Beranda blog Halaman 1061

Mendes Yandri Ajak Warga Desa Kopo Sukseskan Kopdes Merah Putih

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto menghadiri Haul ke-100 Almarhum KH Muhammad Isa Bin KH Muhammad Liwu di Kampung Calingcing, Desa Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (3/5/2025) malam.

Mendes Yandri mengajak seluruh warga yang hadir untuk bersama-sama membangun desa.

Mendes Yandri kemudian menjelaskan soal program Pemerintahan Prabowo Subianto yaitu Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan dibentuk sebanyak 80.000 Koperasi Desa.

“Nanti di Desa Kopo ini akan ada Koperasi Desa Merah Putih,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Di Desa Kopo, kata Mendes Yandri, bakal dibangun Apotik, Klinik Desa, Unit Simpan Pinjam, Logistik, hingga sembako.

Desa Kopo bakal diberi Truk untuk mengangkut bahan-bahan yang diperlukan oleh masyarakat desa.

“Ada juga Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang bisa genjot ekonomi warga desa,” tuturnya.

Mendes Yandri mengajak seluruh warga yang hadiri Haul Kyai Sepuh itu untuk selalu mendoakan Para Alim Ulama, termasuk warga sendiri yang masih hidup.

“Mari kita saling mendoakan dan selalu bersyukur,” katanya.

Mudah-mudahan kita yang menghadiri Haul ini, kata Mendes Yandri, kekompakan dan soliditas warga semakin kuat dan Persatuan bertambah yang ujungnya untuk Bangun Desa, Bangun Indonesia.

Sementara itu, Bupati Serang Terpilih Ratu Rachmatu Zakiyah juga mengajak warga Desa Kopo untuk bersama bangun Serang.

Ratu Zakiyah berjanji bakal berusaha maksimal untuk membangun Kabupaten Serang.

“Memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Serang,” kata Ratu Zakiyah.

Turut hadir Anggota DPRD Banten Gembong Rudiansyah, Wakil Ketua DPRD Serang Agus Wahyudiono, Anggota DPRD Serang Kiwan Nuryadi, Forkompimda Kabupaten Serang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Nusron Tegaskan Prinsip Keadilan dan Pemerataan Ekonomi dalam Penataan Pertanahan di Acara Halalbihalal NU Jateng

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menekankan tiga prinsip utama yang menjadi dasar penataan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) di Indonesia. Ketiga prinsip itu, yaitu keadilan, pemerataan, dan kesinambungan ekonomi.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Halalbihalal bertajuk “Ngumpulke Balung Pisah Warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah”, Sabtu (03/05/25).

“Tiga prinsip yang saya pegang, yakni pertama prinsip keadilan, semua rakyat di Indonesia harus bisa mendapatkan kesempatan akses terhadap tanah. Kedua adalah prinsip pemerataan, semua harus merata sesuai dengan kemampuannya. Ketiga adalah prinsip kesinambungan ekonomi,” terang Nusron Wahid saat menyampaikan sambutan di Aula Kaimana Sekolah Nasima Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Nusron menjelaskan, dalam implementasinya, hak-hak atas tanah yang telah lama ada tidak akan serta-merta dicabut demi menjaga stabilitas ekonomi. Namun, ia mewajibkan agar pemilik hak menyerahkan sebagian tanah mereka untuk dikelola masyarakat sekitar melalui pola kemitraan plasma.

“Kami wajibkan untuk menyerahkan sebagian kepada rakyat untuk menjadi plasmanya sehingga masyarakat sekitar berhak dan wajib untuk terlibat, memiliki akses dan terlibat menanam lahan tersebut. Kalau tidak, kami evaluasi,” tegas Menteri Nusron.

Sebelumnya, dijelaskan Menteri Nusron bahwa kebijakan baru ini membuat banyak pengusaha kelabakan. Namun, pemerintah tetap konsisten mewajibkan implementasi kewajiban tersebut. Saat ini, atas persetujuan Presiden RI, pemerintah menetapkan seluruh pemegang hak, baik lama maupun baru, wajib menyerahkan 20% dari tanah mereka.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron juga menyerahkan 10 sertipikat tanah wakaf yang diperuntukkan untuk rumah ibadah, pondok pesantren, pemakaman umum, dan organisasi keagamaan. Tanah wakaf tersebut tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Pekalongan.

Hadir memberi sambutan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dan Ketua Pembina YPI Nasima, Hanif Ismail. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Ahmad Darodji. Turut mendampingi Menteri Nusron, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri beserta seluruh Kepala Kantor Pertanahan se-Jawa Tengah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Apkasi dan BGN Gelar Sosialisasi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Se-Indonesia

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi daring bertajuk “Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten”, Rabu (30/4/2025). Acara yang dipusatkan di Kantor Apkasi Jakarta ini menjadi langkah strategis untuk memastikan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal di tingkat daerah.

Mochamad Nur Arifin, Pjs. Ketua Umum Apkasi yang akrab disapa Cak Ipin—sekaligus Bupati Trenggalek—menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan kabupaten. “Program MBG ini harus benar-benar menyentuh akar rumput, karena 98% wajah Indonesia ada di kabupaten,” ujarnya.

Ia mengakui, banyak daerah masih memerlukan pendampingan teknis. “Melalui forum ini, kami harap terjadi diskusi produktif antara BGN dan pemerintah kabupaten,” tambahnya. Sebelumnya, Cak Ipin telah berdiskusi intensif dengan Kepala BGN terkait target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo. “Kunci pencapaiannya salah satunya terletak pada pemenuhan gizi anak. Jika generasi muda sehat, produktivitas bangsa akan meningkat,” tegasnya.

Tantangan Daerah Non-Ekonomi dan Peran APBN

Cak Ipin menyoroti kesenjangan antardaerah. Kabupaten dengan daya tarik ekonomi rendah, menurutnya, akan kesulitan mencari mitra pendukung. “Karena itu, kami berharap program MBG yang melibatkan TNI ini benar-benar menggunakan APBN murni,” ungkapnya.

Apkasi siap mendorong anggotanya untuk memfasilitasi percepatan program, misalnya dengan menyediakan hibah lahan atau ruangan untuk dapur umum. “Tinggal teknisnya, kami mohon panduan dari BGN,” tandasnya.

Sosialisasi yang dimoderatori Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, ini menghadirkan narasumber kunci: Wahyu Widisetyanta (Direktur Wilayah I BGN) dan Sony Sonjaya (Direktur Wilayah II BGN). Turut hadir Wakil Ketua Umum Apkasi Dadang Supriatna (Bupati Bandung) dan Bupati Mempawah Hj. Erlina.

Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya antusiasme peserta terhadap program MBG. Pertanyaan-pertanyaan teknis mengalir, mulai dari mekanisme pendistribusian, standar gizi, hingga peran kabupaten dalam eksekusi program. Program MBG bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul.

Jika dijalankan dengan tepat, program ini bisa mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Apkasi dan BGN berkomitmen melanjutkan kolaborasi, dengan rencana tindak lanjut berupa pendampingan intensif ke daerah-daerah tertinggal. “Kami tidak ingin ada anak Indonesia yang tertinggal karena masalah gizi,” pungkas Cak Ipin.

Sementara itu, Wahyu Widisetyanta selaku Direktur Wilayah I BGN menyampaikan terkait pengadaan lahan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di mana SPPG adalah merujuk pada dapur atau tempat yang menyiapkan dan membagikan makanan bergizi gratis sebagai bagian dari program MBG. SPPG bertugas menyiapkan makanan yang bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi, serta memastikan distribusi makanan tersebut ke lokasi yang telah ditentukan.

Terkait anggaran BGN Tahun Anggaran 2025 sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diterima BGN sebesar Rp 71 triliun, jelas Wahyu, akan diimplementasikan pada dua program utama. Yakni, pertama penyaluran Makan Bergizi Gratis melalui tiga skema: membangun dapur pusat, dapur di sekolah/pesantren dengan jumlah siswa minimal 2.000 orang, dan melayani di daerah terpencil. Kemudian program kedua adalah, Ubah Mekanisme Pendanaan Program MBG di mana BGN telah menghentikan sistem reimburse dalam pendanaan program MBG dan menggantinya dengan skema uang muka, mulai berlaku setelah libur Lebaran 2025.

Wahyu menjelaskan dalam hal penyiapan SPPG ada 3 pola, yaitu pola pertama pembangunan SPPG menggunakan APBN, dan dari Rp 71 triliun TA 2025, BGN akan menyiapkan 1.542 SPPG dengan asumsi setiap kabupaten/kota sebanyak 3 titik seluruh Indonesia. Pola kedua adalah pola kerjasama mandiri antara BGN dengan instansi, bisa Pemprov, Pemda, Polres atau instansi lainnya. “Bentuknya instansi menyiapkan SPPG sampai siap operasional. Artinya bangunannya disiapkan kemudian diisi peralatannya lengkap, sampai kendaraan operasional untuk pengantaran MBG dan baru kemudian dikerjasamakan dengan BGN. BGN akan mendukung anggaran program MBG-nya,” katanya.

Pola ketiga, tambah Wahyu, adalah pola kerjasama mandiri antar BGN dengan perooaran. “Di sini perorangan juga bisa menyiapkan SPPG atau dapur sesuai dengan existing bangunan yang sudah ada seperti kitchen atau katering yang layoutnya menyesuaikan dengan spesifikasi yang ditentukan oleh BGN. Setelah siap, barulah dikerjasamakan antara mitra perorangan tersebut dengan BGN, dan BGN yang mendukung anggaran MBG-nya” ujarnya.

Dalam hal penyiapan lahan, Wahyu menginformasikan bahwa kebutuhan 1.542 SPPG yang awalnya akan ada pembelian menggunakan dana APBN, namun atas arahan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Kantor BGN pada awal Februari 2025 menginstruksikan agar memanfaatkan lahan yang dimiliki pemda dengan pola pinjam pakai. Wahyu berujar, “Presiden menekankan bahwa penyiapan lahan tidak boleh menggunakan APBN, tetapi diarahkan agar kerjasama dengan pemerintah daerah dalam bentuk kerjasama pinjam pakai.”

Dengan adanya program MBG, Wahyu menjelaskan, maka diharapkan ada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya untuk para penerima manfaat. Meskipun tidak terlalu signifikan dengan adanya SPPG atau MBG di wilayah tersebut akan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

“Setting dari BGN itu 1 SPPG akan diawaki oleh 50 orang, pertama kepala SPPG, dibantu seorang akuntan dan seorang ahli gizi. Tiga orang ini akan digaji BGN, dan 47 orang lainnya adalah penjamu makan terdiri dari tukang masak, driver, pengamanan, kebersihan, packing dan lainnya. Tenaga kerja tersebut, semuanya diharapkan diambil dari warga sekitar SPPG, atau diprioritaskan warga yang tinggal di sekitar lokasi SPPG,” imbuhnya.

Manfaat lainnya, menurut Wahyu, di antaranya adanya pemanfaatan sumber daya lokal dalam penyiapan bahan baku program MBG. Untuk diketahui 1 SPPG, akan melayani 3.000-3.500 penerima manfaat, terdiri dari anak sekolah dari mulai PAUD, TK, SD, SMP dan SMA baik negeri maupun swasta, termasuk sekolah keagamaan. Diharapkan ada perputaran ekonomi di situ, baik penyuplai bahan baku makanan maupun yang lain.

SPPG, lanjut Wahyu juga menghadirkan manfaat lain karena akan dilengkapi dengan koneksi intertnet sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan yang bisa menjadi akses komunikasi langsung antara daerah dengan pusat. “Dalam kasus terjadi bencana, SPPG ini bisa dialihfungsikan sebagai dapur umum, sehingga pemda tidak perlu repot-repot membuat dapur umum lagi,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Indonesia Masuk Jajaran Kontributor Besar Nilai Manufaktur Global, Unggul di Asean dan Setara Negara Maju

Peningkatan Manufacturing Value Added (MVA) berdampak pada posisi Indonesia masuk dalam negara manufaktur global. Pada tahun 2023, Indonesia berhasil masuk di posisi 12 besar dalam Manufacturing Countries by Value Added di dunia.

“Indonesia mengungguli jauh dibandingkan negara Asean lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA-nya hanya setengah dari nilai MVA Indonesia. MVA Thailand berada di posisi ke-22 dengan nilai USD128 miliar, sedangkan Vietnam di posisi ke-24 dengan nilai USD102 miliar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (4/5).

Industri manufaktur di Indonesia dinilai memiliki struktur yang cukup mendalam dari sektor hulu sampai hilir. Hal ini berdampak positif pada peningkatan nilai tambah (value added) sehingga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

“Tren MVA selalu naik sejak tahun 2019-2023 kecuali pada masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Untuk terus memacu value added ini perlu kebijakan yang strategis, pro-bisnis dan pro-investasi sehingga industri manufaktur kita semakin berdaya saing di kancah global,” tambahnya.

Merujuk data World Bank, MVA sektor manufaktur Indonesia pada tahun 2023 mencapai USD255,96 miliar atau meningkat 36,4 persen dibanding tahun 2022 sebesar USD241,87 miliar. Angka di tahun 2023 tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah dan mencerminkan peran strategis sektor industri pengolahan dalam perekonomian nasional. Untuk output dan global value, Indonesia setara dengan negara-negara maju lainnya seperti Inggris, Rusia, dan Prancis.

“MVA menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor manufaktur dalam suatu negara. Ini mencerminkan kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian nasional dan perannya di kancah global,” jelas Menperin.

Sebagai perbandingan, rata-rata MVA dunia adalah USD78,73 miliar, yang berdasarkan data dari 153 negara. Secara historis, rata-rata untuk Indonesia dari tahun 1983 hingga 2023 adalah USD102,85 miliar. Nilai minimum yang dicapai, yaitu USD10,88 miliar pada tahun 1983, sementara nilai maksimum sebesar USD255,96 miliar pada tahun 2023.

Menperin memandang capaian ini sebagai hasil nyata dari kebijakan industrialisasi nasional yang berbasis pada hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing industri, serta dorongan terhadap pemanfaatan teknologi dan inovasi.

“Kemenperin selama ini konsisten mendorong perlindungan industri dalam negeri melalui kebijakan perlindungan pasar domestik dari banjir produk impor sehingga mampu meningkatkan MVA Indonesia secara signifikan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, sektor industri manufaktur berkontribusi sebesar 18,67 persen terhadap PDB Indonesia, menjadikannya penyumbang terbesar dibanding sektor-sektor lainnya. Pencapaian ini sekaligus mengonfirmasi bahwa sektor manufaktur terus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta daya saing ekspor Indonesia.

“Indonesia juga memiliki potensi besar untuk terus memperluas pangsa pasar global, terutama melalui peningkatan ekspor produk hilir bernilai tambah tinggi, termasuk sektor makanan-minuman, tekstil, logam, otomotif, dan elektronik,” ujar Menperin.

Capaian Indonesia dalam tataran global tidak terlepas dari strategi Kementerian Perindustrian dalam mendorong pencapaian Making Indonesia 4.0, penguatan struktur industri dalam negeri, serta insentif terhadap industri berorientasi ekspor dan substitusi impor.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat kemitraan internasional, mempercepat adopsi teknologi industri 4.0, serta membangun ekosistem industri hijau dan berkelanjutan guna menyambut transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Rencanakan Bangun Perkampungan Indonesia di Dekat Masjidil Haram

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk membangun Perkampungan Indonesia di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Minggu, 4 Mei 2025.

“Saya juga sudah minta waktu untuk ketemu pimpinan negara Arab Saudi, Kerajaan Arab Saudi dan di situ saya akan membahas upaya kita atau permintaan Indonesia yang sudah saya sampaikan kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman terakhir saya jumpa dengan beliau. Saya mengajukan niat Indonesia untuk membangun suatu perkampungan Indonesia di Tanah Suci yang sedekat-dekatnya dengan tentunya dengan Masjidil Haram,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun menyampaikan respon dari Kerajaan Arab Saudi yang menyambut positif rencana tersebut. Ia menyampaikan ajakan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera membahas hal teknis rencana tersebut.

“Kita akan berangkat lagi supaya kita bisa secepatnya seandainya dapat disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi,” imbuhnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa dengan adanya perkampungan Indonesia di dekat Masjidil Haram, akan meningkatkan efisiensi anggaran perjalanan haji. Selain itu, biaya haji yang akan ditanggung oleh para calon jemaah akan menjadi jauh lebih murah.

“Jadi insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien. Penerbangan, Garuda juga saya minta efisien, dilakukan semua upaya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Efisiensi bisa menurunkan biaya dan itu yang kita harus capai sekarang,” imbuh Presiden.

Kepala Negara turut mengapresiasi usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan biaya haji tahun ini sebesar 4 juta rupiah. Namun, ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berusaha menurunkan biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Tapi 4 juta (rupiah) saya minta dikurangi lagi, saya belum puas, kita harus yang termurah yang bisa kita capai, kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa? Kira-kira? Kepala Badan? Siap? Menteri Agama? Insyaallah,” ujar Presiden.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Indonesia karena telah memiliki Terminal Khusus Haji dan Umrah dengan skala internasional. Presiden juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.

“Saya kira sesuatu prestasi yang luar biasa. Sekali lagi selamat dan dengan demikian saya hari ini mendapat kehormatan besar untuk meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” tutup Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Samsat Keliling Hadir di 14 Lokasi Jadetabek Hari Ini, Cek Jadwal dan Syaratnya

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali mengoperasikan layanan Samsat Keliling di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada hari Senin ini. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan tanpa harus datang ke kantor Samsat induk.

Dengan menyebar unit pelayanan di 14 titik strategis, warga kini bisa mengakses layanan administrasi kendaraan lebih cepat dan efisien. Informasi mengenai lokasi dan jadwal layanan ini juga telah diumumkan melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya di platform X (dulu Twitter) @TMCPoldaMetro.

Berikut Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini:

Jakarta

  • Jakarta Pusat: Halaman parkir Samsat Jakarta Pusat & Lapangan Banteng (08.00–14.00 WIB)

  • Jakarta Utara: Halaman parkir Samsat Jakarta Utara & Masjid Al Musyawarah, Kelapa Gading (08.00–14.00 WIB)

  • Jakarta Barat: Mal Citraland (08.00–14.00 WIB)

  • Jakarta Selatan: Halaman parkir Samsat Jakarta Selatan (08.00–15.00 WIB) & TMP Kalibata (09.00–14.00 WIB)

  • Jakarta Timur: Samsat Jakarta Timur (08.00–15.00 WIB) & Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.00 WIB)

Tangerang Raya

  • Kota Tangerang: Halaman parkir Samsat Kota Tangerang (08.00–14.00 WIB)

  • Serpong: Halaman Samsat Serpong (08.00–15.00 WIB) & ITC BSD (16.00–19.00 WIB)

  • Ciledug: Kantor Kecamatan Pinang, Matland Cyber Puri & Puri Beta Larangan (09.00–12.00 WIB)

  • Ciputat: Kantor Kelurahan Pondok Betung (09.00–12.00 WIB)

  • Kelapa Dua: Pasar Modern Intermoda BSD & Gtown House (08.00–14.00 WIB)

Bekasi dan Depok

  • Kota Bekasi: Halaman parkir Samsat Kota Bekasi (08.00–12.00 WIB)

  • Kabupaten Bekasi: Pasar Bersih Jababeka, Cikarang (09.00–12.00 WIB)

  • Depok: Halaman parkir Samsat Kota Depok (08.00–14.00 WIB) & Lapangan Bola Cipayung (08.00–12.00 WIB)

  • Cinere: Halaman parkir Samsat Cinere (08.00–12.00 WIB)

Persyaratan Mengakses Samsat Keliling

Untuk menggunakan layanan Samsat Keliling, wajib pajak harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

  • Membawa KTP asli pemilik kendaraan beserta fotokopinya

  • BPKB dan STNK asli, masing-masing disertai salinan fotokopi

  • Tidak memiliki tunggakan pajak lebih dari satu tahun

Perlu diperhatikan bahwa Samsat Keliling hanya melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan. Untuk keperluan pembayaran lima tahunan seperti penggantian plat nomor atau proses balik nama, masyarakat tetap harus datang langsung ke kantor Samsat terdekat.

Layanan ini merupakan upaya Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor secara tepat waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan SIM Keliling Hadir di Lima Titik Jakarta Hari Ini, Catat Lokasinya

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali menghadirkan layanan SIM Keliling Jakarta pada hari Senin ini (5/5), demi memudahkan warga memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan SIM C yang hampir habis masa berlakunya.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial X (sebelumnya Twitter) @tmcpoldametro. Layanan SIM Keliling Jakarta hari ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB di lima titik strategis Ibu Kota.

Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini:

  1. Jakarta Timur: Mall Grand Cakung

  2. Jakarta Utara: LTC Glodok

  3. Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata

  4. Jakarta Barat: Mall Citraland

  5. Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng

Syarat dan Ketentuan Perpanjangan SIM Keliling

Layanan ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C. Untuk pemilik SIM B, proses perpanjangan tetap harus dilakukan di kantor Satpas terdekat, karena adanya perbedaan dalam jenis dokumen dan peruntukan.

Masyarakat yang ingin mengakses layanan ini perlu membawa:

  • SIM asli yang masih berlaku

  • KTP asli

  • Fotokopi SIM dan KTP

Di lokasi, pemohon akan diminta untuk mengisi formulir, mengikuti tes kesehatan, serta menjalani tes psikologi sebagai bagian dari proses administrasi.

Biaya Perpanjangan SIM Terbaru

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di lingkungan Polri, berikut rincian biaya perpanjangan SIM:

  • Perpanjangan SIM A: Rp80.000

  • Perpanjangan SIM C: Rp75.000

  • Tes Psikologi: Rp37.500

  • Asuransi: Rp50.000

Catatan Penting

Pastikan SIM Anda belum melewati masa berlaku, karena SIM yang telah kadaluarsa tidak bisa diperpanjang melalui layanan keliling dan harus mengajukan permohonan baru di Satpas.

Dengan hadirnya layanan SIM Keliling Polda Metro Jaya, diharapkan masyarakat dapat memperpanjang SIM dengan lebih praktis tanpa harus antre panjang di kantor kepolisian.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Jakarta Hari Ini, 5 Mei 2025: BMKG Prediksi Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Senin, 5 Mei 2025. Warga Ibu Kota diimbau untuk bersiap menghadapi kondisi cuaca yang bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan di sejumlah wilayah.

Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi BMKG, cuaca Jakarta pada pagi hari diprediksi cerah berawan, terutama di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sementara itu, hujan ringan diperkirakan akan mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Memasuki siang hari, cuaca di Jakarta diprediksi akan lebih berawan. Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara masih akan mengalami cuaca berawan, sedangkan hujan ringan diperkirakan turun di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Pada sore hari, sebagian besar wilayah Jakarta seperti Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan diperkirakan tetap berawan. Namun, Jakarta Timur berpeluang mengalami cuaca cerah berawan, memberi harapan akan jeda dari hujan ringan.

Menjelang malam, cuaca cerah berawan diprediksi terjadi di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. Adapun wilayah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur kemungkinan besar akan diselimuti awan.

BMKG juga menyampaikan bahwa suhu udara di Jakarta hari ini diperkirakan berada di kisaran 24 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 66 hingga 97 persen. Masyarakat diimbau untuk tetap membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas, terutama di wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hardiknas 2025, Hasto Wardoyo: Semua Sekolah di Kota Yogya Harus Jadi Unggulan

Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan semangat transformasi dan peningkatan mutu pendidikan. Peringatan ini menjadi momentum peluncuran dua program unggulan “Sekolah Tunas Unggul” dan “Gresek” (Gerakan Reresik Sekolah). Kedua program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo di SMP N 16 Yogyakarta, (2/5).

Sebagai simbol dimulainya program Sekolah Tunas Unggul, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menandai komitmen Pemkot dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Kota Yogyakarta. Hasto menegaskan bahwa tidak ada sekolah yang tidak bisa menjadi unggul.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa dalam program 100 Hari Kerja Pemerintah Kota Yogyakarta, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama. Salah satu program unggulan “Sekolah Tunas Unggul” yang diluncurkan adalah pengembangan SMP Negeri 16 Yogyakarta sebagai sekolah unggulan, yang ditargetkan menjadi contoh di tingkat kota dalam waktu tiga tahun ke depan.

“Saya percaya semua sekolah itu bagus. Tidak ada sekolah yang tidak bisa jadi unggul. Tinggal bagaimana guru-gurunya, kepala sekolahnya, dan kita semua mau bekerja bersama. Saya yakin SMP 16 bisa menjadi sekolah unggulan, terutama dalam penguatan kemampuan bahasa asing,” tegas Hasto.

Selain SMP 16, pihaknya juga menyebut SD Puro Pakualaman sebagai sekolah dasar yang akan dikembangkan menjadi SD unggulan. Kedua sekolah ini menjadi proyek percontohan peningkatan kualitas pendidikan di bidang karakter, budaya, akademik, dan penguasaan bahasa asing.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Yogyakarta juga meluncurkan program Gresek (Gerakan Reresik Sekolah), yaitu gerakan kebersihan sekolah yang melibatkan seluruh elemen sekolah dan lingkungan sekitar. Program ini akan rutin dilaksanakan setiap bulannya, setiap Jumat Wage. Sebagai simbol diluncurkan gerakan ini, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyomenyerahkan secara langsung alat kebersihan kepada perwakilan siswa sebagai bentuk dorongan agar kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar menjadi tanggung jawab bersama.

“Resik-resik sekolah ini wajib. Ini bukan hanya kegiatan rutin, tapi bagian dari pendidikan karakter. Sampah harus dikelola di sekolah, tidak dibawa pulang, tidak dibuang sembarangan. Ini bagian dari pembelajaran dan juga membangun kepedulian sosial anak-anak terhadap lingkungan,” kata Hasto. Ia juga mengusulkan nama Genre Sekolah atau Generasi Reresik Sekolah agar gerakan ini lebih akrab dan mudah diterima kalangan muda.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya inklusi dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa seluruh anak difabel di Kota Yogyakarta harus mendapatkan akses pendidikan gratis.

“Kalau ada anak difabel di Kota Jogja yang masih harus bayar untuk sekolah, tolong laporkan ke saya. Tidak boleh ada satu pun anak difabel yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya,” ungkapnya.

