Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Kemensos Beri Harapan Baru untuk Anak Sayuti Melik, Heru Baskoro Kini Jalani Perawatan di Bekasi
BKN Gelar Khitanan Massal dan Santuni Anak Yatim, Wujud Nyata Kepedulian Sosial ASN
Sebagai wujud nyata kepedulian dan empati terhadap sesama, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui kolaborasi antara Dewan Pengurus (DP) KORPRI BKN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKN, dan Badan Pembina Rohani Islam (Babinrohis), menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Berbagi untuk Mereka, Bahagia untuk Kita”.
Rangkaian program sosial yang dilaksanakan pada kegiatan kali ini, yakni meliputi khitanan massal bagi 20 orang anak, santunan Yatim dan Dhuafa yang disalurkan kepada 20 orang anak, dan penyaluran santunan anak asuh kepada 10 orang anak melalui program Orang Tua Asuh.
Dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BKN, Plt. Sekretaris Utama BKN, Rahman Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah ikhtiar menumbuhkan nilai kepedulian sosial di lingkungan birokrasi. “Birokrasi yang hebat bukan hanya birokrasi yang mampu menghasilkan kinerja, tetapi juga birokrasi yang memiliki hati yang empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika kita gemar berbagi, Allah akan melembutkan hati kita. Hati yang lembut akan melahirkan pelayanan yang tulus dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya mengutip amanat Kepala BKN pada Kamis (16/07/2026) di lingkungan kantor BKN Pusat, Jakarta.
Ia juga mengingatkan janji Allah bagi mereka yang bersedekah dan menyantuni anak yatim, bahwa harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan tidak akan membuat miskin, melainkan diganti dengan keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Adapun prosesi khitanan massal yang berlangsung di Poliklinik BKN ditangani langsung oleh tim medis profesional dari Bulan Sabit Merah Indonesia. Selama Proses pelaksanaan khitan berjalan dengan lancer, di mana Tim medis secara professional membuat nyaman para peserta khitanan, seperti pendampingan para anak saat menunggu giliran dengan pendampingan oleh pendongeng, sampai menggunakan teknologi Smart Klamp guna mengurangi rasa sakitnya.
BKN berharap budaya berbagi ini dapat terus mengakar kuat, di mana setiap pejabat atau pegawai dapat mendampingi setidaknya satu anak asuh. Semangat kepedulian ini juga diharapkan menular hingga ke seluruh Kantor Regional BKN di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan demikian, BKN tidak hanya melahirkan ASN yang profesional dan berkarakter, tetapi juga ASN yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutup Rahman Hadi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Wakil Wali Kota Medan Hadiri Perayaan Bastille Day, Perkuat Kerja Sama Prancis dan Sumatera Utara
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Green and Smart Port Jadi Kunci Efisiensi Logistik, Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Nasional
Antusiasme operator pelabuhan dalam mengadopsi konsep Green and Smart Port (GSP) terus meningkat. Hal itu tercermin dari keikutsertaan delapan pelabuhan dalam Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program asesmen yang mendorong transformasi pelabuhan menjadi lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan ramah lingkungan.
Program yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group (PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia, dan PT Surveyor Indonesia) ini mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari standar pengelolaan pelabuhan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambut baik tingginya antusiasme pelaku pelabuhan tersebut. Menurutnya, transformasi menuju Green and Smart Port akan menjadi faktor penting dalam memperkuat efisiensi logistik pangan nasional sekaligus mendukung target ketahanan pangan.
“Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional,” ujar Zulkifli Hasan.
Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey dipercaya Kemenko Pangan menyusun kerangka kerja sekaligus melaksanakan asesmen berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Chief Executive Officer IDSurvey, Arisudono Soerono, mengatakan meningkatnya partisipasi pelabuhan menunjukkan semakin kuatnya kesadaran industri terhadap pentingnya keberlanjutan.
“Kepercayaan dari Kemenko Pangan merupakan kehormatan bagi IDSurvey. Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mendukung efisiensi logistik nasional,” ujarnya.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Sandry Pasambuna, menegaskan pihaknya siap terus memperkuat implementasi Green and Smart Port melalui layanan testing, inspection, dan certification (TIC).
“SUCOFINDO bersama IDSurvey akan terus mendampingi penguatan standar, asesmen, dan peningkatan kapasitas pelabuhan agar transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas berjalan konsisten serta meningkatkan daya saing nasional,” kata Sandry.
Pada GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional, disusul PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera. Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.
Usai penyerahan hasil asesmen, Menko Pangan bersama sejumlah menteri menyalurkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek online, nelayan, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kolaborasi dengan program CSR PT Petrokimia Gresik dalam rangka HUT ke-54 perusahaan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Pemerintah Siapkan Langkah Adaptasi Kenaikan Muka Air Laut, Bappenas Luncurkan Dashboard SEPAKAT
Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyelenggarakan Dialog Kebijakan Nasional Kenaikan Muka Air Laut di Jakarta, Senin (13/7). Dialog ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perencanaan pembangunan yang adaptif dan berketahanan iklim dalam menghadapi dampak kenaikan muka air laut di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kenaikan muka air laut sebagai salah satu dampak perubahan iklim perlu diperhitungkan sejak awal agar kebijakan, program, dan investasi pembangunan tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa kenaikan muka air laut bukan sekadar persoalan teknis infrastruktur. “Ini adalah persoalan kemanusiaan, bahkan persoalan peradaban. Yang kita lindungi bukan hanya garis pantai, tetapi masa depan masyarakat pesisir dan generasi yang akan datang. Perencanaan tidak akan berarti tanpa eksekusi. Namun eksekusi juga dapat salah arah apabila tidak dibangun di atas perencanaan yang matang, berbasis sains, layak secara teknologi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara pembiayaan,” ujar Menko AHY
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pemerintah telah menempatkan isu kenaikan muka air laut sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional yang adaptif dan berbasis bukti.
“Hari ini, kita tidak hanya bicara tentang ancaman, kita bicara hal yang konkret yaitu kenaikan muka air laut yang sekarang sudah menjadi realitas yang telah mengubah wajah wilayah pesisir kita secara fundamental. Risiko kenaikan muka air laut perlu diperhitungkan sejak awal. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah tidak hanya tinggal diam. Kita telah menyusun strategi pencegahan dan mitigasi. Melalui pengendalian air tanah, pembangunan Giant Sea Wall, komitmen Net Zero Emission, dan diperkuat dengan perencanaan berbasis bukti menjadi bagian dari satu visi besar yaitu melindungi rakyat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Untuk mendukung perencanaan tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mengembangkan analisis kenaikan muka air laut melalui Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu atau SEPAKAT. Analisis ini mengintegrasikan data spasial, sosial ekonomi, layanan dasar, infrastruktur, kelompok rentan, dan perlindungan sosial dari berbagai institusi pemerintah sehingga memberikan gambaran mengenai wilayah yang perlu menjadi perhatian, masyarakat yang berpotensi terdampak, layanan yang perlu diperkuat, serta intervensi pembangunan yang dapat diprioritaskan.
Hasil analisis tersebut dituangkan dalam Dashboard Kenaikan Muka Air Laut pada aplikasi SEPAKAT serta buku “Kenaikan Muka Air Laut: Memahami Dampak Sosial Ekonomi Kenaikan Muka Air Laut untuk Perencanaan Pembangunan yang Adaptif” yang juga diluncurkan bersamaan dengan dialog ini. Kedua instrumen tersebut diharapkan mendukung pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu kenaikan muka air laut ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang, seperti RPJMN, RKP, RPJMD, RKPD, RTRW, dan RDTR.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki menjelaskan bahwa analisis SEPAKAT membantu memperluas pemahaman mengenai dampak kenaikan muka air laut, tidak hanya terhadap kondisi fisik wilayah, tetapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat, layanan dasar, aktivitas ekonomi, dan infrastruktur.
Berdasarkan hasil analisis SEPAKAT, terdapat 4.787 pekerja informal perkotaan, 4.566 pekerja sektor perikanan dan peternakan, 65,5 persen kepala keluarga perempuan non-penerima Program Bantuan Sosial, 14,59 persen wilayah UMKM pesisir, serta 537 infrastruktur strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan adaptasi dalam menghadapi skenario kenaikan muka air laut setinggi 25 sentimeter.
