Beranda blog Halaman 1195

Ini Aturan Jam Kerja ASN Pemprov DKI Selama Ramadan 2025

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8/SE/2025 yang mengatur penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Ramadan 1446 H, sesuai dengan pedoman dari Keputusan Menteri Agama.

Berdasarkan surat edaran tersebut, jam kerja ASN pada hari Senin hingga Kamis dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00 hingga 12.30 WIB. Sementara pada hari Jumat, jam kerja berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB, dengan waktu istirahat pukul 11.30 hingga 12.30 WIB.

Chaidir menyampaikan, penyesuaian jam kerja ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi ASN dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi produktivitas kerja. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan publik agar tetap optimal selama bulan Ramadan.

Untuk unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat selama 24 jam, seperti rumah sakit dan pemadam kebakaran, akan diterapkan sistem kerja khusus atau sif.

Ia mengimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk mengoptimalkan peran atasan langsung dalam memastikan pelaksanaan tugas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif, efisien dan akuntabel.

“Bulan puasa tidak menjadi halangan bagi aparatur Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan layanan terbaik kepada warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyesuaian jam kerja selama Ramadan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghormati pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Muslim.

“Sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ekonomi Jawa Timur Tetap Stabil, Realisasi APBN Awal Tahun Mencapai Rp 19,49 Triliun

Perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 5,03% (yoy) pada Triwulan IV-2024. Peningkatan aktivitas produksi dan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama pendorong ekonomi di wilayah ini.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan masih didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), sementara dari sisi penawaran, sektor industri pengolahan tetap menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Jawa Timur juga tercatat sebagai kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa dan nasional, masing-masing sebesar 25,23 persen dan 14,39 persen.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, Kamis (27/2/2025) menerangkan, tingkat inflasi tahunan (yoy) di Jawa Timur menunjukkan tren perbaikan dengan angka 1,06 persen pada Januari 2025. Komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi meliputi daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai rawit.

Sementara itu, aktivitas perdagangan internasional di Jawa Timur pada Desember 2024 mencatat ekspor senilai USD 2,10 miliar dan impor sebesar USD 2,77 miliar. Di sektor kelautan dan perikanan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) mengalami peningkatan sebesar 1,20 persen dari 96,92 menjadi 98,09 pada Januari 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga hasil produksi nelayan, terutama dari komoditas seperti udang, belut, nila, layang, kembung, dan cumi-cumi.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara di Jawa Timur hingga Januari 2025 mencapai Rp 19,49 triliun atau 6,86 persen dari target tahunan Rp 284,26 triliun. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp19,05 triliun (6,83 persen) dari target), dengan kontribusi terbesar berasal dari Pajak Ditjen Pajak sebesar Rp 7,05 triliun dan kepabeanan serta cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 11,99 triliun. Selain itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 445,23 miliar atau 8,4% dari target Rp 5,3 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja negara di Jawa Timur mencapai Rp 12,16 triliun atau 9,72 persen dari total pagu anggaran. Dari jumlah tersebut, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) menyerap Rp 1,5 triliun, sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp 10,66 triliun.

Dengan capaian ini, ekonomi Jawa Timur tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang kuat, sektor industri yang produktif, dan kebijakan fiskal yang berjalan efektif. Pemerintah optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut di tahun 2025 dengan tetap menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kinerja ekspor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Deru dan Cik Ujang Kompak Hadiri Retreat di Akmil, Siap Wujudkan Sumsel Maju

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang kompak menghadiri Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Acara ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pimpinan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju.

Pada hari ke-6 retreat, Rabu (26/2/2025), Herman Deru bersama ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia mendapatkan arahan langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Wapres menjadi momentum penting bagi para kepala daerah untuk mendalami strategi kebijakan nasional yang akan diterapkan di masing-masing wilayah.

Selain pengarahan dari Wapres, sesi ini juga diisi dengan paparan dari berbagai menteri, termasuk Menteri Kebudayaan, Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Berbagai kebijakan strategis di bidang pemerintahan, keamanan, dan pembangunan daerah menjadi fokus utama dalam diskusi.

Memasuki hari ke-7 retreat, Kamis (27/2/2025), Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang turut hadir dan langsung mengikuti berbagai kegiatan, termasuk pendakian Gunung Tidar yang terletak di kompleks Akmil. Setibanya di lokasi, Cik Ujang tampak bersemangat mengenakan atribut ala militer.

“Kegiatan hari ini ke Akmil Magelang, ke lembah tidar mengikuti retret program pak Presiden Prabowo. Semangat, semangat terus, tidak ada kata menyerah,” ucap Wagub Cik Ujang dengan gagah mengenakan atribut ala militer setibanya di Akmil Magelang.

Dikatakan Cik Ujang pada hari pertamanya mengikuti retreat langsung mengikuti kegiatan Pendakian Gunung Tidar komplek Akmil.

Sama seperti para kepala daerah, para wakil kepala daerah dikumpulkan lebih dulu di lapangan Rindam IV/Diponegoro, Magelang, sebelum diberangkatkan ke Akmil. Mereka menaiki belasan bus bertuliskan Akademi TNI.

Pada sore harinya, Herman Deru dan Cik Ujang kembali terlihat kompak menghadiri agenda penting lainnya, yakni parade senja yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kehadiran pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2025-2030 ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung program pemerintah pusat demi kemajuan Sumatera Selatan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Khaeron Soroti Isu BBM Oplosan, Rapat DPR Segera Digelar

Isu dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dengan Pertalite terus menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Komisi VI DPR RI berencana menggelar rapat dengan PT Pertamina guna membahas permasalahan ini lebih lanjut.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk mengklarifikasi isu yang berkembang serta mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

“Setiap terjadi hal-hal yang menjadi isu publik itu nanti Komisi VI akan memanggilnya (pihak terkait) karena ini kan menjadi isu publik yang mengejutkan dengan nilai fantastis Rp193 triliun terjadinya fraud (kecurangan) di sini. Tentu ini menjadi persoalan besar,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2025.

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa rapat diagendakan untuk mencegah terjadinya persoalan yang sama di masa depan.

Selain itu, Herman menekankan bahwa DPR menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah yang memicu spekulasi adanya oplosan Pertalite menjadi Pertamax.

“Tentu kami menunggu terhadap proses hukum yang berlaku. Namun, jadikan lah pelajaran kepada siapa pun pejabat Pertamina untuk menghindari situasi-situasi yang pada akhirnya masuk dalam ranah hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Komunikasi Korporasi PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, membantah adanya praktik pengoplosan BBM. Menurutnya, narasi yang beredar tidak sesuai dengan pernyataan Kejaksaan Agung.

“Narasi oplosan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Kejaksaan,” kata Fadjar.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan yang sedang ditangani Kejaksaan Agung berkaitan dengan pembelian RON 90 dan RON 92, bukan pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax.

Sebagai informasi, RON 90 merujuk pada Pertalite, sementara RON 92 adalah jenis BBM yang lebih tinggi kualitasnya, yakni Pertamax.

Dengan adanya klarifikasi dari Pertamina serta rencana rapat DPR dengan Pertamina, masyarakat diharapkan tetap tenang sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait isu ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perangi TBC, Kemenkes Giatkan Gerakan Kolaborasi

Tuberculosis Vaccine

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menguatkan komitmen dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui kampanye GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata, melalui Surat Edaran (SE) NOMOR: HK.02.03/C/376/2025 Tentang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2025.

Peringatan HTBS yang jatuh setiap tanggal 24 Maret menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran serta masyarakat dalam upaya eliminasi TBC. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakhiri TBC di Indonesia melalui pendekatan lintas sektor.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam upaya ini.

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Kemenkes Resmi Berlaku Mulai Hari Ini!

“Eliminasi TB bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan deteksi dini, pengobatan tepat, serta dukungan sosial bagi pasien, kita bisa mengakhiri TBC di Indonesia. Saatnya kita bergerak bersama, giatkan komitmen dan aksi nyata untuk Indonesia bebas TBC!” ujar dr. Yudhi Pramono.

Sebagai bagian dari peringatan HTBS 2025, Kemenkes mendorong berbagai kegiatan di tingkat nasional dan daerah, termasuk kampanye kesadaran melalui media sosial dengan tagar resmi #GIATKAN2025 #GerakanIndonesiaAkhiriTBC #KomitmendanAksiNyataTBC #YesWeCanEndTB #EliminasiTBC2030 #TOSSTBC.

Selain itu, berbagai inisiatif telah disiapkan, seperti edukasi masyarakat, mobilisasi deteksi dini TBC, serta integrasi layanan pencegahan dan pengobatan TBC dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Kementerian Kesehatan menghimbau kepada seluruh jajaran kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas untuk mengambil peran dalam eliminasi TBC melalui:

  1. Deteksi dini TB dan penemuan kasus aktif, yang terintegrasi dengan Terapi Pencegahan TB (TPT).
  2. Pendampingan pengobatan pasien hingga tuntas, serta edukasi pencegahan penularan di keluarga dan masyarakat.
  3. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya TB.
  4. Kampanye edukasi TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) melalui media sosial, media massa, webinar, dan promosi di ruang publik.
  5. Serta Peningkatan peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TB.

Dengan semangat Gerak Bersama, Sehat Bersama, Kemenkes RI mengajak semua pihak untuk mendukung target Eliminasi TBC 2030 demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular ini.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sambil Lesehan Mendikdasmen Ajak Generasi Muda Bangga Jadi Penutur Bahasa Daerah

Bahasa Ibu adalah bahasa yang pertama kali dipelajari seseorang sejak kecil secara alamiah dan menjadi dasar sarana komunikasi serta pemahaman terhadap lingkungannya. Dalam lingkup di Indonesia, bahasa ibu diidentikkan dengan bahasa daerah atau bahasa lokal.

Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti pada Rabu (26/2) saat menghadiri Selebrasi Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ke-25 Tahun 2025 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebelum memberi wejangan motivasi, Menteri Mu’ti didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Wakil Bupati Sleman, Kepala BPMP Provinsi DIY, Kepala BBGP Provinsi DIY, Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY bersama dengan siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMPN 1 Turi melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH).

Baca juga: Mendikdasmen: Kerja Sama Tim yang Solid Ciptakan Lingkungan Kerja yang RAMAH dan SANTUN

“SAIH merupakan bagian dari Sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digulirkan oleh Kemendikdasmen,” ucap Abdul Mu’ti seraya menyantap sarapan bubur kacang hijau seusai melakukan senam SAIH diselingi perbincangan dengan perwakilan siswa mengenai proses belajar mengajar di SMPN 1 Turi menggunakan bahasa Jawa.

Menteri Mu’ti kagum menyaksikan siswa yang fasih berbicara menggunakan bahasa Jawa. Selain berolahraga, fokus kebiasaan anak Indonesia Hebat lainnya yaitu bermasyarakat. Kalian telah menjadi contoh yang baik, dalam mengimplementasikan budaya lokal. Kiranya kalian kelak menjadi anak yang sukses,” sambung Menteri Mu’ti.

*Selanjutnya di dalam acara inti, Menteri Mu’ti menyampaikan kiat melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah. “Pertama, menggunakan bahasa daerah sebagai muatan lokal pembelajaran, kedua, menggunakan bahasa daerah dalam interaksi kehidupan sehari hari atau gunakan bahasa Indonesia jika bahasa asing telah memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia, terakhir, menggunakan bahasa daerah sebagai sarana seni dan ilmu pengetahuan,” tegas Abdul Mu’ti yang tampil mengenakan Surjan, busana atas resmi adat Jawa.

Senada dengan itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan alasan dipilihnya SMAN 1 Turi sebagai salah satu tempat pelaksanaan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ke-25 Tahun 2025.

“Salah satunya, yakni SMPN 1 Turi sukses meraih predikat sebagai Sekolah Pelestari Bahasa Jawa Terbaik saat gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa melalu Balai Bahasa Provinsi DIY pada bulan November 2024 yang lalu,” urai Hafidz.

“Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang dicanangkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) setiap tanggal 21 Februari menjadi momen membangkitkan kesadaran bahwa bahasa sangat penting untuk pendidikan dalam hal membentuk cara orang belajar, berkomunikasi serta bermasyarakat,” sambung Hafidz.

Tak ketinggalan, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa turut menyatakan kebanggaannya atas predikat Sekolah Pelestari Bahasa Jawa Terbaik yang diraih oleh SMPN 1 Turi. “Dengan adanya penghargaan tersebut, kiranya dapat menjadi pemantik Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman mendorong sekolah yang lain dapat berprestasi di ajang serupa. Pemkab Sleman siap mendukung kebijakan revitalsasi bahasa daerah yang dilakukan oleh Kemendikdasmen,” ucap Danang.

Ditemui terpisah, Kepala SMPN 1 Turi, Hospita Henny Koerniati mengatakan bahwa kedatangan Mendikdasmen menjadi komitmen kuat dukungan Kemendikdasmen atas usaha revitalisasi bahasa daerah yang telah dilaksanakan di SMPN 1 Turi.

“Praktik baik revitalisasi bahasa daerah yang kami lakukan, yakni setiap hari Kamis, siswa dan guru secara aktif menggunakan bahasa Jawa saat melakukan proses pembelajaran maupun interaksi di lingkungan sekolah,” jelas Pita

Selebrasi Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ke-25 Tahun 2025 diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa lukisan potret diri Menteri Mu’ti yang dilukis oleh siswa kelas IX, Miftahul Najah. Selain itu, Mendikdasmen juga menerima Kamus Bahasa Jawa-Indonesia dan Bausastra Jawa dari Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY sebagai salah satu infrastruktur bahasa Jawa yang disusun oleh Balai Bahasa Provinsi DIY dalam rangka revitalisasi bahasa daerah.

Para tamu undangan dan siswa yang hadir dihibur dengan Musikalisasi Gurit (melagukan gurit (puisi berbahasa Jawa) diiringi alat musik, yang ditampilkan oleh siswa SMPN 6 Yogyakarta yang merupakan pemenang ajang FTBI Tingkat Provinsi DIY Tahun 2024 dan Gibran, siswa SDN Glagah Yogyakarta yang menampilkan Moco Cerkak (membaca cerita pendek dalam bahasa Jawa), hasil dari kegiatan Kemah Cerkak yang juga merupakan rangkaian ajang FTBI Tingkat Provinsi DIY Tahun 2024.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK dan ANAO Perkuat Kemitraan Strategis dalam Audit Sektor Publik

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) Isma Yatun dan Auditor-General (AG) Australia Caralee McLiesh mengadakan virtual courtesy call pada Kamis (27/2). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral BPK dengan Australian National Audit Office (ANAO) dan membahas langkah-langkah strategis dalam mendukung peningkatan audit sektor publik.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara R. Yudi Ramdan Budiman, Kepala Biro Teknologi Informasi Pingky Dezar Zulkarnain, dan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Teguh Widodo. Dari ANAO Chief Operating Officer Jacquie Walton, dan Senior Advisor Kristian Gage.

Dalam sambutannya, Ketua BPK menyampaikan apresiasi atas hubungan erat antara BPK dan ANAO yang telah terjalin sejak 2006. “Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan tata kelola keuangan negara melalui audit sektor publik yang lebih efektif dan berdampak,” ujarnya.

Diskusi dalam pertemuan ini mencakup berbagai program kolaborasi, termasuk study visit ANAO ke Jakarta baru-baru ini, executive dialogue, dan secondment pada berbagai bidang pemeriksaan dan kelembagaan. Ketua BPK juga menyampaikan pengalaman BPK dalam peer review sejak tahun 2004.

Selain itu, BPK juga mengharapkan dukungan ANAO dalam kepemimpinannya di forum audit global. “Kami berharap ANAO dapat terus mendukung peran internasional BPK, termasuk dalam penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam audit sektor publik di tingkat global,” tambah Ketua BPK.

Caralee menegaskan komitmen ANAO untuk terus memperkuat kerja sama bilateral dengan BPK, termasuk melalui penempatan Senior Advisor ANAO di BPK serta mengakui peran BPK di tingkat internasional.

Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan kedua lembaga dan membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam meningkatkan kualitas audit sektor publik di Indonesia dan Australia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Kelas Sederhana

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau sekolah agar menggelar acara perpisahan kelas dan kelulusan dengan sederhana dan kreatif. Menurutnya, acara kelulusan dalam bentuk seremonial mewah atau studi tur lebih banyak membebani orang tua.

“Saya tidak melarang acara perpisahan atau kelulusan jika dilaksanakan dengan sederhana tetapi penuh kreativitas,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari KDM Channel, Kamis (27/2/2025).

Menurutnya, perpisahan atau kelulusan bisa dilaksanakan di sekolah dengan menampilkan hiburan dari kreativitas siswa sendiri. “Dananya silakan iuran seadanya dan dikelola oleh siswa dengan memanfaatkan sumber yang ada,” kata Dedi.

Dengan cara itu, menurut Dedi, selain bisa menumbuhkan karakter gotong royong, kreatif, juga akan menimbulkan kesan tersendiri karena acara dibuat, dirancang dan ditampilkan oleh siswa dan para guru sendiri.

Baca juga: Hasil Pengawasan Inspektorat Jawa Barat Kinerja Bupati Nina Agustina Sangat Baik

“Saya mohon maaf kalau ada pihak yang terganggu dengan kebijakan ini. Tapi niat saya ke depan membangun karakter anak didik kita dengan cara yang sederhana namun efektif, itu saja,” ungkapnya.

“Kami sungguh-sungguh akan benahi pendidikan dan ringankan pembiayaan yang dikeluarkan orang tua. Apalagi pemerintah sudah menganggarkan puluhan triliun untuk pendidikan,” tegas Dedi.

Dedi juga punya keinginan yang besar agar siswa-siswi Jabar tumbuh menjadi hebat, kuat, kompetitif, tangguh, dan mampu memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk itu, Dedi mengajak semua pihak untuk sama-sama membangun pendidikan Jabar yang berkarakter.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gandeng 30 Perguruan Tinggi, Mendiktisaintek Dorong Riset untuk Kemandirian Pangan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung program swasembada pangan dalam Forum Diskusi Perguruan Tinggi yang bertajuk “Sinergi Mendukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan” di Kantor Pusat Kementan, Senin (24/2).

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman serta sejumlah Rektor dan pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi, Menteri Brian menyoroti pentingnya peran strategis kampus dalam keberlanjutan teknologi dan pangan di Indonesia.

“Kampus bertanggung jawab melahirkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang andal. SDM yang nantinya akan menopang kemajuan teknologi, yang selanjutnya akan menopang lahirnya industri-industri berbasis teknologi pula,” ujar Menteri Brian.

Baca Juga : Ditjen Dikti Luncurkan RECON untuk Edukasi dan Pendampingan dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19
Mendiktisaintekpun menggarisbawahi pentingnya penguatan industri pangan. Menurutnya, industri pangan harus dikuasai, agar indonesia semakin maju.

Senada dengan pernyataan tersebut, Menteri Andi menegaskan bahwa keterlibatan pendidikan tinggi dan mahasiswa berperan besar dalam mendorong kemajuan bangsa.

“Kita bisa menjadi negara super power di sektor pertanian, itulah keunggulan komparatif kita,” ujarnya.

Sebagai ujung tombak pengembangan kemandirian pangan, kampus harus berfokus pada dua strategi utama, yaitu peningkatan produktivitas dan hilirisasi. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan tantangan besar sekaligus momentum bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih bermakna.

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Kesepahaman Bersama antara Kemdiktisaintek dan Kementan tentang Kesinergisan Program Bidang Pertanian dan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Rangka Mendukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan.

Komitmen kerja sama tersebut untuk mendukung penelitian berkelanjutan yang akan dilakukan oleh tim khusus dari 30 perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertanian. Penelitian akan berfokus pada sepuluh komoditas pertanian dengan produktivitas rendah, yaitu padi, jagung, bawang putih, tebu, sapi, kedelai, pupuk, ubi kayu, gandum, dan kentang.

Sebagai penutup dalam kerja sama tersebut, Menteri Brian menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementan ini dapat terus diperkuat. Mendiktisaintek berharap Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia, terutama dalam bidang teknologi dan ketahanan pangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Efisiensi, Gus Ipul Pastikan Seluruh Layanan ke Masyarakat Tetap Berjalan Prima

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan seluruh layanan Kemensos hingga ke 31 Sentra dan Sentra Terpadu milik Kementerian Sosial tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Meskipun ada efisiensi, layanan tetap jalan. Jadi untuk bansos tetap ada, kemudian untuk honor pendamping tetap ada yang non-ASN. Kemudian yang ketiga, layanan di Sentra juga tetap ada,” kata Gus Ipul saat meninjau layanan terapi Sentra Budi Perkasa di Palembang, Kamis (27/2/2024).

Hal itu dilontarkan Gus Ipul guna menjawab kekhawatiran yang timbul akibat diberlakukannya efisiensi anggaran, yang ditakutkan oleh sebagian besar masyarakat akan mempengaruhi program-program Kemensos.

“Di sini layanannya tetap buka. Terapi-terapi bagi penyandang disabilitas juga jalan. Jadi layanan tetap berjalan,” katanya.

Seperti yang terpantau di klinik pratama Sentra Budi Perkasa di Palembang, layanan berjalan sebagaimana biasa meski terjadi efisiensi anggaran.

“Alhamdulillah saya cek di beberapa tempat lain (UPT Kemensos lainnya), layanan juga tetap berjalan,” ucap Gus Ipul.

Sementara itu, guna menjawab semakin kompleksnya permasalahan dan kebutuhan di masyarakat, Kemensos saat ini telah membuka akses multi layanan yang diberikan di setiap Sentra dan Sentra Terpadu yang tersebar di 31 titik di seluruh Indonesia. Termasuk di Sentra Budi Perkasa Palembang melalui klinik pratama.

Layanan yang diberikan di klinik pratama Sentra Budi Perkasa Palembang meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pemeriksaan umum dan tindakan, layanan farmasi, ruang pojok asi, dan ruang sterilisasi.

“Harus rajin-rajin ke sini bu. Itu ada terapi, layanan ini gratis. Mudah-mudahan sehat, terapi terus biar bisa sehat lagi ya,” ucap Gus Ipul ketika menyapa salah satu orang tua pasien yang mendampingi anaknya menjalani fisioterapi.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul turut menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 11 penerima manfaat. Alat bantu disabilitas yang diserahkan berupa tangan palsu, orthosis kaki palsu kiri-kanan, kursi roda standar, kursi roda cerebral palsy (CP), dan ankle foot orthosis.

“Bagi teman-teman kita yang sakit, mereka-mereka yang fungsi sosialnya tidak utuh maka akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial seperti ini. Namun bagi yang fungsi sosialnya utuh, mereka harus pindah ke pemberdayaan dan digraduasi untuk berdaya dan mandiri,” kata Gus Ipul.

Bukan hanya alat bantu disabilitas saja yang diserahkan oleh Gus Ipul. Pada kesempatan ini, dia juga menyalurkan bantuan Atensi kewirausahaan yang akan menjadi batu loncatan para penerima manfaat untuk keluar dari jerat kemiskinan.

“Artinya mereka dibantu kebutuhan-kebutuhan dasarnya, selanjutnya mereka harus didorong untuk meningkat ke pemberdayaan dan digraduasi,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menjelaskan, layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh Sentra Terpadu dan Sentra Kemensos memiliki berbagai pendekatan yaitu pendekatan residensial, keluarga, dan komunitas.

“Pendekatan residensial atau nginap di sini (asrama sentra), kemudian pendekatan keluarga yaitu kami datang ke rumah-rumah, kemudian melalui komunitas yaitu lewat Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS),” ucapnya.

Ia menambahkan Kemensos juga memiliki layanan aksi cepat berupa respons kasus yang berasal dari scanning berita di media sosial untuk menangani kasus-kasus yang membutuhkan penanganan segera.

“Jadi ini layanan-layanan yang ada di sentra kami,” kata Gus Ipul.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News