Beranda blog Halaman 161

BPOM Dorong PT Amerta Indah Otsuka Perkuat Mutu Produk Demi Tembus Pasar Global

Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong PT Amerta Indah Otsuka (PT AIO) terus memperkuat keamanan, mutu, dan inovasi produk sebagai fondasi untuk memperluas daya saing pangan Indonesia di pasar global. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan BPOM ke fasilitas produksi PT AIO di Pasuruan, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPOM meninjau langsung penerapan sistem keamanan pangan dan penjaminan mutu di fasilitas produksi PT AIO. Taruna Ikrar diajak mengunjungi galeri dan sarana produksi beberapa produk. Berdasarkan hasil pemantauan, fasilitas tersebut telah menunjukkan pemenuhan terhadap ketentuan keamanan, mutu, dan pelabelan pangan, serta menerapkan Program Manajemen Risiko dengan baik.

Kepala BPOM menekankan pentingnya sinergi untuk menghadapi tantangan industri pangan. Hal tersebut dituangkan dalam arahannya yang juga disampaikan di hadapan President Director PT Amerta Indah Otsuka Makoto Ikemoto, Vice President Director Miftachul Djauhari, Director Corporate Affairs Tri Junanto, Presiden Komisaris Roy Sparringa, dan jajaran manajemen PT AIO.

Menurut Taruna Ikrar, perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan preferensi konsumen, hingga meningkatnya tuntutan pasar global menjadi tantangan yang harus dihadapi industri pangan. Karena itu, sinergi antara regulator dan pelaku usaha menjadi kunci agar produk Indonesia tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

“Tantangan industri pangan ke depan akan makin kompleks, baik itu perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan preferensi konsumen, maupun tuntutan pasar global,” tutur Taruna Ikrar. “Kondisi ini menuntut adanya sinergi antara BPOM dan pelaku usaha, agar produk Indonesia memenuhi standar nasional serta mampu bersaing di pasar internasional,” lanjutnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap daya saing industri nasional, BPOM memfasilitasi ekspor melalui penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE). Dukungan tersebut telah dimanfaatkan PT AIO yang saat ini mengekspor produknya ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan India.

Taruna Ikrar mengatakan masyarakat luas perlu mendapatkan manfaat dari PT AIO. “Kita berharap Program Manajemen Risiko-nya berjalan baik. Kapasitas dan kualitas produknya terjaga. Sehingga produknya dinikmati dan disayangi masyarakat,” ujar Kepala BPOM.

Dalam kesempatan ini, President Director PT AIO Makoto Ikemoto menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada jajaran BPOM. “Kami selalu membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari BPOM. Tolong terus dukung kami agar dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan Roy Sparringa. Menurutnya, BPOM kini makin terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Networking BPOM makin luas. BPOM membuka tangan untuk bertemu dan bersinergi dengan banyak pihak. Kami berterima kasih untuk itu,” ujarnya.

Selain meninjau sarana produksi PT AIO, Taruna Ikrar juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di lingkungan pabrik PT AIO, yang merepresentasikan upaya BPOM bersama pelaku usaha dalam menjamin ketersediaan produk pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Turut hadir dalam kunjungan ini dan ikut mendampingi prosesi penanaman pohon oleh Kepala BPOM, antara lain Sekretaris Utama Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) Elin Herlina, serta Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi 2) Mohamad Kashuri.

Kepala BPOM mengajak PT AIO terus mengembangkan pasar ekspor dan jaga keberlanjutannya. Ia menegaskan BPOM akan terus mendampingi industri, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis melalui penerapan regulasi berbasis sains (science-based regulation), pendekatan berbasis risiko, dan digitalisasi pengawasan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan, dan adaptif.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar, Gotong Royong Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Di sebuah sudut perkampungan di Bali, sekelompok perempuan duduk melingkar dalam Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) PNM Mekaar Kesiman I. Pertemuan itu bukan sekadar agenda membayar angsuran. Di sana, mereka berbagi cerita tentang usaha yang dijalankan, saling menyemangati, sekaligus memperkuat tekad untuk terus bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

 

Yang membuat kelompok ini istimewa adalah kuatnya rasa kebersamaan. Ketika salah seorang anggota belum mampu membayar angsuran karena usahanya sedang lesu atau menghadapi persoalan keluarga, anggota lainnya tidak tinggal diam. Mereka bergotong royong menanggung kewajiban tersebut melalui sistem tanggung renteng. Tidak ada yang dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

 

Solidaritas yang tumbuh dari kelompok-kelompok kecil seperti inilah yang menarik perhatian Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat berdialog langsung dengan para nasabah PNM Mekaar. Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan para anggota kelompok menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana rasa tanggung jawab mampu menjadi fondasi pemberdayaan masyarakat.