Hasto Wardoyo juga menyoroti akan dilakukan pendataan dan pemberdayaan bagi remaja usia 15–25 tahun yang tidak sedang sekolah maupun bekerja. Dalam 100 Hari Kerja, Pemkot menargetkan pendataan dan intervensi pelatihan kerja bagi kelompok ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM kota.

Kepala SMP Negeri 16 Yogyakarta, Sujiyana, menyambut positif program ini. Ia menyatakan bahwa penunjukan SMPN 16 sebagai sekolah Tunas Unggul merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi pihak sekolah. Selain itu, SMPN 16 sudah mulai berbenah dan memiliki pengalaman sebagai sekolah penggerak. Hal ini menjadi modal penting untuk menghadapi target sebagai sekolah unggulan.

“Kami menangkap ini sebagai apresiasi luar biasa. Bahwa sekolah kami ternyata ditunggu untuk menjadi sekolah unggulan di Yogyakarta. Memang ini tantangan, dengan input siswa yang beragam, kami tetap bertekad menjadi unggul, baik dalam budaya, akademik, maupun bahasa,” ujarnya.

Tiga program utama yang akan menjadi unggulan SMPN 16 ke depan, Sujiyana menyebutkan penguatan asesmen nasional melalui Asesemen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti ASPD, pengembangan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dan penguatan seni dan budaya, yang relevan dengan letak sekolah yang berada di lingkungan budaya Keraton.

“Guru-guru kami siap. Bahkan bila ada guru yang belum berkembang, kami siap bekerja sama dengan dinas yang punya sistem pembinaan yang baik,” tambahnya.

Salah satu siswi SMP Negeri 16 Yogyakarta, Inaya Ayu Pratista kelas 7, mengakui bahwa ia tidak merasa terbebani dengan sekolahnya menjadi Sekolah Tunas Unggul. Terpenting baginya adalah tetap terus belajar.

“Enggak terlalu terbebani. Ya sudah biasa saja, yang penting kita terus belajar,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan Sembako ke Wanita Gerabah Binoh Kaja

Wanita Gerabah Binoh di Desa Ubung Kaja menerima bantuan paket sembako yang diserahkan secara simbolis kepada lima orang penerima oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bertempat di Gobak Warung & Hangout, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa, (29/4).

Pada kesempatan tersebut Ny. Sagung Antari Jaya Negara juga turut meninjau lokasi pembuatan gerabah di Tempat Pengerajin Gerabah Merta Sari Binoh Kaja.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Gede Sumara Putra, Perbekel Desa Ubung Kaja, I Wayan Astika, serta instansi terkait lainnya.

Ketua TP PKK, Ny. Sagung Antari Jaya Negara disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa bantuan paket sembako yang diserahkan kali ini dalam rangka memperingati Hari Kartini serta Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Bantuan ini diserahkan langsung kepada 45 orang anggota Wanita Gerabah Binoh yang mayoritas merupakan lansia pengrajingerabah.

“Kami sangat mengapresiasi dari semangat para pengrajin. Dan ini juga akan kami jadikan insiprasi bahwasanya usia tidak menghalangi untuk kita tetap berkarya,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara.

Selebihnya Ny. Antari Jaya Negara juga berharap agar kedepannya karya kerajinan gerabah ini nantinya dapat berlanjut oleh generasi muda.

“Apalagi ini wilayah Binoh ini merupakan satu-satunya pengrajin gerabah di Kota Denpasar sehingga nantinya dapat diwarisi kepada generasi muda,” kata Ny. Antari Jaya Negara.

Sementara salah satu penerima paket sembako yang juga sebagai wanita pengerajin gerabah, Ni Wayan Nadi mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar serta seluruh pihak yang telah membantu pada pemberian bantuan sembako. “Kami berharap kedepanya kegiatan ini terus berlanjut karena secara tidak langsung ini merupakan sebuah dukungan kepada para pengerajin gerabah di Kota Denpasar,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News