“Data permukaan air laut ini sudah ada dan fenomena itu akan terjadi. Kita sebagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya mempunyai kesempatan untuk mengantisipasi jauh lebih awal dari sekarang. Sehingga mitigasi dan resiliensi masyarakat dapat kita bangun secepat mungkin,” ujar Deputi Maliki.
Dalam dialog tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut berbagi pengalaman memanfaatkan data dan analisis dampak kenaikan muka air laut melalui penyusunan berbagai ringkasan kebijakan yang mencakup isu adaptasi bencana dan akses layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan di wilayah pesisir.
Plh. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Tim Stapleton menyampaikan bahwa Pemerintah Australia mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pendekatan perencanaan yang semakin responsif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui SKALA program kemitraan Australia-Indonesia untuk tata kelola desentralisasi, Australia mendukung pemerintah Indonesia dalam memperkuat perencanaan berbasis bukti, penggunaan data, dan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan. Australia dan Indonesia akan terus bekerjasama untuk membangun ketahanan, melindungi komunitas yang rentan, dan mendukung pembangunan inklusif berbasis bukti,” ujar Tim Stapleton.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Harga Ayam dan Telur Berangsur Naik, Bapanas Sebut Program MBG Jadi Pendorong
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa implikasi positif bagi produsen pangan dalam negeri. Usai sempat mengalami depresiasi harga, peternak telur dan ayam hidup atau broiler mulai mengalami eskalasi harga mendekati kewajaran harga sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen.
“Kalau data kami dan juga bertanya ke teman-teman peternak, relatif sudah mulai merangkak. Jadi MBG itu ada pengaruhnya dan sekarang telah melewati bulan Suro, sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, MBG dimulai, ini merangkak sudah mulai naik,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta dikutip Rabu (15/7/2026).
Dalam pantauan harga Bapanas, rerata harga ayam broiler di tingkat peternak mulai bertumbuh 4,11 persen dalam seminggu belakangan. Per 14 Juli, rerata harga ayam broiler berada di Rp 21.736 per kilogram (kg) berat hidup. Sementara seminggu sebelumnya berada di Rp 20.878 per kg berat hidup.
Namun di Sumatera Selatan dilaporkan masih ada harga ayam broiler yang berada di Rp 18.125 per kg berat hidup. Sementara di Riau rerata harga ayam broiler tingkat peternak telah berada di Rp 25.600 per kg berat hidup. Ini telah melampaui HAP tingkat produsen yang ditetapkan di Rp 25.000 per kg berat hidup.
Untuk telur ayam ras, per 14 Juli rerata harga secara nasional di Rp 22.644 per kg. Level harga tersebut telah mulai meningkat 0,66 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang masih di Rp 22.495 per kg.
Adapun rerata harga telur paling rendah ada di Banten dengan Rp 20.300 per kg dan rerata harga paling tinggi berada di Sulawesi Utara dengan Rp 28.200 per kg. Sementara HAP telur ayam ras di tingkat peternak ditetapkan di Rp 26.500 per kg.
“Sekarang untuk petelur sudah mulai antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000, sudah mulai naik perlahan. Kita lihat nanti ke depannya karena akan naik terus nih. Tapi tolong biarkan dulu peternak kita menikmati, sehingga mencapai harga acuan yang kita tetapkan,” ucap Ketut.
Deputi Bapanas Ketut menjelaskan memang sempat terjadi penurunan permintaan telur dan daging ayam dari masyarakat, sehingga terjadi depresiasi harga di tingkat peternak. Namun ke depannya, pemerintah optimis akan ada koreksi positif yang dapat menyokong keberlangsungan peternak unggas dalam negeri.
“Sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti, sehingga permintaan terkait dengan ayam itu relatif menurun, sehingga harga terkoreksi,” beber Ketut.
“Tapi sekali lagi dengan mulainya MBG, kemudian melewati bulan Suro, ini krusial banget. Nah kalau ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita,” sambung Deputi Ketut.
Sebagaimana diketahui, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah memastikan penyerapan hasil peternak unggas lokal bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui implementasi program MBG. Pengawasan HAP pun akan diterapkan bersama Satgas Pangan Polri di daerah.
“Kami sudah mengambil beberapa kebijakan agar kita bisa lindungi peternak telur dan ayam agar jangan sampai merugi. Kami meminta kepada seluruh pengumpul dan pembeli sesuai HAP. Satgas Pangan di daerah akan dikawal” ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian di Jakarta (9/6/2026).
“Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain,” seru Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Kepala Bapanas Amran juga menyebutkan telah berkomunikasi erat dengan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang yang langsung menyanggupi untuk konsisten menyerap telur peternak. Dengan langkah penyerapan telur untuk MBG optimis dapat segera memulihkan harga peternak telur.
Untuk diketahui, sebelumnya Bapanas turut mendukung percepatan penyerapan telur untuk MBG di Jawa Timur. Melalui penerapan menu telur sebanyak tiga kali dalam seminggu, diperkirakan mampu menyerap sekitar 8 sampai 10 persen produksi telur di Jawa Timur.
BGN melaporkan untuk estimasi kebutuhan telur untuk 22 kabupaten/kota di Jawa Timur yang terdiri dari 2.501 penerima manfaat dibutuhkan sekitar 170 kg per unit atau setara dengan total kurang lebih 16 ton telur untuk kebutuhan selama 2 minggu. Khusus Kabupaten Blitar, implementasi menu telur 3 kali seminggu membutuhkan pasokan hingga 49 ton telur per minggu.
Selanjutnya, Bapanas bersama BGN juga akan melakukan pemetaan daerah surplus dan defisit di seluruh Indonesia. Ini dibutuhkan agar BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjadi penyerap hasil petani/peternak pangan di daerah tersebut.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Wamen Ekraf Gandeng Imagispace, Siapkan Pengalaman Seni Digital Interaktif untuk HUT ke-81 RI
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar membahas pengembangan ekosistem seni digital interaktif (immersive digital experience) untuk memperkuat konsep perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan Imagispace. Wamen Ekraf juga berdiskusi mengenai pengembangan karya talenta melalui perpaduan inovasi seni untuk menjangkau lintas generasi.
“Hal paling penting untuk Imagispace dalam memperkuat posisi di industri kreatif yaitu menciptakan dampak yang berkelanjutan. Bukan hanya menghadirkan pengalaman imersif yang menarik bagi publik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat talenta kreatif, dan membangun ekosistem seni rupa digital Indonesia yang mampu tumbuh bersama,” ujar Wamen Ekraf dalam pertemuan yang digelar di Autograph Tower, Jakarta, pada Rabu, (15/7).
Imagispace hadir sebagai ruang inovatif yang memadukan seni rupa, teknologi, musik, dan cahaya guna menyajikan bentuk baru hiburan edukatif bagi masyarakat luas. Eksistensi Imagispace ditandai kesuksesan kolaborasi besar saat bermitra dengan teamLab dalam tajuk Future Park Jakarta.
Kolaborasi art experience eksperimental ini sukses meraih angka penjualan lebih dari 120.000 tiket, menarik perhatian lebih dari 400 influencer, serta mendapat lebih dari 50 cakupan media di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam diskusi tersebut, Wamen Ekraf juga meyakini bahwa Imagispace dapat memperluas pemanfaatan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal melalui pengalaman digital yang dekat dengan masyarakat. Salah satu gagasan yang dibahas yaitu pengembangan permainan tradisional Indonesia dalam format digital interaktif untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan yang mengangkat tema
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
“Indonesia memiliki tradisi, permainan, dan budaya yang sangat kaya. Tantangannya ialah bagaimana kita mengemas dengan sentuhan digital sehingga menjadi pengalaman yang unik, membanggakan, sekaligus mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia,” ucap Wamen Ekraf.
Selain membahas pengembangan instalasi interaktif, audiensi juga mengulas tantangan yang dihadapi industri immersive experience, mulai dari kebutuhan investasi teknologi, penguatan model bisnis, hingga pentingnya membangun aset intelektual sehingga para pejuang ekraf memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah masuknya kompetitor global.
Cofounder sekaligus Art & Creative Director Imagispace, Mervi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan masukan yang diberikan Kementerian Ekraf. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan teknologi kreatif sekaligus memperkenalkan karya talenta Indonesia kepada masyarakat yang luas.
“Kami percaya Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, kami ingin menghadirkan pengalaman seni digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat identitas budaya Indonesia dan membuka lebih banyak peluang bagi kreator lokal. Ini pertama kali kami datang ke kementerian dan diberikan banyak ide on the spot dari Wamen Ekraf yang begitu kreatif sehingga tak sabar untuk brainstorming lebih lanjut, termasuk rencana aktivasi Imagispace dalam perayaan 17-an nanti,” jelas Mervi.
Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf yaitu Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar. Hadir pula Head Partnership and Sponsorship Imagispace, Ambar.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Kunjungan Dubes Mesir ke Bogor Jadi Langkah Awal Perluasan Kerja Sama Indonesia-Mesir
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hasan Farag Elshemy, di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Rabu (15/7/2026). Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi Kota Bogor kepada perwakilan Mesir.
Dalam pertemuan tersebut, Dedie didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim. Sementara Yasser Hasan Farag Elshemy hadir bersama istrinya, Dina Farid.
Dedie menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap hubungan baik antara Indonesia dan Mesir terus berkembang, termasuk melalui kerja sama di tingkat daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Mesir, sekaligus membuka peluang kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Menurut Dedie, Kota Bogor terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai negara sahabat, baik di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, maupun sektor strategis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Dedie juga mengajak Duta Besar Mesir mengunjungi Museum Balai Kirti untuk memperkenalkan sejarah kepresidenan Republik Indonesia.
Sementara itu, Yasser Hasan Farag Elshemy mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kota Bogor. Ia berharap hubungan persahabatan Indonesia dan Mesir terus berkembang, termasuk melalui kerja sama di bidang pendidikan.
“Terima kasih kepada Wali Kota Bogor atas sambutan yang begitu hangat. Hubungan Indonesia dan Mesir telah terjalin sangat baik, termasuk melalui ribuan pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir. Semoga hubungan persahabatan ini terus berkembang dan semakin erat di masa mendatang,” katanya.
Pemkot Bogor berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan antara Kota Bogor dan Mesir.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Wali Kota Bogor Dorong Percepatan Waste to Energy, Dedie Rachim: Pengelolaan Sampah Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pengelolaan sampah melalui skema Waste to Energy (WtE) membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, serta seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Dedie dalam agenda Waste To Energy Talks 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV, Kamis (16/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim membahas pentingnya percepatan revisi regulasi terkait pengelolaan sampah, khususnya untuk mendukung implementasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ia mengatakan, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat hanya menjadi beban pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat, industri, dan daerah.
“Untuk mulai membahas tentang revisi Perpres, kami sampaikan harus ada tanggung jawab dari industri. Harus ada tanggung jawab dari pemerintah pusat supaya jangan bebannya hanya kepada pemerintah daerah,” ujar Dedie Rachim.
Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu kunci dalam pengelolaan sampah ke depan. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat diselesaikan melalui proses pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya.
“Kalau memang tadi Pak Menteri sudah sampaikan ekonomi sirkular ini berjalan, maka sampah yang masih punya nilai ekonomis itu bisa selesai di depan. Plastik-plastik PE itu sebenarnya punya nilai yang sangat tinggi,” katanya.
Menurut Dedie Rachim, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu juga harus terus dilakukan. Salah satunya melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta bank sampah.
“Ini yang kemudian tentu harus dibarengi dengan dibinanya terus oleh Pak Menteri Lingkungan Hidup tentang TPS3R dan bank sampah,” jelasnya.
Dedie Rachim menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mendukung percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk melalui pembangunan PSEL yang menjadi solusi pengurangan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa Kota Bogor tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan sampah yang bersifat lintas wilayah.
“Kota Bogor siap, dan kami tidak bisa sendirian. Kota Bogor dengan Kota Depok, Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor harus bersama-sama, karena persoalan sampah ini lintas wilayah,” ungkap Dedie Rachim.
Ia menambahkan, kawasan Bogor Raya saat ini telah memiliki dua rencana pembangunan PSEL yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah.
“Alhamdulillah Bogor ini punya dua PSEL dan dua-duanya sudah siap untuk kita jalankan. Alhamdulillah dari Menko Pangan juga mendukung, dari kementerian juga mendukung, dari PLN dan seluruh stakeholder juga mendukung,” pungkas Dedie Rachim.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News











