Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan keras kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang gagal melaksanakan Perencanaan Pengembangan Lapangan Migas (PoD). Bahlil bahkan mengancam akan mencabut izin wilayah kerja (WK) migas mereka jika tidak segera melanjutkan langkah tersebut.
Menurut Bahlil, ancaman ini bukan sekadar peringatan, melainkan perintah langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan produksi minyak yang siap jual (lifting minyak) di Indonesia. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Bahlil menegaskan bahwa sudah ada 301 Wilayah Kerja migas yang telah melakukan eksplorasi namun belum meneruskan PoD, yang merupakan langkah penting untuk produksi minyak.
“Saya sudah berdiskusi dengan SKK Migas, atas perintah Bapak Presiden kepada kami, KKKS yang main-main, yang sudah melakukan eksplorasi, tapi dia tidak segera melanjutkan PoD untuk produksi, segera dikasih peringatan, kalau masih main-main, cabut,” tegasnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Senin (18/11/2024).
Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa jika izin WK dicabut, KKKS tidak berhak memprotes keputusan tersebut, mengingat kewenangan negara atas semua kekayaan alam yang ada di Indonesia, sesuai dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Ini sebagai implementasi dari Pasal 33 Pak, (yang isinya) seluruh kekayaan yang ada pada negara kita, laut darat maupun udara, dikuasai oleh negara, dan dipergunakan semaksimal untuk kesejahteraan rakyat bangsa negara. Bukan dikuasai oleh pengusaha. Jadi kalau negara mencabut, karena dia melanggar, nggak perlu dia protes. Karena itu barangnya negara,” tambahnya.
Selain itu, Bahlil mengungkapkan pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan para KKKS. Di mana sejatinya, saat ini terdapat sebanyak 301 Wilayah Kerja (WK) migas yang sudah dilakukan eksplorasi, namun belum melaksanakan PoD.
“Ada 301 sumur yang sudah selesai eksplorasi, yang belum bisa POD. Ini saya mau ngecek juga ada apa dibalik ini semua,” kata Bahlil.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)


















