjar ketimbang Puan Maharani jika ingin menang melawan Anies.

Dalam kalkulasi pendukung Ganjar, Puan, yang diketahui publik sebagai ‘putri mahkota’ PDIP, tidak akan mampu melampaui elektabilitas Anies. Sehingga, deklarasi Anies dianggap sebagai desakan tak langsung terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  untuk mengusung Ganjar, ketimbang Puan.

“Terimakasih kpd @Gerindra dan @NasDem yg sdh mengumumkan capresnya. Akhirnya @PDI_Perjuangan sdh tau kemungkinan lawan mereka adlh Prabowo dan Anies. Terimakasih sdh membuat ibu Mega dan PDIP mau tdk mau harus mengusung @ganjarpranowo unk bisa menang lg. Jadi tambah semangat,” cuit salah satu akun loyalis utama Ganjar.

Sebaliknya, pencapresan Anies yang maju dari jadwal pada 10 November oleh para pendukungnya dianggap sebagai Langkah sigap Surya Paloh membentengi Gubernur Jakarta dari penjegalan KPK, lewat kasus Formula E.

Sehingga, secara umum, di media sosial, tergambar cukup jelas, pencapresan Anies oleh Nasdem pada gilirannya disenangi oleh dua pihak: simpatisan Anies dan loyalis Ganjar.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru