Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BI Optimis Rupiah Kembali Menguat ke Rp15 Ribu di Akhir 2024

SuaraPemerintah.ID – Bank Indonesia (BI) mengekspresikan optimisme terhadap nilai tukar rupiah, yang diperkirakan akan kembali menguat ke level Rp15.800 per dolar AS pada kuartal IV-2024 atau akhir tahun. Selain itu juga diproyeksikan rupiah akan tetap stabil di kisaran Rp16.200 per dolar AS pada kuartal II-2024, sebelum menguat menuju rata-rata Rp16 ribu per dolar AS di kuartal III-2024.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa respons tersebut didukung oleh kenaikan struktur bunga di pasar uang seiring dengan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate).

- Advertisement -

Hal ini juga dipengaruhi oleh peningkatan yield Treasury AS dan premi risiko global, yang diharapkan akan mempertahankan aliran modal asing masuk ke Indonesia.

“Agar imbal hasil aset keuangan domestik tetap menarik dan semuanya mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar dia yang dialnsir dari CNN Indonesia, Rabu (24/4).

- Advertisement -

Perry mengatakan BI terus melakukan langkah-langkah, termasuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan juga memperkuat operasi moneter yang pro market.

“Bauran kami adalah antisipatif, preemptive, forward looking, agar kita semuanya tetap menjaga stabilitas ekonomi kita, menjaga momentum pertumbuhan dan tentu saja itu bagian kami menjalankan mandat,” lanjutnya.

BI menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin ke level 6,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 23-24 April 2024.

Menurut Perry, kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global, serta sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 persen pada 2024 dan 2025, sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability.

Tercatat, pelemahan nilai tukar rupiah sampai dengan 23 April 2024 sebesar 5,07 persen year to date.

Kendati demikian, BI optimis perekonomian dalam negeri akan tetap stabil di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Indonesia telah melalui berbagai gejolak atau risiko global dan tentu saja optimis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil, tumbuh tinggi, dan berdaya tahan. Karena memang respons kebijakan bangsa Indonesia dan koordinasi yang erat dengan pemerintah dan berbagai pihak,” tutur dia lebih lanjut.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru