Beranda blog Halaman 120

Pasar Murah Jatim di Camplong Diserbu Warga, Transaksi Tembus Rp60,6 Juta

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang ditinjau langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini disambut antusias masyarakat, dengan total transaksi mencapai Rp60,6 juta.

 

Pasar murah ke-85 itu, menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, total transaksi selama kegiatan tembus Rp60.600.000.

 

Dari jumlah itu, transaksi komoditas bahan pokok tercatat sebesar Rp54.540.000, sedangkan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp6.060.000.

Sejumlah komoditas habis diserap masyarakat, yakni 600 sak beras SPHP, 200 kilogram gula, 360 liter minyak goreng, 200 kilogram telur ayam ras, 20 kilogram bawang merah, 20 kilogram bawang putih, 60 kilogram tepung, 15 kilogram cabai rawit merah, serta 15 kilogram cabai merah besar.

 

Sementara itu, beras premium terjual sebanyak 65 sak dari stok 100 sak yang disediakan. Adapun daging ayam ras terjual 100 kilogram dari total stok 140 kilogram.

 

Melalui penyelenggaraan Pasar Murah secara rutin di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta memperkuat daya beli masyarakat.

 

Program ini juga menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Dimulai September 2026, Kementerian PKP Siapkan Ribuan Unit di Aceh dan Sumbar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri rapat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana terkait pembangunan hunian tetap (huntap) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Apri Artoto, Direktur Distribusi PLN Arsyadani Akmalaputri, serta kepala daerah dari wilayah terdampak yang mengikuti secara daring, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menteri Ara menyampaikan bahwa proses pengadaan pembangunan hunian tetap telah berjalan dan konstruksi ditargetkan mulai dilaksanakan pada September 2026.

“Kami melaporkan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri bahwa proses tender sudah berjalan dan kami siap memulai pembangunan pada bulan September. Untuk beberapa lokasi yang lahannya masih berproses, kami meminta agar lahan yang disiapkan benar-benar aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, serta tidak terlalu jauh dari fasilitas umum agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik,” ujar Menteri Ara.

Ia menambahkan, pembangunan hunian tetap akan memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan bata interlock guna mempercepat proses konstruksi sekaligus menjaga kualitas bangunan. Selain pembangunan oleh pemerintah, Kementerian PKP juga mencatat sebanyak 500 unit hunian tetap telah selesai dibangun dari total 2.603 unit yang menjadi komitmen pembangunan melalui dukungan CSR Yayasan Buddha Tzu Chi.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan hunian tetap dibagi menjadi tiga skema. Pertama, hunian tetap insitu, yaitu pembangunan atau perbaikan rumah di lokasi semula yang dilaksanakan oleh BNPB. Kedua, hunian tetap eksitu mandiri, yakni pembangunan rumah di lokasi pilihan masyarakat yang juga difasilitasi BNPB. Ketiga, hunian tetap eksitu komunal, yaitu pembangunan kawasan hunian baru yang dilaksanakan oleh Kementerian PKP bersama kementerian/lembaga dan mitra, termasuk dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pada rapat tersebut, Kementerian PKP memaparkan kesiapan pembangunan hunian tetap eksitu komunal di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lokasi pembangunan diprioritaskan berada di kawasan yang aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, serta tetap dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.

Di Provinsi Aceh telah disiapkan 45 lokasi seluas 156,13 hektare dengan kapasitas 6.220 unit hunian. Sementara di Sumatera Utara tersedia 4 lokasi seluas 20,68 hektare dengan kapasitas 919 unit, serta di Sumatera Barat terdapat 5 lokasi seluas 21,40 hektare yang mampu menampung 813 unit hunian.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10 triliun bagi tiga provinsi terdampak. Di tingkat pusat, rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilaksanakan berdasarkan rencana induk lintas kementerian dan lembaga yang telah mendapat persetujuan DPR dengan masa pelaksanaan selama tiga tahun.

“Kami akan memonitor setiap minggu perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kementerian PKP telah memaparkan secara rinci lokasi pembangunan hunian tetap eksitu komunal, dan kami juga meminta dukungan PLN agar jaringan listrik di lokasi-lokasi tersebut dapat segera disiapkan,” kata Mendagri Tito.

