Beranda blog Halaman 1261

Menag: Kebebasan Beragama Pilar Utama Demokrasi

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kebebasan beragama sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada acara peresmian Kuil Shri Sanathana Dharma Aalayam, yang berlangsung di Jakarta.

“Hak asasi manusia dalam kebebasan beragama adalah pilar utama demokrasi yang menjamin bahwa setiap individu memiliki hak yang sama atau diskriminasi,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, Minggu (2/2/2025).

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa kebebasan beragama bukan hanya hak individu, tetapi juga bagian penting dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis.

“Sebagai negara yang terlandaskan Pancasila, Indonesia menghormati dan melindungi keberagaman tersebut,” kata sosok yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Menag menambahkan bahwa penting bagi semua pihak untuk terus menjaga kebebasan beragama agar tidak terjadi diskriminasi antar umat beragama.

“Peresmian Sri Sanatana Dharma bukan sekedar peresmian fisik sebuah tempat ibadat dan hak asasi manusia dalam menjalankan kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa kebebasan beragama harus dibarengi dengan semangat toleransi dan saling menghormati. “Yang kita akan bangun di republik ini adalah toleransi sejati,” ungkap Menag Nasaruddin.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, marilah kita terus menjaga keharmonisan dan toleransi antara umat beragama demi mewujudkan masyarakat yang adil makmur,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Walikota Jaya Negara Lepas Parade Nusantara Imlek Tahun 2025

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melepas secara resmi Parade Nusantara Festival Imlek Bersama Tahun 2025 yang dilaksanakan serangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili Tahun 2025 di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada hingga Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar pada Sabtu (1/2) dan akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (2/2).

Usai melepas, Walikota Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede juga turut mengikuti parade dan menyaksikan beragam atraksi kesenian nusantara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Kementerian Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu, Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Abi Kusno, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Fokopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, serta undangan lainya.

Pelaksanaan Parade Nusantara diawali dengan penampilan puluhan Barong Sai dari berbagai komunitas di seluruh Bali, dilanjutkan dengan kesenian Barong Landung, Barong Ket dan Ratu Gede. Tampak pula penampilan Wushu, Parade Costum Karnaval, serta kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya kesenian khas Sumatera Barat, kesenian Banyuwangi, kesenian khas Yogyakarta, hingga Kesenian khas Nusa Tenggara Timur yang dibawakan Flobamora Bali.

Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Perayaan Imlek Toleransi dan Festival Imlek Bersama Tahun 2024 ini. Dimana, Pemerintah Kota Denpasar sangat fokus dalam merangkul keberagaman yang dapat memperkaya Kota Denpasar sebagai kota berbudaya dalam spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya (persaudaraan) dan meneguhkan Denpasar sebagai Kota Toleransi.

Dikatakannya, pelaksanaan Parade Nusantara serta Panggung Nusantara ini mencerminkan bahwa kerukunan umat beragama di Kota Denpasar berlangsung baik. Hal ini tentunya menambah khidmat perayaan Tahun Baru Imlek yang mengusung tema Merayakan Kebersamaan, Menyatukan Kebhinekaan dan Memperkuat Keharmonisan.

“Ini merupakan implementasi spirit Kolaborasi dan Toleransi dalam menjaga keberagaman, Berbagai kebudayaan dari etnis yang ada di kota Denpasar ini dapat semakin meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Denpasar, selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili Tahun 2025, Gong Xi Fa Cai” ujar Walikota Jaya Negara
Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta didampingi Ketua Pelaksana Festival Imlek Bersama 2024, Hery Sudiarto, A.Md., S.H., B.Ed., M.H. mengatakan bahwa Festival Imlek Bersama Tahun 2025 ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan dalam keberagaman. Dengan mengusung tema “Merayakan Kebersamaan, Menyatukan Kebhinekaan, Memperkuat Keharmonisan,” pelaksanaan kegiatan ini memperkuat Denpasar sebagai Kota toleransi, Dimana kita ketahui bahwa Motto Kota Denpasar adalah Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti “Kita Semua Bersaudara”.

“Kami mengajak seluruh komponen yang terlibat untuk melaksanakan Perayaan Imlek bersama ini dengan riang gembira, mempersembahkan kebaikan, ketulusan, kebahagiaan kepada seluruh masyarakat secara luas, menjaga spirit Kebersamaan dan hidup harmonis, menjunjung nilai-nilai kehidupan yang mulia dari seluruh makluk hidup, mencintai kehidupan, memuliakan kehidupan dan menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya, dengan demikian akan membawa keberuntungan, kemakmuran dan rejeki yang berlimpah ruah untuk setiap orang,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tahun ular kayu yang mencerminkan kearifan, kecerdasan dan kerja keras, sehingga mendatangkan kesuburan, kemakmuran dan keberuntungan. Sehingga momentum perayaan Imlek ini menjadi moment persatuan akulturasi budaya yang menyatu dalam keberagaman, menjadi entitas sosial yang harmoni.

