Beranda blog Halaman 1315

Mau Perpanjang SIM Tanpa Ribet? SIM Keliling Solusinya!

Buat kamu yang malas antre lama untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM), ada kabar baik nih! Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyediakan layanan SIM Keliling di lima lokasi di Jakarta. Layanan ini bikin urusan perpanjangan SIM jadi lebih cepat dan praktis, cocok buat kamu yang super sibuk. Yuk, simak info lengkapnya!

Lokasi dan Jam Operasional SIM Keliling

Layanan SIM Keliling ini beroperasi setiap Jumat dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Berikut daftar lokasi yang bisa kamu kunjungi:

  • Jakarta Timur: Mal Grand Cakung
  • Jakarta Utara: LTC Glodok
  • Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata
  • Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng
  • Jakarta Barat: Mal Citraland

Kamu tinggal pilih lokasi yang paling dekat dan sesuai dengan rencanamu!

Dokumen yang Harus Dibawa

Supaya prosesnya lancar, pastikan kamu sudah menyiapkan dokumen berikut:

  • SIM asli yang ingin diperpanjang
  • KTP asli beserta fotokopinya

Setelah sampai di lokasi, kamu akan diminta mengisi formulir, menjalani tes kesehatan, dan tes psikologi. Gampang, kan?

Biaya Perpanjangan SIM

Untuk biaya perpanjangan, sudah diatur sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016:

  • SIM A: Rp80.000
  • SIM C: Rp75.000

Pastikan kamu membawa uang pas atau bisa tanya soal metode pembayaran lainnya di lokasi ya.

Catatan Penting untuk Pemegang SIM B

Sayangnya, bagi kamu yang ingin memperpanjang SIM B, layanan SIM Keliling ini belum bisa membantu. Kamu perlu datang langsung ke kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), karena ada perbedaan pengurusan dokumen untuk SIM kendaraan berbobot lebih dari 3,5 ton.

Kesimpulan

Layanan SIM Keliling ini benar-benar solusi praktis buat kamu yang nggak mau ribet dan hemat waktu. Jadi, kalau masa berlaku SIM-mu sudah hampir habis, catat jadwal dan lokasinya, lalu manfaatkan fasilitas ini!

Tips Tambahan: Datanglah lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Jangan lupa pakai pakaian yang rapi dan nyaman ya!

Semoga informasi ini membantu, dan selamat memperpanjang SIM!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Nusron dan Basuki Sepakat Percepat Pengukuran Tanah di IKN

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menerima kunjungan dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono pada Selasa (31/12/24) di Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan dan membahas prosedur pengukuran tanah di wilayah IKN, khususnya untuk alokasi investor yang melibatkan kedua lembaga, yaitu Kementerian ATR/BPN dan Otorita IKN.

“Kita ingin menyinkronkan pengukuran tanah. Selama ini, OIKN sebagai pengelola aset dalam penggunaan (ADP) selalu melaksanakan pengukuran tanah demi mengalokasikannya bagi para investor. Tapi, setelah ada alokasi tanah, akan disertipikatkan dan diukur kembali oleh Kementerian ATR/BPN,” ujar Basuki Hadimuljono usai pertemuan dengan Menteri Nusron.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat pengukuran tanah di wilayah IKN akan dilakukan oleh certified surveyor yang kompeten. Langkah ini diambil agar pengukuran yang dilakukan hanya satu kali, namun dapat diakui oleh kedua lembaga tersebut sehingga menghindari duplikasi dan meningkatkan efisiensi dalam proses perencanaan pembangunan IKN.

Certified surveyor merupakan mitra kerja Kementerian ATR/BPN yang telah diatur dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 8 Tahun 2022.

“Memang kewenangannya memang ada di (Kementerian) ATR/BPN. Nah, ini kami ingin menyatukan,” beber Basuki Hadimuljono.

