SuaraPemerintah.ID – Politikus Indonesia dari Partai Nasdem, Lisda Hendrajoni kini duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Sumbar I. Sebelum di Komisi X, istri dari Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat periode 2016-2021, Hendrajoni ini mendapat penugasan di Komisi VIII yang mengurus masalah kesejahteraan dan sosial serta konsen memperjuangkan hak-hak orang miskin dan kaum perempuan.
Bagaimana persiapan perempuan kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 19 Januari 1973 ini menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, mari kita simak kutipan wawancara Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., MMTr. dilansir dari Youtube Langgam TV berikut ini.
Seberapa pentingnya perempuan masuk ke dunia politik menurut pendapat Anda?
Gini nih, jumlah dari separuh daripada penduduk bumi ini kan perempuan. Saya melihat di sini, bahwa perlunya ada keterlibatan perempuan di dalam dunia politik. Ini memang sangat penting, bukan hanya untuk dia hadir di sana sebagai perwakilan dari gender tapi lebih kepada gagaimana perjuangan terhadap kebutuhan perempuan. Walaupun orang bilang, emangnya laki-laki tidak mau memperjuangkan kebutuhan perempuan? Bukan begitu saja, tapi yang betul-betul tahu kebutuhan perempuan, yaitu perempuan itu sendiri.
Sebagai perempuan dan anggota dewan, apa yang Anda perjuangkan di parlemen?
Sekarang ini saya sudah ada pengalaman selama jadi anggota dewan sejak 2019. Bagaimana perjuangan kita untuk dapat betul-betul menggolkan satu undang-undang, satu peraturan yang menyangkut kebutuhan perempuan dan anak. Kadang hal-hal kecil, misalnya kita ya perempuan itu ada saat-saat datang bulan kita yang merasakan menderitanya sakit di bagian perut, sehingga perlu diatur adanya cuti juga cuti hamil. Kenapa perlu ada ruang laktasi untuk menyusui di tempat-tempat umum, misalnya. Hal itu hanya kita sebagai perepuan yang sangat paham. Jadi kalau negara tidak melibatkan perempuan, berarti kehilangan setengah daripada kekuatan yang sebenarnya.
Bagaimana tips n trick-nya bisa langsung melenggang ke DPR RI meski belum pernah merasakan duduk di DPRD?
Jadi ya, selain memang ada takdir saya di sana, tentu mulai dari diri sendiri. Kita harus percaya diri, dari dalam diri sendiri dengan kemampuan kita. Kemudian kita juga harus menyadari siapa sih kita ini, dari mana mau ke mana. Kalau kita sudah meyakini apa yang kita tempuh dan kita yakini, bahwa kita akan memperjuangkan apa yang kita yakini untuk masyarakat, saya rasa itu suatu hal yang memang harus kita jalani. Tentu kita harus visioner kemudian tanggap terhadap lingkungan dan terus mau belajar. Yang tak kalah penting adalah dukungan dari keluarga. Ya pastikan kita tahu ya, apa namanya kewajiban kita sebagai istri, sebagai Ibu seperti itu. Jadi kalau tidak ada dukungan dari keluarga ini susah.
Dukungan ini yang kita butuhkan karena setelah kita mendapat dukungan kita bisa lebih enak untuk bernegosiasi di rumah. Jadi ada hak-hak dan kewajiban yang harus dikompromikan di rumah sehingga memang izin keluarga itu sangat-sangat penting. Sebagai partai politik yang ramah terhadap perempuan dan anak, salah satu buktinya Partai Nasdem mengusung RUU dan itu sudah diterima itu bukti kuat bagi masyarakat bahwa Nasdem benar-benar berpihak kepada perempuan dan anak.
Dalam politik jabatan tidak cuma legislatif ada juga eksekutif, salah satunya pemilihan presiden. Nah kenapa Anda tidak mendukung presiden perempuan tapi memilih Pak Anies sebagai calon presidennya. Apa alasannya dari sisi kepentingan perempuan?
Kalau kita melihat tentunya ini adalah pemikiran yang sangat-sangat besar untuk Nasdem. Artinya bukan main-main untuk menentukan siapa yang akan diusung dan saya melihat ini di sini bukan soal perempuan atau laki-laki, tapi lebih kepada kapasitas kita melihat bahwa Pak Anies ini bisa dibilang komplit. Ya dari segi kecerdasan spiritualnya, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kemudian pengalaman beliau, kemampuan beliau. Ya jadi komplit. Jadi bukan karena dia perempuan atau laki-laki. Bisa jadi besok-besok kita memilih yang perempuan kalau memang kapasitas itu ada di perempuan. Apalagi jiwa keberpihakan beliau terhadap perempuan itu ada, karena saya dengar Pak Anies ini esantunannya terhadap ibu luar biasa, juga istri dan keluarganya.
Nasdem menjadi partai pertama pendukung Anies sebagai capres. Sebagai kader partai, bagaimana sikap Anda?
Mungkin saya akan bicarakan dulu bagaimana antusiasme masyarakat Sumbar untuk mendukung Anies sebagaimana pernah kita mendukung Prabowo hanya satu tujuannya supaya Pak Anies bisa menjadi presiden kita 2024-2029 karena kita melihat kiprah beliau semenjak beliau dulu menjadi rektor. Bagaimana proses Pak Anies itu maka dicintai emak-emak di sini. Jadi kita bentuk Emak-emak Pendukung Anies atau Manis hanya ingin mendudukkan Pak Anies untuk jadi presiden. Nanti setelah beliau bisa duduk jadi presiden, kami bubar dan tidak mengharapkan apa-apa. Motivasi kita adalah untuk mengubah keadaan negara kita yang sekarang kita merasa kurang nyaman kurang merasa dipimpin dan segala macam. Jadi kita hanya ingin mendapatkan seorang presiden yang punya kredibilitas tinggi, yang diakui oleh nasional dan internasional. Beliau sudah tidak asing lagi bagi emak-mak Sumbar dan beliau adalah cucu seorang pejuang. Kiprah beliau kemarin ini kita udah lihat di DKI. Sebelumnya menjadi menteri pendidikan dan sebelumnya lagi menjadi rektor. Itu sudah sangat dikenal oleh masyarakat Sumbar. Itulah sebabnya kita emak-emak ini sangat bersemangat untuk mendukung beliau supaya duduk di RI 1, amin.
Bagaimana bila nanti Pak Anies tidak terpilih?
Tadi sudah diceritakan emak-emak pendukung Anies khususnya di Sumatera Barat, kita mendukung tanpa embel-embel apapun, karena beginilah cara kita mendukung orang baik. Jadi bila ada orang baik yang berjuang jangan kita biarkan dia berjuang sendiri. Luar biasa ini bersama teman-teman sudah ada di jalur yang benar. Tidak sulit untuk mencari orang pendukung Anies, malah mereka yang ingin masuk menjadi pendukung semakin bertambah. Jadi kelompok emak-emak Anies ini tidak ada punya dana kecuali dari pribadi-pribadi mereka sendiri. Jadi apa yang diharapkan oleh emak-emak dan semua masyarakat sekarang ini presiden yang seperti itu ada pada diri Pak Anies.


.webp)
















