Beranda blog Halaman 1258

Sufmi Dasco: Presiden Perintahkan Pengecer Dapat Kembali Berjualan Gas LPG 3 Kg

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengaktifkan kembali pengecer untuk berjualan gas LPG 3 Kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan Gas LPG 3 Kg sambil menertibkan pengecer jadi agen sub pangkalan secara parsial,” jelas Sufmi Dasco dalam keterangan tertulis di akun X pribadinya @bang_dasco, di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Politisi Fraksi Partai Gerindea ini pun menambahkan upaya tersebut dilakukan sambil men memproses administrasi dan lain-lain, agar pengecer sebagai agen sub pangkalan harga LPG yang akan dijual ke masyarakat tidak terlalu mahal.

Diketahui, sejak awal Februari 2025, pemerintah menetapkan penjualan LPG subsidi 3 kg tidak lagi dijual di pengecer. Masyarakat hanya bisa membelinya di pangkalan resmi Pertamina dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

Bahkan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Achmad Muchtasyar, pernah menyebut keberadaan pengecer sebenarnya ilegal dalam sistem distribusi.

“Pengecer itu statusnya apa? Sebenarnya (statusnya) illegal, disitulah pintu masuk LPG (liquefied petroleum gas) itu tidak tepat sasaran,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM Senin, 3 Februari 2025.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Masyarakat Bisa Lapor Pelanggaran Polisi via WhatsApp 24 Jam

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri membuka hotline khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Informasi ini disampaikan melalui akun X resmi @divpropam dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Dalam keterangannya, Propam Polri mengumumkan bahwa masyarakat dapat langsung membuat pengaduan melalui aplikasi WhatsApp dengan menghubungi nomor 0855-5555-4141 yang aktif selama 24 jam.

“Jika kamu sudah punya nomor pengaduan dan merasa penanganannya lambat, jangan ragu untuk tag akun @Divpropam. Kami siap membantu memastikan laporanmu diproses dengan baik. Kepercayaanmu penting bagi kami. Bersama, kita wujudkan pelayanan yang lebih baik,” tulis @Divpropam pada Senin (3/2/2025).

Selain melalui WhatsApp Yanduan, masyarakat juga dapat datang langsung ke Sentra Pengaduan Masyarakat Propam di wilayah terdekat. Propam Polri juga memberikan panduan lengkap mengenai tata cara pengaduan melalui WhatsApp Yanduan Divpropam Polri Presisi.

Langkah pertama, masyarakat akan diminta mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah itu, mereka akan mendapatkan nomor layanan pengaduan masyarakat Propam Polri.

Selanjutnya, pelapor akan menerima tautan untuk melengkapi data diri, termasuk mengisi formulir pendaftaran serta mengunggah foto KTP dan selfie dengan KTP. Setelah pengisian data diri selesai, sistem akan mengirim tautan formulir pengaduan untuk diisi oleh pelapor.

Kemudian, setelah pengaduan dikirimkan, masyarakat akan mendapatkan rekap input pengaduan dan dapat mengecek perkembangan laporan melalui nomor WhatsApp yang sama dengan memasukkan nomor registrasi.

Sebelumnya, saluran pengaduan ini resmi diluncurkan oleh mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Syahardiantono. Ia menegaskan bahwa layanan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh kepolisian.

“Kami ingin dukungan dari semua lapisan masyarakat, manakala mengetahui ada pelanggaran anggota terkait perjudian pada khususnya atau pelanggaran lainnya,” ujar Syahardiantono dalam konferensi pers pada 21 Juni 2024.

Ia juga menegaskan bahwa layanan pengaduan ini beroperasi penuh selama 24 jam dan masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

“Seluruh masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran anggota, silakan langsung WA di situ. Nanti akan dituntun oleh petugas,” pungkasnya.

Dengan hadirnya saluran pengaduan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin meningkat dan anggota kepolisian semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Diskominfo Harap 2025 Kaltim Bebas dari Area Blank Spot

Pemprov Kaltim melalui Diskominfo Provinsi Kaltim berharap pada tahun 2025 Kaltim dapat terbebas dari area blank spot atau wilayah tanpa jaringan internet.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur digital merupakan bagian dari pengembangan wilayah yang modern dan maju.

Menurut Kepala Diskominfo Kaltim, infrastruktur digital harus menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. Akses internet yang merata tidak saja mendorong kemajuan ekonomi, tetapi juga akan mempermudah akses pendidikan dan layanan publik.

“Targetnya harusnya 2024, blank spot sudah tuntas. Hanya saja terkendala permasalahan program BTS Bakti yang lalu sehingga sedikit mundur dari target,” tutur Faisal dikutip dari RRI, Senin (3/2/25).

Kalimantan Timur saat ini menurut Kepala Diskominfo Kaltim terus mempersiapkan diri menjadi mitra penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu menuntut adanya konektivitas digital yang handal hingga ke pelosok desa.

“Saat ini masih tersisa sekitar 20 persen lagi daerah blank spot yaitu di sebagian Kutai Timur, Mahakam Ulu dan Kutai Barat,” pungkasnya.

Pemprov Kaltim berharap, Kementerian Komdigi memberikan perhatian untuk wilayah tanpa sinyal di Kaltim di tahun 2025.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Konsep Kurikulum Cinta dan Eco-Theology, Menag: Rawat Kerukunan, Jaga Kelestarian Alam

Kementerian Agama terus mematangkan konsep “Kurikulum Cinta” dan “Eco-Theology” agar bisa segera diterapkan. Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengatakan, dua konsep ini merupakan refleksi mendalam atas peran agama dalam membangun masyarakat yang rukun dan menjaga kelestarian bumi sebagai amanah Tuhan.

Dua konsep ini dibahas bersama dalam seminar internasional bertajuk “Kurikulum Cinta dan Eco-Theology sebagai Basis Gerakan Implementasi Deklarasi Jakarta” di Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. Giat ini diselenggarakan Kemenag bekerja sama dengan Pesantren As’adiyah, Sengkang.

Hadir, mantan Deputy Menteri Wakaf Mesir As-Said Muhamad Ali Al-Husaini, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Arsad Hidayat, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Hamdan Juhanis, dan civitas academica Perguruan Tinggi Keagamaan. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad juga terjadwal menjadi pembicara

“Kurikulum Cinta dan Eco-Theology menjadi landasan penting dalam membentuk kesadaran kolektif untuk kehidupan yang lebih baik. Dua isu ini beberapa waktu lalu kami deklarasikan bersama Paus Fransiskus dalam suatu pernyataan bersama ‘Deklarasi Istiqlal’,” terang Menag di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Dijelaskan Menag, konsep Kurikulum Cinta merupakan seperangkat sistem dan fondasi hidup bersama dalam keragaman, untuk kerukunan umat beragama, baik internal maupun antarumat beragama. Cinta adalah inti dari segala tindakan kebaikan.

“Kurikulum Cinta adalah konsep yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Nilai ini harus menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan kita, baik di lembaga formal maupun dalam lingkungan sosial dan keluarga, termasuk dalam kehidupan Pondok Pesantren,” sebut Menag.

Sudah seharusnya, kata Menag, pendidikan agama tidak hanya mengajarkan hal ritual-formalistik, tetapi juga menanamkan ruh dan semangat moderasi dan penghormatan terhadap keberagaman. Di Indonesia, kita telah melihat bagaimana pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah berbasis agama mulai mengajarkan toleransi dan harmoni dalam kehidupan berbangsa. “Ini adalah langkah maju yang harus terus kita dorong dan perkuat,” tuturnya.

“Dalam kehidupan sosial, “Kurikulum Cinta” dapat diimplementasikan melalui berbagai gerakan dan program yang memperkuat solidaritas antarumat beragama. Misalnya, dialog lintas iman, aksi sosial bersama, dan kampanye perdamaian,” sambungnya.

Terkait Eco-Theology, Menag menjelaskan bahwa itu menjadi landasan spiritualitas dalam upaya pelestarian lingkungan. Konsep “Eco-Theology” mengajarkan bahwa menjaga bumi bukan sekadar upaya ilmiah atau kebijakan negara, tetapi juga merupakan bagian dari spiritualitas dan ibadah kita kepada Tuhan.

“Gerakan lingkungan berbasis keagamaan telah berkembang di banyak tempat. Di Indonesia, kita telah melihat inisiatif masjid ramah lingkungan (eco-friendly mosque), pesantren hijau (green pesantren), gereja berkelanjutan, dan lainnya yang memanfaatkan energi terbarukan dan praktik ramah lingkungan. Ini adalah contoh-contoh baik yang harus terus kita kembangkan sebagai wujud nyata dari eco-theology dalam kehidupan umat beragama,” tandasnya.

Spirit Deklarasi Istiqlal

Mewakili Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Arsad Hidayat mengatakan, saat ini dunia sedang dihadapkan pada tantangan dehumanisasi dan kerusakan alam. Dehumanisasi ditandai terutama dengan masih terjadinya praktik kekerasan dan konflik yang menimbulkan korban jiwa. Kerusakan alam telah berakibat bencana, pemanasan global, dan cuaca tak menentu.

BMKG, kata Arsad, menyebutkan suhu udara Indonesia pada Januari 2025, merupakan yang tertinggi ke-11 sepanjang periode pengamatan sejak 1981. Climate.gov juga mencatat, laju pemanasan bumi sejak 1982 tiga kali lebih cepat, yaitu mencapai 0,20° C per dekade. Hasil riset pada 2024 juga menyebutkan selama 10 tahun terakhir luas kehilangan hutan telah mencapai 12,5 juta ha. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan.

“Semua kita wajib terpanggil untuk memperbaiki keadaan. Agama dan tokoh agama diyakini memiliki peranan sangat penting dan strategis dalam membentuk pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Tokoh agama, dengan bahasa agama yang dimilikinya, diyakini dapat memengaruhi publik dan berdampak signifikan bagi perubahan yang diharapkan,” ujar Arsad.

Menurutnya, Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani Imam Besar Masjid Istiqlal dan pimpinan Katolik Paus Fransiskus pada 5 September 2024 di Jakarta, diyakini akan memberi dampak signifikan bagi perubahan kondisi dehumanisasi dan kerusakan alam. Ada dua isu utama dalam Deklarasi Istiqlal, yaitu: melawan dehumanisasi, dan memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Dalam perkembangannya, kita semua mengikuti ulasan-ulasan Bapak Menteri Agama, atau Imam Besar Istiqlal, yang menggunakan dua diksi yang relevan dengan dua kata kunci Deklarasi Istiqlal, yakni ‘kurikulum cinta’ dan ‘eco-theology’. Kedua hal ini perlu terus diamplifikasi dan diimplementasikan,” jelas Arsad.

Seminar internasional ini mengundang dan menghadirkan banyak unsur se-Sulawesi Selatan, nasional bahkan internasional. Hadir di lokasi acara, lebih dari 200 tokoh. Selain itu, ada lebih dari 1.000 peserta yang mengikutinya secara virtual melalui aplikasi zoom. Acara ini juga disiarkan melalui chanel YouTube As’adiyah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Entry Meeting Pemeriksaan BPR atas Laporan Keuangan BNN Tahun Anggaran 2024

Badan Narkotika Nasional atau BNN melaksanakan Entry Meeting Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan BNN RI Tahun Anggaran 2024 dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Ruang Rapat Muhammad Hatta, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (3/2). Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam proses audit terhadap pengelolaan keuangan negara yang dilakukan BNN guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Entry meeting dipimpin oleh Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Anggota I BPK RI, I Nyoman Adhi Suryadnyana, S.E., M.E., M.Ak., CSFA., CertDA., CGCAE., GRCE., CFrA., para pejabat tinggi BNN, serta tim audit. Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menyampaikan komitmennya untuk mendukung sepenuhnya proses audit guna memastikan pengelolaan keuangan yang bersih, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance.

“Kami sebagai pimpinan berharap bahwa pemeriksaan ini juga bukan sekadar tanggung jawab, tapi juga menjadi suatu nilai bahwa Kita menormalisasikan. Kita sebagai manusia, makhluk yang memiliki budi pekerti. Saya menginstruksikan kepada seluruh satuan kerja baik di pusat maupun di wilayah agar memberikan data dukung dan dokumen yang dibutuhkan oleh BPK sebagai bentuk dukungan dalam pemeriksaan,” ujar Marthinus Hukom.

Sementara itu, Anggota I BPK RI, I Nyoman Adhi Suryadnyana, mengapresiasi BNN atas tiga poin, yaitu penggunan E-Katalog dalam proses pengadaan barang/jasa, persyaratan objektif dan tidak diskriminatif dalam pemilihan penyedia, serta pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa secara memadai sehingga tidak ada pekerjaan yang terlambat.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaksana belanja tahun 2024 (Semester I) yang telah di laksanakan di September sampai dengan November 2024. BPK memberi rekomendasi kepada Kepala BNN RI agar Sekretaris Utama menginstruksikan PPK dan Pokja Pemilihan lebih cermat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, kemudian Kepala Satker terkait menginstruksikan PPK untuk mempertanggungjawabkan kelebihan pembayaran dan menyetor ke kas negara.

Melalui proses ini, diharapkan BNN dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, sehingga dapat mempertahankan opini terbaik dalam laporan keuangan tahunannya. Mengingat BNN RI selama 15 tahun berturut-turut meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Di akhir kegiatan Entry Meeting dilakukan penyerahan surat tugas dan penyerahan laporan hasil pemeriksaan pelaksanaan belanja BNN tahun anggaran 2024 kepada Kepala BNN RI. Diharapkan seluruh jajaran untuk bekerja sama dan mendukung proses pemeriksaan ini dengan memberikan data serta informasi yang dibutuhkan oleh tim auditor BPK. Dengan demikian hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar dalam perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan keuangan di masa mendatang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Lantik Ketua STAIN Majene dan Rektor IAIN Kerinci

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar melantik Jafar Ahmad sebagai rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dan Wasilah sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.

Selain melantik Rektor IAIN Kerinci dan Ketua STAIN Majene, Menag mengukuhkan;
1. Rohmat Mulyana Sapdi sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama.
2. Mastuki sebagai Kepala Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, dan

3. Syafi’i sebagai Kepala Pengembangan Kompetensi, Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama

Pelantikan dan pengukuhan dilakukan di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (04/02/25).

Hadir sebagai saksi, Sekretaris Jenderal Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno.

Menag dalam amanatnya menegaskan pentingnya tanggung jawab untuk menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, dalam era post truth seperti ini, sangatlah tidak mudah karena kebenaran itu tidak cukup hanya berdasar kepada teks, tapi harus juga terkonfirmasi terhadap konteks di mana kita berada.

“Seringkali kita dianggap gagal sekalipun benar di atas landasan teks yang benar hanya karena kita tidak membaca konteks di mana kita berada atau sebaliknya,” ujar Menag.

“Yang paling indah adalah ketika kita mampu mengawinkan konteks dan teks di dalam mengambil sebuah kebijakan, maka akan diterima semua pihak dan inilah tantangan untuk kita semuanya,” sambungnya.

Saat ini, kata Menag, bukan lagi zamannya mengukuhkan superman, tapi sekarang eranya adalah sudah harus hijrah dari superman atau super woman kepada super team.

Tampak hadir para pejabat esekon I dan II, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Ajak Umat Kompak dan Saling Menghargai Keragaman Tradisi

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk menjaga kekompakan dalam keragaman. Menag juga mengajak umat saling menghargai perbedaan budaya dan tradisi.

Ajakan ini disampaikan Menag saat menghadiri perayaan Imlek Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) di Auditorium RRI, Jakarta, Senin (3/2/2025). Acara ini mengusung tema “Keberagaman etnis Tionghoa melangkah bersama menuju Indonesia Emas”.

Menteri Agama menggarisbawahi kematangan toleransi bangsa Indonesia. “Mari kita kompak, mari kita bersatu dan mari kita saling menjunjung tinggi peradaban kebudayaan tradisi satu sama lain,” ujar Menag.

“Boleh kita berbeda agama, boleh berbeda suku bangsa, tetapi kita tetap kemanusiaannya sama, humanity is only one, there is not colors,” tambahnya.

Menag juga menyampaikan bahwa keberagaman juga menjadi modal utama dalam membangun kekuatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keindahan Indonesia tidak hanya terletak pada destinasi wisata yang memukau, seperti Bali, tetapi juga pada kerukunan antar umat beragama dan keberagaman etnik yang luar biasa.

“Indonesia adalah negara yang sangat indah. Tak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kerukunan antar umat beragama yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Kita diikat oleh rasa cinta yang sangat dalam sebagai kemanusiaan dan sebagai NKRI. Ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya, agama, dan etnik di Indonesia telah mencapai tahap pematangan,” ucap Menag.

Menag juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai lebih dari 5 persen. Menag lalu membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain seperti Turki dan Mesir, yang pertumbuhannya relatif lebih rendah. “Rahasia kita adalah kekompakan dan toleransi yang telah mengikat kita dalam satu semangat kebangsaan,” ujarnya.

Menteri Agama lalu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara dan mengembangkan toleransi yang telah matang. “Dengan demikian, bangsa Indonesia kembali menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan dan toleransi yang matang. Itu adalah fondasi utama menuju kemajuan dan kejayaan,” tandasnya.

Acara ini juga dihadiri Budiman Sudjatmiko Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Yohanes Handojo Budhisedjati Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas).

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

SMPIT Tenggarong Seberang Kunjungi Diskominfo Kaltim Belajar Pengelolaan Media Sosial

Dalam rangka pembelajaran lapangan, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Insan Cendikia Boarding School (SMPIT) Tenggarong Seberang melaksanakan kunjungan belajar ke Diskominfo Kaltim, Selasa (4/2/25).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan media sosial dan cara penggunaannya yang tepat. Acara tersebut berlangsung di ruang Warung Informasi Etam Kaltim (WIEK).

Acara dibuka oleh Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, dan dihadiri oleh Plt. Kabid Aptika Kominfo Kaltim, Denny Ruliansyah, Analis Data dan Informasi Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra Hafasy, serta Ketua Relawan TIK Provinsi Kaltim, Surya Fajar Saputra.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan, “Selamat datang di Diskominfo Kaltim, mari kita jaga hubungan dan silaturahmi. Kuncinya adalah belajar dan berdoa. Kami berharap tujuan kedatangan kalian sesuai dengan harapan, dan mari kita berbagi serta saling berbagi ilmu.”

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan mengenai literasi digital, yang terdiri dari empat komponen utama, yaitu: Skill Digital, Security Digital, Budaya Digital dan Etika Digital.

Ia menekankan pentingnya bijak dalam berinternet, memanfaatkan internet untuk hal-hal positif, serta waspada terhadap dampak negatif yang dapat muncul, seperti penyebaran hoaks.

“Dengan kemajuan teknologi, banyak hal yang bisa kita pelajari dan hasilkan dari internet, tetapi kita harus berhati-hati dengan konten yang tidak baik di media sosial,” tambahnya.

Faisal juga menjelaskan tugas Diskominfo Kaltim dalam menghubungkan pemerintah dengan masyarakat.

“Diskominfo menjadi media penyampaian informasi pembangunan pemerintah kepada masyarakat, dan juga menyampaikan informasi dari masyarakat ke pemerintah. Sementara itu, dalam aspek informatika, kami menyediakan perangkat keras, perangkat lunak, serta jaringan untuk mendukung komunikasi tersebut,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

One Village One Sister University, Hasto Wardoyo Integrasikan Mahasiswa dan Masyarakat Jogja

Walikota terpilih Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan rencananya untuk mengimplementasikan program One Village One Sister University (OVOSU) yang bertujuan mengintegrasikan mahasiswa dengan masyarakat Yogyakarta.

Program inovatif ini dirancang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan komunitas lokal, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Sebagai kota yang dikenal dengan julukan “Kota Pelajar”, Yogyakarta menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air maupun mancanegara. Namun, selama ini, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat terkadang terkesan terpisah. Untuk itu, Hasto Wardoyo melihat pentingnya menciptakan sinergi antara keduanya agar mahasiswa dapat lebih terintegrasi dalam kehidupan sosial dan budaya di Yogyakarta.

Meningkatkan Keterhubungan Mahasiswa dengan Warga Lokal

Hasto Wardoyo menegaskan bahwa penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada dunia akademik di kampus, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan warga lokal. Melalui program One Village One Sister University, setiap kampung di Yogyakarta akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi. Setiap kampung akan memiliki tema unggulan yang sesuai dengan keahlian dari fakultas atau program studi tertentu.

“Melalui program ini, setiap kampung akan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya langsung di lapangan. Mahasiswa akan belajar, melakukan praktik, dan maju bersama masyarakat kampung. Ini adalah bentuk nyata pengabdian yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Hasto Wardoyo kepada redaksi SuaraPemerintah.ID.

Konsep Sinergi Kampung dan Perguruan Tinggi

Setiap kampung di Yogyakarta akan memiliki tema unggulan yang sesuai dengan keahlian dari fakultas atau program studi perguruan tinggi. Misalnya, kampung yang berfokus pada bidang pertanian akan bekerja sama dengan fakultas pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Begitu pula kampung yang memiliki potensi pariwisata akan berkolaborasi dengan fakultas pariwisata dan budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

Pemerintah Kota Yogyakarta, di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo, akan mendukung program ini dengan menyediakan kampung sebagai material teaching (bahan ajar) dan material riset (bahan penelitian). Kampung-kampung tersebut akan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, riset, dan juga mengimplementasikan solusi untuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Mendukung Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar

Program One Village One Sister University juga sejalan dengan konsep Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang telah digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Konsep ini memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini akan memberi mahasiswa kebebasan untuk mengembangkan diri mereka melalui pengalaman langsung di masyarakat. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Manfaat Program bagi Mahasiswa dan Masyarakat

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis yang berharga untuk masa depan mereka, baik dalam dunia kerja maupun dalam berkontribusi kepada masyarakat. Sementara itu, masyarakat Yogyakarta akan mendapatkan manfaat dari inovasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dibawa oleh mahasiswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program ini juga akan mengurangi kesenjangan antara dunia akademik dan kehidupan sehari-hari, serta membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan yang langsung berdampak pada masyarakat. Sebagai bagian dari pengembangan kota, program ini akan mendukung keberlanjutan pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan bersama.

Mewujudkan Yogyakarta yang Lebih Inklusif

Dengan terintegrasinya mahasiswa dan masyarakat, Hasto Wardoyo berharap Yogyakarta dapat menjadi kota yang lebih inklusif dan maju. Program One Village One Sister University akan membawa manfaat jangka panjang, baik untuk mahasiswa yang akan mendapatkan pengalaman berharga, maupun bagi masyarakat yang akan merasakan langsung dampak positif dari kehadiran mahasiswa.

“Yogyakarta adalah kota yang berkembang, dan kami ingin memastikan bahwa setiap elemen di kota ini berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Melalui program ini, kami yakin Yogyakarta dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” tutup Hasto.

Dengan komitmen Hasto untuk menjalankan program ini, diharapkan Yogyakarta semakin dikenal sebagai kota yang memadukan pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat secara seimbang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Sosial Korban Kebakaran Rumah di Desa Sungai Itik

Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bantuan sosial kepada para korban kebakaran rumah yang terjadi di lorong Kamboja RT.02 Dusun Beringin, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (03/02/25). Orang nomor satu di Provinsi Jambi ini menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa warga tersebut.

“Pertama, kehidupan kita diuji Allah SWT, mulai dari ujian kecil hingga besar, termasuk musibah kebakaran yang mengakibatkan korban jiwa. Oleh karena itu, kewaspadaan dan komunikasi yang baik sangat penting. Meskipun kita telah berhati-hati dan waspada, musibah tetap dapat terjadi karena semua berasal dari dan kembali kepada Allah SWT,” ujar Gubernur Al Haris.

“Dengan demikian, kami memohon maaf atas keterlambatan kehadiran kami dan menyampaikan komitmen untuk memberikan bantuan guna meringankan beban Bapak/Ibu yang terdampak musibah, sehingga proses pembangunan kembali rumah dapat segera dilakukan,” lanjutnya.

Gubernur Al Haris menuturkan bahwa trauma yang dialami para korban perlu mendapat perhatian serius. Kehilangan nyawa menuntut pemantauan kesehatan menyeluruh bagi warga terdampak, khususnya mereka yang menghirup asap tebal saat kebakaran.

“Untuk itu kami meminta Tim kesehatan perlu memantau kesehatan pernafasan dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, termasuk penyediaan makanan, pakaian, dan selimut. Bantuan berupa makanan siap saji, beras, pakaian, dan selimut telah disalurkan, serta bantuan tunai untuk membantu perbaikan rumah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan,” tuturnya.

“Atas musibah ini, kami menyampaikan duka cita mendalam dan mengajak semua pihak untuk bersabar, karena segala sesuatu berasal dan kembali kepada Allah SWT,” tutupnya.

Sebelumnya, Camat Sadu Faisyal, SH melaporkan bahwa kejadian kebakaran terjadi pada 29 Januari 2025 pada pukul 23.45 WIB dini hari, dimana rumah yang hangus teebakar sebanyak 15 rumah dengan jumlah 22 KK berjumlah 72 jiwa serta satu korban meninggal.

Pada penutupan acara, Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Baznas Provinsi Jambi melalui program Jambi Peduli senilai Rp.50.000.000. Selain itu, disalurkan pula bantuan dari Dinas Sosial Dukcapil Provinsi Jambi berupa 33 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 10 lembar tenda gulung, 10 paket Family Kit, dan 8 paket Kids Ware.
Selain itu Gubernur Al Haris juga menyalurkan bantuan dari BPBD yang terdiri dari 22 paket logistik, 22 paket kesehatan, dan 22 lembar matras.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News