Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Surplus 53 Bulan Berturut-turut

SuaraPemerintah.ID – Neraca perdagangan Indonesia terus mencatatkan kinerja positif dengan mencetak surplus sebesar 3,26 miliar dolar AS pada September 2024. Surplus ini menjadi capaian beruntun selama 53 bulan, dimulai sejak Mei 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa surplus pada bulan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

- Advertisement -

“Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 53 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rilis Berita Statistik di Jakarta, Selasa (15/10).

Baca juga : Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2024 Meningkat

Surplus perdagangan pada September 2024 didorong oleh komoditas nonmigas, yang menyumbang sebesar 4,62 miliar dolar AS. Komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan meliputi bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

- Advertisement -

Namun, di sisi lain, sektor migas mencatatkan defisit sebesar 1,36 miliar dolar AS, terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas minyak mentah dan hasil minyak.

Berdasarkan negara mitra, Indonesia mengalami surplus perdagangan pada September 2024 dengan Amerika Serikat sebesar 1,39 miliar dolar AS, India sebesar 0,94 miliar dolar AS, dan Filipina 0,78 miliar dolar AS.

Dengan Amerika Serikat, komoditas penyumbang surplusnya adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorisnya (rajutan) dan alas kaki.

Surplus neraca perdagangan dengan India didorong oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati serta besi dan baja. Sedangkan, dengan Filipina disumbang oleh kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Lebih lanjut, Amalia menyampaikan bahwa hingga September 2024, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 21,98 miliar dolar AS atau lebih rendah sebesar 5,74 miliar dolar AS dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Neraca perdagangan nonmigas secara kumulatif mengalami surplus sebesar 37,03 miliar dolar AS dan ini angkanya sedikit lebih rendah 4,67 miliar dolar AS dibandingkan tahun lalu. Sementara, defisit perdagangan migas mencapai 15,05 miliar dolar AS,” kata Amalia.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada September 2024 mencapai 22,08 miliar dolar AS atau secara kumulatif periode Januari-September 2024 sebesar 192,85 miliar dolar AS.

Nilai impor pada September 2024 mencapai 18,82 miliar dolar AS. Secara kumulatif pada Januari-September 2024 mencapai 170,87 miliar dolar AS.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru