Beranda blog Halaman 1081

Program Gratispol Sambungkan Internet Gratis Hingga ke Pelosok

Program Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemerataan akses dan pembangunan di wilayah pelosok.

Salah satu terobosan utama yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga desa adalah penyediaan internet gratis untuk desa-desa, termasuk yang telah direalisasikan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dengan diluncurkannya program ini, Desa Mulawarman kini merasakan manfaat langsung dari kehadiran konektivitas digital.

Mulyono, Kepala Desa Mulawarman, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan.

“Mayoritas warga kami adalah petani. Internet gratis ini memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, belajar teknik pertanian yang lebih modern, dan bahkan memasarkan hasil pertanian kami ke luar daerah. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa,” ujar Mulyono dengan penuh antusias, Senin (21/04/2025) usai agenda peluncuran resmi Program Gratispol Pemprov Kaltim di Convention Hall Samarinda.

Tak hanya bagi para petani, fasilitas internet gratis juga memberi dampak positif bagi anak-anak muda di desa.

Mulyono pun menerangkan para petani terutama petani milenial pasti merasa sangat terbantu dengan adanya akses internet yang lebih baik.

“Kini, warga tidak lagi kesulitan mencari materi pelajaran dan mengikuti kelas di Internet. Semua bisa belajar lebih banyak dan mengakses berbagai kursus atau pelatihan online,” katanya.

Program internet gratis ini merupakan bagian dari enam program unggulan Gratispol yang dicanangkan oleh Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.

Selain internet gratis, program ini juga mencakup sektor lain seperti pendidikan gratis, layanan kesehatan tanpa biaya, pembebasan biaya administrasi kepemilikan rumah, pemberian seragam sekolah gratis, serta paket umrah / ibadah gratis untuk marbot masjid dan penjaga rumah ibadah.

Mulyono pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk warga desanya.

“Terima kasih kepada Gubernur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, dan seluruh pihak yang telah mewujudkan program ini. Kami berharap desa-desa lain juga bisa merasakan manfaat yang sama dan program ini dapat terus berlanjut untuk kemajuan Kaltim,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemilik Bisa Pantau Kapalnya Sendiri Saat di Laut dengan VMS

Sistem pemantauan kapal perikanan (SPKP) atau bisa dikenal dengan Vessel Monitoring System (VMS) bukan hanya sekedar alat bagi Pemerintah dalam tata kelola perikanan tangkap berkelanjutan, namun juga sangat bermanfaat bagi pemilik kapal untuk menghindari kerugian atas potensi kecurangan awak kapalnya.

“VMS sangat bermanfaat untuk nelayan dan pemilik kapal, bukan hanya bagi pemerintah”, ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK), Pung Nugroho Saksono (Ipunk), di Jakarta, Senin (21/4).

Teknologi VMS memberikan akses langsung kepada pemilik kapal melalui aplikasi Sistem Aktivasi Lacak dan Monitor Transmiter SPKP Online (SALMON) untuk memantau pergerakan kapalnya saat di laut. Dengan begitu pemilik kapal bisa mengetahui kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh awak kapal, misal melakukan jual beli hasil tangkapan.

“Dengan aplikasi VMS ini, pemilik kapal juga tahu kapalnya sedang berada dimana, apakah melakukan jual beli ikan di laut atau tidak,” terang Ipunk.

Jika ada awak kapal yang menangkap ikan dan kemudian menjualnya di tengah laut, dan kembali tanpa hasil tangkapan maka tentu ini juga merugikan pemilik kapal. Oleh karenanya, KKP terus menghimbau agar keberadaan VMS ini dapat dilihat dari berbagai sisi, dan bukan hanya dari Pemerintah. KKP pun terus berusaha untuk menghadirkan teknologi VMS yang semakin terjangkau dan mendorong penyedia untuk menambah fitur-fitur yang dibutuhkan dan mudah digunakan.

