Beranda blog Halaman 22

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di IKN Berlangsung Khidmat

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat pada Senin (17/8/2026) sore.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Pengibaran dan penurunan bendera sore dipimpin oleh Komandan Upacara Kasi Intel Grup 4 Kopassus, Kolonel Inf. Syaiful Arif, dengan Perwira Upacara Kolonel Ctm. Joni Kuswaryanto, S.H., M.H.

Prosesi penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gabungan purna Paskibraka Kabupaten Kutai Kartanegara dan SMA Taruna Nusantara. Petugas pengibar bendera sore terdiri dari Noval Widiya Prasetya (SMK Tunas Etam Tenggarong Seberang), Al Fatih Pasha Nurkolik (SMA 1 Tenggarong), dan Frasmana Padilah (SMK 1 Sebulu). Sementara tugas pembawa baki diamanahkan kepada Nazifa Ramadhani Mulawarman (SMAN 1 Kota Bangun). Seluruh prosesi berlangsung lancar dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Sepaku, H. Abdul Rahman, S.Ag.

Usai upacara, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasinya atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan kemerdekaan tahun ini.

“Penyelenggaraan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Nusantara ini terwujud berkat kerja sama yang baik serta dukungan dari para mitra dan masyarakat. Semua ini kita siapkan bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun ibu kota baru,” ujar Basuki.

Dukungan serta optimisme terhadap perkembangan Nusantara turut disampaikan oleh Tokoh Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Prof. Dr. Ir. Paulus Matius, M.Sc., yang hadir memenuhi undangan upacara. Ia menilai pembangunan IKN terus menunjukkan kemajuan yang konsisten dengan tetap memegang prinsip kota hutan dan kearifan lokal.

“Sejak tahap perencanaan, kita mendorong agar IKN dibangun berlandaskan ekosistem dan budaya Kalimantan yang diperkuat oleh kebudayaan Nusantara. Sebagai kota hutan (forest city), penghijauan dengan jenis tanaman asli daerah serta penguatan budaya lokal akan menjadikan Nusantara magnet wisata budaya yang kuat di tingkat internasional,” ujar Paulus.

Sebelum prosesi penurunan bendera dilaksanakan, area lapangan diisi dengan pergelaran Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan. Pementasan Budaya Nusantara menampilkan pertunjukan Nusantara Voice, Tarian dan Drama Kolosal Taruna Nusantara, serta Tarian Kolosal binaan Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.

Melalui penutupan Upacara Peringatan HUT ke-81 RI ini, Otorita IKN terus berkomitmen menjaga semangat persatuan dan melangkah bersama masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Upacara HUT ke-81 RI di IKN Berlangsung Khidmat, Basuki Hadimuljono Tegaskan Pembangunan Nusantara Inklusif

Dalam rangka peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Otorita Ibu Kota Nusantara menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Nusantara pada Senin (17/8/2026). Rangkaian upacara inti berlangsung khidmat mulai pukul 07.30 WITA.

Kepala Otorita IKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Jalannya pengibaran bendera dipimpin oleh Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Hendrik Hermawan, S.I.K. selaku Komandan Upacara, dengan Perwira Upacara Brigjen Pol. Fransiscus Barung Mangera, S.I.K.

Rangkaian sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih dilaksanakan oleh tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Otorita IKN yang telah dikukuhkan pada Jumat (14/8/2026) lalu. Petugas pengibar bendera pada upacara pagi terdiri dari Nur Raffi Mauludy (SMA 1 Tenggarong), Faiz Haziq Akbar (MAN 2 Kukar), dan Adji Taufik Rahman (SMA 1 Kenohan). Prosesi pengibaran bendera berjalan khidmat dengan diiringi Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Kaltim serta alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam upacara ini, pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N. Sementara itu, pembacaan Naskah Pancasila dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., serta pembacaan Pembukaan UUD RI 1945 oleh Staf Khusus Keselamatan Publik Otorita IKN, Brigjen Pol. Edgar Diponegoro, S.I.K., M.H. Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara, K.H. Abdul Hanan.

Usai seluruh prosesi upacara selesai dilaksanakan, Kepala Otorita IKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., menegaskan komitmen Otorita IKN dalam merangkul seluruh elemen masyarakat dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Pembangunan Nusantara berlandaskan pada prinsip inklusivitas. Seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas, semua harus masuk dalam konsep pembangunan ini dan sebisanya kami tangani secara inklusif,” ujar Basuki.

Pada kesempatan yang sama, Basuki menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).

“Di tengah suasana kemerdekaan ini, hati kami juga bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang tengah dirundung duka. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, dan mendoakan agar seluruh warga terdampak diberi ketabahan serta dapat segera pulih. Semangat kebersamaan yang kita rayakan hari ini adalah semangat yang sama untuk saling menguatkan,” ujar Basuki.

Senada, rasa bangga turut disampaikan oleh perwakilan petugas pengibar bendera atas kesempatan bersejarah yang diberikan kepada putra daerah Kalimantan Timur.

“Menjadi bagian dari sejarah pengibaran Merah Putih di Nusantara adalah suatu kehormatan luar biasa bagi kami. Hal ini menjadi pembakar semangat, terutama untuk kami generasi muda daerah, dalam berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” ungkap Nur Raffi Mauludy, salah satu anggota Paskibra Otorita IKN asal SMA 1 Tenggarong.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pergelaran Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan dan atraksi Budaya Nusantara. Agenda diisi dengan Tari Etnis, peragaan Kolone Senapan Brimob Polda Kaltim, Paduan Suara Otorita IKN, serta kolaborasi angklung Svara Mandiri bersama para peserta dan tamu undangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Upacara HUT ke-81 RI, Menko Airlangga Soroti Capaian Ekonomi dan Agenda Transformasi 2027

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata dalam mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa dan menyiapkan fondasi pertumbuhan jangka panjang menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (17/08).

“Hari ini, di lingkungan Kemenko Perekonomian, estafet perjuangan harus kita lanjutkan dengan mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa dan menyiapkan fondasi pertumbuhan jangka panjang untuk mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Setiap regulasi yang dirumuskan, setiap koordinasi yang dijalankan, adalah bentuk perjuangan nyata untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujar Menko Airlangga.

Mengawali amanatnya, Menko Airlangga juga menyampaikan dukacita atas musibah gempa yang melanda masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia mendoakan agar masyarakat yang terdampak senantiasa diberikan kekuatan serta seluruh proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Menko Airlangga menyoroti berbagai dinamika yang dihadapi Indonesia dalam melanjutkan pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional.

Di tengah perkembangan geopolitik, revolusi teknologi melalui artificial intelligence (AI), serta perubahan iklim yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang, Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan perekonomian. Berbagai stimulus ekonomi yang dikoordinasikan Pemerintah juga terus diarahkan untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi serta mendorong penciptaan kesejahteraan.

Sejumlah indikator yang menunjukkan capaian tersebut antara lain yakni Tingkat Pengangguran Terbuka yang turun menjadi 4,65% pada Mei 2026 dan tingkat kemiskinan yang turun menjadi 8,07%. Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.040,6 triliun dan menciptakan 1,4 juta lapangan kerja baru. Sementara itu, sebanyak 26 proyek hilirisasi telah dicanangkan dan saat ini tengah berjalan.

Kemudian, kemandirian ekonomi juga terus diperkuat melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk upaya mendorong kemandirian energi melalui penerapan biodiesel B50. Di bidang perdagangan, diplomasi ekonomi terus dijalankan dengan Indonesia telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah berlaku dan 13 perjanjian yang masih dalam tahap perundingan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menetapkan 10 program transformasi pada 2027. Beberapa di antaranya memerlukan koordinasi Kemenko Perekonomian, antara lain Bursa Komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pembangunan 100 GW PLTS, Pusat Finansial Internasional Indonesia, development management, elektrifikasi kendaraan, serta program dwi kenegaraan terbatas untuk talenta istimewa dan keahlian strategis.

Menko Airlangga juga menekankan bahwa transformasi ekonomi membutuhkan dukungan aparatur yang berkualitas dan berintegritas. Untuk itu, seluruh jajaran Kemenko Perekonomian diinstruksikan untuk menerapkan core values ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, sebagai landasan etika dan integritas dalam menjalankan tugas.

“Nilai tersebut harus menjadi landasan etika, integritas untuk menghadirkan kebijakan publik yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa,” tegas Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada 20 orang PNS di lingkungan Kemenko Perekonomian yang telah menunjukkan kesetiaan dan pengabdian selama 20 hingga 30 tahun. Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan serta mengajak para penerima penghargaan untuk terus menjadi teladan bagi rekan kerja dan generasi penerus.

“Pada seluruh jajaran Kemenko Perekonomian mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata agar kegiatan ekonomi berdampak untuk masyarakat Indonesia. Teruslah berkolaborasi untuk suksesnya program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT Ke-81 RI, BMKG Tegaskan Komitmen Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Pusat BMKG, Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. Dalam kesempatan tersebut, Guswanto membacakan amanat Kepala BMKG yang menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab bersama untuk melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

“Delapan puluh satu tahun yang lalu para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi kemerdekaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun bangsa yang berdaulat, maju, adil, dan makmur,” ujar Guswanto saat membacakan amanat Kepala BMKG.

Menurutnya, tema HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, bukan sekadar slogan peringatan, melainkan cita-cita yang sejak awal diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dan hingga kini terus menjadi arah pembangunan nasional.

Ia juga menyoroti filosofi identitas visual HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibangun dari jalinan bentuk angka 81 yang saling terhubung. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui gotong royong, kolaborasi, dan sinergi seluruh elemen bangsa.

“Tidak ada satu institusi pun yang mampu membangun Indonesia sendirian. Dalam semangat itulah BMKG mengambil bagian dan menjalankan perannya sebagai lembaga pemerintah yang menyelenggarakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika,” katanya.

Lebih lanjut, Guswanto menyampaikan bahwa BMKG memiliki kontribusi strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

“Perubahan iklim menjadi salah satu isu global paling krusial saat ini karena dampaknya tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga menjangkau dimensi ekonomi, sosial, dan politik,” jelasnya.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, BMKG terus memperkuat layanan operasional yang terintegrasi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, melalui unit kerja Kantor Pusat, Satuan Kerja Mandiri, serta 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami memastikan layanan BMKG hadir 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk memperkuat sistem Early Warning for Early Action guna mendukung keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional,” ungkapnya.

Kontribusi BMKG, lanjutnya, hadir secara nyata dalam berbagai sektor strategis pembangunan nasional. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika berperan penting dalam mendukung keselamatan transportasi, memperkuat ketahanan pangan, menunjang ekonomi maritim, mengurangi risiko bencana, mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh, hingga membuka peluang pengembangan energi baru dan terbarukan.

Dengan layanan yang andal dan berbasis ilmu pengetahuan, BMKG berupaya memastikan setiap kebijakan dan keputusan pembangunan didukung oleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya.

Pada kesempatan tersebut, Guswanto juga mengajak seluruh insan BMKG untuk menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) Ke-79, yaitu “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

“Mari jadikan peringatan Hari Kemerdekaan ini bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk memperbarui komitmen dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui karya, pengabdian, dan tanggung jawab sesuai profesi serta amanah yang kita emban. Teruslah Melayani dan Menginspirasi. Bersama-sama kita wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya.

Melalui peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BMKG meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal, akurat, serta berdampak bagi masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian Haji Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Pendaftaran Mulai 20 Agustus

Kementerian Haji dan Umrah RI membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Kloter dan PPIH Kesehatan Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pengumuman seleksi disampaikan pada Selasa (18/8/2026), dengan pendaftaran peserta mulai dibuka pada 20 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan seleksi dilakukan untuk mendapatkan petugas kesehatan yang profesional, berintegritas, kompeten, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Petugas haji dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang tugas dan komitmen penuh dalam melayani jemaah. Melalui seleksi ini, kami ingin mendapatkan petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan kemampuan bekerja di lapangan,” ujar Puji.

Puji menegaskan bahwa seluruh proses seleksi PPIH bebas gratifikasi dan tidak dipungut biaya apa pun. Peserta juga diminta mengikuti proses pendaftaran secara mandiri serta memastikan seluruh dokumen yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara umum, calon petugas harus sehat jasmani dan rohani, memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, mampu mengoperasikan aplikasi komputer maupun gawai berbasis Android dan/atau iOS, serta diutamakan memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris.

Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani Pramudya, menjelaskan bahwa untuk bidang kesehatan, peserta berusia paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 57 tahun bagi yang bertugas sebagai tenaga kesehatan kloter. Bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia, berusia paling rendah 27 tahun dan paling tinggi 55 tahun. Sedangkan saat mendaftar serta memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun sesuai peminatan tugas.

“Petugas kesehatan harus memiliki kesiapan klinis dan kemampuan merespons kondisi kegawatdaruratan, serta membantu tugas-tugas administratif. Kompetensi profesi, pengalaman kerja, kesiapan fisik, dan kemampuan bekerja dalam situasi cepat sangat dibutuhkan dalam pelayanan jemaah,” kata Dani.

Formasi yang dibuka mencakup PPIH Kesehatan Kloter yang terdiri atas dokter atau dokter spesialis dan perawat. Sementara PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan bandara mencakup dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker atau tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium medis, tenaga rehabilitasi medik, radiografer, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis dan informasi kesehatan, serta tenaga pencegahan dan pengendalian infeksi.

Khusus dokter, perawat, dan apoteker atau tenaga vokasi farmasi, peserta diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan. Dokter dan perawat juga wajib menyertakan sertifikat kegawatdaruratan yang masih berlaku.

Pendaftaran peserta dimulai pada 20 Agustus 2026 dengan batas akhir unggah dokumen pada 26 Agustus 2026. Setelah tahapan verifikasi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 31 Agustus 2026 dan Medical Check Up (MCU) pada 3–8 September 2026. Peserta yang dinyatakan berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan akan diumumkan pada 15 September 2026.

“Menjadi petugas haji adalah amanah pelayanan. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tandas Puji.

Untuk proses pendaftaran, calon peserta dapat mengakses portal resmi rekrutmen petugas haji melalui tautan berikut: https://petugas.haji.go.id/#/home

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendagri Tito Dorong Pemda Segera Data Sekolah dan Rumah Ibadah Rusak Akibat Gempa NTT

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mendata kerusakan rumah ibadah dan sekolah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan usai melihat langsung salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Pendataan atas tingkat kerusakan kedua fasilitas penting tersebut menjadi acuan kementerian terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan sekaligus agar kebutuhan pendidikan dan rohani masyarakat terpenuhi.

“Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak,” ujar Mendagri.

Berdasarkan pengalaman, Mendagri menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk yang sigap dalam menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Di depan warga, Mendagri menceritakan pascabencana tanah longsor yang menerjang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat), sebanyak 4.922 sekolah rusak. Namun, saat ini hampir semua bangunan sekolah sudah direhabilitasi dan direkonstruksi.

“Di Sumatera itu 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar sudah 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi),” jelasnya.

Sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, Mendagri memastikan pemerintah pusat sangat peduli terhadap keberlanjutan pendidikan para siswa di wilayah bencana. Jika bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, Kemendikdasmen bisa mengirimkan tenda darurat sembari merehabilitasi bangunan yang rusak.

“Tapi yang utama kita harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan,” terang Mendagri.

Setelah berkeliling dan berinteraksi dengan penyintas gempa di posko pengungsian, Mendagri juga menyempatkan diri menyambangi SMP Abdurrahman Wahid, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Lamba Leda Utara. Di sekolah yang terletak di pesisir utara Manggarai Timur tersebut, ia menyerahkan santunan pribadi secara langsung kepada pengurus sekolah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Semangat Kemerdekaan, Kemendag Dorong Produk Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Matahari beringsut perlahan di tanggal merah, Senin, (17/8). Hari ini peringatan kemerdekaan RI. Upacara penurunan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, sudah berlalu. Kini giliran lampu di jalanan dan dari berbagai gedung terus berjuang melawan senja yang makin temaram.

Di atas jalan protokol, di antara gedung-gedung tinggi, iring-iringan kendaraan hias kementerian dan lembaga meluncur dengan teguh. Patung Kuda hingga Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat menjadi rutenya. Kendaraan-kendaraan hias ini membawa semangat kemerdekaan, mengingatkan pejalan kaki bahwa perjuangan Indonesia belum selesai meski telah memproklamasikan kemerdekaan 81 tahun silam.

Salah satu kendaraan hias yang melintas ini digawangi Kementerian Perdagangan. Di atasnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso berdiri menyapa masyarakat yang memenuhi tepian jalan. Sesekali tangannya melambai, membalas sapaan warga. Mendag Busan turut mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat perdagangan Indonesia.

“Mari kita wujudkan semangat kemerdekaan dengan memperkuat perdagangan Indonesia karena perdagangan yang kuat menjadi salah satu fondasi Indonesia yang maju. Untuk itu, pasar dalam negeri terus kita jaga, akses pasar ekspor terus kita buka, dan produk-produk lokal kita dorong agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global,” ujarnya.

Kendaraan tersebut melaju membawa cerita tentang perdagangan Indonesia. Cerita tentang produk dan jasa yang tumbuh di negeri sendiri, serta orang-orang yang berjuang untuk melangkah menuju pasar dunia.

Tiga program utama Kemendag terpampang nyata di badan kendaraan: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiganya menggambarkan upaya Kemendag mengajak pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk berjuang bersama dalam memajukan perdagangan Indonesia.

Perjuangan pertama dimulai dari rumah sendiri. Melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag terus memperkuat pasar domestik agar menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya produk-produk Indonesia. Melalui program ini, Kemendag mendorong produk dalam negeri agar tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari memperluas kemitraan dengan ritel modern, memfasilitasi sertifikasi halal, hingga membuka lebih banyak ruang bagi produk lokal untuk hadir dan mengisi pasar domestik. Kokohnya pasar dalam negeri menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Perjuangan berlanjut, melalui Program Perluasan Pasar Ekspor, pemerintah berjuang untuk mengetuk pintu-pintu pasar luar negeri. Ada yang langsung terbuka lebar, ada pula yang harus diketuk berkali-kali. Di balik pintu itu, para negosiator Indonesia berjuang di meja perundingan membawa kepentingan perdagangan Indonesia. Kepentingan Indonesia diperjuangkan agar produk-produk dalam negeri mendapat akses pasar yang lebih luas.

Ketika pintu sudah terbuka, perjalanan belum selesai. Produk perlu diperkenalkan ke dunia. Pelaku usaha perlu dipertemukan dengan calon pembeli. Promosi dagang, misi dagang, hingga business matching menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Dari satu pertemuan, bisa lahir percakapan. Dari percakapan, muncul ketertarikan. Dari ketertarikan, diharapkan lahir transaksi.

Perjalanan itu tidak dilakukan sendirian. Di berbagai penjuru dunia, ada 46 perwakilan dagang Indonesia yang tersebar di 33 negara. Mereka menjadi kepanjangan tangan Indonesia di pasar global yang membuka pintu, memperkenalkan produk, mencari peluang, dan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang di negara tujuan.

Produk yang diperjuangkan ini tidak hanya lahir dari perusahaan besar. Banyak di antaranya tumbuh dari daerah, dari tangan pelaku usaha yang memulai usaha dengan sederhana. Dari dapur rumah, ruang kerja kecil, atau usaha yang dirintis sedikit demi sedikit.

Di sanalah cerita Dari Lokal untuk Global bermula. Produk yang semula hanya dikenal tetangga dan pelanggan sekitar, kemudian mulai mencari jalan untuk dikenal lebih jauh. Kemendag mendorong produk-produk lokal tersebut agar makin siap bersaing dan punya kesempatan menembus pasar internasional.

Jalannya tidak selalu mulus. Negara tujuan ekspor akan menegakkan standar untuk masuk ke pasar mereka. Ada selera konsumen yang perlu dipahami. Kemasan yang perlu dibenahi. Harga yang harus diperhitungkan. Tetapi, pelan-pelan, produk Indonesia naik kelas.

Akhirnya, ada pelaku usaha yang mendapat tempat di ritel modern. Ada yang bertemu pembeli dari luar negeri. Ada pula yang mencetak pengalaman pertamanya mengirim produk menyeberangi batas negara. Begitulah produk lokal memulai perjalanan panjangnya.

Matahari sudah benar-benar tenggelam ketika kendaraan hias Kemendag mendekati Bundaran HI. Lampu-lampu Jakarta makin terang. Jalanan makin ramai. Orang-orang makin memenuhi tepian jalan untuk melihat berbagai pesan perjuangan di era ini.

Dekorasi merah dan putih mendominasi pandangan. Hiasan dan ornamen kemerdekaan terpasang di sepanjang jalan. Bendera Merah Putih berkibar di antara kerumunan, sesekali tertangkap cahaya lampu yang menyala dari gedung-gedung dan kendaraan.

Di malam itu, Kemendag membawa cerita tentang produk yang tumbuh di negeri sendiri. Tentang pelaku usaha yang berani mencoba. Tentang pasar yang perlahan dibuka. Tentang pintu-pintu pasar dunia yang diketuk berkali-kali. Semua itu membawa semangat perjuangan yang diproklamasikan 81 tahun lalu, yaitu untuk mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menperin Ungkap Industri TPT Masih Punya Ruang Pertumbuhan Besar

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai industri padat karya, sektor ini menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja dan mencatat nilai ekspor sekitar USD4,85 miliar pada Semester – I Tahun 2026. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri TPT, sektor ini juga memperlihatkan perkembangan positif melalui pemulihan kegiatan industri.

“Industri tekstil dan pakaian jadi memiliki peran yang sangat strategis karena menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja. Meski beberapa perusahaan menghadapi tekanan, tetapi pada saat yang sama juga ada investasi baru dan ekspansi usaha. Ini menunjukkan bahwa sektor TPT masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Menperin, perkembangan investasi dan pemulihan kesempatan kerja tersebut perlu diikuti dengan penguatan fondasi industri. Oleh karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan, antara lain melalui insentif investasi, program restrukturisasi, kredit industri padat karya (KIPK), pembiayaan eskpor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penguatan kebijakan pengamanan perdagangan, percepatan implementasi Making Indonesia 4.0, serta penerapan Standar Industri Hijau.

Pada kinerja industri tekstil dan pakaian, nilai ekspor selama Semester – I Tahun 2026 mencerminkan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dengan mencatatkan angka sebesar USD4,85 miliar. Dengan penyerapan lebih dari 3,8 juta tenaga kerja, industri tekstil dan pakaian jadi juga menjadi salah satu sektor penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Peningkatan kinerja tersebut perlu berjalan seiring dengan transformasi proses produksi. Modernisasi mesin, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penerapan prinsip industri hijau menjadi bagian penting untuk memastikan industri nasional mampu memenuhi tuntutan pasar global.

“Dunia saat ini tidak hanya membeli produknya, tetapi juga melihat bagaimana produk tersebut diproduksi. Maka perlu diingat, keberlanjutan bukan lagi menjadi beban, melainkan keunggulan dalam persaingan global,” tuturnya.

Peluang perluasan pasar juga semakin terbuka melalui implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Untuk bersaing dalam pasar global, pelaku industri TPT perlu meningkatkan kualitas, efisiensi, inovasi, dan kemampuan memenuhi standar internasional.

Di samping itu, Kementerian Perindustrian akan terus bekerja sama dengan pelaku usaha, asosiasi, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat industri TPT nasional. Upaya tersebut diarahkan agar investasi yang masuk dapat berkembang menjadi peningkatan kapasitas produksi, ekspor, dan kesempatan kerja, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

“Pemerintah mendukung para pelaku industri tekstil dan produk tekstil dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan kompetisi global. Kita wujudkan industri TPT Indonesia yang mampu bertahan menghadapi perubahan serta tumbuh lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkas Menperin.

Seiring Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, industri TPT terus bertumbuh dan bertahan dalam kontribusinya membangun perekonomian nasional. Ke depan, industri TPT memiliki peluang untuk mengambil bagian lebih besar dalam menjaga momentum perbaikan kinerja industri nasional.

Hal tersebut juga sejalan dengan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Juli yang masih berada di level ekspansi sebesar 53,10. Capaian ini menunjukkan kepercayaan pelaku industri terhadap kondisi usaha tetap terjaga. Bagi industri TPT yang memiliki basis tenaga kerja besar, kondisi tersebut menjadi pijakan untuk menjaga keberlangsungan produksi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI, Kemenkop Tegaskan Komitmen Wujudkan Kemerdekaan Ekonomi bagi Masyarakat

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin (17/8/2026). Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat eselon, pegawai kementerian, hingga jajaran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono turut menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menkop menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak, serta mendoakan agar masyarakat yang tengah menghadapi musibah diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan.

Dalam upacara tersebut, Menkop Ferry Juliantono bertindak langsung sebagai pembina upacara. Sementara itu, bertugas sebagai pemimpin upacara adalah Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi.

Menkop menyampaikan bahwa momen peringatan kemerdekaan harus dimaknai dengan meneruskan cita-cita pendiri bangsa melalui pemenuhan rasa keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.

Ia meyakinkan publik bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menghadirkan negara bagi masyarakat yang masih berjuang di sektor ekonomi.

“Pemerintah hari ini di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto, kami akan memastikan bahwa negara akan betul-betul hadir untuk memerdekakan bagi yang belum merdeka secara ekonomi dan sosial,” tegas Ferry.

Menurutnya, Kementerian Koperasi memegang peranan strategis untuk memastikan pencapaian kemerdekaan secara utuh di tengah masyarakat.

“Ini tugas dari kami di Kementerian Koperasi. Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan dari masyarakat, kita bisa betul-betul memastikan kita merdeka 100 persen,” tuturnya.

Kemeriahan upacara terlihat dari pakaian adat nusantara yang dikenakan para pejabat. Menkop hadir dalam balutan pakaian adat khas Sulawesi Selatan, sedangkan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengenakan busana adat Sumatera Selatan.

“Kita nikmati keanekaragaman dari daerah-daerah di Indonesia,” ungkap Menkop usai menghadiri upacara.

Usai menggelar upacara di lingkungan kementerian, Menkop bersama Wamenkop dijadwalkan langsung menuju Istana Merdeka untuk mengikuti Rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Jambore Nasional XII 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda untuk membangun kecakapan mengelola keuangan secara bijak, membentuk perilaku finansial yang positif, dan mempersiapkan kesejahteraan di masa depan.

Berbagai kegiatan literasi keuangan yang menargetkan generasi muda terus digelar OJK, seperti agenda Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang digelar di dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta, Selasa.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan mengatakan, bahwa kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.

Dicky menekankan pentingnya membangun perilaku keuangan yang positif melalui kebiasaan sederhana, termasuk menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Leaders Insight tersebut juga menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Prof. Atip Latipulhayat, serta  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, menyampaikan mengenai pentingnya membangun kebiasaan finansial individu sejak dini, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki dampak terhadap perekonomian nasional.

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Menurut Anis, perspektif menabung harus bergeser dari sebagai aktivitas finansial menjadi menabung sebagai fondasi pembentukan karakter finansial.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Prof. Atip Latipulhayat, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.

Sementara itu, Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan, bahwa pembiasaan menabung dan bijak kelola keuangan sangat sesuai dengan nilai-nilai Pramuka. Dalam Dasa Dharma Pramuka ke-7 anggota diharapkan dapat menjadi pribadi yang hemat, cermat dan bersahaja.

“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.

Menurutnya, kebiasaan menabung sejak usia muda dapat membantu dalam membentuk jiwa entrepreneur di masa depan.

Kegiatan LIKE IT tersebut diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri sebanyak 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Dari kegiatan ini para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.

Aliansi strategis yang dibangun antara OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam Leaders Insight merupakan upaya bersama dalam mencetak anggota pramuka yang kelak menjadi Pemimpin Bangsa Indonesia sebagai agen perubahan melalui duta literasi keuangan.

Semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan yang mendorong generasi muda agar menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan.

Rangkaian Kegiatan Edukasi Keuangan Jambore Nasional XII

Rangkaian kegiatan edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 dilaksanakan pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur dan ditujukan bagi anggota Pramuka tingkat Penggalang berusia 11–15 tahun.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anggota Pramuka memperoleh edukasi mengenai pentingnya menabung, pengelolaan keuangan secara bijak, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta pemahaman mengenai peran dan fungsi OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam ekosistem sektor keuangan.

Kegiatan Pramuka Cerdas Keuangan dilaksanakan OJK bersama Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dengan bersinergi bersama Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai bagian dari program LIKE IT 2026.

Kolaborasi OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam penguatan kecakapan keuangan telah terjalin sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan. Implementasi kedua SKK tersebut menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan.

Tenda Kampung Finansial, Belajar Keuangan secara Interaktif

Selain Leaders Insight, edukasi keuangan dalam rangkaian LIKE IT 2026 juga dilaksanakan melalui Tenda Kampung Finansial yang menggunakan sistem rotasi selama pelaksanaan Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Di area tersebut, anggota Pramuka memperoleh edukasi dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan melalui berbagai aktivitas interaktif, antara lain talkshow, permainan dan kuis edukatif, serta booth edukasi keuangan.​

Konsep edukasi interaktif tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengenal lebih dekat produk dan layanan jasa keuangan serta memahami cara menggunakan produk dan layanan tersebut secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi selama kegiatan berlangsung. Hingga rangkaian kegiatan berakhir, tercatat sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026 telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial yang positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experience-based learning).

Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK

Sebagai bagian dari rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026, terdapat agenda kunjungan “Pramuka Goes to Office ke Kantor OJK” yang dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, peserta yang terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK dan memperoleh edukasi keuangan secara langsung.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengenal lebih dekat OJK, termasuk peran dan fungsinya sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, serta upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.

Rangkaian edukasi keuangan Pramuka Cerdas Keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat literasi keuangan generasi muda secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang aktif, produktif, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta mengenali dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News