 

“Saya terharu dialog dengan ibu-ibu yang penuh semangat, berdedikasi, tanggung jawab. Kalau ada yang enggak bayar, ditanggung renteng. Itu bukti ikatan tanggung jawab. Orang kalau diberi tanggung jawab di bawah ya, itu luar biasa komitmennya, yang di bawah ini komitmennya tinggi. Ini harus jadi contoh,” ucap Menko Muhaimin.

 

Bagi para anggota kelompok, tanggung renteng bukan sekadar mekanisme pembayaran angsuran. Nilai itu tumbuh menjadi budaya saling menjaga agar setiap usaha tetap berjalan. Kepercayaan menjadi modal yang nilainya bahkan lebih besar daripada pinjaman yang mereka terima.
Semangat seperti inilah yang menjadi denyut Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

 

Program pembiayaan tanpa agunan yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro ini tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan melalui pendampingan, kedisiplinan, dan gotong royong.

 

Kini jaringan PNM Mekaar telah menjangkau 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, dan lebih dari 6.000 kecamatan melalui 4.655 jaringan layanan. Di balik luasnya jangkauan tersebut, terdapat ribuan kisah perempuan yang perlahan mengubah kehidupan keluarganya melalui usaha-usaha sederhana yang mereka jalankan setiap hari.

 

Namun, kisah pemberdayaan itu tidak hanya lahir dari para nasabah. Di balik setiap kelompok terdapat sosok Account Officer (AO), perempuan-perempuan muda yang menjadi pendamping sekaligus sahabat bagi para ibu pelaku usaha.

 

Salah satunya adalah Christiani Lamuju, perempuan asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang telah menjadi Account Officer PNM Mekaar di Unit Denpasar Utara selama satu tahun satu bulan. Saat pertama kali bergabung, Christiani hanya mendampingi sekitar 100 nasabah. Kini ia bertanggung jawab membina sekitar 300 nasabah yang tersebar di berbagai kelompok. Semua itu ia jalani melalui proses belajar dari nol.

 

“Awalnya saya belum punya pengalaman sama sekali. Saya banyak belajar dari teman-teman yang lain, mulai dari yang tidak tahu bagaimana memimpin PKM sampai akhirnya bisa mendampingi dan menangani nasabah dengan baik,” ujarnya.

 

Christiani mengetahui lowongan pekerjaan tersebut melalui media sosial. Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Sebagai lulusan SMA, ia tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk berkembang dan membantu perekonomian keluarganya.

 

“Saya berterima kasih dengan adanya PNM Mekaar ini biarpun saya hanya lulusan SMA, saya bisa bekerja. Selama setahun ini pekerjaan ini sangat membantu saya sekaligus membantu perekonomian keluarga,” katanya.

 

Di balik pekerjaannya, Christiani juga menghadapi berbagai tantangan. Tidak jarang ia harus pulang lebih larut karena menunggu seluruh anggota kelompok hadir untuk menyelesaikan pembayaran angsuran. Karakter nasabah yang beragam membuat setiap hari menghadirkan cerita dan pembelajaran baru.

 

Meski demikian, tantangan tersebut justru mempererat hubungannya dengan para nasabah. Ia tidak hanya hadir untuk menagih angsuran, tetapi juga mendengarkan keluh kesah mereka, menyaksikan usaha-usaha kecil berkembang, hingga ikut merasakan kebahagiaan ketika penghasilan keluarga para ibu mulai meningkat.

 

Kisah Christiani menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dalam PNM Mekaar berjalan di dua sisi sekaligus. Di satu sisi, perempuan prasejahtera memperoleh akses modal dan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Di sisi lain, perempuan muda lulusan SMA dan SMK mendapatkan kesempatan bekerja, mengembangkan kapasitas diri, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

 

Data PNM menunjukkan sekitar 95 persen dari 62.184 karyawannya merupakan perempuan, dengan sekitar 90 persen di antaranya lulusan SMA dan SMK. Di tengah tingginya angka pengangguran lulusan sekolah menengah, kesempatan tersebut membuka jalan bagi ribuan perempuan untuk memperoleh pekerjaan yang bermakna sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Inilah wajah pemberdayaan yang sesungguhnya, perempuan memberdayakan perempuan.

