Walikota terpilih Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan rencananya untuk mengimplementasikan program One Village One Sister University (OVOSU) yang bertujuan mengintegrasikan mahasiswa dengan masyarakat Yogyakarta.
Program inovatif ini dirancang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan komunitas lokal, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Sebagai kota yang dikenal dengan julukan “Kota Pelajar”, Yogyakarta menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air maupun mancanegara. Namun, selama ini, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat terkadang terkesan terpisah. Untuk itu, Hasto Wardoyo melihat pentingnya menciptakan sinergi antara keduanya agar mahasiswa dapat lebih terintegrasi dalam kehidupan sosial dan budaya di Yogyakarta.
Meningkatkan Keterhubungan Mahasiswa dengan Warga Lokal
Hasto Wardoyo menegaskan bahwa penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada dunia akademik di kampus, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan warga lokal. Melalui program One Village One Sister University, setiap kampung di Yogyakarta akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi. Setiap kampung akan memiliki tema unggulan yang sesuai dengan keahlian dari fakultas atau program studi tertentu.
“Melalui program ini, setiap kampung akan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya langsung di lapangan. Mahasiswa akan belajar, melakukan praktik, dan maju bersama masyarakat kampung. Ini adalah bentuk nyata pengabdian yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Hasto Wardoyo kepada redaksi SuaraPemerintah.ID.
Konsep Sinergi Kampung dan Perguruan Tinggi
Setiap kampung di Yogyakarta akan memiliki tema unggulan yang sesuai dengan keahlian dari fakultas atau program studi perguruan tinggi. Misalnya, kampung yang berfokus pada bidang pertanian akan bekerja sama dengan fakultas pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Begitu pula kampung yang memiliki potensi pariwisata akan berkolaborasi dengan fakultas pariwisata dan budaya untuk meningkatkan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Pemerintah Kota Yogyakarta, di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo, akan mendukung program ini dengan menyediakan kampung sebagai material teaching (bahan ajar) dan material riset (bahan penelitian). Kampung-kampung tersebut akan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, riset, dan juga mengimplementasikan solusi untuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Mendukung Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar
Program One Village One Sister University juga sejalan dengan konsep Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang telah digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Konsep ini memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Program ini akan memberi mahasiswa kebebasan untuk mengembangkan diri mereka melalui pengalaman langsung di masyarakat. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Manfaat Program bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis yang berharga untuk masa depan mereka, baik dalam dunia kerja maupun dalam berkontribusi kepada masyarakat. Sementara itu, masyarakat Yogyakarta akan mendapatkan manfaat dari inovasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dibawa oleh mahasiswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Program ini juga akan mengurangi kesenjangan antara dunia akademik dan kehidupan sehari-hari, serta membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan yang langsung berdampak pada masyarakat. Sebagai bagian dari pengembangan kota, program ini akan mendukung keberlanjutan pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan bersama.
Mewujudkan Yogyakarta yang Lebih Inklusif
Dengan terintegrasinya mahasiswa dan masyarakat, Hasto Wardoyo berharap Yogyakarta dapat menjadi kota yang lebih inklusif dan maju. Program One Village One Sister University akan membawa manfaat jangka panjang, baik untuk mahasiswa yang akan mendapatkan pengalaman berharga, maupun bagi masyarakat yang akan merasakan langsung dampak positif dari kehadiran mahasiswa.
“Yogyakarta adalah kota yang berkembang, dan kami ingin memastikan bahwa setiap elemen di kota ini berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Melalui program ini, kami yakin Yogyakarta dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” tutup Hasto.
Dengan komitmen Hasto untuk menjalankan program ini, diharapkan Yogyakarta semakin dikenal sebagai kota yang memadukan pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat secara seimbang.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)