“VMS ini bermanfaat untuk semua pihak, baik Pemerintah dan nelayan atau pemilik kapal”, tambah Ipunk

Penggunaanya pun sangat mudah yaitu dengan perangkat telepon genggam (handphone), dan bisa diunduh di Playstore karena telah dibuat dan dikembangkan dengan basis aplikasi android. Pemilik kapal/nelayan tidak perlu membuat sistem atau aplikasi sendiri. Melalu aplikasi SALMON pemilik kapal juga akan mendapatkan informasi peringatan dini (early warning) ketika kapalnya melakukan pelanggaran di laut.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan pentingnya sistem monitoring modern di sektor perikanan tangkap untuk mengimplementasikan program ekonomi biru. Sistem ini tidak hanya untuk mengetahui pergerakan dan keberadaan kapal, tapi juga dapat melindungi ekosistem perikanan, serta memberikan perlindungan bagi awak kapal saat mengalami masalah di laut.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

15 Tahun Kolaborasi Yayasan Puteri Indonesia dan BNN, Bukti Komitmen Dukung P4GN

Badan Narkotika Nasional atau BNN menerima kunjungan 45 kontestan Puteri Indonesia 2025. Kehadiran para finalis Puteri Indonesia 2025 merupakan bagian dari rangkaian ajang kontes kecantikan yang diselenggarakan sejak 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia.

Yayasan Puteri Indonesia sendiri telah melakukan kerja sama dengan BNN sebagai bentuk dukungannya terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) selama lebih dari 15 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Mega Angkasa selaku Direktur PT Mustika Ratu Entertainment saat memboyong seluruh kontestannya ke Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/4).

“Suatu kehormatan bagi Kami Finalis Puteri Indonesia dapat diberi kelas khusus oleh BNN, selama 15 tahun Kami bekerja sama dan menjadikan ini sebagai agenda rutin karena seluruh finalis merupakan generasi yang akan menjadi generasi emas 2045,” ujarnya.

Lebih lanjut Mega angkasa membeberkan pentingnya materi P4GN ini agar seluruh finalis Puteri Indonesia dapat membawa pesan antinarkoba ketika kembali ke porvinsinya masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNN RI, menyambut baik kehadiran Yayasan Puteri Indonesia bersama para kontestannya dan mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini. Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BNN memberi gambaran situasi narkoba saat ini serta fungsi utama BNN dalam penanggulangan narkoba di Indonesia.

“Kami berharap finalis Puteri Indonesia dapat menjadi relawan antinarkoba dan dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan narkoba sekaligus mendorong masyarakat untuk sadar akan bahaya narkoba” imbuh Sekretaris Utama BNN RI.

Pemahaman bahaya narkoba secara menyeluruh dipaparkan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, M. Zainul Mutaqqien. Secara rinci Deputi Bidang Pencegahan BNN RI menjelaskan jenis dan dampak buruk penyalahgunaan narkoba, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas. Ia menekankan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di Indonesia.

“Dengan posisi mereka sebagai figur publik yang dikenal luas, para finalis Puteri Indonesia bisa menjadi role model yang menyuarakan pentingnya hidup sehat tanpa narkoba. Kehadiran mereka di tengah masyarakat dapat memperkuat kampanye P4GN di berbagai daerah,” tutur Deputi Bidang Pencegahan BNN RI.

Kegiatan ini ditutup dengan Deklarasi Anti Narkoba oleh para kontestan Puteri Indonesia 2025 sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung gerakan P4GN. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi dampak positif yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mentan Tolak Permintaan Impor Beras dari Malaysia demi Jaga Stok Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia belum dapat mengabulkan permintaan Malaysia untuk mengimpor beras. Penolakan ini disampaikan Amran setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, YB Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/4).

Dalam konferensi pers, Amran menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas stok beras dalam negeri. “Menarik, tadi menanyakan ‘Apa bisa kami (Malaysia) impor beras dari Indonesia?’ Saya katakan untuk sementara kami menjaga stok dulu,” ucap Amran usai pertemuan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/4), dilansir detik.

Meski permintaan impor belum disetujui, Menteri Mohamad menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan teknologi pertanian Indonesia. Ia menyebut Indonesia berhasil meningkatkan hasil panen beras hingga mencapai rata-rata tujuh ton per hektare, dengan hasil tertinggi mencapai 12 hingga 13 ton.