 

Perubahan besar ternyata tidak selalu lahir dari kebijakan yang rumit atau investasi bernilai triliunan rupiah. Ia bisa tumbuh dari sebuah pertemuan mingguan di balai sederhana, dari tangan-tangan yang saling menggenggam ketika ada yang kesulitan, dari seorang Account Officer yang mendampingi dengan sabar, hingga dari keyakinan bahwa kesejahteraan akan lebih mudah diraih ketika dijalani bersama.

 

Melalui model seperti PNM Mekaar, pemberdayaan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membangun kepercayaan, solidaritas, dan kemandirian masyarakat dari akar rumput. Dari kelompok-kelompok kecil yang tersebar hingga pelosok negeri, lahir harapan bahwa pembangunan yang berkelanjutan selalu dimulai dari masyarakat yang saling menguatkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BKN Siapkan 145 Ribu ASN Hadapi Era AI Lewat Pelatihan Bersama Microsoft Indonesia

Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membekali 145 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui program pelatihan dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital, hasil kolaborasi dan kerja sama dengan Microsoft Indonesia. Kepala BKN, Prof. Zudan, mengungkapkan transformasi birokrasi di era kecerdasan buatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh seluruh ASN. Perkembangan AI akan mengubah cara kerja pemerintahan secara fundamental, terutama karena banyak pekerjaan administratif dan rutin yang kini dapat dilakukan secara otomatis oleh teknologi. Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun ASN yang siap menghadapi era AI, sehingga mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, inovatif, dan berbasis data.

Prof. Zudan mengarahkan agar ASN masa depan memiliki karakter agile, digital, dan AI-ready. ASN dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi digital, tetapi juga memiliki pola pikir adaptif, kemauan belajar yang tinggi, serta kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kompetensi masa depan ASN tidak lagi cukup bertumpu pada pemahaman regulasi dan administrasi, melainkan harus diperkuat dengan literasi data, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah kompleks, dan growth mindset agar mampu bersaing, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “ASN harus mampu bertransformasi dari pelaksana pekerjaan administratif menjadi aparatur yang memiliki kemampuan analitis, strategis, dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan publik,” tegasnya.

Terkait pentingnya pemanfaatan AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, Prof. Zudan menekankan agar teknologi digunakan untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, serta menciptakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif. BKN sendiri telah mengimplementasikan berbagai inovasi berbasis AI, seperti Chatbot AI BKN (Melinda), AI Proctoring pada sistem CAT, klasifikasi dokumen kepegawaian secara otomatis, serta otomasi verifikasi dan validasi dokumen. Berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi manajemen ASN dan dukungan terhadap implementasi 12 Kebijakan Pro-Karier ASN. “Pada akhirnya, tujuan seluruh transformasi ini adalah menghadirkan birokrasi yang semakin modern, efektif, dan berkelas dunia, sekaligus mewujudkan layanan publik yang mampu memudahkan, melindungi, dan membahagiakan masyarakat, serta ASN di era digital,” jelasnya.

Namun keberhasilan transformasi digital menurutnya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, BKN terus mendorong penguatan kompetensi ASN melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk kolaborasi dengan Microsoft Indonesia dan Binar Academy dalam pelatihan AI bagi ASN. Program ini merupakan bagian dari upaya BKN sebagai instansi pembina manajemen ASN untuk mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan. Kolaborasi strategis BKN dan Microsoft Indonesia sendiri telah ditandai melalui penandatanganan kerja sama pada 28 April 2026 lalu.

Pelatihan yang berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 ini disambut antusias oleh para ASN, dimana terhitung telah diikuti 12.551 peserta, dan akan menyasar hingga 145 ribu target ASN. Untuk pelatihannya terdiri atas enam angkatan AI for Public Impact dan satu angkatan AI Policy Lab for Leaders. Selain memberikan pemahaman dasar mengenai AI, pelatihan ini juga memperkenalkan berbagai praktik penerapan AI dalam penyusunan kebijakan, pengolahan informasi, peningkatan produktivitas kerja, hingga pengembangan inovasi layanan publik. Sementara itu, peserta AI Policy Lab for Leaders memperoleh pembelajaran yang berfokus pada tata kelola, kebijakan, dan arah strategis implementasi AI di lingkungan pemerintahan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemhan Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Perbatasan NTT Lewat Program Bantuan Kesehatan Gratis

Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Kuathan Kemhan RI) yang diwakili Direktorat Kesehatan (Ditkes) Ditjen Kuathan Kemhan RI melaksanakan kegiatan Bantuan Kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja tahunan Subdirektorat Dukungan Kesehatan (Subdit Dukkes) Ditkes Ditjen Kuathan Kemhan RI sekaligus menjadi salah satu program prioritas dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemhan Tahun 2025–2029. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan negara, melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan bantuan kesehatan dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kemhan RI, Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., M.M., FINASIM. Kegiatan dilaksanakan secara sinergis bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, serta unsur TNI di wilayah perbatasan.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim kesehatan memberikan pelayanan pengobatan umum, pelayanan farmasi, serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat juga menerima makanan bergizi dan bantuan sosial berupa paket sembako yang disalurkan kepada warga di tiga desa, yaitu Desa Napan, Desa Tes, dan Desa Sainoni, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat yang dilaksanakan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut bertujuan melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya. Pada tahun 2026, pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diperkuat dengan tindak lanjut berupa pengobatan dan edukasi kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko penyakit, sehingga dapat mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih serius.

Melalui kegiatan bantuan kesehatan ini, Kemhan menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan. Selain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertahanan negara.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kemhan RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh warga Napan yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Puluhan Fotografer Berkumpul di Sumedang, APFI Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Puluhan fotografer yang tergabung dalam Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) berkumpul dalam Kopdar Fotografi Sumedang 2026 bertajuk “Ngopi di Balik Layar dan Lensa” yang digelar di kawasan Synersialoka, area landing Paralayang, Sabtu (11/7/2026). Kopdar menghadirkan narasumber Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Ketua APFI Rica Prayoga, CEO PT Lokalangit Nusantara Septian Firmansyah, serta konten kreator asal Sumedang Krisna Euy.

Ketua APFI Rica Prayoga mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif di Sumedang. “Selama ini kami lebih sering berkomunikasi di grup. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu langsung untuk saling berbagi pengalaman, ilmu, dan inspirasi. Harapannya silaturahmi ini semakin memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif di Sumedang,” ujarnya.

APFI selama ini aktif menyelenggarakan berbagai program seperti pelatihan fotografi dasar dan intermediate, pelatihan konten kreator, hingga kegiatan Oprek (Obrolan Praktisi Ekonomi Kreatif) yang melibatkan berbagai subsektor. Ke depan, APFI juga akan menghadirkan pelatihan videografi dan memperluas kolaborasi untuk mengangkat potensi pariwisata Sumedang melalui karya visual.

Sementara itu, CEO PT. Lokalangit Nusantara Septian Firmansyah menilai Sumedang memiliki sumber daya manusia kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Menurutnya, perusahaan yang dipimpinnya telah memberdayakan banyak tenaga kreatif asal Sumedang, mulai dari fotografer, videografer hingga pilot drone untuk berbagai proyek di seluruh Indonesia. “Kami ingin Sumedang menjadi tempat lahirnya SDM kreatif yang mampu bersaing di mana saja. Tantangannya sekarang adalah meningkatkan kualitas sekaligus membangun standar profesional, termasuk dalam menentukan nilai jasa yang sesuai dengan kompetensinya,” kata Septian.

Konten kreator Krisna mengungkapkan bahwa perkembangan media sosial telah membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Sumedang. “Konten kreator di Sumedang jumlahnya sangat banyak. Bahkan ada yang penghasilannya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Ini membuktikan media sosial mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Tinggal bagaimana saling berbagi ilmu agar semakin banyak kreator sukses lahir dari Sumedang,” ujarnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi terselenggaranya Kopdar Fotografi sebagai wadah bertukar pengalaman, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperkuat jejaring para insan kreatif. Ia menilai semakin banyaknya fotografer dan konten kreator berkualitas merupakan indikator tumbuhnya kreativitas masyarakat yang akan berdampak positif terhadap pembangunan daerah. “Ini sebuah pertumbuhan yang baik bagi Sumedang. Ketika masyarakatnya kreatif, inovatif, dan mandiri, pemerintah cukup menjadi fasilitator, sedangkan masyarakat menjadi co-creator pembangunan,” ujar Dony.

Menurutnya, fotografer dan konten kreator harus memiliki semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana meningkatkan kemampuan. “Kalau ingin terus maju, bukan kameranya yang paling mahal, tetapi kemauan kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Sekarang belajar bisa dari mana saja, termasuk memanfaatkan AI untuk meningkatkan kompetensi,” tuturnya.

Bupati Dony menegaskan bahwa peran kamera saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi dokumentasi. “Kamera mampu menciptakan nilai, membangun pengaruh, mempromosikan daerah, menggerakkan ekonomi, bahkan menghasilkan kesejahteraan. Visualisasi yang berkualitas menjadi kekuatan baru di era digital,” tegasnya.

Ia juga mengajak para fotografer dan konten kreator untuk menjadikan kekayaan alam, budaya, kuliner, dan destinasi wisata Sumedang sebagai “kanvas” karya kreatif yang mampu memperkuat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional. “Sumedang memiliki potensi luar biasa. Alamnya indah, budayanya kaya, kulinernya beragam. Tinggal bagaimana sahabat-sahabat semua mengemasnya menjadi karya visual yang mampu menarik perhatian dunia,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

DWP Kemensos Gandeng Viva Cosmetics Gelar Beauty Class, Perkuat Persiapan Hari Disabilitas Internasional 2026

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat sinergi dengan PT Moga Djaja (Viva Cosmetics dan Viva Muda) melalui penyelenggaraan Beauty Class di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Rabu (8/7). Diikuti oleh 81 pegawai perempuan dari berbagai unit kerja, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan dan kolaborasi menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2026.
Penasihat DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan sukses yang telah terjalin sejak HDI 2025 dan program sosial di Sekolah Rakyat Menengah Atas 21 Surabaya.
“Kerja sama dengan Viva Cosmetics sudah terjalin sejak tahun lalu. Untuk menyambut HDI 2026, kami kembali bersiap dan insyaallah Viva Cosmetics akan kembali memberikan dukungan penuh,” ujar Fatma di sela-sela acara.
Fatma menekankan bahwa beauty class ini tidak sekadar mengajarkan teknik kosmetik, melainkan instrumen untuk membangun self-appreciation dan rasa percaya diri bagi para pegawai perempuan di lingkungan Kemensos.
Kedepan, program edukasi kecantikan dan perawatan diri ini direncanakan akan diperluas ke kelompok sasaran yang lebih inklusif.
“Kedepan, kami ingin memberikan kesempatan serupa kepada teman-teman disabilitas, anak-anak Sekolah Rakyat, serta kelompok masyarakat lainnya. Keterampilan merawat dan menghargai diri sendiri ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka,” tambah Fatma.
Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Moga Djaja, Yusuf Wiharto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui wadah kreatif seperti Vivamuda —komunitas di bawah Viva Cosmetics yang berfokus pada seni, kecantikan, dan pengembangan diri.
Acara berlangsung interaktif saat makeup artist (MUA) profesional dari Viva Cosmetics mendemonstrasikan teknik riasan flawless dan segar yang langsung dipraktikkan oleh para peserta.
Suasana semakin hangat ketika Fatma Saifullah Yusuf bersama Wakil Penasihat DWP Kemensos, Intan Agus Jabo Priyono, berkeliling meninjau meja praktikan. Fatma bahkan sempat berinteraksi langsung dan memberikan sentuhan riasan pada salah satu peserta.
Kemeriahan mencapai puncaknya saat sesi mini fashion show. Para pegawai Kemensos ini dengan percaya diri tampil di atas catwalk untuk memamerkan hasil riasan mereka. Di akhir acara, tim juri memilih lima peserta dengan riasan dan penampilan terbaik sebagai pemenang.
Sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang inklusif ini, DWP Kemensos menyerahkan plakat penghargaan kepada Viva Cosmetics. Kolaborasi strategis ini diharapkan terus berkembang, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas pada puncak peringatan HDI 2026 mendatang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Malang Fashion Runway #7 Resmi Digelar, Wali Kota Dorong Industri Kreatif dan UMKM Makin Berkembang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri Malang Fashion Runway (MFR) #7 yang digelar di Grand Hall Malang Town Square (MATOS), Sabtu (11/7/2026). Ajang fesyen tahunan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, tersebut kembali menjadi panggung bagi insan kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya. Tahun ini, MFR #7 menghadirkan koleksi dari 56 desainer fashion, diperagakan oleh 32 model top dan 400 model kids, serta dimeriahkan berbagai penampilan spesial yang semakin mengukuhkan Malang sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Malang Fashion Runway yang dinilai tidak hanya menjadi panggung kreativitas dan apresiasi seni, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri kreatif di Kota Malang.

“Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas dan apresiasi seni dalam bidang fashion, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk membangun serta menguatkan industri kreatif di Kota Malang,” jelasnya.

Menurut Wahyu, perkembangan industri fashion saat ini menjadi cerminan semangat kreativitas yang terus tumbuh seiring perkembangan Kota Malang sebagai kota yang ramah terhadap industri kreatif dan UMKM. Ia menilai subsektor fashion memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif karena didukung banyak desainer muda berbakat, pelaku UMKM fesyen, serta komunitas kreatif yang terus berinovasi.

Terlebih, lanjutnya, predikat Kota Malang sebagai UNESCO Creative City bidang Media Arts menjadi modal besar untuk terus mengembangkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk industri fesyen. “Kreativitas yang tumbuh di Kota Malang harus terus kita dukung agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga bernilai ekonomi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” urainya.

Mengusung tema Fantastica, Malang Fashion Runway #7 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan desainer, model, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, hingga pecinta fesyen dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Ajang ini sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi karya dan produk fashion lokal agar semakin dikenal masyarakat.

Wahyu menegaskan bahwa penyelenggaraan Malang Fashion Runway sejalan dengan salah satu Dasa Bakti Unggulan Kota Malang, yakni Ngalam Laris, yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan produk-produk kreatif lokal.

“Saya memandang kegiatan ini sejalan dengan misi unggulan Dasa Bakti ‘Ngalam Laris’. Konsep ini kami hadirkan untuk pemberdayaan UMKM dan produk unggulan kreatif sehingga Malang Fashion Runway menjadi platform penting bagi para pelaku kreatif serta UMKM untuk mempresentasikan dan mempromosikan produk-produk maupun karya mereka,” imbuhnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu pun berharap melalui MFR produk-produk lokal Kota Malang semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan berkembangnya industri kreatif, diharapkan roda perekonomian daerah terus bergerak dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap, melalui ajang ini, produk-produk lokal dapat lebih dikenal dan dihargai sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kita dapat membantu perputaran roda ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Wahyu mengajak seluruh peserta, desainer, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif untuk menjadikan Malang Fashion Runway sebagai ruang kolaborasi, eksplorasi, dan inovasi dalam meningkatkan daya saing industri fesyen. “Mari bersama kita wujudkan Malang sebagai pusat industri kreatif yang semakin maju dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jadwal Operasi Pasar Murah Riau 13–17 Juli 2026, Catat Lokasi dan Harga Sembakonya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan operasi pasar murah yang digelar setiap hari dan digilir di kabupaten kota.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau Tetty Nurdianti menyebutkan pada pekan ini, operasi pasar murah Pemprov Riau akan digelar di dua daerah.

“Pekan ini akan ada 5 kali operasi pasar murah, mulai Senin hingga Jumat dan tersebar pada 2 daerah, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar,” kata Tetty, Senin (13/7/2026).

Disebutkannya, pada pagi ini, Senin, 13 Juli akan digelar di Kantor Lurah Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat dan pada Selasa, 14 Juli di Kantor Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar.

“Pada Rabu, 15 Juli akan kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani,” katanya.

Kemudian, pada Kamis, 16 Juli, digelar di Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim. Sementara pada hari terakhir, Jumat, 17 Juli di Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai.

Tetty menyebutkan dengan adanya operasi pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.

“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty.

Dijabarkannya, untuk harga bahan pokok yang tersedia di operasi pasar murah, diantaranya beras SPHP Rp60rb per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan Rp165rb per 10 kg, beras sokan dan beras anak daro Rp83rb per 5kg.

“Untuk gula pasir dibandrol dengan harga Rp18rb per kg, minyak goreng kemasan minyakita Rp15.500 per bungkus,” katanya.

Kemudian untuk garam krista Rp2rb per 200gram, garam nusantara Rp2rb per 250 gram dan telur Rp49 ribu per papan.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, diharapkan dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.

