Beranda blog Halaman 139

Hong Kong Geser Singapura, Jadi Investor Asing Terbesar di Indonesia pada Kuartal II 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional.

“Di kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong sehingga posisi pertama dari PMA (Penanaman Modal Asing) di kuartal kedua ini ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar,” jelas Menteri Rosan.

Realisasi investasi asing pada Triwulan II Tahun 2026 dipimpin oleh Hong Kong, RRT, kemudian disusul Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Kelima negara tersebut berkontribusi sebesar 79,6 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia. Pada periode ini, realisasi PMA tercatat sebesar Rp257,7 triliun (50,4 persen), sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp254,1 triliun (49,6 persen).

Dari sisi lokasi investasi, pada Triwulan II Tahun 2026 investasi di luar Pulau Jawa juga tetap mendominasi dengan nilai Rp256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp255,3 triliun (49,9 persen). Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia. Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp94,9 triliun), Jawa Barat (Rp61,3 triliun), Maluku Utara (Rp40,2 triliun), Jawa Timur (Rp40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp36,6 triliun).

Sementara itu, total realisasi investasi Semester I Tahun 2026, untuk PMA mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen. Sedangkan dari sisi persebaran wilayah, luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun (50,2%), lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp502,8 triliun (49,8%).

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi Semester I Tahun 2026 masih didominasi oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, diikuti Jasa Lainnya, Pertambangan, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.

Hilirisasi Masih Menjadi Motor Capaian Realisasi Investasi

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sebagai strategi utama transformasi ekonomi nasional. Pada Semester I Tahun 2026, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Investasi hilirisasi masih didominasi oleh komoditas mineral, khususnya bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika, yang menjadi penggerak peningkatan nilai tambah industri nasional.

“Realisasi investasi di bidang hilirisasi untuk triwulan kedua ini angkanya Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7% (YoY), dan total realisasi investasinya ini hampir mencapai 30% atau 29,8% dari total realisasi investasi di triwulan kedua tahun 2026. Kalau kita lihat biasanya itu nikel yang menjadi nomor satu. Nah ini ada shifting, bauksit sekarang menjadi nomor satu. Karena memang ada beberapa pembangunan bauksit, baik yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri maupun luar negeri, sehingga bauksit untuk pertama kalinya mengambil tempat nomor satu. Tapi harapannya tetap ingin mendorong hilirisasi turunan dari kelapa sawit dan lain-lainnya,” papar Menteri Rosan.

Menteri Rosan menegaskan, pemerintah akan terus menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha, penguatan ekosistem investasi, percepatan pembangunan kawasan industri dan hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wabup Sumedang Hadiri Panen Raya Serentak bersama TNI, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menghadiri Panen Raya bersama TNI di lahan Kelompok Tani Ciroyom 1, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Jumat (17/7/2026).  Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak yang digelar di 43 titik di seluruh Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani berupa dua unit rotavator, satu unit combine harvester, lima unit pompa air, serta bantuan benih jagung. Desa Palasari memiliki luas baku sawah mencapai 218 hektare yang memiliki potensi besar dalam mendukung produksi pangan. Di Kecamatan Ujungjaya sendiri total serapan gabah sampai bula Juli tahun 2026 sebanyak 2.869,19 Ton.

Wakil Bupati M. Fajar Aldila mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya meningkatkan produktivitas padi melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya melalui program unggulan 4A (Ada Air, Ada Pupuk, Ada Benih, Ada Alsinta) untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumedang dan bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Program ini kami hadirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Sumedang, sekaligus mendukung cita-cita Bapak Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan Republik Indonesia,” ujarnya.

Pemkab Sumedang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil pertanian, mulai dari berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mitigasi El Nino, pemasangan mesin pompa untuk irigasi dengan memanfaatkan sumber air Sungai Cimanuk dan Cipelang, hingga pembangunan sodetan dengan memanfaatkan sumber air dari Bendung Cariang.

“Saya harap panen raya ini menjadi penyemangat bagi seluruh petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta menjadi contoh kerja sama lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” tambah Wabup Fajar.

