Pj Gubernur Elen menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Masjid Sriwijaya, yang disebut-sebut akan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara.
- Advertisement -
“Kami pasti berkomitmen untuk melanjutkan. Namun, kami tidak ingin masalah kembali muncul,” ujar Elen.
Elen meminta waktu kepada masyarakat dan PT. Yodya Karya (Persero) untuk mempertimbangkan keinginan dan harapan mereka terkait kelanjutan pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Sumsel ini. Menurutnya, permasalahan terutama mengenai lahan tidaklah sederhana.
- Advertisement -
“Saya sudah berbicara dengan Kajati. Nanti setelah mendapat nasihat dari Kajati, kita akan bertemu lagi. Namun, intinya sejak awal kami berkomitmen,” jelas Elen.
Petunjuk dari Kajati diperlukan untuk menentukan sejauh mana kemungkinan pembangunan masjid tersebut dapat dilanjutkan. Jika dapat dilanjutkan, skema pendanaan selanjutnya akan dibahas.
“Jika aspek hukumnya sudah selesai, kami akan mengundang semua pihak lagi,” kata Elen.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Yodya Karya (Persero), Colbert Thomas, berharap pembangunan Masjid Sriwijaya dapat segera dilanjutkan.
Sebagai salah satu pemenang tender konstruksi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Thomas berharap pembangunan masjid tersebut dapat berlanjut dan selesai dengan sukses.
Selain Masjid Sriwijaya, PT. Yodya Karya juga telah dipercaya sebagai penyusun Detail Engineering Design Pembangunan Masjid Raya Aljabbar dan konsultan perencanaan renovasi kompleks Masjid Istiqlal.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Komisaris PT Yodya Karya, Didi Apriadi, Senior Vice President Bank Mandiri, Arief Biantoro, Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya, Prof. Dr. Zainal Berlian, DBA, dan pemilik lahan, Mularis.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News