“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Papua Matangkan Persiapan Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Mandala Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua terus mematangkan persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Papua. Usai menggelar rapat koordinasi bersama panitia, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, selaku Ketua Panitia HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Papua, bersama jajaran panitia melakukan peninjauan awal di Lapangan Mandala, Jayapura, yang direncanakan menjadi lokasi pelaksanaan upacara bendera pada 17 Agustus 2026. (9/7)

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan awal lokasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan teknis yang akan menjadi perhatian panitia, meliputi kondisi lapangan, tata letak area upacara, akses masuk dan keluar, penempatan peserta dan tamu undangan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Hasil peninjauan akan menjadi dasar penyempurnaan berbagai aspek teknis melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait.

Dalam arahannya kepada seluruh panitia, Suzana menegaskan bahwa setiap unsur panitia harus bekerja secara profesional, memperkuat koordinasi, serta memperhatikan setiap detail persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Papua kita laksanakan dengan mengedepankan prinsip sederhana, efisien, namun tetap khidmat. Saya mengajak seluruh panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, saling bersinergi, dan memastikan setiap tahapan persiapan terlaksana dengan baik sehingga upacara dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh makna,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk turut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan dengan memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di lingkungan masing-masing, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua.

“Semarak Kemerdekaan adalah milik kita bersama. Mari kita jadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan semangat membangun. Bersama, kita wujudkan Papua Cerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur. Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita optimistis Papua akan terus maju, sejahtera, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Delegasi Korea Selatan Sambangi Medan, Rico Waas Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

Kunjungan delegasi Hyejeon University dari Korea Selatan ke Kota Medan tidak hanya diharapkan menjadi ajang pertukaran ilmu kuliner. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ingin momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Kota Medan.
Harapan itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara terkait kunjungan delegasi Hyejeon University sekaligus pelaksanaan K-Food Global Culinary Challenge 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (10/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menegaskan Pemko Medan siap mendukung penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses sekaligus memberikan dampak nyata bagi promosi pariwisata, budaya, dan pelaku usaha lokal.
Menurut Rico Waas, Galeri Dekranasda merupakan lokasi yang tepat untuk memperlihatkan wajah ekonomi kreatif Kota Medan. Karena itu, ia meminta agar seluruh delegasi diajak berkunjung sehingga dapat melihat langsung beragam produk hasil kurasi, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga makanan ringan khas Medan yang diproduksi para pelaku UMKM.
“Biarkan mereka melihat Medan melalui produk-produk UMKM yang kita miliki. Banyak kriya dan makanan ringan berkualitas yang layak diperkenalkan kepada tamu dari luar negeri,” ujar Rico Waas.
Ia berharap kunjungan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kota Medan, termasuk keberagaman busana tradisional Melayu, Batak, dan berbagai etnis lainnya yang menjadi identitas kota.
Tak hanya itu, Rico Waas mengusulkan agar delegasi diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata bersejarah, seperti Tjong A Fie Mansion, Istana Maimun, dan kawasan Kebun Bunga. Untuk mendukung agenda tersebut, Pemko Medan akan menyiapkan bus listrik agar rombongan dapat berkeliling dengan nyaman sambil menikmati berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Medan.
Rico Waas juga meminta agar pelaku UMKM dilibatkan dalam pelaksanaan K-Food Global Culinary Challenge 2026. Menurutnya, UMKM yang bergerak di bidang kuliner Korea, Jepang, maupun Tionghoa dapat dihadirkan untuk berinteraksi langsung dengan para chef, profesor, dan mahasiswa dari Korea Selatan.
“Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal dapat mempelajari tren kuliner yang sedang berkembang, termasuk makanan jalanan Korea yang tengah digemari masyarakat,” ungkapnya.
Ketua BPD PHRI Sumatera Utara, Melky Maydiroy Waas, menjelaskan sebanyak 33 delegasi Hyejeon University yang terdiri atas mahasiswa, profesor, dan master chef akan berada di Sumatera Utara pada 13–16 Juli 2026.
Selama berada di Medan, mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah kampus dan sekolah, menggelar seminar, workshop, demonstrasi memasak, pameran kuliner Korea, serta roadshow edukasi ke sejumlah SMK. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan K-Food Global Culinary Challenge 2026 yang digelar pada 16 Juli 2026 di Hotel Santika Medan.
Melky berharap kolaborasi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pendidikan dan kuliner, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan industri pariwisata, perhotelan, kuliner, serta UMKM di Kota Medan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News