Pengukuran tanah yang terstandarisasi ini diharapkan dapat menjadi landasan kokoh bagi pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas yang mendukung keberhasilan IKN sebagai ibu kota yang baru.

Turut serta mendampingi Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dalam pertemuan ini, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana; Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP), Iljas Tedjo Prijono; Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Asnaedi; serta Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Errsta Jaya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sistem Pascaproduksi PIT Tingkatkan PNBP SDA Perikanan 30% di 2024

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menutup tahun 2024 dengan perolehan penerimaan negara bukan pajak atau PNBP di subsektor perikanan tangkap menembus Rp 1,053 triliun. Total PNPB KKP sampai menjelang akhir tahun tembus Rp2,16 T.

Capaian kinerja sektor perikanan tangkap terdiri dari torehan PNBP sumber daya alam (SDA) sebesar Rp 955,39 miliar dan non SDA yang berasal dari imbal jasa unit pelaksana teknis (UPT) sebesar Rp 101,193 miliar.

Penerapan PNBP pascaproduksi telah KKP terapkan sejak tahun 2023 sebagai bagian dari implementasi penangkapan ikan terukur (PIT). Jika dibandingkan dengan peroleh tahun lalu, terjadi peningkatan perolehan PNBP perikanan tangkap sebesar 30% pada tahun ini.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif, raihan ini merupakan andil bersama pemerintah dengan para pelaku usaha perikanan. Kepatuhan pelaku usaha, dinilainya menjadi salah satu faktor keberhasilan tersebut.

“Perolehan ini menjadi bukti PNBP pascaproduksi sebagai bentuk keadilan berusaha. Pembayaran PNBP disesuaikan dengan jumlah ikan hasil tangkapan setelah didaratkan,” ungkapnya dalam keterangan resmi KKP.

Lebih lanjut Latif menerangkan perolehan PNBP ini nantinya akan dikembalikan ke masyarakat kelautan dan perikanan. Tujuannya untuk mendukung produktivitas dan peningkatan kesejahteraan nelayan kecil.

“Hasil PNBP kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan termasuk program bantuan bagi nelayan kecil, berupa peningkatan kapasitas dan pemberdayaan,” ujarnya.

Sebelumnya, di berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan PNBP pascaproduksi ini diterapkan untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan ekonomi, sekaligus keberlanjutan sumber daya akan lebih terjaga demi ekonomi biru, laut sehat dan Indonesia sejahtera.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sinergi KKP dan Pelaku Usaha Perikanan Tingkatkan Hasil PNBP

Sinergi Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP dengan pelaku usaha berhasil membawa capaian kinerja sektor kelautan dan perikanan yang optimal.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menilai kepatuhan dan kesadaran yang baik dari pelaku usaha menjadi salah satu faktor keberhasilan tersebut. Pelaporan data yang akurat tidak hanya terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP), namun juga memperbaiki data statistik hingga proses estimasi potensi sumber daya ikan.

“Banyak pelaku usaha yang telah sadar dan patuh memenuhi kewajibannya untuk membayar PNBP, namun masih ada juga yang masih kurang peduli dan belum memenuhi kewajibannya sesuai aturan yang berlaku,” papar Latif.

KKP selalu mengupayakan semua pelaku usaha bisa mendapatkan haknya dalam berusaha. Bersamaan dengan itu, pengusaha juga diharapkan melakukan kewajibannya, salah satunya membayar PNBP sehingga terwujud rasa keadilan bagi semuanya.

“Kepada para pengusaha yang telah melaksanakan kewajibannya dengan baik saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Bagi pengusaha yang belum melaksanakan dengan baik dihimbau untuk segera menyesuaikan dengan aturan berlaku. Bila ada kendala bisa duduk bersama dan konsultasi dengan tim kami untuk di cek apa masalahnya dan dicarikan solusi terbaik,” tegasnya dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Rabu (1/1).

Sinergi ini berkontribusi dalam pencapaian (PNBP) sumber daya alam perikanan tahun 2024, yang hingga 31 Desember 2024 berdasarkan data Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) Kementerian Keuangan mencapai Rp 955,39 miliar. Selain itu, total produksi perikanan tangkap dari kapal izin pusat yang dilaporkan pelaku usaha mencapai 1,17 juta ton.

KKP mencatat perkembangan PNBP sampai dengan Agustus 2024 sebesar Rp 533,9 miliar dan terus menanjak dengan rata-rata pendapatan PNBP Januari s.d Agustus 2024 sebesar Rp 66,7 miliar/bulan dan rata-rata September s.d 28 Desember 2024 sebesar Rp 105,37 miliar/bulan.

“Apabila ditambah dengan capaian PNBP non-SDA yang berasal dari imbal jasa UPT Ditjen Perikanan Tangkap maka PNBP perikanan tangkap tahun 2024 sampai 31 Desember sebesar Rp 1,053 triliun,” ungkap Latif.

Menurut Latif, perolehan ini merupakan andil bersama, termasuk dari hasil evaluasi data yang dilakukan pelaku usaha secara mandiri dengan total volume sebesar 23,8 ribu ton dengan nilai PNBP sebesar Rp 28,85 miliar.

Pemantauan dan Pendataan Semakin Efektif

⁠Seperti diketahui, sebagai bagian dari pelaksaanaan PNBP pascaproduksi, pelaku usaha melakukan evaluasi atas data produksi yang telah disampaikan selama setahun musim penangkapan ikan sebagaimana ketentuan dalam Permen KP No 17 tahun 2024.

Selain itu, dengan pascaproduksi dan bantuan teknologi informasi melalui aplikasi e-PIT proses bisnis perikanan tangkap menjadi semakin terpantau dan terdata.

“Pencapaian Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan kemudahan perizinan usaha perikanan tangkap yang saat ini full online dan paperless. Kami akan terus meningkatkan pelayanan publik yang optimal di tahun 2025,” imbuh Latif.

Per 31 Desember 2024, tercatat sebanyak 14.617 kapal izin pusat yang melakukan usaha perikanan tangkap.

Latif dan jajarannya akan menata jumlah kapal yang diizinkan untuk operasional sesuai ketersediaan sumber daya ikan yang ada di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Per 31 Desember 2024, tercatat 14.617 kapal izin pusat yang melakukan usaha perikanan tangkap.

“Analisa dan evaluasi serta pembenahan dan penyempuranaan di segala aspek terus kita lakukan bersama baik internal maupun eksternal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat perikanan. Kami memang belum sempurna tetapi akan terus memberikan yang terbaik bagi para pelaku usaha dan nelayan Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menyebutkan upaya melakukan tranformasi tata kelola perikanan tangkap terus dilakukan KKP agar semakin maju, berkelanjutan, dan mampu menumbuhkan ekonomi nasional serta mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pengumuman Tahap I, 71.424 Peserta Lolos Seleksi PPPK Kemenag 2024

Kementerian Agama atau Kemenag hari ini mengumumkan hasil akhir seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK bagi Eks Tenaga Honorer Kategori II (Eks THK-II) dan Tenaga Non ASN yang terdaftar dalam Database BKN untuk tahun anggaran 2024. Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani mengatakan bahwa ada 71.424 peserta yang dinyatakan lolos seleksi.

“Dari 71.817 peserta, hari ini kita umumkan ada 71.424 orang atau 99,45% yang lolos seleksi PPPK Kemenag. Ada 393 peserta atau 0,55% yang dinyatakan tidak lolos. Info kelulusan bisa diakses melalui akun masing-masing. Keputusan Panitia Seleksi PPPK Kementerian Agama Tahun Anggaran 2024 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” terang M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (1/1/2025).

“Peserta yang dinyatakan lulus seleksi harus menyampaikan kelengkapan berkas secara elektronik melalui akun masing-masing pada laman https://sscasn.bkn.go.id mulai 1 sampai 31 Januari 2025,” sambungnya.

Kelengkapan dokumen yang diunggah peserta:

a. Pasfoto terbaru menggunakan pakaian formal dengan latar belakang warna merah;

b. Asli Ijazah atau bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri, telah memperoleh surat keputusan penyetaraan ijazah dari kementerian yang berwenang;

c. Asli transkrip nilai atau bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri melampirkan transkrip nilai dan surat keputusan hasil konversi nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari kementerian yang berwenang;

d. Hasil cetak/print out DRH (Daftar Riwayat Hidup) dari laman https://sscasn.bkn.go.id yang pada bagian nama, tempat lahir, dan tanggal lahir ditulis tangan sendiri menggunakan huruf kapital/balok dengan tinta hitam, telah ditandatangani sendiri oleh peserta dan dibubuhi meterai 10.000;

e. Surat Pernyataan 5 (lima) poin yang telah ditandatangani sendiri oleh peserta dan dibubuhi meterai 10.000 sesuai format sebagaimana terlampir pada pengumuman ini;

f. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan masih berlaku pada saat pengisian DRH;

g. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter yang berstatus Pegawai Negeri Sipil atau Dokter yang bekerja pada Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah (diutamakan menggunakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Kementerian Agama) yang dibuat dan ditetapkan paling kurang pada bulan Januari 2025;

h. Surat Keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya yang ditandatangani oleh Dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah atau dari Pejabat yang berwenang pada Badan/Lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba dimaksud, yang dibuat dan ditetapkan paling kurang pada bulan Januari 2025.

“Apabila sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi tidak mengisi DRH dan/atau tidak dapat memenuhi/melengkapi kelengkapan dokumen, maka yang bersangkutan dianggap tidak memenuhi syarat dan/atau dianggap mengundurkan diri,” tegas Kang Dhani, panggilan akrabnya.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia pada Setjen Kemenga Wawan Djunaedi menambahkan, apabila terdapat peserta yang telah dinyatakan lolos, namun memilih untuk mengundurkan diri, maka dia wajib membuat dan mengunggah surat pengunduran diri yang telah ditandatangani sendiri dan dibubuhi meterai 10.000. Sehingga, kebutuhan jabatan yang bersangkutan dapat diisi/diganti dari peserta urutan berikutnya pada kebutuhan jabatan yang sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Peserta pengisi/pengganti akan dipanggil melalui pengumuman dan disampaikan selanjutnya,” sebut Wawan.

Jika ada peserta yang sudah dinyatakan lolos tahap akhir Seleksi PPPK dan/atau sudah mendapatkan persetujuan Nomor Induk PPPK kemudian mengundurkan diri, maka kata Wawan, yang bersangkutan akan dikenai sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk 2 (dua) tahun anggaran pengadaan Pegawai ASN berikutnya.

“Peserta yang dinyatakan lulus bersedia menerima segala konsekuensi dari peraturan perundangundangan yang berlaku dan bagi peserta yang memberikan keterangan tidak benar/palsu/menyalahi ketentuan pada saat pendaftaran, pemberkasan, dan setelah diangkat menjadi PPPK, Pejabat Pembina Kepegawaian Kementerian Agama berhak membatalkan kelulusan dan memberhentikan status yang bersangkutan sebagai PPPK,” tegas Wawan.

“Proses seleksi ini tidak dipungut biaya. Kelulusan pelamar adalah prestasi dan hasil kerja sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari pegawai Kementerian Agama atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindak penipuan,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pj Bupati Magetan Ungkap Rahasia Kesuksesan 2024 di Apel Pagi

Mengawali Tahun 2025 Penjabat Bupati Magetan, Nizhamul, S.E., M.M., pimpin Apel pagi pada, Kamis (02/01) dihadapan para, Penjabat Sekretaris Daerah Magetan, Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian dan Kepala OPD, Camat, Karyawab Karyawati Pemerintah Kabupaten Magetan.

Sebagai refleksi awal tahun Pj Bupati Magetan apresiasi tingkat kehadiran apel pagi ini, yang hadir hampir 100 persen di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Magetan.

Dalam amanatnya, Pj. Bupati Magetan Nizhamul mengucapkan selamat tahun baru 2025 dan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan di tahun 2024

“Sebagai refleksi, kita telah melaksanakan pesta demokrasi terbesar dan sudah melewati fase itu dengan aman damai tentram, kita tahun ini sudah mendapatkan satu pasang Kepala Daerah legitimate untuk 5 tahun kedepannya,” ucapnya.

Lebih lanjut Penjabat Bupati Magetan Nizhamul, S.E., M.M., menyebutkan bahwa diawal tahun 2025 untuk jabatan Pj sesuai aturannya bulan Februari selesai setelah pelantikan Kepala Daerah oleh Gubernur dan PJ kembali pada satuan masing-masing.

Menutup arahannya pada apel pagi tersebut pihaknya juga mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2025 dengan semangat dan energi yang luar biasa dan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rangkaian “Melepas Matahari 2024” Ribuan Anak-Anak Sanggar Tari Gelar Latihan Bersama

Rangkaian dari kegiatan “Melepas Matahari 2024“, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan memfasilitasi ribuan anak-anak dari berbagai sanggar tari untuk melaksanakan latihan bersama. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, pada Selasa (31/12), dan menjadi salah satu acara yang menampilkan kekayaan seni tari tradisional Bali.

Dengan adanya latihan bersama ini, diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah edukasi budaya bagi anak-anak Denpasar. Acara ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melestarikan seni tradisional sekaligus memupuk semangat cinta budaya pada generasi muda.

Beberapa sanggar yang terlibat, seperti Sanggar Tari Rare Duita, Sanggar Tari Warini, Sanggar Maharani, Sanggar Tari Semara Sidhi, dan lainnya, mengirimkan para penari cilik yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah dasar. Empat materi tari diberikan, yang meliputi Tari Pendet, Tari Condong, Tari Baris, dan Tari Wirayuda, dengan arahan langsung dari pembina tari putri, Luh widi anggarawati, dan Putu yuliantika ardhaswari, pembina tari putra, Made Sukarda di atas panggung. Para peserta dengan antusias mengikuti setiap gerakan, menciptakan harmoni dalam latihan massal ini.

Nanta, salah satu peserta dari Sanggar Tari Rare Duita, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam acara ini. “Sering ikut dalam kegiatan latihan bersama ini, dan sebelum tampil di Lapangan Puputan telah mengikuti latihan nari Baris di sanggar bersama teman-teman,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, menjelaskan bahwa latihan bersama ini telah berlangsung setiap tahun dan menjadi bagian dari rangkaian acara “Melepas Matahari 2024”, yang bertujuan melibatkan generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali.

“Setelah latihan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan panggung hiburan budaya di Lapangan Puputan Badung, menampilkan Kesenian Barong Mebarung dan Kesenian Kolaborasi,” jelasnya.

Raka Purwantara juga menambahkan bahwa masyarakat memiliki berbagai pilihan lokasi hiburan untuk merayakan pergantian tahun, seperti di Lapangan Puputan Badung, Kawasan Patung Catur Muka, dan Pantai Mertasari, Sanur, yang semuanya menawarkan hiburan rakyat berkualitas.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pj Wali Kota Cimahi Pantau Langsung Malam Pergantian Tahun Baru

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan pergantian malam Tahun Baru 2025 pada Selasa (31/12/2024).

Titik awal yang dipantau langsung adalah kawasan Alun-alun Kota Cimahi yang dipadati masyarakat yang hendak merayakan pergantian Tahun Baru 2025. Di area alun-alun masyarakat ramai beraktivitas sembari berbelanja. Di sisi sebelahnya, Masjid Agung Cimahi juga menggelar istigasah bertepatan dengan momen 1 Rajab 1446 Hijriah.

“Kita dengan forkopimda kumpul di sini (Alun-alun Cimahi), sama-sama memonitor jalannya perayaan menyambut Tahun Baru 2025. Kondisinya semua baik,” kata Dicky saat ditemui.

Dicky mengatakan pihaknya meminta semua fasilitas pelayanan seperti Puskesmas, pos pengamanan, serta pos pelayanan di Alun-alun Cimahi bersiaga sampai selesai perayaan masyarakat.

“Kita tentunya memonitor fasilitas yang akan siaga 24 jam seperti puskesmas, pos pengamanan agar petugas yang disiagakan bisa mengatur jadwal kegiatan dan piketnya sehingga apapun yang terjadi selama perayaan kni benar-benar aman,” kata Dicky.

Dicky mengimbau masyarakat bisa menjaga keamanan dan kenyamanan perayaan pergantian tahun 2025 ini dengan menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Mari sambut 2025 dengan perayaan yang sebaik-baiknya tapi tetap menjaga keamanan dan kenyamanan. Cuma ada kemacetan di beberapa titik dan saya kira itu wajar ya karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat dan saya sudah cek pos melaporkan semuanya aman,” pungkas Dicky.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Event Lari Internasional Maratua Run 2025 Siap Guncang Kalimantan

Kalimantan Timur (Kaltim) siap mengawali tahun 2025 dengan rangkaian event spektakuler. Selain kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Kalimantan Timur pada Januari, sebuah event lari berskala internasional bertajuk Maratua Run 2025 akan digelar di Pulau Maratua, Kabupaten Berau pada Februari 2025 mendatang.

Event lari internasional ini mengusung konsep two in one (2in1) yang menggabungkan olahraga dengan promosi pariwisata. Maratua Run 2025 dirancang untuk mendorong kemajuan sektor olahraga dan pariwisata, khususnya di wilayah remote area seperti Pulau Maratua, yang dikenal sebagai surga tersembunyi di Kalimantan Timur.

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik sebagai inisiator acara ini mengungkapkan, Maratua memiliki daya tarik wisata yang menawarkan keindahan bahari. Potensi keindahan alam ini harus dikenalkan kepada dunia. Melalui Maratua Run diharapkan atensi dunia bisa mengarah ke gugusan pulau tersembunyi di pedalaman Kalimantan Timur.

“Event ini salah satu upaya kita mentrigger sektor pariwisata di daerah remote Kaltim agar dikenal dan dikunjungi. Kaltim ini provinsi hebat. Orang Jakarta kalau bikin event di Monas itu biasa saja, karena jalannya sudah bagus. Tapi kita, bikin event di tengah pulau sana. Itu baru hebat,” kata Akmal Malik saat memimpin Rapat Persiapan Maratua Run 5K dan 10K Tahun 2025 di Ruang VIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Senin (30/12/2024).

Melalui pelaksanaan event lari ini, Akmal juga berharap dapat menambah jumlah penerbangan regular langsung ke Bandara Maratua. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai maskapai untuk menambah ekstra flight ke Pulau Maratua.

Meski demikian, opsi lain juga dipersiapkan. Selain penerbangan langsung ke Maratua, opsi transportasi melalui Bandara Kalimarau juga dapat menjadi pilihan. Kemudian dilanjutkan dengan transportasi laut menggunakan speedboat yang disiapkan di dua pelabuhan. Yakni Pelabuhan Sanggam dan Pelabuhan Tanjung Batu, Berau.

Jika pelaksanaan event olahraga dan pariwisata ini berhasil, Akmal menginginkan Maratua Run bisa menjadi benchmarking bagi daerah remote lainnya untuk digelar event yang sama.

“Mungkin selanjutnya kita gelar juga di Mahakam Ulu, di Paser, kita wujudkan keadilan sosial bagi seluruh Kalimantan Timur. Kalau seperti Balikpapan Samarinda itu tidak perlu lagi diperkenalkan, sudah banyak orang ke sini,” ungkapnya.

Ketua Panitia Maratua Run 2025, Sri Wahyuni menyebut seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang. Unsur panitia dari jajaran pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Berau terus memastikan seluruh kesiapan tekniss demi menyukseskan event akbar ini. Pihaknya juga menggandeng Event Organizer (EO) tersertifikasi internasional yang memiliki jejejaring komunitas lari dari seluruh dunia. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 orang dengan rute lari 5k dan 10k.

“Kapasitas resort, penginapan, dan homestay kita prioritaskan untuk peserta. Sementara panitia nanti akan menyewa rumah penduduk setempat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni.

Ia menyebut ada sebanyak 426 kamar yang siap menampung akomodasi para peserta. Selain event lari, Maratua Run 2025 juga akan diisi dengan bazar, pentas seni, dan promosi pariwisata lokal yang melibatkan masyarakat setempat. Kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan UMKM lokal turut diberdayakan dan berpartisipasi dalam Maratua Run 2025.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

PPN 12% untuk Barang Mewah, DPR: Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

DPR RI mengapresiasi sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memutuskan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 menjadi 12 persen hanya untuk barang dan jasa mewah.

Kebijakan menaikkan tarif pajak hanya untuk barang mewah itu diputuskan pemerintah dengan menerapkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Keputusan itu dinilai telah mengedepankan kepentingan rakyat kecil.

“DPR RI memberikan apresiasi kepada pemerintah Prabowo-Gibran yang telah menerima aspirasi rakyat dan DPR RI, hasil pertemuan pada 5 Desember 2024, antara perwakilan DPR RI dengan Presiden Prabowo telah memutuskan beberapa hal yang kemudian hasil keputusan itu pada hari ini diumumkan oleh Presiden Prabowo menjadi penerapan UU Harmonisasi Peraturan Pajak yang pro rakyat,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (31/12/2024).

Baca juga: Pemerintah Putuskan PPN 12% Hanya Untuk Barang dan Jasa Mewah

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan ada tiga poin yang diputuskan pemerintah Prabowo dalam merespons aspirasi rakyat terkait kenaikan PPN tersebut.

Pertama, tarif PPN yang naik 1 persen dari 11 menjadi 12 persen hanya untuk barang dan jasa mewah. Kedua, pemerintah menetapkan tidak ada kenaikan tarif PPN terhadap barang dan jasa lain selain yang masuk kategori mewah.

“Untuk barang dan jasa selain barang mewah tidak ada kenaikan PPN dan tetap dikenakan tarif lama 11 persen,” katanya.

Dasco melanjutkan poin ketiga ialah pemerintah memutuskan untuk tetap tidak menerapkan tarif PPN terhadap barang dan jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Ketiga, barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang selama ini bebas dari tarif PPN tetap diberikan fasilitas pembebasan atau dikenakan tarif nol persen, masih tetap berlaku,” ucap Dasco.

Menurut dia, pendapatan pemerintah untuk APBN 2025 usai menerapkan kebijakan ini diperhitungkan hanya sebesar Rp3,2 triliun. Padahal, potensi penerimaan negara jika PPN 12 persen diberlakukan pada semua barang dan jasa mencapai Rp75 triliun.

“Ini tentunya pilihan yang sulit bagi pemerintah, namun kami apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat kecil,” kata Dasco.

Dasco mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk bersatu dan mendoakan pemerintahan Prabowo-Gibran bisa mengemban tugas sebagai pemimpin negara dengan baik. Terpenting, mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.

“Kita berdoa agar pemerintah dengan rakyat bersatu untuk kemajuan Indonesia, selamat Tahun Baru 2025,” kata Dasco.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News