“Beras ini kami ingin lebih tumpu kepada teknologi yang dilihat di Indonesia ini lebih advance dalam hal menemukan teknologi baru, sehingga hasilnya sampai 12 ton, 13 ton, yang paling tinggi dan rata-ratanya sudah ada di peringkat 7 ton,” terangnya.

Malaysia juga menyatakan keinginan untuk menjalin kolaborasi lebih erat dengan Indonesia, khususnya dalam bidang teknologi pertanian. Hal ini dianggap penting sebagai langkah antisipasi terhadap dampak gejolak global, termasuk perubahan kebijakan tarif dari negara besar seperti Amerika Serikat.

“Kita dalam ASEAN perlu dipergiatkan lagi persaudaraan dalam segala bidang karena kita mungkin akan menghadapi masalah-masalah seperti yang berlaku sekarang soal tarif baru yang tidak menentu yang dibuat oleh negara besar seperti Amerika dan lain-lain,” ucapnya.

Kebijakan Indonesia yang menolak ekspor beras ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pemerintah tengah mengupayakan swasembada pangan, terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan gula.

Khusus untuk beras, Prabowo memerintahkan anak buahnya untuk membeli gabah kering panen (GKP) Rp6.500 per kilogram. Selain menambah stok pangan nasional, standardisasi harga ini dilakukan agar petani tetap untung.

Prabowo awalnya menargetkan swasembada pangan di akhir masa pemerintahannya. Namun, dia akhir-akhir ini optimistis rencana itu bisa terwujud tahun ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkes Budi Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemberian Surat Izin Praktik (SIP) sebagai dokter umum bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bersifat opsional. Kebijakan ini diambil untuk membantu meringankan beban finansial yang kerap dihadapi para peserta PPDS di Indonesia.

Menurut Menkes Budi, banyak peserta PPDS mengalami kesulitan ekonomi akibat tidak memiliki sumber pendapatan selama masa pendidikan. Melalui kebijakan ini, Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan bagi peserta PPDS untuk melakukan praktik sebagai dokter umum, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan yang wajar dengan cara yang benar tanpa mengganggu kewajiban akademik dan klinis mereka.

Sebelum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan disahkan, peserta PPDS hanya dapat memiliki satu Surat Tanda Registrasi (STR), yaitu STR khusus untuk PPDS. Hal ini menyebabkan praktik sebagai dokter umum menjadi tidak legal bagi mereka. Namun, dengan adanya UU 17/2023, STR dokter umum tetap aktif selama masa pendidikan spesialis, memungkinkan PPDS untuk bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di luar jam kerja pendidikan.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta ruang kerja yang layak bagi para peserta pendidikan dokter spesialis.

“Kita ingin dokter spesialis di Indonesia memiliki standar yang sama seperti di luar negeri. Mereka seharusnya tidak membayar untuk belajar, melainkan mendapatkan penghasilan dari praktik selama pendidikan,” ujar Menkes Budi.

Ditegaskan pula bahwa PPDS berbasis rumah sakit hospital-based telah menerima insentif yang bukan berasal dari praktik luar. Pemerintah juga terus mendorong insentif untuk PPDS berbasis universitas university-based agar segera diberikan.

Menkes juga menjelaskan bahwa praktik dokter umum oleh peserta PPDS akan memungkinkan dilakukan di luar rumah sakit pendidikan, namun harus sesuai dengan ketentuan dari program studi (Prodi) masing-masing.

Perlu diketahui bahwa selama ini, PPDS direkrut dan membayar uang pendidikan ke pihak universitas. RS vertikal hanya merupakan wahana tempat PPDS untuk belajar dan praktik.

Anggota Konsil Kesehatan Indonesia, dr. Mohammad Syahril, menambahkan bahwa pengajuan SIP untuk praktik di luar rumah sakit pendidikan atau jejaring dapat dilakukan oleh peserta PPDS. Setiap Prodi memiliki regulasi berbeda, beberapa mengizinkan praktik setelah tahun kedua atau ketiga, sementara yang lain memiliki ketentuan tersendiri.

“PPDS dapat melakukan praktik di klinik swasta sebagai dokter umum di luar rumah sakit pendidikan, selama mengikuti ketentuan dari Prodi masing-masing,” jelas dr. Syahril.

Kebijakan ini memungkinkan peserta PPDS untuk kembali bekerja sebagai dokter umum sesuai pengalaman mereka sebelum menempuh pendidikan spesialis.

“Sebelumnya mereka sudah bekerja dan memiliki keluarga. Sistem lama yang sama sekali tidak memberi ruang untuk praktik itu tidak sehat,” tambah Menkes.

Lebih lanjut, Menkes menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap jam kerja peserta PPDS di rumah sakit pendidikan. Ia meminta seluruh rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan untuk menerapkan aturan jam kerja secara disiplin.

Jika peserta harus menjalani lembur, mereka wajib diberikan waktu istirahat pada hari berikutnya. Tekanan psikologis yang berkelanjutan, menurut Menkes, akan berdampak pada kualitas pendidikan dan kesehatan mental peserta.

Ia juga mengimbau agar tugas-tugas non-medis tidak lagi dibebankan kepada peserta PPDS. Menkes menyoroti temuan di lapangan mengenai PPDS yang masih ditugaskan untuk mendorong tempat tidur pasien atau mengantar hasil laboratorium, yang seharusnya bukan tanggung jawab mereka.

“Ini bukan tugas mereka dan harus diawasi langsung oleh para direktur rumah sakit,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkeu Tegaskan Pentingnya Kesehatan Perempuan untuk Mewujudkan Generasi Hebat

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Keuangan menggelar talk show bertajuk “Perempuan Sehat, Generasi Hebat” pada Selasa (22/4). Acara yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri oleh pejabat Kemenkeu, para narasumber, serta ratusan pegawai dari berbagai daerah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk masa depan bangsa. Mengambil inspirasi dari pemikiran Raden Ajeng Kartini yang ditulis 125 tahun silam, Menkeu mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan, tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai perempuan.

“Perempuan adalah simbol peradaban. Mereka adalah jembatan antar-generasi yang mampu menanamkan nilai-nilai positif untuk anak-anak bangsanya,” ujar Menkeu.

Mengusung tema kesehatan, Menkeu juga menyampaikan bahwa perempuan yang sehat, baik fisik maupun mental, merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kuat dan berkualitas. Pemerintah, menurutnya, telah dan akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan, ibu hamil, dan anak-anak.

Menkeu juga memaparkan sejumlah program pemerintah yang mendukung kesehatan perempuan. Di antaranya adalah belanja kesehatan tahun 2024 sebesar Rp194,4 triliun, termasuk Rp2,71 triliun untuk pengadaan alat kontrasepsi, obat-obatan, serta pelatihan tenaga Kesehatan dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional senilai Rp46,4 triliun untuk 97 juta masyarakat termasuk untuk kelompok perempuan rentan. Kemudian program Hasil Terbaik Cepat di bidang kesehatan sebesar Rp3,4 triliun yang mendanai layanan cek kesehatan gratis terutama untuk ibu hamil dan balita serta program keluarga berencana, dan penanganan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,9 triliun.

Menkeu juga menyoroti pentingnya mencegah pernikahan dan kehamilan dini serta mengurangi angka stunting demi memastikan lahirnya generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. “Upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan Indonesia adalah bagian dari upaya kita mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Acara ini turut menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Diah Dwi Utami, Plt. Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dan dr. Merry Amelya PS, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Morula IVF dan RS Bunda Jakarta. Ketiga narasumber membahas beragam topik penting seputar peran, kesempatan, dan dukungan bagi perempuan serta kelompok rentan dalam bidang kesehatan, khususnya terkait kesehatan reproduksi.

Talk Show “Perempuan Sehat, Generasi Hebat” ini menjadi wadah diskusi yang memperkaya pemahaman sekaligus menginspirasi peserta dalam memperjuangkan kesehatan perempuan sebagai fondasi generasi masa depan yang lebih baik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menlu RI Terima Kunjungan Menlu Denmark, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Energi Hijau

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Denmark, H.E. Lars Løkke Rasmussen, di Kementerian Luar Negeri di Jakarta (22/4). Dalam pertemuan bilateral kedua Menlu tersebut, Menlu Sugiono membahas berbagai isu penting terkait kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, serta membahas kerja sama di sektor-sektor strategis seperti di bidang pangan dan pertanian, dan energi terbarukan.

Tahun ini Indonesia dan Denmark merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Berbagai kegiatan budaya, seni dan olah raga akan diselenggarakan baik di Indonesia dan Denmark dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan kedua negara.

“Denmark merupakan salah satu mitra kita yang sangat penting di Kawasan Nordik”, kata Menlu Sugiono. Nilai perdagangan Indonesia-Denmark mencapai USD 403,2 juta pada tahun 2024, meningkat hampir 10%.

Dalam pertemuan, Menlu Sugiono juga sampaikan apresiasi kepada Denmark atas kolaborasi di berbagai sektor yang sejalan dengan prioritas nasional Pemri, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis.

Kedua Menlu sepakat masih terdapat peluang peningkatan kerja sama kedua negara ke depannya, baik di perdagangan maupun investasi.

Pada pertemuan ini, kedua Menlu juga menandatangani Rencana Aksi kerja sama bilateral untuk tahun 2025-2029 berjudul Plan of Action “a Strategic Partnership for a Sustainable and Resilience Future”. Rencana aksi tersebut memuat peta kerja sama di berbagai bidang, meliputi ekonomi, perdagangan dan investasi, maritim dan transportasi, perubahan iklim dan transisi energi hijau, lingkungan hidup, pangan dan pertanian, tata pemerintahan yang baik, serta kebudayaan, pendidikan dan pariwisata.

“Dengan ditandatanganinya PoA ini kita harapkan adanya kerja sama yang konkret dan lebih maju ke depannya antara kedua negara”, tegas Menlu Sugiono.

Melalui Rencana Aksi tersebut, Denmark antara lain akan memberikan dukungan terhadap UMKM Indonesia untuk dapat memenuhi standar ekspor dan peluang mengakses pasar Uni Eropa melalui Denmark. Di bidang lingkungan hidup, kerja sama pengolahan sampah dan ekonomi sirkular menjadi salah satu program utama.

Selain isu-isu bilateral, kedua Menlu juga bertukar pandangan tentang perkembangan dan situasi ekonomi global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Usulkan Revisi UU Perkawinan, Tambahkan Bab Pelestarian Rumah Tangga

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengusulkan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan menambahkan bab khusus mengenai pelestarian perkawinan. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Tahun 2025 di Jakarta.

Menurut Menag, tingginya angka perceraian di Indonesia menjadi sinyal bahwa ketahanan rumah tangga perlu mendapat perhatian serius. Negara, katanya, tidak cukup hanya mengatur legalitas pernikahan, tetapi juga perlu hadir dalam menjaga keutuhannya.

“Perceraian sering kali melahirkan orang miskin baru. Korban pertamanya adalah istri, lalu anak. Karena itu, negara perlu hadir bukan hanya dalam mengesahkan, tapi juga menjaga keberlangsungan pernikahan,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (22/4/25).

Menag menilai sudah saatnya UU Perkawinan menegaskan pentingnya pelestarian perkawinan, sebagai bentuk perlindungan keluarga dan investasi masa depan bangsa.

Menag juga menyoroti perlunya pendekatan mediasi sebagai langkah preventif dalam menjaga keutuhan perkawinan. Ia merekomendasikan 11 strategi mediasi yang dapat dilakukan BP4.

“Kita perlu lebih fokus pada mediasi. BP4 menjadi pihak yang paling tepat dalam merespons dan mencegah meningkatnya angka perceraian. Bahkan, jika perlu, kita usulkan Undang-Undang baru tentang ketahanan rumah tangga,” ujar Nasaruddin.