Pada kesempatan yang sama, PLN menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan infrastruktur kelistrikan bagi pembangunan hunian sementara, hunian tetap, maupun fasilitas umum di wilayah terdampak bencana. Hingga saat ini, PLN telah berhasil mengalirkan listrik ke 19.377 unit untuk hunian sementara, hunian tetap, dan fasilitas umum.

Direktur Distribusi PLN Arsyadani Akmalaputri menegaskan PLN siap memastikan kebutuhan listrik bagi masyarakat di kawasan relokasi dapat terpenuhi. “PLN siap berkomitmen membantu dari sisi penyediaan kelistrikan begitu pembangunan hunian tersebut telah siap,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera menempati hunian yang aman, layak, dan didukung infrastruktur dasar yang memadai.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Dampingi Presiden Prabowo pada Pelantikan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/07/2026).

Kehadiran Wapres mendampingi Presiden pada prosesi pelantikan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung lahirnya generasi perwira TNI dan Polri yang profesional, berintegritas, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Para perwira muda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan pertahanan, keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat seiring visi Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Pada kesempatan tersebut, Presiden secara resmi melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang akan mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum, serta melindungi dan mengayomi masyarakat.

Adapun 1.177 perwira yang dilantik terdiri atas 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Nomor 70 POLRI Tahun 2026 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri.

Selanjutnya, Presiden menyematkan tanda pangkat kepada empat perwira remaja penerima penghargaan Adhi Makayasa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, kepemimpinan, dan kepribadian terbaik selama menempuh pendidikan, yaitu Letda Inf. Calvin Tidar Sakti (Akmil), Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL), Letda Pnb. Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (AAU), dan Ipda Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol).

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah perwira yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa pelantikan sebagai perwira bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

“Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian pada bangsa dan negara. Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan penghormatan kebesaran serta salam kebangsaan sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian prosesi pelantikan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, jajaran Menteri dan Kepala Badan Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dilantik Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Calvin dan Yehezkiel Raih Adhi Makayasa 2026

Di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, sebuah babak baru dimulai bagi para perwira muda Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, mereka mengucapkan janji untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Di antara para perwira yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 tersebut, berdiri Calvin Tidar Sakti dan Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman. Keduanya meraih Adhi Makayasa, penghargaan bagi lulusan terbaik dari akademi masing-masing.

Bagi Calvin, peraih Adhi Makayasa Akademi Militer 2026, pelantikan langsung oleh Presiden menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan hidupnya. Namun, lebih dari kebanggaan atas pangkat yang kini tersemat di pundaknya, ia menangkap pesan mendalam dari arahan Presiden.

“Bapak Presiden juga menyatakan bahwa pangkat yang tertempel di pundak kami ini bukan hanya sebuah tanda kehormatan ataupun sebuah pangkat, tapi ini juga merupakan suatu tanggung jawab dan juga amanah dari rakyat kepada kami Tentara Nasional Indonesia, Angkatan Darat khususnya,” ujar Calvin.

Kalimat itu menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Bagi Calvin, kesempatan bertemu dan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo merupakan motivasi untuk terus bertumbuh menjadi seorang pemimpin.

“Ini merupakan suatu motivasi dan langkah pertama saya untuk nanti ke depannya bisa menjadi pemimpin yang hebat,” tuturnya.

Di balik pencapaian tersebut, ada doa orang tua yang terus menyertai langkahnya. Calvin mengungkapkan bahwa selama menjalani pendidikan di Akademi Militer, kedua orang tuanya menguatkannya melalui motivasi dan doa.

“Orang tua saya hanya memberikan motivasi dan juga doa. Itu merupakan salah satu tekad dan dukungan yang paling kuat dari kedua orang tua saya,” katanya.

Selain dukungan keluarga, kebersamaan dengan rekan-rekan satu angkatan menjadi bagian yang paling membekas selama masa pendidikan. Pendidikan yang keras, kelelahan setelah latihan, serta berbagai rintangan terasa lebih ringan karena dilalui bersama.

Semangat yang sama juga dirasakan Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman, peraih Adhi Makayasa Akademi Angkatan Udara. Setelah melewati pendidikan selama tiga tahun, ia mengaku tidak menyangka dapat berdiri sebagai lulusan terbaik dan dilantik langsung oleh Presiden di Istana Merdeka.