Wabup Fajar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sektor pertanian di Sumedang. “Terima kasih kepada semua pihak. Semoga para petani di Kabupaten Sumedang terus merasakan manfaat dari berbagai program yang dijalankan sehingga semakin sejahtera, termasuk seluruh gapoktan yang ada di Sumedang,” ujarnya.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengatakan, panen raya serentak tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Panen raya serentak ini dilaksanakan bersama TNI dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk wilayah Kodam III/Siliwangi, kegiatan dipusatkan di Ujungjaya, Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ia berharap hasil panen tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. “Mudah-mudahan panen raya kali ini hasilnya surplus dan lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dispendukcapil Tuban Jemput Bola Aktivasi IKD di Car Free Day, Warga Antusias Daftar

Kemudahan mengakses layanan publik kini dapat dilakukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang tersimpan di dalam smartphone. Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tuban menggelar sosialisasi sekaligus layanan pendaftaran dan aktivasi IKD bagi masyarakat saat Car Free Day (CFD) di Jalan Sunan Kalijaga, Tuban, Minggu (19/7).

Melalui layanan jemput bola tersebut, masyarakat dapat langsung mengaktifkan IKD dengan membawa KTP elektronik (KTP-el) asli, smartphone, alamat email aktif, dan nomor telepon aktif. Petugas Dispendukcapil siap mendampingi masyarakat mulai dari proses registrasi hingga aktivasi aplikasi IKD.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tuban, Agung Triwibowo, menjelaskan bahwa IKD merupakan inovasi pemerintah dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah, cepat, aman, dan efisien.

“Masih banyak masyarakat yang menyimpan KTP hanya di dompet. Kini saatnya memiliki versi digitalnya melalui Identitas Kependudukan Digital. IKD memberikan banyak manfaat, mulai dari data yang lebih aman dan terlindungi, praktis karena cukup diakses melalui smartphone, memiliki kekuatan hukum yang sama seperti KTP-el fisik, hingga mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik,” jelas Agung.

Lebih lanjut, Agung menerangkan bahwa IKD merupakan informasi elektronik yang merepresentasikan dokumen kependudukan dalam bentuk digital melalui aplikasi pada smartphone. Penerapan IKD telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Standar dan Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak, dan Blangko KTP-el serta Penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital.

Berbeda dengan KTP-el yang berbentuk fisik, IKD menghadirkan berbagai fitur digital dalam satu aplikasi. Selain dapat digunakan untuk verifikasi identitas secara daring, aplikasi tersebut juga memungkinkan masyarakat menyimpan dokumen kependudukan, seperti KK, KIA, hingga Akta Kelahiran.

“Penerapan IKD bertujuan mengikuti perkembangan teknologi informasi, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi kependudukan, mempercepat pelayanan publik maupun layanan privat berbasis digital, serta mengamankan identitas penduduk melalui sistem autentikasi sehingga dapat mencegah pemalsuan maupun kebocoran data,” imbuhnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Tuban yang telah memiliki KTP-el untuk segera mengaktifkan IKD. Selain melalui layanan di Kantor Dispendukcapil, aktivasi IKD juga terus digencarkan melalui program jemput bola di berbagai lokasi, termasuk kegiatan Car Free Day, instansi pemerintah, sekolah, perbankan, BUMN, BUMD, maupun sektor swasta.

“Dengan semakin banyak masyarakat yang menggunakan IKD, pelayanan administrasi kependudukan akan semakin mudah, cepat, aman, dan efisien. Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk segera mengaktifkan IKD,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Haul ke-13 KH Achmad Mudlor Digelar di Pesantren Luhur Malang, Pemkot Ajak Teladani Perjuangan Ulama

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Malang, Achmad Sholeh mewakili Wali Kota Malang menghadiri peringatan Haul ke-13 Almaghfurlah Prof. Dr. KH. Achmad Mudlor, S.H., pendiri sekaligus muassis Lembaga Pendidikan Tinggi Pesantren Luhur Malang, yang digelar di Aula Pesantren Luhur, Jalan Raya Sumbersari Nomor 88, Kota Malang, Sabtu (18/7/2026).

Mengusung tema ‘Meniti Jejak Sang Murabbi, Merekat Barisan Kalbu dalam Mewujudkan Jiwa Tangguh yang Berkarakter 3M’, kegiatan ini dihadiri para alumni, tokoh agama, perwakilan sejumlah pondok pesantren, serta masyarakat sekitar. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan perjuangan Almarhum KH. Achmad Mudlor.

Dalam sambutannya, Achmad Sholeh menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang waktu, tetapi juga menjadi momentum untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama.

“Ini bukan sekadar hitungan waktu, tapi juga menjadi jembatan cinta dengan yang masih hidup. Amal yang ditanam oleh Kiai Mudlor akan terus tumbuh meski beliau sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pesan Wali Kota Malang yang mengapresiasi penyelenggaraan haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Ini akan menjadi jembatan antara santri, keluarga, dan para alim ulama. Bapak Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berpesan bahwa beliau mengapresiasi dan berterima kasih karena haul ini dilaksanakan secara istikamah, rutin setiap tahun,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Achmad Sholeh mengajak masyarakat untuk meneladani ajaran dan perjuangan KH. Achmad Mudlor. “Mari kita teladani apa yang diajarkan oleh para ulama, khususnya Kiai Mudlor. Sehingga kita mendapat berkahnya, serta dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Luhur, Gus Muhammad Danial Farasih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Menurutnya, penyelenggaraan haul merupakan bagian dari sunatullah sekaligus wujud kecintaan kepada Allah SWT dan para ulama.

“Haul ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan Kiai Mudlor, khususnya dalam syiar Islam dan dunia pendidikan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” harapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Papua Siapkan Kapal Bersubsidi Beroperasi 2026, Rute Jayapura–Biak dan Jayapura–Serui Jadi Prioritas

Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan konektivitas antardaerah melalui rencana pengoperasian kapal bersubsidi yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menekan biaya logistik di wilayah Papua.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua, Muflih Musaad, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah melakukan perhitungan kemampuan fiskal sebagai dasar penentuan jumlah armada maupun besaran anggaran yang akan dialokasikan bagi penyelenggaraan transportasi laut bersubsidi.

“Saat ini kami sedang menghitung kapasitas fiskal daerah. Setelah itu baru dapat ditentukan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan transportasi laut bersubsidi,” ujar Muflih.

Menurut Muflih, program kapal bersubsidi diharapkan mampu meningkatkan frekuensi pelayaran pada sejumlah jalur strategis, khususnya rute Jayapura-Serui dan Jayapura-Biak, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

“Kami berharap ke depan pelayaran Jayapura-Serui maupun Jayapura-Biak dapat beroperasi dua hingga tiga kali dalam sepekan sehingga akses transportasi masyarakat semakin mudah, cepat, dan terjangkau,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muflih menyampaikan bahwa pengembangan transportasi laut merupakan salah satu program prioritas Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dalam membangun sistem konektivitas antardaerah yang semakin terintegrasi.

Melalui penyediaan kapal bersubsidi, Pemerintah Provinsi Papua berupaya memperkuat aksesibilitas wilayah, meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, terutama bagi masyarakat di kawasan pesisir dan kepulauan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Groundbreaking LNG Abadi Masela Digelar di Tanimbar, Maluku Siap Jadi Pusat Energi Baru

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa didampingi Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menghadiri pelaksanaan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela yang secara resmi dimulai oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (16/7/2026).

Pelaksanaan groundbreaking berlangsung secara hybrid, dengan Presiden Prabowo memimpin prosesi melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, sementara kegiatan di lapangan dipusatkan di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan Proyek Abadi Masela menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional. Menurutnya, proyek yang telah direncanakan sejak 1998 tersebut akhirnya memasuki tahap pembangunan berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau sekitar Rp342 triliun, Proyek LNG Abadi Masela akan mengembangkan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi dengan kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, disertai produksi gas sekitar 1.200 MMSCFD dan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari. Sebanyak 60 persen produksi gas direncanakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pasar ekspor.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan Proyek LNG Abadi Masela merupakan momentum penting setelah penantian hampir tiga dekade. Presiden meminta agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan sehingga proyek strategis tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Presiden juga menekankan bahwa dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela tidak hanya menjadi langkah memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi simbol percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta upaya menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Maluku dan kawasan timur Indonesia.

Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, dimulainya pembangunan Proyek LNG Abadi Masela merupakan momentum strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Presiden dan CEO PT Inpex Masela Takayuki Ueda, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar, Bupati Maluku Barat Daya, Sekretaris Daerah Maluku, Kepala SKK Migas Joko Siswanto, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Sherly Gandeng Fatayat NU dan GP Ansor untuk Perkuat Ekonomi Inklusif di Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk berkolaborasi dengan Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sherly saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan dan Seminar Nasional Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Maluku Utara, Kamis malam (16/07/26), di Aula BLK Ternate.

“Saya ucapkan selamat datang kepada Ibu Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Ini kunjungan kedua beliau sebagai Wamen Koperasi di Bumi Maluku Kie Raha. Suatu kehormatan dan penyemangat bagi kami,” ujar Gubernur Sherly.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara. Berdasarkan data, Maluku Utara tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada tahun lalu, dan pada kuartal I tahun ini juga masih berada di angka yang tinggi.

“Namun, tantangan kita adalah pertumbuhan ini belum inklusif. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.

Gubernur Sherly mengajak seluruh kader Fatayat NU, khususnya ibu-ibu muda dan pelaku UMKM, untuk mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia menilai Fatayat NU dengan usia anggota di bawah 47 tahun memiliki energi besar yang perlu dioptimalkan.

“Saya percaya, sebuah daerah tidak mungkin lebih kuat dari kekuatan keluarganya. Ketika perempuan di Fatayat NU kuat secara karakter agama dan juga kuat secara finansial, maka anak-anak akan terlindungi, keluarga akan sehat, dan dari keluarga yang sehat dan kuat itulah akan lahir desa, kabupaten, provinsi, dan negara yang kuat,” jelasnya.

Untuk mendukung hal itu, Pemprov Maluku Utara membuka pintu kolaborasi program. Beberapa tantangan UMKM yang disoroti antara lain akses permodalan, peningkatan kapasitas, kompetensi, dan pendampingan.

“Di sini hadir Dinas Koperasi dan dinas terkait lainnya. Kita juga punya banyak program di Pemprov yang bisa kita kolaborasikan, mulai dari pencegahan stunting , peningkatan ekonomi keluarga, hingga akses permodalan,” lanjut Gubernur.

Ia juga menyampaikan kabar baik terkait akses pembiayaan. Melalui PNM Mekaar, suku bunga pinjaman telah turun dari 24% menjadi 9%. Saat ini PNM Mekaar sudah beroperasi di 5 kabupaten/kota di Maluku Utara dan ditargetkan bertambah di 5 kabupaten/kota lagi pada tahun depan.

“Hal-hal teknis silakan berkoordinasi dengan dinas terkait. Intinya, kami Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap bekerja sama, menggunakan kekuatan Fatayat NU. Tadi kata Ibu Wamen, ibu-ibunya masih muda dan sangat bersemangat. Ini akan kita optimalkan agar menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara,” tegas Gubernur Sherly.

Gubernur Sherly juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi melahirkan program-program nyata yang berdampak bagi perempuan dan ibu-ibu muda di Maluku Utara.

Mengakhirinya sambutannya, Gubernur menitipkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan dampak yang nyata.

Acara tersebut turut dihadiri Sekda Provinsi Maluku Utara, Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Maluku Utara, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Maluku Utara, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku Utara Ibu Rosita Alting, perwakilan Rektor Universitas Hasanuddin, unsur DP3A, pelaku UMKM, Koperasi Merah Putih, serta para pimpinan organisasi dan tamu undangan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti, M.Pd. dengan ketuanya, Mardiah Z. Hanafi, S.Pd., Gr., dan penandatanganan Berita Acara Pelantikan, serta dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Memperkuat Peran Fatayat NU Malut dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Sesuai Program Pembangunan Koperasi Nasional,” dengan keynote speech dari Wamen Koperasi, Hj. Farida Faricha.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Panen Raya di Malang, Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Bangun Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kerja keras di berbagai sektor strategis. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta berbagai unsur yang dinilainya telah bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat pencapaian program-program prioritas nasional. Menurut Presiden, semangat kerja keras tersebut lahir dari kesadaran bahwa rakyat Indonesia telah terlalu lama menghadapi kondisi yang tidak sepadan dengan potensi bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya.

“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dalam mengelola dan menjaga kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat. Kepala Negara menegaskan bahwa kebersamaan menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

“Semua unsur, kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan, sudah bersatulah, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita. Bersatulah untuk mengamankan, menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap setiap bentuk penyalahgunaan kewenangan maupun tindakan yang merugikan kepentingan rakyat. Menurut Presiden, aparatur negara yang telah diberi kepercayaan oleh masyarakat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, bukan sebaliknya.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa target swasembada pangan telah berhasil dicapai. Pemerintah kini mengarahkan fokus pada percepatan swasembada energi, pembangunan ketahanan air, serta penertiban berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara, mulai dari penyelundupan hingga praktik pertambangan, perkebunan, perikanan, dan perdagangan ilegal.

Selain itu, Presiden Prabowo turut mengungkapkan bahwa pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, program yang semula ditargetkan selesai dalam empat tahun kini diupayakan dapat dirampungkan hanya dalam dua tahun. Presiden pun menyambut optimisme tersebut sembari mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah tingginya intensitas pekerjaan.

“Beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun.’ Tapi, saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau. Menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan ambruk. Jadi kita akan percepat semua usaha, kita akan kerja keras,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari tekad pemerintah untuk memastikan kekayaan dan potensi Indonesia benar-benar dikelola bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin berdaulat, mandiri, dan disegani dunia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kopi Jambi Tembus Pakistan, Ariansyah Bidik Nilai Perdagangan Capai Rp18 Miliar

Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong penguatan sektor perkebunan melalui perluasan akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah. Upaya tersebut kembali menunjukkan hasil positif dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) perdagangan kopi antara PT Alko Sumatra Kopi dan pengusaha asal Pakistan, Sabtu (18/7/26), di Kabupaten Kerinci.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, M.E. hadir mewakili Gubernur Jambi Al Haris. Turut hadir Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez, pengusaha asal Pakistan Mr. Ameer, CEO PT Alko Sumatra Kopi Suryono, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, DPD Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (ASKI) Jambi, DEKOPI Perwakilan Jambi, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, Forkopimcam Gunung Tujuh, Kepala Desa Sungai Tanduk, serta pengurus dan anggota Koperasi ALKO.

Usai kegiatan, Ariansyah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT Alko Sumatra Kopi yang kembali membuka pasar ekspor baru bagi kopi Jambi. Menurutnya, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Jepang dan China, kini Pakistan menjadi negara tujuan ekspor berikutnya yang semakin memperkuat posisi kopi Jambi di pasar global.

“Kita mengapresiasi ternyata kopi Jambi ini sangat mendunia. Beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan Jepang, China, dan saat ini dengan Pakistan. Kopi Jambi ini menjadi nilai tambah bagi daerah Kerinci sekaligus bagi para petani,” ujar Ariansyah.

Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kopi sehingga mampu memenuhi standar pasar internasional.

“Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi para petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang secara mandiri terus bertumbuh dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kunjungan Duta Besar Pakistan menjadi momentum penting dalam membuka peluang perdagangan kopi Jambi ke kawasan Asia Selatan.

“Kedatangan Bapak Dubes Pakistan, Mr. Zahid Hafeez, ingin menyaksikan secara langsung dan memberikan dukungan bahwa pasar kopi Jambi terbuka hingga ke Pakistan,” kata Suryono.

PT Alko Sumatra Kopi menargetkan kerja sama perdagangan dengan Pakistan mulai terealisasi pada 2026 dengan nilai transaksi mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp18 miliar, dengan volume ekspor sekitar 190 tonkopi.

“Estimasi awal, kami akan membangun perdagangan senilai 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp18 miliar dengan volume sekitar 190 ton untuk tahun 2026,” ungkapnya.

Selain penandatanganan kerja sama dagang, pada kesempatan tersebut juga dilakukan MoU tiga pihak (Three Party MoU) antara Pakistan, PT Alko Sumatra Kopi, BUNDES/Koperasi Desa Merah Putih Batang Sangir, sebagai bentuk komitmen memberikan kepastian pasar bagi petani kopi.

Skema tersebut menjadi inovasi yang menghubungkan langsung petani penerima bantuan Pemerintah Provinsi Jambi dengan pasar internasional. Melalui kerja sama ini, kopi yang akan dihasilkan petani Desa Batang Sangir telah memiliki kepastian pembeli sejak awal masa tanam.

Desa Batang Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, merupakan salah satu penerima bantuan 250 ribu bibit kopi dari Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun 2024. Bantuan tersebut disalurkan kepada 39 kelompok tani yang beranggotakan sekitar 800 petani, dan diproyeksikan mulai memasuki masa panen pada akhir tahun 2026.

Kepala Desa Batang Sangir, Basuki Rahmat, turut menandatangani kesepakatan tersebut sebagai bentuk komitmen desa dalam mendukung pengembangan kopi berorientasi ekspor.

Strategi menghadirkan kepala desa dalam penandatanganan MoU menjadi langkah penting untuk memberikan keyakinan kepada para petani bahwa hasil panen mereka telah memiliki pasar yang jelas. Dengan demikian, para penerima bantuan bibit terdorong untuk menanam dan merawat tanaman kopi secara optimal karena terdapat kepastian bahwa hasil panennya akan diserap pasar internasional.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jambi, PT Alko Sumatra Kopi, koperasi desa, dan mitra dagang dari Pakistan ini menjadi model pengembangan kopi berkelanjutan yang tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan bibit, tetapi juga memastikan akses pemasaran hingga ke pasar ekspor.

Melalui pendekatan tersebut, program bantuan bibit kopi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memberikan nilai tambah bagi komoditas kopi Kerinci, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani melalui sistem usaha yang berkelanjutan dan memiliki kepastian pasar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jumat Berkah DWP Diskomdigi Jateng, Pekerja Informal Rasakan Manfaat Aksi Berbagi

Puluhan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah, berjalan menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Namun, mereka bukan sekadar berolahraga jalan sehat rutin.

Sambil menenteng paket makanan, para anggota DWP Diskomdigi Jateng membagikan nasi kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah. Sasarannya, para pekerja informal seperti pengemudi ojek online (ojol), tukang parkir, penyapu jalan, pedagang, kuli bangunan, hingga pejalan kaki.

Kegiatan dimulai dari Kantor Diskomdigi Jateng di Jalan Menteri Supeno, kemudian melintasi Jalan Pahlawan, Jalan Kusumawardani, Jalan Imam Bardjo Pleburan, dan kembali ke Jalan Menteri Supeno di samping Taman Indonesia Kaya.

Cipto, juru parkir di Jalan Kusumawardani, mengaku bersyukur dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi berbagi seperti ini sangat berarti bagi masyarakat kecil, dan diharapkan dapat terus berlanjut.

Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu-ibu DWP. Bantuan kayak gini sangat membantu kami. Semoga bisa terus dilakukan dan membawa berkah bagi semuanya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mujalali, kuli bangunan yang menerima paket makanan saat sedang bekerja. Dia menyatakan senang dan tidak menyangka mendapatkan perhatian dari DWP Diskomdigi Jateng.

“Terima kasih banyak. Kami merasa diperhatikan. Semoga Ibu-ibu semua diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ungkap warga Kota Semarang tersebut.

Ketua DWP Diskomdigi Jawa Tengah, Lina Lilik Henry Ristanto mengatakan, kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial, sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

“Kita melakukan bakti sosial, membagikan makanan Jumat berkah kepada orang-orang yang membutuhkan. Insyaallah semoga membawa berkah, dan membawa manfaat buat masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pada kegiatan kali ini, pihaknya membagikan sebanyak 50 paket makanan. Seluruh paket tersebut berasal dari iuran sukarela anggota dan pengurus DWP Diskomdigi Jateng.

Lilik berharap kegiatan sosial tersebut dapat dilaksanakan secara rutin, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.

“Harapannya kita ingin supaya kegiatan ini dilakukan secara rutin. Jadi, kita akan menggalang dana, tapi sifatnya enggak memaksa. Kita mengajak supaya bisa berbagi dengan sesama,” ungkapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News