Dalam rangka pelaksanaan Festival Imlek Bersama Tahun 2025 ini turut dilaksanakan berbagai kegiatan. Yakni pelaksanaan Pemasangan Gapura dan 1.300 lampion di Kawasan Jalan Gajah Mada dan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, pelaksanaan Ritual Imlek Inkukturasi Budaya di Konco Sing Bie Bio Jalan Kartini.

Sementara itu pelaksanaan Festival Imlek Bersama Tahun 2025 turut menghadirkan Parade Nusantara dan Panggung Nusantara yang melibatkan 1.250 peserta, yang terdiri dari 20 Tim Barongsai, sebanyak 7 Tim Naga, 600 talenta seni, 2000 peserta senam AWS3, serta 200 praktisi wushu, wingchun, Taichi dan kungfu. Selain itu, terdapat 130 tenant UMKM yang terdiri atas kuliner, produk kriya, serta fashion.

“Mari kita rayakan Festival Imlek Bersama Bali 2025 ini dengan penuh kebahagiaan dan sukacita. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan perlindungan dan berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kadis Kominfo Kaltim Apresiasi Rakerda SMSI 2025

Serikat Media Siber Indonesia Kalimantan Timur atau SMSI Kaltim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 dengan tema, “SMSI Kaltim Menyongsong dan Mengawal Pembangunan Kaltim untuk Kesejahteraan Rakyat Nusantara”.

Acara yang berlangsung di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim pada 2 Februari 2025 ini dihadiri oleh perwakilan pengurus SMSI dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Ketua panitia, Jerin dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga bertujuan menyatukan visi dan misi SMSI Kaltim. Selain itu, SMSI juga tengah mempersiapkan pengesahan kepengurusan di Mahakam Ulu guna memperluas jaringan organisasi.

Plt Ketua SMSI Kaltim, Wiwid Mahendra Wijaya dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan keanggotaan SMSI sejak 2018.

“Pada 2018 SMSI memiliki 266 media anggota, namun jumlahnya menurun menjadi 189 media pada 2024. Saat ini, proses pendataan ulang masih berlangsung dan hingga kini tercatat 93 media yang telah terverifikasi. Kami optimistis jumlah anggota akan kembali meningkat menjadi lebih dari 150 media pada tahun ini,” ungkap Wiwid.

Rakerda ini juga membahas mekanisme pemilihan ketua SMSI Kaltim untuk periode empat tahun ke depan, yang diharapkan dilakukan melalui pemungutan suara dari perwakilan setiap kabupaten/kota. Selain itu, peran pimpinan redaksi dalam memperkuat visi dan misi organisasi menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut.

Kadis Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal yang turut hadir dalam acara ini, mengapresiasi terselenggaranya Rakerda SMSI Kaltim 2025.

“Ketika sebuah organisasi mengadakan rapat kerja minimal satu tahun sekali, itu menandakan organisasi tersebut aktif dan menjalankan amanahnya dengan baik,” ujar Kadis Kominfo Kaltim.

Kadis Kominfo Kaltim juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja SMSI di tahun-tahun sebelumnya serta kesiapan menghadapi dinamika media yang terus berkembang.

Hadir dalam acara ini Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim dan Ketua PWI Kutai Barat, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran media siber dalam pembangunan daerah.

Dengan terselenggaranya Rakerda ini, diharapkan SMSI Kaltim semakin solid dalam mengawal pembangunan daerah serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pemberitaan yang profesional dan berintegritas.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hasto Wardoyo Komitmen Jadikan Kota Yogyakarta Bersih Sampah

Wali Kota Yogyakarta terpilih, Hasto Wardoyo berkomitmen menjadikan Kota Yogyakarta bersih dan lebih nyaman huni bagi semuanya. Untuk itu, pertama-tama Kota Yogyakarta harus bebas dan bersih dari sampah.

Hal itu disampaikan Hasto Wardoyo dalam kegiatan Resik Resing Sungai yang dilakukan oleh bersama warga, elemen masyarakat dari unsur relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) juga Kelurahan Tangguh Bencana bersama pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Minggu (2/2), di Bantaran Sungai Code, Kelurahan Suryatmajan, Kota Yogyakarta.

Hasto Wardoyo juga mendapat laporan, salah seorang warga yang bernama Slamet terkena leptopirosis. Untuk itu, ia pun menegaskan pentingnya upaya mencegah penyakit dan wujudkan lingkungan bersih.

Hasto Wardoyo mengaku senang dengan kegiatan tersebut dan mengajak warga Kota Yogyakarta untuk mengelola sampah lebih baik, gotong royong ini baik.

“Apa yang kita kerjakan adalah realisasi dan komitmen bahwa Yogyakarta bisa bebas sampah, lingkungan lestari,” ungkap Hasto Wardoyo.

Seluruh sampah yang dibersihkan diangkut ke tempat pengolahan sampah dengan 7 unit truk yang tersedia.

Di sisi lain, banyaknya sampah yang diangkut dalam kegiatan tersebut menunjukkan masih banyaknya perilaku membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat.

Secara terpisah, hal itu diakui oleh Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto. Ia menyebut, pembuang sampah liar masih ada.

Pihaknya akan terus menggiatkan upaya operasi tangkap tangan (OTT) agar pelaku pembuangan sampah liar bisa diberantas. Satpol PP Kota Kota Yogyakarta akan menindaklanjuti dengan menggiatkan operasi yustisi.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wali Kota Jogja Terpilih Hasto Wardoyo Turun Resik Sampah di Kali Code

Wali Kota Yogyakarta terpilih Hasto Wardoyo menggelar aksi gotong royong membersihkan Kali Code pada Minggu (2/2/25).

Hasto Wardoyo bersama warga dan kader partai PDIP memungut sampah-sampah yang ada di aliran sungai. Lalu, seluruh sampah diangkut menggunakan tujuh unit truk.

“Yogyakarta harus bebas dan bersih dari sampah,” papar Hasto Wardoyo.

Semnatara itu, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto mengatakan semangat kebersamaan menjaga lingkungan ini harus tetap digaungkan.

“Semangat gotong royong dalam resik-resik sungai akan terus kami gelorakan. Kota Yogyakarta ke depan harus bersih sungai-sungainya,” katanya.

Menurut dia, ekosistem sungai mesti dijaga bersama-sama.

“Terima kasih kepada warga Yogyakarta yang punya kesadaran tidak buang sampah di sungai,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh warga untuk memiliki komitmen menjaga sungai di Yogyakarta.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Sebut Dakwah Tidak Cukup Modal Pintar Tapi Perlu Kearifan

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan penuh kearifan, tidak cukup bermodal kepintaran.

Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Ramah Tamah dan Silaturahmi dengan Jajaran Pemda dan Tokoh Agama di Provinsi Maluku Utara, Sabtu (1/2/25) malam.

Menurut Menag, dalam dakwah yang penuh kearifan, berdebat pun dilakukan dengan santun. Sehingga, tidak ada benturan antar sesama. Jika semua orang sadar akan dirinya, maka tidak akan ada benturan apalagi menyalahkan orang lain.

“Kita dapat menyelesaikan persoalan dengan baik. Orang arif, tidak pernah mencari kambing hitam atau kambing putih, tapi diam-diam menyelesaikan persoalan, tanpa pernah ingin dipuji orang lain,” terangnya.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, mencari orang yang arif ini sangat langka. Mencari orang pintar itu gampang di Indonesia, tapi mencari orang arif itu susah. Semua orang arif itu pintar, tapi tidak semua orang pintar itu arif.

“Saya mohon kepada kita semua, mari mencetak anak-anak yang arif, bukan hanya pintar. Kearifan itu bisa diperoleh juga dari konstalasi kearifan lokal. Maka dari itu, jangan terlalu cepat menilai negatif sebuah kearifal lokal,” papar Menag Nasaruddin Umar.

Menag Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya menjalin persahabatan dengan alam. Nabi Muhammad Saw, kata Menag bahkan memiliki seorang sahabat berupa burung dan laba-laba. Dalam kisah disebutkan, bahwa Nabi pernah bersembunyi didalam gua ketika dikejar musuh dan saat itu ada sarang laba-laba yang ikut berperan menyelematkan. Nabi juga bersahabat dengan pepohonan, dan lain sebagainya.

“Bersahabat dengan alam semesta itu dicontohkan oleh Nabi. Semua agama mengajarkan mencintai alam. Dalam Islam, diterangkan bahwa semua alam bertasbih kepada Allah,” kata Menag Nasaruddin Umar.

“Jangan memandang enteng kearifan lokal. Bahkan, dunia Barat sudah mulai berpaling ke Timur. Ternyata ilmu teknologi tidak semuanya bisa menyelesaikan persoalan,” tandas Menag.

Tampak hadir, Kakanwil Kemenag Provinsi Malut, Amar Manaf, Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menteri Agama, tokoh-tokoh adat, tokoh agama, dan Forkopimda Provinsi Maluku Utara.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Nasaruddin Umar Diapresiasi, Menag Pertama Sambangi Umat GMIH Hibualamo

Kunjungan Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar di Tobelo mendapat apresiasi dari umat Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH). Nasaruddin dinilai sebagai Menteri Agama pertama yang menyapa umat GMIH di Tobelo.

Apresaisi ini disampaikan perwakilan GMIH, Pdt Albert, pada Silaturahmi Tokoh Agama GMIH bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, di gedung pertemua Fredy Tjandua, Tobelo, Kab. Halmahera Utara, Sabtu (1/2/2025). Pdt Albert menyampaikan terima kasih kepada Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama pertama yang pernah menginjakkan kaki dan menyambangi umat GMIH di Tobelo.

“Selamat datang di Bumi Hibualamo, Pak Menteri. Bapaklah Menteri Agama pertama yang hadir di tengah kami. Kami berharap banyak kepada Bapak Menteri untuk memperhatikan keumatan kami,” kata Pdt Albert.

Tampak hadir, para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh GMIH, serta Forkopimda Kabupaten Tobelo, Halmahera Utara.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pertemuan antar tokoh agama sangat penting dalam merekatkan kerukunan dan persaudaraan. Menurutnya, pertemuan antar tokoh agama merupakan kanalisasi untuk perbedaan, cara untuk memecahkan persoalan-persoalan keagamaan dengan baik. Hal itu dapat mengasah nalar dan batin untuk terus berupaya meningkatkan harkat dan martabat manusia.

“Kita itu satu, Bapak/Ibu sakit, kami juga sakit, Bapak/Ibu gelisah, kami juga gelisah,” kata Menag Nasaruddin Umar.

“Pertemuan begini adalah pemecah persoalan yang baik,” sambungnya.

Menag Nasaruddin Umar menambahkan, semua umat beragama berusaha menempuh jalan kemakmuran. Jalannya orang-orang yang diberi nikmat. Kenikmatan itu tidak bisa hanya diukur dengan materi. Kenikmatan itu dirasakan bukan untuk dipikirkan.

“Mudah-mudahan pertemuan ini ada hikmahnya, menjadi sarana menemukan persamaan jalan untuk kebaikan bagi semua. Semua yang menempuh jalan kemakmuran akan menemukan kebahagiaan. Mari kita ciptakan keindahan. Inti setiap ajaran agama itu adalah keindahan. Dalam islam, tunjukilah kami jalan kemakmuran,” tandas Menag.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemerintah Siapkan Regulasi Perketat Keamanan Digital Anak

Judi online, pornografi, perundungan, hingga kekerasan seksual makin mengancam anak-anak Indonesia di ruang digital. Tanpa perlindungan yang kuat, mereka makin rentan menjadi korban eksploitasi dan kejahatan daring. Menyadari urgensi ini, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengambil langkah tegas dengan membentuk Tim Penguatan Regulasi Perlindungan Anak di Ranah Digital.

“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak tumbuh dalam lingkungan digital yang penuh ancaman. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka terlindungi. Tim ini akan bekerja memperkuat regulasi, meningkatkan pengawasan, serta menindak tegas konten berbahaya agar anak-anak Indonesia bisa berinternet dengan aman,” kata Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2025).

Langkah Menkomdigi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan arti penting perlindungan anak di ruang digital dan instruksi agar regulasi terkait segera dirampungkan dalam waktu satu hingga dua bulan.

Salah satu aspek yang dikaji dalam regulasi berkaitan dengan pembatasan usia khusus bagi anak-anak dalam penggunaan media sosial, sebagai langkah untuk mengurangi paparan terhadap konten berbahaya.

Dalam penyusunan regulasi, Menkomdigi berkoordinasi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama serta Menteri Kesehatan.

“Seluruh menteri yang terlibat memiliki semangat yang sama dengan Presiden untuk mempercepat perlindungan anak-anak di dunia digital. Tim Penguatan Regulasi Perlindungan Anak di Ranah Digital yang dibentuk terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, dan perwakilan LSM anak,” jelasnya.

Menkomdigi menegaskan bahwa arahan Presiden akan dijalankan dengan serius. Regulasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan literasi digital bagi anak-anak serta orang tua, tetapi juga untuk memastikan adanya penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku dan penyebar konten berbahaya.

Dengan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto, Komdigi berkomitmen untuk menyelesaikan regulasi ini dalam waktu satu hingga dua bulan, sebagai bentuk nyata perlindungan negara terhadap anak-anak Indonesia. Keamanan digital bagi generasi muda bukan sekadar kebijakan, tetapi prioritas nasional.

Tim Penguatan Regulasi Perlindungan Anak di Ranah Digital akan bekerja dalam tiga fokus utama:

Memperkuat regulasi dan mekanisme pengawasan terhadap platform digital yang menyediakan akses bagi anak-anak.

Meningkatkan literasi digital bagi anak dan orang tua agar mereka lebih sadar akan risiko di dunia maya.

Menindak tegas pelaku dan penyebar konten berbahaya yang mengancam keselamatan anak-anak.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan di atas kertas, tetapi komitmen nyata pemerintah untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia dari ancaman dunia digital.

Berdasarkan data National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), konten kasus pornografi anak Indonesia selama 4 tahun mencapai 5.566.015 kasus. Jumlah ini merupakan yang terbanyak ke-4 di dunia dan ke-2 di region ASEAN.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (2021) mencatat bahwa 89 persen anak usia lima tahun ke atas menggunakan internet hanya untuk media sosial, yang meningkatkan risiko mereka terpapar konten berbahaya. Kasus judi online, pornografi, perundungan, dan kekerasan seksual terus mendominasi aduan yang diterima oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Pemerintah memastikan bahwa anak-anak harus aman. Dunia digital harus menjadi ruang belajar, bukan ancaman,” ujar Meutya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dugaan Pemalsuan Dokumen Pagar Laut Tangerang Terungkap

Bareskrim Polri tengah melakukan penyelidikan dugaan pemalsuan dokumen dan pencucian uang terkait pemasangan pagar laut di perairan Tangerang.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Raharjo Puro, mengungkap pihaknya menduga adanya pemalsuan dokumen diduga atas terbitnya Surat Hak Guna Bangun (SHGB) dan Surat Hak Milik (SHM).

“Saya sampaikan bahwa ketika mulainya pemberitaan di awal Januari adanya pagar laut Tangerang, kami diperintahkan Kapolri untuk melaksanakan penyelidikan,” ujar Djuhandani di Mabes Polri, Jumat (31/1/25).

Djuhandani menyebut, surat perintah penyelidikan sendiri telah terbit pada 10 Januari 2025. Dalam kasus ini, penyelidik mendalami dugaan pelanggaran pasal 263 KUHP, pasal 264 KUHP, dan UU pencucian uang.

“Kami masih melaksanakan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai barang bukti ataupun keterangan,” tuturnya.

Selanjutnya, ungkapnya, koordinasi dengan penyidik Kejaksaan Agung akan dilakukan mengingat dugaan suap dan korupsi atas pagar laut juga tengah dilakukan. Selain itu, tim penyelidik juga akan memanggil sejumlah pihak terkait.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Juara MTQ Internasional, Akmal Malik: Ini Bukti Kaltim Layak Jadi Juara Umum

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik bersyukur atas prestasi dua wakil Kaltim yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-4.

Menurut Akmal Malik, pencapaian ini membuktikan bahwa Kaltim layak menjadi juara umum pada perhelatan MTQ Nasional XXX tahun 2024.

“Alhamdulillah, Kaltim mewakili Indonesia. Dari empat kategori yang diperlombakan, Kaltim meraih peringkat pertama pada cabang tilawah putra dan tahfiz. Ini prestasi luar biasa yang menunjukkan bahwa kita pantas menjadi juara umum,” ujar Akmal Malik saat menghadiri penutupan MTQ Internasional ke-4 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (1/2/2025).

Dua wakil Kaltim yang meraih juara adalah Imranul Karim, yang menjadi juara pertama cabang Tilawah Putra, serta Yasin Albarr, yang meraih juara pertama pada cabang Tahfiz 30 Juz.

Akmal Malik berharap ke depan akan ada pembinaan yang lebih baik, sehingga prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Insyaallah ini menjadi berkah ke depannya. Saya berpesan kepada keduanya agar tetap tawadhu, terus bersemangat, dan mencintai Al-Qur’an hingga akhir hayat,” pesan Akmal Malik.

MTQ Internasional ke-4 diselenggarakan di Jakarta pada 29 Januari hingga 1 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari 38 negara yang berasal dari Asia, Afrika, dan Eropa. Beberapa peserta juga datang dari negara lain, termasuk Amerika.

Selain lomba membaca Al-Qur’an, acara ini turut diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti seminar Al-Qur’an, pameran kaligrafi internasional, workshop penulisan Al-Qur’an dengan narasumber mancanegara, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi, masing-masing juara menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp125 juta.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News