“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, pengalaman sekali seumur hidup kami bisa dilantik langsung oleh RI 1 di Istana Negara,” ujar Yehezkiel.

Hari itu juga menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Istana. Bagi Yehezkiel, kesempatan bertatap muka dan menerima pelantikan langsung dari Presiden merupakan kebanggaan yang tidak semua orang dapat rasakan.

Namun, kebahagiaan tersebut tidak hanya menjadi milik Yehezkiel. Di sisi lain, kedua orang tuanya turut menyaksikan buah dari perjalanan panjang putra mereka.

“Kesannya luar biasa, jadi pengin nangis. Ini pengalaman pertama untuk keluarga kami, ini baru pertama kali yang jadi TNI, sebelumnya nggak ada, perjuangan dia terlalu besar ya. Jadi kami bangga, saking bangganya sampai nggak bisa ngomong apa,” tutur sang ibu.

Di balik sosok perwira muda yang disiplin, sang ibu masih mengingat Yehezkiel kecil sebagai anak yang aktif, tidak bisa diam, dan gemar bertanya. Hampir setiap hal yang dilihatnya selalu memunculkan pertanyaan: mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana hal itu dapat berlangsung.

“Dulu dia kecilnya bandel banget, nggak bisa diam, selalu aktif, selalu bertanya ‘Kok bisa gitu?’, ‘Kenapa? Kok kayak gitu, kenapa?’ Itu pasti selalu ditanyakan ke setiap orang,” kenangnya sambil tersenyum.

Bagi Calvin dan Yehezkiel, Adhi Makayasa bukan sekadar penghargaan atas prestasi selama pendidikan. Di baliknya terdapat doa orang tua, kebersamaan dengan rekan seperjuangan, kedisiplinan, serta keteguhan melewati berbagai tantangan. Kini, dengan pangkat yang tersemat di pundak, keduanya menapaki langkah pertama dalam perjalanan pengabdian. Sebuah perjalanan untuk menjaga amanah rakyat dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden RI Tegaskan Integritas dan Loyalitas Negara Jadi Harga Mati bagi Perwira TNI-Polri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa integritas dan loyalitas kepada negara merupakan nilai utama yang harus dijunjung tinggi oleh para perwira TNI dan Polri. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

“Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan,” tegas Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan dua institusi yang berpengaruh bagi keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga profesionalisme kedua institusi tersebut dalam menjalankan tugas melindungi bangsa dan negara.

“Saudara-saudara sekalian, TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Negara mengimbau seluruh perwira muda yang baru dilantik untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan rakyat. Presiden juga menegaskan bahwa setiap perwira harus mengabdikan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pembela rakyat.

“Sekali saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula saudara kehilangan kehormatanmu. Ingatlah selalu, saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat. Gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara berpesan kepada seluruh perwira muda TNI dan Polri agar terus berjuang serta mengabdi dengan tulus kepada bangsa dan negara. “Saudara-saudara perwira TNI Polri lulusan tahun 2026, hari ini rakyat Indonesia menitipkan masa depan bangsa di pundak saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua para perwira. Menurut Presiden, para perwira muda penerus bangsa tersebut lahir melalui peran besar dan pengorbanan keluarga.

“Terima kasih bahwa bapak-bapak dan ibu-ibu merelakan putra-putrinya menjadi milik bangsa dan rakyat. Di balik setiap perwira yang berdiri tegak hari ini ada doa seorang ibu, keteguhan seorang ayah, pengorbanan sebuah keluarga. Sekali lagi, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya,” ungkap Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri 2026 di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang digelar di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta. Dalam upacara pada Rabu, 22 Juli 2026, sebanyak 1.177 calon perwira remaja (capraja) resmi dilantik yang terdiri dari 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), serta 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Upacara diawali dengan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara oleh Perwira Upacara Brigjen TNI Arynovian Hany Sampurno, sebelum Kepala Negara memasuki tempat upacara. Usai salam kebangsaan dan penghormatan kebesaran, Presiden kemudian menerima laporan dari Kolonel Inf. Mario Christian Noya yang bertindak selaku komandan upacara.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Nomor 70 POLRI Tahun 2026 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana. Setelahnya, Presiden menyematkan tanda pangkat perwira sebagai simbol penghargaan atas prestasi akademik dan kepemimpinan kepada empat perwira remaja penerima Adhi Makayasa. Keempat perwira remaja tersebut, yakni:

  1. Letda Inf. Calvin Tidar Sakti, lulusan Akmil;
  2. Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra, lulusan AAL;
  3. Letda Pnb. Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman, lulusan AAU; dan
  4. Ipda Harindra Arsandho Tegarbaja, lulusan Akpol.

Selanjutnya, empat calon perwira remaja dari berbagai agama maju ke depan untuk mewakili rekan-rekannya dalam prosesi pengambilan sumpah perwira. Presiden secara langsung memimpin pengambilan sumpah tersebut.

“Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” ujar Presiden Prabowo mendiktekan sumpah perwira TNI dan Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan para perwira remaja. Pelantikan hari ini, menurut Presiden, bukan garis akhir melainkan awal untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, serta rakyat Indonesia.

“Di hari yang berbahagia ini, atas nama pribadi, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang resmi diangkat menjadi perwira TNI dan Polri di tahun 2026. Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian pada bangsa dan negara. Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

Rangkaian upacara ditutup dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara sebagai penanda selesainya seluruh prosesi. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran dan ditutup dengan salam kebangsaan yang berlangsung dengan penuh khidmat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

20 Bulan Pemerintahan Prabowo, Reformasi Hukum dan Penguatan Ekonomi Desa Jadi Sorotan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa berbagai persoalan strategis bangsa mulai berhasil diselesaikan dalam 20 bulan pertama pemerintahannya. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.

Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa pada 18 bulan pertama pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, Presiden meyakini jumlah persoalan yang berhasil ditangani kini semakin bertambah seiring dengan berbagai capaian yang telah diraih.

“Dalam buku yang sudah dibagikan kepada saudara-saudara, telah dicatat 108 masalah kronis bangsa yang kita pecahkan melalui berbagai keputusan pada 18 bulan pertama pemerintahan. Sekarang pemerintahan kita telah berjalan 20 bulan. Tentu sudah lebih banyak lagi persoalan yang kita selesaikan,” ujar Presiden.

Salah satu capaian yang disoroti Presiden adalah berdirinya Bank Emas Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia. Menurut Presiden, dalam waktu satu tahun bank tersebut telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS, yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional di mata dunia.

“Dalam 1 tahun, bank yang kita dirikan 1 tahun yang lalu, sekarang sudah mengelola emas senilai 20 miliar dolar. Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang, ini akan juga meningkat. Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia,” kata Presiden.

Di bidang reformasi hukum, Presiden menegaskan pemerintah telah menaikkan gaji hakim yang selama 12 tahun tidak mengalami penyesuaian. Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan perumahan bagi para hakim guna memperkuat kehormatan, kesejahteraan, dan integritas lembaga peradilan.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan pengampunan kredit macet bagi pelaku UMKM sejak November 2024 sehingga para pengusaha kecil dapat kembali melanjutkan usahanya. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi desa juga terus dipercepat melalui pembangunan jembatan desa, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Presiden menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari seribu Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi, sementara pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi beroperasi pada akhir tahun 2026. Menurut Presiden, koperasi tersebut tidak sekadar menjadi badan usaha, tetapi juga akan dilengkapi gudang, cold storage, armada distribusi, gerai, bengkel alat mesin pertanian, hingga menjadi penyalur barang-barang subsidi.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat. Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus mempercepat pelaksanaan program-program strategis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, 700 Ribu Smart Panel Siap Dikirim ke Sekolah

Melalui percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas sebagai bekal menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan berkeadilan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam taklimatnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.

“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa upaya digitalisasi pendidikan Indonesia telah memperoleh pengakuan internasional. Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Presiden Prabowo menyebut program tersebut akan diperluas pada tahun ini dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.

“Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pinter di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ungkap Presiden Prabowo.

Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah berharap setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, rumah pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” pungkas Presiden Prabowo.

Melalui percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas sebagai bekal menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan berkeadilan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Semarang Gelar Sosialisasi Lintas Instansi

Bea Cukai Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin sinergi lintas instansi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan di bidang cukai. Langkah sinergis tersebut dilakukan melalui sosialisasi bersama mengenai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai yang diselenggarakan selama dua pekan pada bulan Juli 2026.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang, Joko Sartono, mengungkapkan bahwa Bea Cukai Semarang telah melaksanakan lima kali kegiatan sosialisasi atau bimbingan teknis industri tembakau di tempat yang berbeda selama dua pekan.