Ada pun 11 strategi mediasi yang direkomendasikan bagi BP4 adalah:

1. Memperluas peran mediasi kepada pasangan pra-nikah dan usia matang yang belum menikah.

2. Proaktif mendorong pasangan muda untuk menikah.

3. Berperan sebagai “makcomblang” atau perantara jodoh.

4. Melakukan mediasi pascaperceraian untuk mencegah anak terlantar.

5. Menjadi mediator dalam konflik antara menantu dan mertua.

6. Bekerja sama dengan peradilan agama agar tidak mudah memutus perkara cerai.

7. Memediasi pasangan nikah siri untuk melakukan isbat nikah.

8. Menjadi penengah dalam permasalahan yang menghambat proses pernikahan di KUA.

9. Melakukan mediasi terhadap individu yang berpotensi selingkuh.

10. Menginisiasi program nikah massal agar masyarakat tidak terbebani biaya.

11. Menjalin koordinasi dengan lembaga pemerintah yang mengelola program gizi dan pendidikan agar anak-anak mendapat perhatian yang layak.

Menag juga mengusulkan agar BP4 dilibatkan secara resmi dalam proses perceraian melalui surat keputusan Mahkamah Agung, serta mendorong penguatan BP4 hingga ke tingkat daerah.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa tantangan keluarga Indonesia saat ini semakin kompleks, mulai dari tingginya angka perceraian hingga rendahnya literasi perkawinan.

“Kami menyadari bahwa tantangan dalam pembinaan dan pelestarian perkawinan di era sekarang semakin kompleks. Tingginya angka perceraian, rendahnya literasi perkawinan, hingga tantangan budaya digital terhadap ketahanan keluarga merupakan masalah nyata yang harus kita hadapi dan sikapi bersama,” imbuhnya.

Abu menyatakan kesiapan jajaran Ditjen Bimas Islam untuk mendukung pengembangan kelembagaan dan program strategis BP4. “BP4 adalah mitra strategis Direktorat Jenderal Bimas Islam,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pimpin Gerakan Tanam Sejuta Pohon di Hari Bumi, Menag: Tokoh Agama Beri Teladan Pelestarian Alam

Kementerian Agama menginisiasi gerakan penanaman satu juta pohon Matoa pada peringatan Hari Bumi 2025. Bersamaan itu, dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia. Gerakan ini dipimpin oleh Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar.

Gerakan penanaman pohon ini dipusatkan di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan serentak diikuti ASN Kementerian Agama, tokoh lintas agama, dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami lakukan gerakan ini bersama keluarga besar Kementerian Agama dan para tokoh lintas agama untuk memberi teladan dalam pelestarian alam,” terang Menag Nasaruddin Umar di Cimanggis, Depok, Selasa (22/4/25).

Hadir, Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Duta Besar Uni Emirat Arab, Duta Besar Kuwait, utusan Panglima TNI dan Kapolri, serta Wakil Menteri Pertanian dan Walikota Depok M Idris.

“Gerakan bersama masyarakat ini menjadi contoh nyata dan praktik baik dalam upaya pelestarian alam di tengah fenomena krisis iklim global,” sambungnya.

Menurut Menag, isu lingkungan menjadi agenda nasional yang melibatkan semua sektor, termasuk keagamaan. Gerakan ini juga sekaligus menunjukkan komitmen Kementerian Agama terhadap gerakan hijau yang berbasis nilai.

Dijelaskan Menag, Kementerian Agama tengah mencanangkan penguatan ekoteologi sebagai salah satu dari delapan program prioritas (Astaprotas). Menurutnya, ini menjadi program strategis di tengah ancaman krisis iklim. Indonesia harus terdepan dalam pelestarian lingkungan dan itu harus berangkat dari pemahaman dan kesadaran keagamaan akan pentingnya merawat bumi.

“Agama kaya akan nilai pelestarian lingkungan. Di Islam ada konsep khilafah yang harus dipahami manusia sebagai pelestari alam raya. Ada ajaran Tri Hita Karana dalam Hindu, Laudato Si’ dalam Katolik, dan banyak nilai sejenis dalam ajaran agama yang lain. Kita akan aplikasikan dalam gerakan nyata penanaman pohon matoa,” paparnya.

“Dalam Islam ada juga pesan bahwa jika hari Kiamat akan segera tiba dan di tangan kita ada bibit pohon yang bisa ditanam, maka tanamlah,” sambungnya.

