Beranda blog Halaman 1189

Warga Kabupaten Semarang Ungkap Program Konsolidasi Tanah Sangat Membantu

Program Konsolidasi Tanah yang dijalankan Kementerian ATR/BPN mendapat sambutan positif dari masyarakat. Marlisa Ermiati (37), salah satu penerima sertipikat di Kabupaten Semarang, menilai program ini sangat membantunya dalam aspek ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

“Program ini bagus sekali karena kami sangat terbantu tentunya dalam hal perekonomian, jadi kami merasa tidak ada kesenjangan sosial antara kita semua sesama masyarakat,” ujar Marlisa Ermiati usai menerima Sertipikat Konsolidasi Tanah dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, di Kelurahan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (27/02/2025).

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas program yang telah membawa perubahan besar bagi lingkungan tempat tinggalnya. “Seperti mimpi, seperti tidak percaya. Dulu lingkungan kami masih berantakan, belum rapi, belum tertata. Sekarang sudah lebih bagus dan tertata dengan baik,” tutur Marlisa.

Tak hanya itu, Marlisa mengaku sertipikat dalam bentuk elektronik ini memberikan kemudahan bagi warga dalam pengurusan administrasi, termasuk jika ingin mengajukan pinjaman usaha. “Kalau kita mengurus sendiri mungkin butuh waktu bertahun-tahun, tapi berkat program ini kami sangat terbantu. Terima kasih kepada BPN yang sudah begitu peduli dengan masyarakat kecil seperti kami,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan oleh Suyanto (45), warga Kabupaten Semarang yang juga baru hari ini menerima sertipikat. Menurutnya, program Konsolidasi Tanah yang mendukung sertipikasi ini membawa manfaat besar, terutama dalam akses jalan di lingkungannya.

“Kemarin tetangga di belakang rumah tidak punya akses jalan untuk mobil, alhamdulillah sekarang mobil bisa masuk. Awalnya hanya satu meter, kami bersama warga menambah satu setengah meter lagi, jadi sekarang lebarnya dua setengah meter. Mobil untuk material juga bisa masuk, jadi pembangunan lancar,” cerita Suyanto.

Suyanto juga menyoroti dampak ekonomi yang signifikan dari program ini. Harga tanah di daerahnya mengalami kenaikan pesat setelah akses jalan terbuka. “Manfaatnya luar biasa. Perekonomian juga jalan, UMKM di sini berkembang. Harga tanah pun naik, dari sebelumnya hanya Rp300 ribu per meter, sekarang bisa mencapai Rp1,5 juta per meter,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Menteri Nusron menyerahkan sertipikat dengan didampingi Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Embun Sari; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri beserta jajaran.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Komitmen Berantas Narkoba, BNN Sita 1,2 Ton Barang Bukti Narkotika

Implementasi Asta Cita dalam program prioritas nasional pencegahan dan pemberantasan narkoba dilaksanakan BNN melalui beragam upaya intensif dan kolaboratif. Sebagai anggota Desk Pemberantasan Narkoba di bawah koordinasi Kemenko Bidang Politik dan Keamanan, BNN bersama dengan instansi terkait konsisten dan serius dalam menuntaskan permasalahan narkotika di tanah air. Keseriusan tersebut salah satunya dibuktikan dengan berbagai operasi gabungan yang digelar dalam pengungkapan kasus jaringan peredaran gelap narkotika.

Selama bulan Februari 2025, BNN telah mengungkap sebanyak 14 kasus peredaran gelap narkotika dan mengamankan 37 orang tersangka. Sejumlah barang bukti narkotika juga telah disita di antaranya 201.290,22 gram sabu, 894.330 gram ganja, dan 303.188 butir ekstasi atau setara dengan 115.211,65 gram. Selain barang bukti narkotika, BNN juga telah menyita sejumlah barang bukti lainnya, yaitu berupa 16 unit kendaraan roda empat, 4 unit kendaraan roda dua, dan 1 unit kapal tradisional. Adapun kronologis singkat dari 14 ungkap kasus tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Jasa Ekspedisi dalam Peredaran Narkotika
Peredaran gelap narkotika dengan memanfaatkan jasa ekspedisi diungkap petugas BNNP Aceh, pada Sabtu (1/2). Sebuah paket ekspedisi berisi vacum cleaner memuat 1 Kg sabu yang akan dikirim ke Palu, Sulawesi Tengah, berhasil terdeteksi dan diamankan oleh petugas bersama dengan satu unit kendaraan roda empat. Dua orang tersangka berinisial MK dan RS sebagai pemilik paket diamankan petugas BNNP Aceh di Dusun Mon Gajah, Kabupaten Aceh Utara. Sementara itu, satu orang berinisial ME sebagai pengirim paket yang berada di Malaysia hingga saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

2. Modus Narkotika dalam Tangki Mobil
Pada Rabu (5/2), petugas gabungan BNN pusat bersama Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara dan Sumatera bagian Barat menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Aceh melalui Sumatera Utara yang dilakukan oleh sindikat Kelompok Gagak Hitam. Bermula dari pemantauan petugas terhadap sebuah mobil, petugas kemudian menghentikan mobil tersebut saat berada di rest area Tebing Tinggi, Kisaran, dan membawanya ke Gedung Keuangan Negara di kota Medan. Setibanya di sana, petugas melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut dan menemukan 11 bungkus sabu seberat 10,96 Kg yang disembunyikan dalam tangki BBM mobil. Petugas kemudian mengamankan dua orang tersangka T dan I beserta dengan barang bukti narkotika dan satu unit mobil Pajero.

3. BNN Temukan 10 Kg Sabu dalam Tangki Bahan Bakar
Petugas BNN pusat dan Bea Cukai kembali menggagalkan pengiriman narkotika dengan modus menyembunyikan di dalam tangki BBM. Kasus yang masih satu rangkaian dengan pengungkapan sindikat Kelompok Gagak Hitam tersebut terjadi di sekitar SPBU, Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Tangerang, pada Rabu (5/2). Petugas mengamankan dua tersangka berinisial Ja dan B bersama dengan 11 bungkus sabu seberat 10,93 Kg yang disembunyikan di dalam tangki BBM. Usai melakukan pengembangan petugas kemudian mengamankan tersangka DP dan Ju yang diketahui sebagai penerima barang haram tersebut dan masih melakukan pengejaran terhadap tersangka R (DPO) sebagai orang yang memerintahkan pengiriman sabu tersebut yang saat ini diperkirakan telah melarikan diri ke Malaysia. Sementara itu, seluruh barang bukti dan mobil Pajero yang digunakan untuk mengangkut sabu dari Aceh menuju Jakarta telah diamankan petugas.

4. Ratusan Kilogram Ganja Disita di Aceh Utara
Sebanyak 180,85 Kg ganja disita petugas BNNP Aceh dari tangan dua tersangka berinisial SK dan UC. Berawal dari adanya laporan masyarakat petugas melakukan penyelidikan dan menggeledah sebuah mobil di jembatan dekat puncak cafe resto hill, pada Kamis (6/2). Hasilnya petugas menemukan 11 karung ganja yang siap diantarkan kepada beberapa orang pembeli di daerah Sumatera yang saat ini masih dalam pendalaman dan pengejaran petugas.

5. Operasi Bersama BNNP Aceh serta Bea dan Cukai
Petugas BNNP Aceh mengamankan seorang tersangka berinisial H di Dusun Buket Nibong, pada Jumat (7/2). Tersangka saat itu sedang dalam perjalanan ke Lhokseumawe dengan membawa narkotika atas suruhan tersangka YS (DPO) yang saat ini berada di Malaysia. Dari tangan tersangka H petugas menyita 1 bungkus pil ekstasi seberat 1,12 Kg dan 15 bungkus sabu seberat 13,98 Kg. Menindaklanjuti pengungkapan terhadap tersangka H, di hari yang sama, petugas melakukan penggeledahan terhadap sebuah gubuk yang berada di tengah perkebunan sawit di Buket Jeurat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dari hasil penggeledahan tersebut petugas berhasil menyita 19,08 Kg sabu dan 112,53 Kg ekstasi yang rencananya akan didistribusikan ke wilayah Sumatera dan Jawa.

6. Pengungkapan Narkotika di Wilayah Perbatasan
Peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah perbatasan Malaysia–Indonesia berhasil dibongkar dalam operasi gabungan yang digelar oleh BNNP Kalimantan Barat, Kanwil Bea Cukai Kalimantan bagian Barat, dan KPP Bea Cukai Sintete, pada Rabu (12/2). Berdasarkan informasi masyarakat petugas melakukan penangkapan terhadap dua tersangka berinisial R dan L saat dalam perjalanan dari Aruk ke Sambas dengan membawa sabu asal Malaysia seberat 9,95 Kg. Berdasarkan hasil pendalaman diketahui narkotika yang rencananya akan dikirimkan ke Jakarta tersebut dikendalikan oleh dua orang yang berdomisili di Malaysia.

7. BNN Bongkar Gudang Ganja di Medan
Petugas BNN pusat bersama Bea dan Cukai kembali mengungkap peredaran gelap ganja di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (12/2). Bersumber dari informasi masyarakat, petugas BNN gabungan mengamankan tiga orang tersangka berinisial JP, S, dan RS. Ketiganya diketahui telah menyembunyikan ganja seberat 151,91 Kg di dalam sebuah Ruko kosong di kota Medan yang rencananya akan dikirimkan ke berbagai kota di Pulau Sumatera dan Jawa. Sementara dua tersangka lain dalam kasus ini, yaitu T dan IL hingga saat ini masih pengejaran (DPO).

8. BNN Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Ganja
Penyelundupan narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Kota Medan, Sumatera Utara, digagalkan petugas BNN pusat, pada Sabtu (15/2). Berdasarkan informasi masyarakat, petugas BNN melakukan pemantauan terhadap dua mobil yang sedang berjalan beriringan menuju kota Medan. Kemudian pada saat kedua mobil berada di area parkir sebuah toko swalayan, di Jalan Denai, Medan, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 4 karung berisi 122 bungkus daun ganja seberat 128,56 Kg yang dibalut dengan lakban coklat. Petugas kemudian mengamankan 5 orang pria berinisial A, RH, R, DA, dan S yang terdapat di dalam kedua mobil tersebut.

9. BNN Bongkar Jaringan Transporter Darat Aceh–Medan
Barang bukti narkotika berupa 89,6 Kg sabu diamankan petugas BNN pusat bersama Bea Cukai, pada Selasa (18/2). Barang bukti tersebut disita dari tangan tersangka Y yang merupakan bagian dari jaringan Transporter darat Aceh–Medan. Tersangka Y ditangkap saat sedang menyerahkan sebuah mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tambahan kompartemen dalam bagasi untuk menyembunyikan 30 bungkus sabu kepada petugas towing mobil di Jalan Asrama, Kota Medan. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan di Jalan Binjai, Langkat, Sumatera Utara, dan kembali menemukan barang bukti berupa 60 paket sabu di sebuah mobil mewah dengan modus modifikasi mobil serupa saat sedang diangkut oleh towing mobil dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan untuk diangkut melalui kapal kargo menuju Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Sementara itu hingga saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap tersangka M (DPO) selaku pengendali. Berdasarkan hasil interogasi diketahui jaringan ini telah melakukan pengiriman narkotika dengan modus tersebut sebanyak 34 kali ke berbagai wilayah di Indonesia sejak tahun 2021 hingga saat ini.

10. Pengungkapan Kasus Peredaran Sabu di Kalimantan Timur
Enam orang tersangka peredaran gelap narkotika di wilayah Samarinda–Balikpapan diamankan petugas BNNP Kalimantan Timur dengan total barang bukti sabu seberat 1,58 Kg. Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat akan adanya peredaran gelap narkotika di sekitar jalan Gerilya, Samarinda, pada Rabu (19/2). Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka berinisial AA yang saat itu kedapatan membawa sabu di dalam tasnya. Selanjutnya tak jauh dari lokasi tersebut petugas menangkap 2 tersangka lainnya, yaitu RI dan ST. Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan, petugas kemudian menangkap MA yang diketahui masih terkait dengan jaringan tersebut. Tak berhenti sampai di situ, petugas juga menangkap tersangka WW dan W di kota Balikpapan yang merupakan pemasok narkotika yang dikirimkan para tersangka di Samarinda, sementara tersangka berinisial I yang mengirimkan narkotika kepada tersangka WW hingga saat ini masih DPO.

11. BNNP Jatim Sita Belasan Kilogram Sabu di Madura
Berdasarkan informasi masyarakat petugas BNNP Jawa Timur mengidentifikasi adanya transaksi narkotika di daerah Trawas, Mojokerto, dengan tujuan Madura. Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pengemudi berinisial AM yang diketahui membawa 15 bungkus sabu seberat 14,86 Kg dengan kendaraan roda empat di Bangkalan, Madura, pada Rabu (19/2).

12. Ratusan Ganja Asal Aceh Tujuan Medan Berhasil Diamankan
Pada Kamis (20/2), BNN pusat bersama BNNP Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 433 Kg ganja yang dibawa dari Kutacane, Aceh, menuju Medan. Pengungkapan berawal dari adanya informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyergapan terhadap sebuah mobil di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kota Medan. Dalam ungkap kasus ini petugas mengamankan 4 orang tersangka. Tersangka RP dan J diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara 2 tersangka lainnya berinisial HA dan RA yang diketahui merupakan pengirim narkotika tersebut diamankan setelahnya.

13. Penyelundupan Narkotika Asal Malaysia Melalui Jalur Laut
Petugas Gabungan yang terdiri dari BNN Pusat, BNNP Sumatera Utara, serta Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara menangkap pria berinisial R dan SK yang diketahui membawa sabu dari Malaysia menuju Kuala Tanjung dengan menggunakan kapal TKI Ilegal. Saat ditangkap pada Senin (24/2), tersangka SK diketahui sempat membuang sebuah tas berisi 4 Kg sabu dan 1,63 Kg ekstasi yang dibawanya ke dalam laut, namun berhasil diamankan petugas dengan kapal patrol Bea dan Cukai. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa R membawa sabu tersebut atas perintah S (DPO) warga Aceh yang tinggal di Malaysia.

14. BNNP Jambi Sita 25 Kg Sabu
Berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Kel. Handil Jaya, Simpang Surya, pada Selasa (25/2), petugas BNNP Jambi melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil mewah yang dicurigai membawa narkotika. Dari hasil penggeledahan pada mobil yang dikendarai oleh pria berinisial PR tersebut petugas menemukan 25 Kg sabu. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka AI, rekan PR yang berusaha melarikan diri dengan menggunakan bus saat mengarah ke Muaro Jambi. Sementara sampai dengan saat ini petugas masih melakukan pengejaran kepada tersangka N (DPO) selaku penjaga gudang tempat penyimpanan sabu.

Berbagai kasus dengan beragam modus penyelundupan yang telah diungkap BNN sebagaiamana dipaparkan di atas menunjukan ancaman nyata dari jaringan narkotika di tanah air. Guna memotong mata rantai bisnis narkotika dan melemahkan para bandar, selain mengungkap kasus narkotika BNN juga melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana pencucian uang yang terkait dengan tindak pidana narkotika.

Sejak Oktober 2024 sampai dengan saat ini BNN tengah menangani 4 kasus TPPU dengan total nilai aset yang disita sekitar 25 miliar rupiah. Sementara keseluruhan tindak pidana pencucian uang yang saat ini masih dalam proses penanganan BNN berjumlah 12 kasus dari 13 tersangka dengan total nilai aset yang disita diperkirakan mencapai 100 miliar rupiah.

Pengungkapan kasus-kasus narkotika yang dilakukan BNN merupakan bagian dari upaya kolektif yang dilakukan oleh Desk Pemberantasan Narkoba di bawah koordinasi Kemenko Bidang Politik dan Keamanan. Pengungkapan kasus narkotika serta TPPU menjadi salah satu wujud komitmen BNN dalam menghancurkan rantai bisnis perdagangan gelap narkotika. Komitmen BNN juga ditunjukan dengan membentuk Satgas pengejaran DPO luar negeri untuk membongkar jaringan narkotika yang mengancam kehidupan bangsa. BNN berharap seluruh elemen bangsa dapat mendukung, berkontribusi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba (Bersinar).

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri Optimistis Swasembada Pangan Dapat Segera Terwujud

Mendes PDT Yandri Susanto mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Perayaan #DemiIndonesia Mandiri Pangan 2025 digelar di Lapangan Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (3/3/25).

Mendes Yandri dan Menko Pangan awali acara dengan tradisi methel, yaitu kegiatan panen perdana sebagai simbol rasa syukur sebelum panen raya dilakukan. Tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan hasil bumi.

Setelah prosesi methel, Mendes Yandri mengenakan Topi Caping mendampingi Menko Pangan secara simbolis menggelar panen raya.

Setelah itu, Menko Pangan saksikan transaksi pembelian gabah langsung dari petani setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani dan stabilisasi harga gabah yang diputuskan dibeli Rp6.500 per Kilogram.

Menko Pangan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah perintahkan percepatan swasembada pangan, mengingat sektor ini mencakup berbagai komoditas penting, seperti padi dan jagung untuk karbohidrat, serta ayam, telur, susu, dan daging sebagai sumber protein.

Keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dicapai oleh pemerintah pusat sendirian, tetapi harus melibatkan berbagai elemen, baik dari pemerintah daerah hingga masyarakat luas.

“Hari ini karbohidrat, padi, dan jagung. Tidak mungkin pemerintah pusat sendirian, tapi harus kerja sama. Presiden komandannya, menteri, gubernur, bupati, TNI, Polri, semua pihak termasuk media. Hari ini sebagai contoh kalau bisa kerja sama erat, tidak menunggu lama, tahun depan bisa,” kata Menko Pangan.

Sementara itu, Mendes Yandri dalam kesempatan itu menegaskan kesiapan untuk mensukseskan Swasembada Pangan.

“Kementerian Desa siap sukses Swasembada Pangan,” kata Mendes Yandri.

Dikatakan Mendes Yandri, untuk mensukseskan Swasembada Pangan, telah disiapkan sekurang-kurangnya Rp16 Triliun yang bersumber dari Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.

“Insya Allah, Swasembada Pangan yang kita impikan bakal segera terwujud jika ada kolaborasi,” kata Mendes Yandri.

Hadir di acara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Hadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Anggota DPR RI Verrel Bramasta.

Selain itu, Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa Kemendes PDT Mulyadin Malik hadir damping Mendes Yandri.

Sebelumnya, Menko Pangan dan Mendes Yandri mengunjungi Pameran BUM Desa di lokasi yang sama.

Selain itu, juga dibacakan Manifesto Swasembada Pangan oleh Menko Pangan.

Kegiatan #DemiIndonesia Mandiri Pangan bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin kuat dan berkelanjutan.

Acara #DemiIndonesia Mandiri Pangan ini merupakan hasil kolaborasi detikcom, Kementerian Koordinator Pangan, Bupati Ngawi, para petani, dan Bulog.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Banjir Kiriman Surut, Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan terus memantau situasi banjir kiriman yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Sejak semalam, ia telah berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal, terutama di bulan Ramadan.

“Jadi saya dari tadi malam memantau mengenai banjir kiriman ini dan saya bersyukur stakeholder atau dinas terkait, mereka sejak awal sudah mempersiapkan diri. Baik itu urusan sosial, urusan sumber daya alam dan juga hal yang berkaitan karena ini kan bulan puasa,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3).

Menurutnya, banjir kiriman yang terjadi saat ini telah berkurang signifikan berkat pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi banjir saat ini pun sudah mulai surut.

Baca juga: Pramono Anung Pimpin Apel Siaga di Monas

Meski demikian, ia meminta semua pihak agar tetap waspada dan siap mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan, terutama selama bulan Ramadan ini.

“Tadi pagi saya juga dengar laporan dari Pak Sekda dan kepala dinas serta wali kota terkait bahwa sekarang ini mulai penyurutan,” kata dia.

Sementara untuk mengatasi banjir lokal, sambung Pramono, Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan pengerukan saluran air dan mengaktifkan kembali sumur resapan. Upaya ini akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir di Jakarta.

“Untuk banjir lokal, kan kita sudah mulai pengerukan di mana-mana. Sumur resapannya kita fungsikan kembali, sehingga itulah yang harus dilakukan dan kami akan melakukan itu,” jelasnya.

Pramono pun memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berupaya maksimal dalam menangani banjir dan meminimalkan dampaknya bagi warga Jakarta.

“Saya ingin menangani secara sungguh-sungguh (masalah banjir),” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung gerak cepat (Gercep) membantu penyintas genangan di Jakarta Timur. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, bantuan makanan siap santap telah didistribusikan untuk santap sahur warga.

Hingga pukul 08.25 WIB genangan di wilayah RW 04, 05, 07 dan RW 08, Kelurahan Kampung Melayu dilaporkan sudah berangsur surut dibandingkan saat dini hari.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan di BNPB untuk Penanggulangan Bencana yang Efektif

Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), Nyoman Adhi Suryadnyana, memimpin entry meeting pemeriksaan atas Laporan Keuangan (LK) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2024 yang dilaksanakan di Kantor BNPB, Jakarta (26/2).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan opini atas kewajaran LK BNPB dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). BPK berharap pemeriksaan ini dapat mendorong peningkatan transparansi, akuntalibitas pengelolaan keuangan, serta efektivitas kebijakan penanggulangan bencana.

“Kami menerapkan pendekatan risk-based-audit untuk efisiensi dan pemahaman komprehensif atas capaian kinerja pemerintah, serta mengadopsi solution-based thinking dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan. Hal ini bertujuan agar pemeriksa BPK mampu memberikan pandangan yang komprehensif dan terarah atas capaian kinerja pemerintah sesuai dengan visi dan misi yang telah dicanangkan,” ujar Anggota I BPK.

BPK telah mengidentifikasi beberapa risiko utama dalam pengelolaan dan pelaksanaan anggaran BNPB, termasuk implementasi peraturan baru, pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pengadaan barang/jasa, serta penyaluran dan penggunaan bantuan sosial/dana siap pakai.

Selain itu, BPK memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan sebelumnya, di mana 81,30% dari total 1.198 rekomendasi telah ditindaklanjuti, sementara 16,70% masih dalam proses.

“Kami sangat mengharapkan komitmen Pimpinan BNPB untuk selalu memperbaiki kelemahan yang terjadi, baik kelemahan SPI dan ketidakpatuhan serta temuan berulang dengan menyediakan sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan,” lanjut Anggota I BPK.

Anggota I BPK juga mengapresiasi upaya BNPB dalam penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim tahun 2023 s.d. semester I Tahun 2024, seperti penyusunan sebagian peraturan yang menjadi dasar penyelenggaraan penanggulangan bencana, penyelenggaraan kegiatan kesiapsiaagaan melalui Desa Tangguh Bencana (Destana) yang mempertimbangkan ancaman bencana pada lokasi terpilih, serta perencanaan dan pemenuhan logistik dan peralatan penanggulangan bencana.

Pemeriksaan LK BNPB akan dilaksanakan di lima provinsi, yaitu Daerah Khusus Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara, mulai 30 Januari hingga 21 Mei 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala BNPB, Suharyanto; Sekretaris Utama BNPB, Rustian; Inspektur Utama BNPB, Yulianto; Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) I BPK, Sarjono; serta para pejabat di lingkungan BNPB dan tim pemeriksa BPK.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ucapkan Selamat Berpuasa, Mukhtarudin: Semoga Ibadah Kita Semua Diterima Allah SWT

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin mengucapkan selamat berpuasa kepada seluruh umat Muslim Indonesia. Mukhtarudin berharap ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah ini diterima oleh Allah SWT.

“Ramadan 2025 segera tiba, saat yang tepat bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan menunjukkan kebaikan kepada sesama,” tutur Mukhtarudin, Jumat 28 Februari 2025.

Selain sebagai bentuk pengendalian diri, puasa juga kata Mukhtarudin mengajarkan kepedulian kepada sesama yang lebih membutuhkan.

“Mari kita jadikan bulan puasa sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, kebersamaan, dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan serta kedamaian bagi kita semua,” pungkas Mukhtarudin.

Seperti diketahui, sidang isbat hari ini mulai pukul 18.30 WIB. Selanjutnya akan ada konferensi pers penetapan Ramadan 2025 mulai pukul 19.05 WIB.

Kemenag melaksanakan sidang isbat untuk memverifikasi hasil pemantauan (rukyatul) hilal di 125 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Melalui musyawarah dan pengambilan keputusan, hasil sidang isbat akan diumumkan kepada publik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenkes Gelar Kuliah Umum Spirit Ramadan Bangun Budaya Kerja

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar kuliah umum bertajuk “Spirit Ramadan dalam Percepatan Perubahan Budaya Kerja Kementerian Kesehatan”. Acara ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan profesionalisme di lingkungan kerja, serta pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas dan antikorupsi di lingkungan Kemenkes yang sejalan dengan transformasi yang tengah dilakukan di sektor kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di auditorium Siwabessy gedung Prof. sujudi pada Jum’at (28/2/2025).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Fitroh Rohcahyanto menegaskan pentingnya membangun budaya kerja antikorupsi melalui pendekatan agama. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk melatih diri dalam melepaskan kemelekatan terhadap harta dan membangun kesadaran integritas.

“Ketika kita bicara puasa, sejatinya kita sedang berlatih untuk menahan diri dari segala bentuk kemelekatan, termasuk terhadap harta. Seorang yang bertakwa adalah mereka yang mampu berbagi, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain,” ujar Dr. Fitroh di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Baca juga: Perangi TBC, Kemenkes Giatkan Gerakan Kolaborasi

Dr. Fitroh mengutip Surat Ali Imran ayat 134 yang menyebutkan bahwa salah satu tanda orang yang bertakwa adalah mereka yang menginfakkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Menurutnya, prinsip ini juga harus diterapkan dalam etos kerja ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Fitroh menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas, dengan menghindari sikap serakah dan mementingkan diri sendiri. Ia membagikan filosofi “IDOLA” sebagai prinsip kerja yang mencakup:

  • Integritas: Konsisten dalam ucapan dan tindakan.
  • Dedikasi: Memberikan pelayanan dengan totalitas.
  • Objektif: Netral dan tidak memiliki kepentingan pribadi.
  • Loyalitas: Mengabdi untuk kepentingan masyarakat.
  • Adil: Tidak memihak

Selain itu, Dr. Fitroh juga memperkenalkan konsep “Gatot Kaca”, yakni prinsip kerja yang responsif, totalitas, komprehensif, dan penuh empati dalam melayani masyarakat. “Tanpa empati, kita tidak akan mampu memberikan pelayanan terbaik. ASN harus bekerja dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas,” tegasnya.

Sebagai penutup, Dr. Fitroh mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu refleksi dalam meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional. “Latihan terbaik untuk menjadi pribadi yang bertakwa adalah dengan terus berbuat baik, berbagi, dan menumbuhkan keikhlasan dalam bekerja. Jika kita bekerja dengan niat yang benar, insyaAllah hasilnya akan berkah,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen Kemenkes dalam meningkatkan budaya kerja yang berlandaskan integritas, loyalitas, dan pelayanan prima. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 188 yang menegaskan pentingnya menjauhi tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga budaya yang harus kita bangun bersama. Dengan pendekatan agama, kita tidak hanya memperkuat regulasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dalam setiap aspek pekerjaan kita,” ujar Prof. Dante.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transformasi internal Kemenkes terus berjalan untuk mempercepat enam pilar transformasi kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan core values ASN BerAKHLAK guna menciptakan ekosistem kerja yang lebih transparan dan profesional.

Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi menjelang bulan suci Ramadan, di mana nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja semakin ditekankan. Wamenkes mengajak seluruh pegawai Kemenkes untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat integritas.

Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, khususnya kepada KPK dan KORPRI Kemenkes. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi ladang pahala bagi kita semua,” tutupnya.

Sekretaris Jenderal yang turut hadir dalam sambutannya menegaskan, bahwa acara ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang lebih transparan dan berintegritas di Kementerian Kesehatan.

“Reformasi kesehatan yang kita lakukan, termasuk enam pilar transformasi kesehatan, tidak akan berhasil tanpa adanya reformasi internal di Kementerian Kesehatan. Kita harus mengubah mindset dari yang sebelumnya berfokus pada kuratif ke promotif, dari pengobatan ke pencegahan, serta dari layanan kesehatan yang hanya terpusat di kota menjadi lebih merata ke daerah-daerah,” ujar Sekjen Kunta.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kemandirian dalam sektor kesehatan, khususnya dalam produksi alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri. Namun, semua perubahan ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya reformasi di tingkat internal, terutama dalam membangun budaya kerja yang jujur, transparan, dan antikorupsi.

“Hari ini, kita mendapat kesempatan luar biasa dengan kehadiran Pak Fitroh dari KPK yang memiliki pengalaman luas dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Ini adalah momen penting bagi kita untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan etos kerja,” tambahnya.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, termasuk Rumah Sakit Vertikal, Poltekkes, Balai Karantina Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Alat Kesehatan. Dengan cakupan yang luas, diharapkan diskusi ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh jajaran Kemenkes untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami berharap acara ini benar-benar membuka cakrawala kita semua dalam terus meningkatkan etos kerja serta membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan dilakukan dengan hati. Karena hanya dengan itu, reformasi kesehatan yang kita jalankan dapat berjalan dengan sukses,” pungkas Kunta.

Dengan semangat Spirit Ramadan, Kementerian Kesehatan terus berkomitmen untuk tidak hanya memperbaiki sistem layanan kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang lebih profesional, akuntabel, dan bebas dari korupsi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentan Amran: Praktik Ayam Gelonggongan Harus Ditindak Tegas, Jangan Main-Main!

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa praktik ayam gelonggongan, yakni ayam yang disuntik air untuk menambah berat sebelum dijual, harus ditindak tegas. Hal ini menyusul adanya penangkapan oleh aparat penegak hukum terhadap pelaku yang diduga menjual ayam gelonggongan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Mentan Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, dalam rangka memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan pada hari kedua Ramadan.

“Kita harus jaga konsumen. Ini harus ditindak tegas. Nggak boleh bermain-main. Kasihan masyarakat,” ujar Mentan Amran saat berdialog dengan para pedagang dan distributor di pasar. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kecurangan dalam pangan yang membahayakan kesehatan masyarakat adalah pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Luruskan Isu Anggaran KND Sisa Rp500 Juta

Lebih lanjut, Mentan Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Kapolri, Bareskrim, serta seluruh aparat penegak hukum di daerah untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi pangan, termasuk daging ayam. Ia memastikan bahwa segala bentuk pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kami terus memantau seluruh Indonesia. Jangan sampai ada pelanggaran seperti ini. Apalagi kalau menyangkut kesehatan manusia, itu pelanggaran berat,” tegasnya.

Selain ayam gelonggongan, Mentan Amran juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok lainnya, seperti beras dan minyak goreng, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tanpa beban. Dalam sidaknya di Pasar Induk Cipinang, ia menemukan adanya kenaikan harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan langsung meminta pedagang serta distributor untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Kami ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang, tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga atau adanya praktik kecurangan yang merugikan,” kata Mentan.

Mentan Amran juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli produk pangan, terutama menjelang Idul Fitri, di mana permintaan meningkat dan oknum tertentu berpotensi mengambil keuntungan dengan cara yang tidak sehat. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus turun ke lapangan untuk mengawasi distribusi pangan dan mengambil langkah cepat guna melindungi konsumen.

Sidak ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan pangan yang aman, sehat, dan terjangkau. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat penegak hukum, diharapkan praktik kecurangan dalam pangan dapat diberantas dan masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman selama Ramadan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mensos Gus Ipul Luruskan Isu Anggaran KND Sisa Rp500 Juta

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf membantah isu yang beredar mengenai anggaran untuk Komisi Nasional Disabilitas (KND) hanya tersisa Rp500 juta karena aturan efisiensi anggaran kementerian/lembaga. Dia memastikan bahwa informasi itu tidak benar.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, pagu anggaran KND tahun 2025 mencapai Rp6.915.689.000. Namun, setelah dilakukan efisiensi, anggaran komisi tersebut masih tersisa Rp3.030.187.000.

“Dari data yang kita terima, anggaran untuk KND itu Rp6 miliar lebih. Dan setelah ada efisiensi itu tersisa sekitar Rp3 miliar lebih Jadi tidak benar seperti (informasi) yang beredar itu bahwa tinggal Rp500 juta,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Gus Ipul menegaskan, anggaran untuk bantuan sosial (bansos) maupun layanan terapi bagi para penyandang disabilitas tidak dikurangi, meski dilakukan efisiensi. Hal yang sama juga berlaku bagi para tenaga medis maupun pendamping yang melayani penyandang disabilitas.

“Jadi ini perlu saya sampaikan, untuk pelayanan penyandang disabilitas, bansos untuk penyandang disabilitas, kemudian tugas-tugas utama untuk KND tetap diberikan dukungan. Penganggarannya masih ada,” tegas Gus Ipul.

“Jadi prinsip kita kan tetap kaidah dalam melakukan efisiensi itu memastikan anggaran bansos yang diberikan langsung ke masyarakat, ya berdasarkan data yang ada, termasuk ke lansia, di dalamnya ada ke penyandang disabilitas, sama sekali tidak dikurangi,” sambungnya menegaskan.

Selain itu, Gus Ipul juga memastikan, anggaran operasional yang melekat untuk bansos, seperti biaya salur, serta monitoring juga tidak dikurangi. Ia menekankan, efisiensi anggaran tak bakal mengganggu kinerja Kemensos.

“Termasuk KND di dalamnya, dan tidak mengganggu pelayanan publik. Jadi kalau toh KND sekarang ini ada efisiensi, tidak mengurangi layanan yang terkait dengan tugas utama, tugas fungsinya KND,” jelas Gus Ipul.

Sementara itu, Komisioner KND, Eka Pratama Widyanta mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang maksimal bagi penyandang disabilitas. Sehingga KND bisa bekerja sesuai tugas dan fungsinya.

“Jadi ini secara anggaran masih cukup tersedia untuk bisa dilaksanakan proses-proses sesuai tugas fungsi KND. Kami juga terus berikan upaya-upaya yang lebih efektif dan efisien untuk bisa memastikan teman-teman disabilitas di berbagai daerah tetap bisa terjamin kebutuhan dan apa yang harus diberikan oleh jementerian dan lembaga terkait. Tidak hanya Kementerian Sosial, semua kementerian kita akan pastikan tetap bisa berjalan,” ujar Eka Pratama.

“Kami yakin bahwa Kementerian Sosial dengan Gus Ipul, kami juga tetap punya komitmen yang tinggi terhadap komisi ini untuk bisa semakin baik dan mengawal pemenuhan hak penyandang disabilitas di seluruh wilayah,” tambah dia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek dan LPDP Perbarui Kerja Sama Beasiswa, Alokasikan Rp2 Triliun

Dalam rangka peningkatan layanan pendidikan tinggi kepada para pemangku kepentingan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperbaharui Perjanjian Kerja Sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terkait Program Kolaborasi Pendanaan Beasiswa dan Peningkatan Kompetensi pada Jumat (28/2).

Penandatanganan kesepakatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, Sekretaris Jenderal Kemditisaintek, Togar Mangihut Simatupang, dan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, beserta jajaran lainnya dari kedua lembaga.

“Hari ini kita akan menandatangani kerja sama program kolaborasi Kemdiktisaintek dengan LPDP menggunakan Dana Abadi Pendidikan (DAP), khususnya beasiswa. Momen ini menjadi salah satu tumpuan atau poros untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia,” ujar Wamen Stella.

Wamenpun menyampaikan bahwa program ini hadir untuk memberikan bantuan dana pendidikan kepada mereka yang berprestasi, namun membutuhkan biaya untuk dapat mengemban pendidikan berkualitas dari jenjang S1 hingga S3.

Menurut Sesjen Kemditisaintek, Togar Mangihut Simatupang, tujuan dari program ini melakukan kerja sama terkait pendanaan program beasiswa baik gelar maupun non gelar, yang dilakukan secara transparan untuk generasi masa depan.

“Kami berharap PKS ini dapat meningkatkan kolaborasi antara LPDP dan Kemdiktisaintek, serta membangun generasi sumber daya manusia yang lebih baik dimasa depan,” ucap Togar.

Pembaharuan kerja sama yang dilakukan mencakup pelaksanaan pendanaan dan pengelolaan program kolaborasi, yang meliputi program beasiswa bergelar/ degree dan program beasiswa tanpa gelar/ non-degree. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi program yang telah berjalan pada tahun sebelumnya dan program baru yang akan berjalan pada tahun 2025. Besaran pendanaan untuk beasiswa pada kerja sama ini kurang lebih sebesar 2 Triliun Rupiah.

Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto menyampaikan bahwa LPDP berusaha memberikan layanan terbaik, dengan cara memaksimalkan pelayanan dan sportivitas untuk hasil yang optimal, tepat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.

Kehadiran kerja sama ini diharapkan mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi, memberikan sinergi pendanaan, meningkatkan sumber daya dan kualitas pendidikan, serta meningkatkan peluang riset sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Pemerintahan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2025-2029 sebagai pendukung daya saing dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News