BerandaZ Hot NewsTim Ekspedisi Patriot IPB Pasang Alat Pemantau Cuaca, Dorong Pertanian Cerdas Iklim...

Tim Ekspedisi Patriot IPB Pasang Alat Pemantau Cuaca, Dorong Pertanian Cerdas Iklim di Merauke

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk membantu petani menghadapi ketidakpastian cuaca dan tantangan perubahan iklim.

Teknologi tersebut memungkinkan petani memperoleh informasi cuaca secara real-time sekaligus membantu memprediksi kondisi iklim hingga 15 hari ke depan. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan waktu tanam, mengantisipasi kekeringan hingga potensi serangan hama.

- Advertisement -

Pemasangan AWS menjadi bagian dari upaya digitalisasi pertanian sekaligus mendorong penerapan pertanian cerdas iklim di kawasan transmigrasi Merauke.

Ketidakpastian cuaca menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di Distrik Kurik dalam mengoptimalkan produktivitas pertanian.

Melalui AWS, data cuaca dapat dipetakan dan diakses melalui sistem digital oleh masyarakat lokal maupun transmigran.

Teknologi pemantauan cuaca tersebut disebut mampu menjangkau kawasan pertanian hingga radius 40 kilometer. Kehadirannya diharapkan membantu petani mengambil keputusan berdasarkan kondisi agroklimat yang lebih terukur.

Kepala Kampung Harapan Makmur, Sutamto, menyambut positif penggunaan teknologi tersebut. Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayahnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

“Karena dengan pemasangan itu, kita dimudahkan. Petani sangat dibantu, karena masyarakat Kampung Harapan Makmur mayoritas penghidupannya adalah dari pertanian. Sehingga dengan adanya alat itu, warga petani Kampung Harapan Makmur sangat terbantu, dan dengan harapan ke depannya dapat bermanfaat, dapat meningkatkan kualitas hasilnya,” ujar Sutamto.

Ketua Tim TEP IPB University Ahmad Junaidi mengatakan pemasangan AWS tidak berhenti pada penyediaan teknologi.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University juga akan memberikan pendampingan berkelanjutan kepada petani agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menerapkan sistem pertanian cerdas iklim.

Pendampingan tersebut mencakup penyusunan kalender tanam, pengaturan pemompaan air hingga langkah antisipasi serangan hama secara lebih presisi melalui dashboard digital.

“Kita akan menjadikan petaninya, petani yang bertani dengan cerdas iklim. Nah, cerdas iklim ini kan, jadi bagaimana bertani menyesuaikan dengan karakter agroklimat yang ada di sana, ya, termasuk nanti mempelajari betul bagaimana kecukupan air dan karakter-karakter agroklimat serta konsekuensi dari agroklimat itu untuk pertanian,” jelas Ahmad Junaidi.

Dengan pendekatan tersebut, petani diharapkan tidak hanya memperoleh informasi cuaca, tetapi juga mampu menerjemahkan data menjadi keputusan dalam pengelolaan lahan pertanian.

Program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong keberlanjutan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa kegiatan Ekspedisi Patriot harus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Senada, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meminta Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya menghasilkan laporan dari kegiatan di lapangan, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Jangan hanya meninggalkan laporan. Tinggalkan karya. Tinggalkan solusi. Dan yang paling penting, tinggalkan manfaat yang terus dirasakan masyarakat,” katanya.

Pemasangan Automatic Weather Station di Merauke menjadi salah satu implementasi teknologi untuk menjawab kebutuhan petani di kawasan transmigrasi.

Melalui pemanfaatan data cuaca secara real-time, prediksi iklim serta pendampingan pertanian cerdas iklim, petani diharapkan dapat mengelola waktu tanam dan kebutuhan air dengan lebih tepat sekaligus menekan risiko yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM