Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Saling Tuding Antar Penganut Politik Identitas (23)

SuaraPemerintah.ID – Dosen UI, Ade Armando, kena getahnya. Dia dikenal gemar menuding capres Partai Nasdem Anies Baswedan dan pendukungnya merupakan penganut politik identitas dalam meraih kekuasaan. Kini telunjuk tudingan itu seperti berbalik ke hidungnya sendiri.

Gara-garanya, loyalis Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu mengucapkan Anies bisa menang Pilpres jika umat Kristiani terbelah. Tak pelak, ucapan Ade jadi ‘kerupuk renyah’ bagi pendukung Anies, sebagaimana laporan pemantauan media sosial yang dirilis Drone Emprit (3-9 November).

- Advertisement -

Digorenglah pernyataan Ade ini. Sampai gosong. Ade banjir hujatan. Ganjar, sosok yang didukung Ade, ikut diseret-seret. Ganjar turut dihujat, serta-merta jadi bulan-bulanan. Para influencer utama yang terdeteksi pendukung Anies ikut riuh merundung Ade dan/atau Ganjar.

“Gw Kristen, dukung Bang Anies sejak Pilkada 2017 sampai hari ini dan setelah lihat video Si Ade Armando gw makin mantap dukung AB, makin yakin pula @ganjarpranowo tidak pantas dipilih sebab mempekerjakan buzzeRP pengadu domba Bangsa untuk mendongkrak elektabilitasnya,” cuit simpatisan Anies.

- Advertisement -

“Pernyataan Ade Armando ini blunder terbesar dari pendukung Pak @ganjarpranowo. Pendukung Ganjar sebaiknya mulai jaga jarak dengan orang ini. Ingat, kawan yang suka bikin blunder lebih berbahaya dari lawan,” tambah akun pendukung Anies.

“Ganjar Bapak Politik Identitas,” sahut salah satu pembenci Ganjar yang sekaligus partisan Anies.

Terhadap serangan bertubi-tubi menyusul pernyataan Ade ini, pendukung Ganjar justru tetap teguh melabeli Anies dan pendukungnya sebagai penganut politik identitas. Rupa-rupa video, foto, melengkapi narasi mengenai Anies sebagai pelaku politik identitas, wabilkhusus saat bertarung di Pilgub DKI 2017 silam.

Apalagi, haters utama Anies, yang notabene loyalis Ganjar, sudah cukup lama terpantau memainkan isu politik identitas untuk mendelegitimasi reputasi bekas Gubernur Jakarta itu. Anies dengan begitu keras dilabeli ‘Bapak Politik Identitas’ oleh para pembencinya.

“Masih banyak stok ngerinya politik identitas di Pilgub DKI nih @aniesbaswedan. Entar gua keluarin semua kalo dah dekat Pilpres. Kita memaafkan. Tapi kita gak akan pernah lupakan,” cuit haters militan Anies.

Dalam percakapan yang beredar, akun-akun haters Anies terdeteksi kompak dalam menyudutkan Anies. Ada beredar isu Anies didukung HTI—ormas yang telah resmi dilarang pemerintah. Ada pula narasi tentang Anies yang disokong kelompok pro khilafah dalam pencapresannya.

Figur 1. Tagar dominan dalam percakapan tentang Anies Baswedan. Haters Anies terpantau berupaya melekatkan Anies dengan kelompok Islam yang dikenal anti NKRI. (Sumber: Drone Emprit)

Dalam menyerang Ganjar lewat polemik pernyataan Ade Armando, pendukung Anies tidak spesifik mengusung tagar tertentu. Sebaliknya, pendukung Ganjar terpantau solid menggelar kampanye negatif melalui tagar-tagar yang spesial, seperti #AniesDidukungKHILAFAH dan #HTIDukungAnies. Meski konten yang diedarkan tidak berhubungan dengan tagar-tagar ini.

Dalam pemantauan Drone Emprit sejauh ini, pendukung Anies dan Ganjar di media sosial terpantau sebagai seteru abadi. Berbasis profiling akun-akun mereka, simpatisan Ganjar terdeteksi pro pemerintah, dan sebaliknya, yang oposisi lebih pro Anies.

Tuduhan politik identitas sama-sama mereka tudingkan ke rivalnya. Pendukung Ganjar melabeli Anies sebagai ‘Bapak Politik Identitas’. Belakangan label serupa disematkan pengikut Anies kepada Ganjar. Sehingga, hingga saat ini, kedua kubu terasa mustahil—atau sekurang-kurangnya sulit—untuk akur.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru