Beranda blog Halaman 21

HUT ke-81 RI, Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan Pendidikan dan Kualitas SDM

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan harus menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Pernyataan tersebut disampaikan senator yang akrab disapa Ning Lia seusai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).

Menurut Ning Lia, tema HUT ke-81 RI, “Berdaulat, Adil, dan Makmur”, tidak cukup dimaknai sebagai slogan peringatan kemerdekaan. Tema tersebut perlu diterjemahkan melalui kebijakan dan langkah konkret, salah satunya dengan memperkuat sektor pendidikan dan meningkatkan kompetensi SDM Indonesia.

“Jika berkaca pada tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, maka aspek yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah pendidikan atau SDM-nya. Alam kita ini kaya, tetapi untuk menjadikannya nilai tambah diperlukan kompetensi SDM yang mumpuni,” ujar Ning Lia.

Ia menekankan, kekayaan alam yang melimpah tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa ditopang manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, kompetensi, dan keahlian.

Menurut Ning Lia, penguatan pendidikan akan memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari kedaulatan energi, ketahanan pangan, hingga keadilan sosial.

“Dari pendidikan itu nantinya akan merambat ke berbagai aspek lain seperti ketahanan pangan, kedaulatan energi, keadilan, dan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga menyoroti nasib tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang berada di garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Perhatian kepada guru honorer juga terus saya perjuangkan selama ini,” tegasnya.

Selain itu, ia mendesak pemerintah memastikan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, termasuk anak penyandang disabilitas.

Menurutnya, negara wajib menyediakan sarana, prasarana, serta lingkungan belajar yang inklusif.

“Pendidikan tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu. Anak-anak penyandang disabilitas juga harus mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Ning Lia mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.

Kematangan sebuah bangsa juga tercermin dari komitmen negara dalam mengangkat derajat manusia serta membuka kesempatan yang setara bagi setiap warga negara.

“Penguatan manusia harus menjadi fondasi. Kalau SDM kita kuat, potensi Jawa Timur dan Indonesia bisa dikelola lebih optimal untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Jamuan Rakyat HUT ke-81 RI, Wamen PANRB Purwadi: Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah menggelar Jamuan Rakyat HUT ke-81 Republik Indonesia di 40 titik kawasan padat penduduk di Jakarta sebagai upaya menghadirkan semangat kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan tersebut diisi dengan pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, perlombaan khas 17 Agustus, hiburan hingga bazar UMKM lokal.

Salah satu Jamuan Rakyat berlangsung di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Sebanyak 2.800 paket sembako dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto turut hadir bersama masyarakat dalam Jamuan Rakyat di Palmerah. Menurutnya, kegiatan tersebut membawa pesan Presiden Prabowo Subianto agar semangat dan manfaat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tentunya hal ini bisa mendekatkan pemerintah, melalui pemerintah daerah untuk dekat, bersahabat, dan mendukung rakyat,” ujar Purwadi di lokasi Jamuan Rakyat Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026).

Dalam kegiatan itu, dibagikan 2.800 paket sembako untuk masyarakat Kecamatan Palmerah yang terdaftar pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN merupakan basis data terintegrasi yang memuat informasi kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan (desil) penduduk Indonesia.

DTSEN digunakan sebagai acuan utama pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial, merencanakan program pembangunan, serta menentukan sasaran masyarakat miskin atau rentan secara akurat, terpadu, dan tepat sasaran. Bantuan sembako tersebut juga menjadi bagian dari perhatian dan kepedulian Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat kemerdekaan secara langsung.

Purwadi mengatakan, peringatan hari kemerdekaan ke-81 ini sudah selayaknya diisi dengan sesuatu yang memilki dampak nyata bagi masyarakat. Sesuai dengan cita-cita para pejuang dan pendiri republik ini.

Antusias masyarakat juga terlihat dalam kegiatan ini. Purwadi berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, sekaligus memastikan manfaat kemerdekaan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Perayaan di pemukiman padat penduduk ini membawa kemeriahan hari kemerdekaan yang tidak hanya di pusat perayaan nasional. Jamuan rakyat juga diadakan di sejumlah wilayah di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, serta di Kepulauan Seribu. Warga bisa mengikuti lomba khas kemerdekaan, menikmati panggung musik, hingga mengunjungi bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Purwadi menyampaikan bahwa masyarakat berharap kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Jamuan rakyat digelar semangat pengabdian yang tinggi, dengan semangat loyalitas tinggi kepada negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia.

“Dan ini menjadi peran negara untuk setiap tahun sekali memperingati kemerdekaan ini, dengan memberikan semarak dan mendekatkan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat yang tidak ada sekat,” pungkas Purwadi.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

QRIS Kie Raha Fest 2026 Sukses Digelar, BI Ungkap Transaksi Digital Maluku Utara Capai Rp1,08 Triliun

Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 bertajuk “QRIS Kie Raha Fest” sukses menyedot ribuan pasang mata. Acara tersebut dihelat di Alun-Alun Ibu Kota Sofifi, Senin (17/8/2026).

Menjelang waktu isya, warga tumpah ruah berdatangan untuk menyaksikan hiburan rakyat tersebut. Usai isya, kawasan Jalan 40 telah dipenuhi warga yang menunggu pertunjukan dimulai.

Acara yang mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak!” merupakan puncak rangkaian Pekan QRIS Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dengan mengenakan dress putih, kehadiran Gubernur Sherly, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, unsur Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Provinsi langsung disambut riuh warga.

Gubernur perempuan pertama di tanah Moloku Kie Raha tersebut pun membalasnya dengan menyapa warganya. Bahkan, orang nomor satu di Maluku Utara itu, termasuk Wakil Gubernur serta Sekprov, ikut duduk berbaur bersama warga.

Sherly membuka sambutannya pada malam itu dengan mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas, gotong royong, persatuan, empati, serta kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui doa bersama.

“Saya atas nama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Maluku Utara menyampaikan rasa duka cita untuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026,” katanya dengan nada haru.

Ia mengatakan keluarga besar Maluku Utara turut merasakan duka yang dialami oleh masyarakat NTT. Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan bencana yang melanda masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa QRIS merupakan salah satu kekuatan ekonomi Maluku Utara di masa depan dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sesuai dengan tema HUT ke-81 RI.

“Kedaulatan ekonomi perlu dibangun melalui berbagai instrumen, salah satunya QRIS sebagai alat pembayaran digital karya anak bangsa,” ungkap Gubernur.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan bahwa Bank Indonesia memandang perkembangan implementasi QRIS di Malut telah memasuki tahapan yang semakin matang. Fokus pengembangan tidak lagi hanya pada peningkatan awareness , tetapi juga pada perluasan usage dan penguatan quality .

“Pada Juni 2026, transaksi QRIS di Maluku Utara mencatatkan angka fantastis, yakni Rp1,08 triliun atau naik 200% secara year-on-year .”

“Dengan demikian, digitalisasi sistem pembayaran diharapkan mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin mudah, cepat, aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Handi.

Momentum PQN 2026 di Maluku Utara ditandai dengan penguatan empat fitur utama digitalisasi:

1. Peluncuran dan Penandatanganan PKS Program BERKAH PKB QRIS: Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

2. Peluncuran QRIS Tap di Pelabuhan Speedboat Mangga Dua x BRI

3. Peluncuran Taksi Bandara Sultan Babullah SIAP QRIS

4. Peluncuran Buku Kurikulum Cinta Bangga Paham Rupiah Tingkat SMP se-Wilayah Kota Tidore Kepulauan

Berbagai inovasi tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah sekaligus memperkuat efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah.

Malam puncak “QRIS Kie Raha Fest 2026” menjadi penanda bahwa seluruh rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 RI telah sukses digelar. Acara ini menampilkan berbagai suguhan menarik serta menghibur dengan penampilan Toton Caribo. Selain itu, pameran expo UMKM juga tampak dikerubungi oleh para pengunjung.

Saat ditemui, para pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar tempat acara (venue) pun mendapatkan berkah dari QRIS Kie Raha Fest yang diinisiasi oleh BI tersebut. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktu santai sore sambil menikmati santapan berbagai jajanan, mulai dari pisang goreng, pentol, telur gulung, hingga aneka minuman menyegarkan.

Ucapan syukur juga datang dari salah satu pelaku UMKM yang ikut meramaikan stan (tenant), yakni Ain Sandwich. Pelaku UMKM yang bergerak di bidang pastry dan bakery ini berharap Pemprov terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM dalam kegiatan-kegiatan keramaian. Penyediaan ruang untuk UMKM ini, akunya, terbukti sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan.

Acara QRIS Kie Raha Fest membawa pesan bahwa digitalisasi perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Pada pelayanan publik, digitalisasi diarahkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas layanan.

Pada pusat aktivitas ekonomi, digitalisasi diharapkan memperkuat efisiensi dan kualitas transaksi. Sementara itu, pada pendidikan dan komunitas, digitalisasi menjadi instrumen untuk memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

Sementara itu, sepanjang rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026, Bank Indonesia Maluku Utara juga memperluas edukasi dan implementasi digitalisasi ke berbagai segmen masyarakat, mulai dari sekolah dan perguruan tinggi, pasar dan UMKM, pusat perbelanjaan, hingga pelayanan pemerintah.

Upaya tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, industri sistem pembayaran, dunia usaha, akademisi, pesantren, komunitas, serta masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhaj: Tulis Sejarah Kemenhaj dengan Pengabdian dan Integritas

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengajak seluruh jajaran Kemenhaj mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian, dan integritas. Pesan itu disampaikan dalam Townhall Meeting, Istighosah, dan Pembinaan Pegawai Kemenhaj yang berlangsung secara hybrid, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan dilanjutkan dengan sapaan Menhaj kepada perwakilan Kemenhaj di Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat, sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan kebersamaan jajaran Kemenhaj di seluruh Indonesia.

Menhaj mengatakan, perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran para ulama dan kiai yang sebagian besar juga telah menunaikan ibadah haji. Semangat perjuangan dan pengabdian tersebut harus diteruskan melalui penyelenggaraan haji yang semakin baik dan berintegritas.

“Hari ini kita berusaha menerapkan apa yang telah dilakukan para pendahulu. Mereka mewariskan kemerdekaan kepada kita. Kita juga harus meninggalkan jejak dan mewariskan haji yang berintegritas,” ujar Menhaj.

Mengutip KH M. Hasyim Asy’ari, Irfan mengatakan hidup adalah sebuah cerita. Karena itu, setiap orang harus mengisinya dengan cerita yang baik agar dapat dibaca dan dikenang anak cucu.

“Saat ini kita sedang menulis cerita itu di Kementerian Haji,” katanya.

Menurut Menhaj, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan sekaligus rahmat Allah SWT. Syukur atas nikmat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan amanat konstitusi agar kekayaan bumi Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menhaj mengakui tahun pertama Kemenhaj penuh tantangan. Namun, amanah harus dijalankan dengan kesungguhan, kerja keras, dan kepasrahan kepada Allah.

“Seorang pemimpin tidak selalu memilih tempat yang nyaman. Pengabdian tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Di mana pun kita ditempatkan, kita harus tetap berdakwah dan mengabdi dengan niat yang tulus,” tuturnya.

Menhaj juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang sehat dan menjadikan integritas sebagai ruh Kemenhaj.

Menhaj mengingatkan filosofi Jawa, “Ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining slira dumunung ana ing busana.” Seragam Kemenhaj, kata dia, membawa nama dan kehormatan institusi sehingga harus dijaga dengan sikap, ucapan, dan perilaku.

“Setelah selesai puja dan puji, mari kita kembali fokus memberikan yang terbaik untuk jemaah. Fokus kita adalah haji 2027,” tegasnya.

Menhaj berharap seluruh pegawai menjadikan setiap pekerjaan hari ini sebagai bagian dari sejarah Kemenhaj dan warisan baik bagi generasi mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Bandung Dukung Program Peka BPJS Ketenagakerjaan, Dorong Penerima Santunan Jadi Wirausaha

Pemerintah Kota Bandung mendukung program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (Peka) yang digagas BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mendorong penerima manfaat dan ahli waris agar mampu mengelola santunan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan bertajuk “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” tersebut digelar di Pendopo Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, serta jajaran pemerintah daerah dan peserta penerima manfaat.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang mewakili Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Peka.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang produktif dan mandiri.

“Jaminan sosial tidak cukup hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga harus mampu mendorong masyarakat untuk produktif, mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi,” ujar Iskandar saat membacakan sambutan Wali Kota Bandung.

Ia menilai, kesejahteraan masyarakat tidak dapat dibangun pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.

Melalui program Peka, penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan santunan maupun manfaat jaminan sosial diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi, termasuk melalui peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, edukasi keuangan, serta pendampingan usaha.

“Pemerintah Kota Bandung tentu akan terus mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi yang memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk tumbuh. Kita ingin masyarakat Bandung tidak hanya menjadi objek program, tetapi menjadi subjek pembangunan yang aktif, produktif dan mandiri,” katanya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Ia menilai santunan yang diterima ahli waris dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha, sehingga manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan.

“Kami sangat apresiasi dan mendukung program ini sehingga kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi sokoguru perekonomian bangsa,” ujar Yassierli.

Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan siap bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat.

Kementerian juga memiliki berbagai program pelatihan tenaga kerja mandiri dan vokasi yang dapat dikolaborasikan.

Yassierli menyebut Kementerian Ketenagakerjaan telah memiliki program tenaga kerja mandiri yang memberikan modal, pelatihan, serta pendampingan.

Program tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.

Sedangkan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menjelaskan, program Peka lahir dari evaluasi terhadap penyaluran manfaat jaminan sosial kepada peserta maupun ahli waris.

Ia mencontohkan seorang ahli waris yang menerima santunan sekitar Rp281 juta setelah suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana santunan dalam jumlah besar dapat dikelola agar memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

“Harapannya manfaat dan tabungan yang mereka terima jangan hanya menjadi konsumtif, tetapi benar-benar menjadi produktif dan insyaallah juga malah bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” kata Saiful.

Program Peka mengusung pendekatan pelatihan, pendanaan, dan pemasaran.

Para peserta diarahkan mengikuti pelatihan sesuai minat dan kebutuhan, kemudian memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha serta mendapatkan akses pembiayaan lanjutan.

BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong pemasaran produk peserta melalui ekosistem digital dan jaringan mitra.

Dengan demikian, peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga diarahkan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Saiful menyampaikan, program tersebut telah dipilotkan sejak 4 Juli 2026 dan saat ini dilaksanakan secara serentak di 37 provinsi pada 41 titik. Hingga pelaksanaan kegiatan di Bandung, tercatat 2.736 peserta telah mendapatkan pelatihan.

Ia menargetkan setidaknya 10 persen peserta yang mengikuti program pada 2026 dapat mulai produktif dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027, Pendaftaran Dimulai 20 Agustus

Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Kloter dan PPIH Kesehatan Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pengumuman seleksi disampaikan pada Selasa (18/8/26), dengan pendaftaran peserta mulai dibuka pada 20 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan seleksi dilakukan untuk mendapatkan petugas kesehatan yang profesional, berintegritas, kompeten, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Petugas haji dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang tugas dan komitmen penuh dalam melayani jemaah. Melalui seleksi ini, kami ingin mendapatkan petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan kemampuan bekerja di lapangan,” ujar Puji.

Puji menegaskan bahwa seluruh proses seleksi PPIH bebas gratifikasi dan tidak dipungut biaya apa pun. Peserta juga diminta mengikuti proses pendaftaran secara mandiri serta memastikan seluruh dokumen yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara umum, calon petugas harus sehat jasmani dan rohani, memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, mampu mengoperasikan aplikasi komputer maupun gawai berbasis Android dan/atau iOS, serta diutamakan memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris.

Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani Pramudya, menjelaskan bahwa untuk bidang kesehatan, peserta berusia paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 57 tahun bagi yang bertugas sebagai tenaga kesehatan kloter. Bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia, berusia paling rendah 27 tahun dan paling tinggi 55 tahun. Sedangkan saat mendaftar serta memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun sesuai peminatan tugas.

“Petugas kesehatan harus memiliki kesiapan klinis dan kemampuan merespons kondisi kegawatdaruratan, serta membantu tugas-tugas administratif. Kompetensi profesi, pengalaman kerja, kesiapan fisik, dan kemampuan bekerja dalam situasi cepat sangat dibutuhkan dalam pelayanan jemaah,” kata Dani.

Formasi yang dibuka mencakup PPIH Kesehatan Kloter yang terdiri atas dokter atau dokter spesialis dan perawat. Sementara PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan bandara mencakup dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker atau tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium medis, tenaga rehabilitasi medik, radiografer, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis dan informasi kesehatan, serta tenaga pencegahan dan pengendalian infeksi.

Khusus dokter, perawat, dan apoteker atau tenaga vokasi farmasi, peserta diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan. Dokter dan perawat juga wajib menyertakan sertifikat kegawatdaruratan yang masih berlaku.

Pendaftaran peserta dimulai pada 20 Agustus 2026 dengan batas akhir unggah dokumen pada 26 Agustus 2026. Setelah tahapan verifikasi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 31 Agustus 2026 dan Medical Check Up (MCU) pada 3–8 September 2026. Peserta yang dinyatakan berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan akan diumumkan pada 15 September 2026.

“Menjadi petugas haji adalah amanah pelayanan. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tandas Puji.

Untuk proses pendaftaran, calon peserta dapat mengakses portal resmi rekrutmen petugas haji melalui tautan berikut: https://petugas.haji.go.id/#/home

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hari Pramuka ke-65, Kwarcab Kota Bogor Beri Penghargaan kepada Puluhan Pembina dan Anggota

Menutup rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kota Bogor Tahun 2026, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Upacara Gelar Senja di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (18/8/2026).

 

Upacara Gelar Senja merupakan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari yang dipadukan dengan unjuk kreativitas, keterampilan kepramukaan, serta kesenian dari para anggota Gerakan Pramuka.

 

Upacara diawali dengan penyerahan tanda penghargaan Anugerah Lencana Pancawarsa Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Ketua Kwarcab Kota Bogor kepada 26 pembina Kwarcab Kota Bogor.

 

Selain itu, turut diserahkan Lencana Teladan kepada 11 anggota Penggalang Kwarcab Kota Bogor. Penghargaan lainnya juga diberikan berupa piagam penghargaan kepada Kwartir Ranting (Kwarran) teraktif, Gugus Depan (Gudep) teraktif, serta anggota Gerakan Pramuka teraktif berdasarkan aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas.

 

Dalam upacara tersebut, anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bogor yang mendapat kepercayaan bertugas sebagai petugas penurunan Bendera Merah Putih, yakni Haikal Abdillah sebagai pembentang bendera, Sabda Pinaka Satria sebagai pembawa Bendera Merah Putih, Habiebie Al Fathan Saputra sebagai pengerek bendera, dan Desvita Zahra sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih.

 

Sementara itu, posisi pemimpin upacara dipercayakan kepada anggota Gerakan Pramuka Penggalang, Muhammad Afiful Afkar.

 

Upacara Gelar Senja ditutup dengan pembacaan doa oleh anggota Pramuka Siaga Kwarcab Kota Bogor, Bagja Trijaka Gumelar yang merupakan siswa SDN Papandayan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Peduli Korban Gempa NTT, Pemkab Tuban Kirim Bantuan dan Galang Dana

Sejumlah bantuan mulai dikirim dari Tuban untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian Pemkab Tuban kepada sesama warga bangsa yang tengah menghadapi musibah. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E., bersama Forkopimda Tuban usai pelaksanaan upacara penurunan bendera Merah Putih di Alun-Alun Tuban, Senin (17/8) petang.

Pada hari yang sama, Pemkab Tuban berkoordinasi dengan Polresta Tuban mengirimkan satu truk bantuan logistik berupa perlengkapan tidur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meringankan beban warga NTT yang terdampak bencana.

Adapun pengiriman bantuan itu dilakukan melalui koordinasi Polda Jawa Timur sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri. Karena itu, Bupati Tuban menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak sehingga bantuan dapat segera disalurkan.

Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan pihak Polres, bantuan untuk saudara kita di NTT sudah dikirim,” kata Bupati Aditya Halindra Faridzky usai upacara.

Lebih lanjut, kepedulian Pemkab Tuban terhadap masyarakat NTT tidak berhenti pada pengiriman bantuan logistik. Secara bertahap, jajaran Forkopimda dan seluruh ASN Pemkab Tuban, baik PNS maupun PPPK, juga melakukan penggalangan dana dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu para korban bencana.

Selanjutnya, bantuan yang terkumpul akan dikoordinasikan agar penyalurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampa

“Apakah nanti bantuannya berupa uang atau barang, akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan teman-teman di sana. Yang jelas, bantuan akan kami salurkan sesuai kebutuhan,” jelas bupati muda dua periode tersebut.

Menurut Mas Lindra, sebagai sesama anak bangsa yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sudah sepatutnya masyarakat memiliki kepedulian terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tuban turut mendoakan dan memberikan dukungan bagi masyarakat NTT. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan serta solidaritas sebagai bangsa Indonesia.

“Doa kami untuk saudara-saudara kita di NTT, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan cepat pulih,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Jatim, BPBD NTT, maupun BPBD Manggarai mengenai bantuan yang diperlukan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, warga terdampak gempa membutuhkan sejumlah bantuan, mulai dari logistik, makanan siap saji, pakaian dan selimut, terpal, hingga alat bantu penerangan maupun listrik.

“Sesuai arahan Mas Bupati, kami akan mengirimkan bantuan untuk meringankan beban korban terdampak,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, Pemkab Tuban berkomitmen terus memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan secara terkoordinasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI di Sumedang Meriah, Warga Tumpah Ruah di Alun-alun

Antusiasme masyarakat terlihat saat menyaksikan Pawai Pembangunan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Sumedang, Selasa (18/8/2026). Pawai rakyat dibuka Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menampilkan beragam kreasi dan seni dari masing-masing desa/kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan.

Rangkaian pawai melewati panggung kehormatan di sekitar Alun-alun Sumedang dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Beragam penampilan peserta tampil semarak dengan membawa kreativitas, budaya, serta gambaran hasil pembangunan di wilayah masing-masing. Warga tumplek memadati kawasan Alun-alun Sumedang untuk menyaksikan kemeriahan pawai.

Bupati Dony menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan meriah, tertib dan aman. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu dan bapak RT, RW, desa dan kecamatan yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang hadir secara langsung menyaksikan pawai. “Terima kasih kepada warga yang telah hadir langsung menyaksikan Pawai Pembangunan. Hari ini kita melihat kreativitas warga masyarakat Sumedang menampilkan hasil-hasil pembangunan,” katanya.

Menurut Dony, Pawai Pembangunan bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga memiliki makna untuk menumbuhkan semangat, optimisme dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi masa depan. “Makna dari acara ini adalah meningkatkan semangat. Tetap semangat dalam menjalankan kehidupan, optimis ke depan dan terus mempersiapkan diri,” katanya.

Dony mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan semangat dalam bekerja, belajar, beribadah, mencari nafkah, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga berharap seluruh rangkaian pawai berlangsung dalam suasana damai, tertib dan aman, sehingga setiap peserta dapat memberikan penampilan terbaiknya. “Semoga semuanya damai, tertib dan aman, sehingga yang tampil bisa memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Di tengah kemeriahan pawai, Bupati Dony turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan momentum perayaan kemerdekaan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya hidup bersih, tertib dan bertanggung jawab.

“Pawai Pembangunan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan dan rasa bangga terhadap Kabupaten Sumedang serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KPK Petakan Titik Rawan Korupsi APBD di Kalimantan, Ini yang Harus Diwaspadai Pemda

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memetakan sejumlah titik rawan korupsi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kalimantan, yakni dalam penyaluran dana hibah. Sementara, pada sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) terdapat sejumlah anomali yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (pemda).

KPK menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencegahan Korupsi Berbasis Pemetaan Risiko pada Area Strategis Pemerintahan Daerah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (13/8). Adapun, kegiatan ini diikuti kepala daerah se-Kalimantan, sebagai bagian penguatan pencegahan korupsi berbasis risiko di daerah.

Deputi Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK, Ely Kusumastuti, menegaskan temuan dan indikasi tersebut harus menjadi peringatan dini bagi pemda. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), menurutnya, berposisi strategis guna mendeteksi sekaligus mengoreksi potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

“APIP harus berani mengawasi, terutama untuk mendeteksi sejak awal potensi pengkondisian dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengadaan,” tegas Ely.

Delapan Titik Rawan Dana Hibah

Dalam penyaluran dana hibah, khususnya di Kalimantan, KPK mengidentifikasi delapan titik rawan yang perlu diperhatikan pemda, yaitu hibah diberikan tanpa didahului proposal atau usulan; proposal diajukan saat proses penganggaran berjalan; data penerima tidak jelas; nama penerima tumpang tindih; penerima hibah muncul berturut-turut; mekanisme monitoring dan pertanggungjawaban tidak memadai; realisasi hibah tidak sesuai perjanjian; serta penerima tidak memenuhi kriteria ditetapkan.

Menurut Ely, kondisi tersebut dapat menyulitkan pemda dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran. Salah satu yang menjadi persoalan, yaitu proposal yang belum dievaluasi dan diverifikasi, sementara anggaran hibah sudah disiapkan.

“Seharusnya proposal diajukan terlebih dahulu, diperiksa kelayakannya, kemudian masuk proses penganggaran, dilanjutkan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), dan setelah seluruh proses terpenuhi, barulah hibah disalurkan,” jelas Ely.

Ia mengingatkan setiap proses pengelolaan hibah harus dapat dipertanggungjawabkan karena anggaran yang dikelola merupakan uang publik. “Kami datang dalam konteks pencegahan. Karena itu, kami berharap seluruh pihak ikut mengawasi, karena yang dikelola adalah uang rakyat,” tuturnya.

Selain hibah, KPK menyoroti sejumlah titik rentan pada PBJ, baik melalui tender, e-purchasing, maupun penunjukkan langsung (PL). Adapun beberapa indikasinya, antara lain afiliasi antara penyedia dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) maupun anggota legislatif; penyedia tidak kompeten atau tidak tersertifikasi badan usaha (SBU) sesuai syarat; hingga indikasi pengguguran peserta atau penyedia melalui syarat yang tidak semestinya.

“Ketika sejak awal muncul indikasi yang mengarah pada penyedia tertentu, harus menjadi alarm bagi APIP. Periksa dokumen penawaran dan persyaratan teknisnya, sehingga potensi pengkondisian dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

Pengawasan Rantai PBJ

Penguatan pengawasan tersebut sejalan dengan upaya pencegahan korupsi oleh KPK, lewat instrumen Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP). Pada 2025, nilai MCSP di empat dari lima provinsi di Kalimantan menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Nilai MCSP Kalimantan Tengah turun dari 83 menjadi 82, Kalimantan Timur dari 80 menjadi 75, Kalimantan Barat dari 89 menjadi 78, dan Kalimantan Selatan dari 93 menjadi 85. Sementara, hanya skor Kalimantan Utara yang meningkat dari 82 menjadi 83.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi penguatan pengawasan dan tindak lanjut pemda. Ely menegaskan, capaian MCSP bukan sekadar angka pengukuran, sehingga KPK tidak sekadar berkoordinasi, namun turun langsung ke lapangan guna memverifikasi dan memvalidasi temuan awal.

“Kami meninjau langsung ke lapangan untuk memverifikasi dan memvalidasi. Pada Juli dan Oktober 2025, kami turun ke Singkawang dan Banjarbaru untuk memastikan kondisi dan menguji rekomendasi pencegahan benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Ely.

Sejalan, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Setya Budi Arijanta, menegaskan pentingnya pengawasan yang dibangun sepanjang proses PBJ. Menurutnya, pengawasan tidak cukup pada tahap akhir, tapi sejak perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan.

“Pengawasan dapat melalui audit, reviu, pemantauan, dan evaluasi. Selain itu, perlu dibuka ruang pengaduan melalui whistleblowing system agar setiap indikasi penyimpangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” terang Setya.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri), Cheka Virgowansyah, menyampaikan forum sinergi ini bertujuan membentuk pemerintahan daerah yang bersih, efektif, dan akuntabel.

“Mendagri berharap kepala daerah memperkuat integritas pribadi dan komitmen antikorupsi melalui pengawasan internal kuat dan pengelolaan anggaran daerah bertanggung jawab,” ungkap Cheka.

Dari Deteksi Dini ke Tindak Lanjut

Rakor pencegahan korupsi di Kalimantan merupakan strategi penguatan pencegahan korupsi melalui pendekatan berbasis risiko. Kalimantan menjadi klaster kedua dari total 10 klaster yang mencakup 32 provinsi di Indonesia, setelah Jawa Timur.

Penguatan ini menjadi semakin penting di tengah masih adanya perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah. Diketahui, sepanjang 2025–2026, KPK telah melakukan 17 kegiatan tangkap tangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ely menegaskan, KPK tidak sekadar melihat komitmen pemda dari sisi pernyataan, namun tindak lanjut nyata terhadap rekomendasi dan hasil pemetaan risiko. “Yang kami lihat bukan hanya itikad baik pemda, tapi komitmen tersebut ditindaklanjuti secara konkret,” ungkap Ely.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengapresiasi penguatan sinergi tersebut. Menurutnya, pendekatan pencegahan berbasis risiko memberikan perspektif baru bagi kepala daerah untuk mengenali potensi persoalan sebelum berkembang menjadi pelanggaran.

“Kita semakin memahami pencegahan korupsi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, namun bagaimana membaca potensi kerawanan sejak awal. Dengan begitu, setiap proses pemerintahan dapat berjalan lebih hati-hati, transparan, dan sesuai aturan,” tuturnya.

Turut hadir kepala daerah dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta sejumlah perangkat daerah dari 5 provinsi, 47 kabupaten, dan 9 kota dari Kalimantan dalam kegiatan ini. KPK berharap penguatan pencegahan di Kalimantan tidak berhenti di sini, melainkan menjadi tindak lanjut atas setiap rekomendasi hasil pengawasan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News