“Sinergi sosialisasi ini sebagai upaya preventif pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal dan mendukung industri hasil tembakau, khususnya di wilayah kerja Bea Cukai Semarang,” ujar Joko.

Berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian Pemerintah Kota Semarang, Bea Cukai Semarang menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Packaging (Pengemasan) bagi Industri Hasil Tembakau yang diselenggarakan di Hotel Horison Nindya pada Selasa (07/07) dan Selasa (14/07).

Kegiatan kolaboratif juga dilaksanakan Bea Cukai Semarang bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang dalam kegiatan sosialisasi bersama yang dilaksanakan pada Rabu (15/07) dan Kamis (16/07).

Selain empat kegiatan tersebut, Bea Cukai Semarang juga melaksanakan sosialisasi di daerah pesisir melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (07/07) di Pantai Indah Kemangi, Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.

Joko menyampaikan bahwa selain berdampak pada penerimaan negara, pemberantasan rokok ilegal juga bertujuan menjaga stabilitas produsen rokok yang telah memenuhi ketentuan perundang-undangan.

“Dengan terciptanya iklim usaha yang sehat dan persaingan yang adil, diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal,” ujar Joko.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memerangi rokok ilegal semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan peredaran rokok ilegal serta menjaga keberlangsungan penerimaan negara untuk mendukung pembangunan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jawa Timur Gelar Apel Peralatan Penanggulangan Bencana di Pacitan, BPBD Se-Jatim Diuji Kesiapannya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana yang diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan bertema “Beyond Resilience: Sinergi Berintegritas, Kolaborasi Tanpa Batas” ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam mengoperasikan peralatan penanggulangan bencana sekaligus memperkuat koordinasi antardaerah.

Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, mengatakan forum tersebut menjadi sarana untuk mengukur kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Forum ini merupakan instrumen untuk mengukur kesiapan daerah, menyamakan standar operasional, menguji interoperabilitas personel dan peralatan, memperkuat sistem komando, mengembangkan kapasitas pusat pengendalian operasi, meningkatkan tata kelola logistik kebencanaan, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antar daerah,” ujarnya.

Bobby menambahkan, penguatan kesiapsiagaan bencana membutuhkan komitmen bersama seluruh pemerintah daerah agar mampu membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

“Karena itu saya mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk terus memperkuat investasi pada pengurangan risiko bencana, memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas data dan informasi kebencanaan, membangun sistem logistik yang andal, serta mengembangkan budaya sadar bencana hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pacitan dan terima kasih kami sampaikan sudah menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Pacitan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Lilik Kurniawan menekankan pentingnya peran BPBD sebagai ujung tombak dalam memenuhi kebutuhan penanggulangan bencana di daerah.

“Kami berharap BPBD menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan kebutuhan itu bisa dilakukan. Hal ini dapat diwujudkan melalui kebersamaan dalam membangun partisipasi dan kemitraan publik yang strategis dengan semangat kesiapsiagaan bencana yang terpadu, tidak hanya memiliki peralatan yang baik, tetapi juga memastikan seluruh personel mampu mengoperasikannya,” ungkapnya.

Lilik menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah. “Saya ingin mengambil adagium Latin klasik, Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ini dicetuskan oleh filsuf Romawi Cicero yang kemudian mendikte bahwa segala kebijakan, tindakan, dan undang-undang pemerintah harus selalu memprioritaskan kepentingan dan perlindungan masyarakat di atas segalanya,” tegasnya.

Senada, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana menyebut kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi beragam ancaman bencana.

“Beragamnya potensi bencana tersebut menunjukkan bahwa kesiapan peralatan penanggulangan bencana menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas daerah. Oleh karena itu, kegiatan gelar peralatan penanggulangan bencana ini tidak semata-mata menjadi ajang untuk menampilkan atau memperlihatkan peralatan yang dimiliki,” jelasnya.

Selain pelaksanaan gelar peralatan, kegiatan juga diisi dengan pelepasliaran ratusan tukik ke laut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian penyu di kawasan pesisir Pacitan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News