Penguatan Harmoni Alam

Hadir memberikan sambutan, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya gerakan pelestarian alam. Selain relasi hamba dengan Tuhan (hablun minallah) dan hubungan antarmanusia (hablun minan-nas), Menko Pratikno juga menggarisbawahi pentingnya penguatan harmoni alam (hablum minal alam).

“Kita tidak hanya memperkuat hablun minallah dan hablun minan-nas, tapi juga hablun minal alam. Kita diberi tugas menyelamatkan alam. Saya tanam pohon, saya wakafkan oksigen untuk makhluk hidup,” sebut Menko Pratikno.

Menko Pratiko juga mengajak para tokoh agama untuk memasukan muatan pesan dalam ceramahnya bahwa melestarikan alam menjadi salah satu kewajiban.

“UIII (Universitas Islam Indonesia Internasional), harus bisa jadi teladan dengan menjadi green campus. Dengan 140 hektar, kampus ini bisa menjadi konservasi berbagai kekayaan hayati Indonesia,” ujar Menko Pratikno.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menambahkan penanaman pohon Matoa ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia. Pada hari ini, ada sekitar 170 ribu pohon Matoa yang ditanam serentak pada 32 provinsi. Pohon Matoa dipilih karena merupakan tanaman khas Indonesia yang cepat tumbuh, kuat, serta memiliki nilai ekologis dan ekonomis. Matoa juga dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Nusantara, dari Sabang hingga Merauke.

Program ini mengusung tema “Energi Kita, Planet Kita”. Tema ini selaras dengan semangat Hari Bumi 2025 yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan global.

“Gerakan ini juga menjadi bagian dari diplomasi hijau Kemenag di tingkat global. Kita juga menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan lainnya dalam gerakan ini,” sebut Sekjen Kamaruddin Amin.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

BNPB Gelar Rapat Koordinasi Pemulihan Lingkungan Pascabencana

Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam (PPSESDA), Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemulihan Lingkungan Pascabencana dengan tema “Sadar Pemulihan Lingkungan Pascabencana sebagai Wujud Cinta Bumi.” Kegiatan ini dilangsungkan secara hybrid dari Ruang 101 INA-DRTG Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (22/4).

Dalam arahannya, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menyampaikan bahwa peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia akibat krisis iklim menuntut respons kolektif dan lintas sektor. Ia menekankan bahwa pemulihan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa yang tergabung dalam pilar Pentahelix — pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

Sampai dengan 16 April 2025, BNPB mencatat telah terjadi 895 kejadian bencana, didominasi oleh banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Selain menyebabkan kerugian fisik dan sosial, bencana juga merusak ekosistem lingkungan dan meningkatkan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemulihan lingkungan dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun daya lenting masyarakat pascabencana.

Rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi multipihak dalam memulihkan lingkungan pascabencana secara terencana, terpadu, dan akuntabel. Kegiatan ini diisi dengan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) peserta rapat dari unsur Pentahelix menghadirkan narasumber dari BNPB, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup, Human Initiative, serta penanggap dari Kementerian Kehutanan dan Humanitarian Forum Indonesia. Diskusi mengangkat isu regulasi, tantangan lapangan, serta strategi penguatan kebijakan pemulihan yang berbasis bukti dan praktik empirik.

Selain menginventarisasi regulasi dan kendala yang dihadapi di lapangan, forum ini juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara pemulihan lingkungan dengan penguatan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, serta pelestarian lingkungan hidup sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029 serta agenda prioritas nasional Presiden RI.

Direktur PPSESDA, Eny Supartini, dalam laporannya menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis ke depan, termasuk menyusun rekomendasi kebijakan yang konkret serta memperkuat sinergi antar-helix demi keberlanjutan emas hijau Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga selesai ini ditutup dengan rangkuman hasil FGD yang disampaikan oleh Dr. Asep Supriatna, Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan serta komitmen bersama dari seluruh peserta untuk membentuk Kelompok Kerja Pemulihan agar penyelenggaraan pemulihan pascabencana lebih terpadu, cepat, efektif dan akuntabel sebagai bentuk nyata cinta terhadap bumi dan generasi masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News