Beranda blog Halaman 223

Wabup Sumedang Ajak Pelajar Jadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas Lewat Pendidikan Politik

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar pendidikan politik kepada siswa-siswi MAN 2 Sumedang dalam kegiatan bertema “Membangun Karakter Pemilih yang Cerdas dan Berintegritas sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik yang Demokratis”, Kamis (11/6/2026).

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menjadi salah satu narasumber. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan literasi politik generasi muda, khususnya para pemilih pemula, agar mampu berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Wabup Fajar menjelaskan, bahwa pelaksanaan pendidikan politik di lingkungan sekolah memiliki nilai strategis karena sekolah merupakan tempat lahir dan tumbuhnya generasi masa depan bangsa. Menurutnya, masa sekolah menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kesadaran politik yang sehat sejak dini.

“Melalui pendekatan goes to school ini, pendidikan politik tidak lagi terasa jauh atau eksklusif, tetapi hadir langsung di tengah-tengah pelajar, di ruang kelas, di lingkungan belajar, tempat pola pikir dan karakter mulai dibentuk,” ujar Fajar.

Ia menegaskan, pendekatan tersebut penting agar generasi muda tidak hanya mengenal politik melalui media sosial, tetapi juga memperoleh pemahaman yang benar, utuh, dan berimbang dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah melalui telepon genggam, namun tidak semuanya mengandung kebenaran dan memberikan dampak positif.

“Di era sekarang, informasi datang begitu cepat. Apa pun bisa diakses melalui ponsel tetapi perlu diingat tidak semua informasi itu benar dan tidak semuanya membawa kebaikan. Karena itu, pendidikan politik menjadi penting, bukan untuk mengarahkan siswa harus memilih siapa, melainkan membekali mereka agar mampu berpikir kritis, tidak mudah terpengaruh, serta berani mengambil keputusan secara bijak,” katanya.

Fajar juga mengingatkan para siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula untuk menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak para pelajar untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, jangan tergoda oleh janji-janji yang tidak rasional, dan yang paling penting jauhi segala bentuk praktik politik uang. Jadilah pemilih yang cerdas, yang menentukan pilihan bukan karena ikut-ikutan, tetapi karena memahami dan meyakini pilihan yang diambil,” tuturnya.

Fajar menegaskan, Pemkab Sumedang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendidikan politik yang dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan kebangsaan, meningkatkan kesadaran berdemokrasi, serta membentuk karakter pemilih yang berintegritas demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di masa depan.

“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk bertanya, berdiskusi, dan membuka wawasan. Karena dari ruang kelas seperti inilah kita mulai membangun demokrasi yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Audiensi dengan Menteri Koperasi, Wali Kota Malang Dorong UMKM Naik Kelas hingga Pasar Global

Penguatan koperasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi Kota Malang dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berdaya saing. Hal itulah yang ditegaskan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan audiensi dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, di Kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Pada pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut, Wahyu memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif. Salah satu agenda yang disampaikan adalah penyelenggaraan Malang City Expo 2026 yang akan digelar pada 23–26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-112 Kota Malang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Wahyu menjelaskan, Malang City Expo 2026 merupakan bagian dari Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026 yang menghubungkan Kota Malang sebagai bagian dari jejaring UNESCO Creative Cities Network dengan Kota Pekalongan. Mengusung tema Local Culture for a Global Future, kegiatan ini akan menghadirkan pameran produk UMKM, workshop UMKM cerdas digital, business matching dengan jaringan ritel dan distribusi nasional, serta forum penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan sektor pendidikan dalam mendorong UMKM naik kelas serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan global.

Penyampaian agenda tersebut sekaligus memperkuat substansi audiensi yang membahas pengembangan koperasi dan pemberdayaan UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Bagi Kota Malang, koperasi dan UMKM merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga pada penguatan kolaborasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat agar manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Selain membahas pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, Wali Kota Malang juga menyampaikan perkembangan pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih di Kota Malang yang saat ini terus berproses. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh aspek kelembagaan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berkoperasi.

Saat Menteri Koperasi RI menanyakan sejauh mana literasi koperasi di Kota Malang, Wahyu menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Malang bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Malang secara konsisten membangun budaya berkoperasi melalui pendekatan edukatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kami meyakini bahwa membangun koperasi yang kuat harus dimulai dari peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat. Karena itu, Pemkot Malang bersama Dekopinda terus berkolaborasi menghadirkan berbagai program edukasi, sosialisasi, dan pendampingan agar koperasi semakin dipahami, diminati, dan mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat,” beber Wahyu.

Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Koperasi yang secara rutin digelar bersama Dekopinda Kota Malang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin dalam peringatan Hari Koperasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Beragam kegiatan dihadirkan, mulai dari bakti kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran produk UMKM, layanan konsultasi koperasi, hingga aktivitas yang melibatkan generasi muda.

Tidak hanya itu, Pemkot Malang bersama Dekopinda juga terus memperluas program sosialisasi dan literasi koperasi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong, kemandirian ekonomi, dan kewirausahaan sejak dini sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap gerakan koperasi.

Bagi Kota Malang, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Terlebih, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan yang dihuni ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Pendekatan itu pun mendapat apresiasi dari Menteri Koperasi RI. Menurutnya, literasi dan regenerasi menjadi faktor penting dalam memastikan koperasi mampu berkembang sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Wahyu menegaskan, pembangunan ekonomi kerakyatan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, gerakan koperasi, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga selaras dengan posisi Kota Malang sebagai bagian dari jaringan UNESCO Creative Cities Network yang menempatkan kreativitas, inovasi, dan partisipasi masyarakat sebagai modal utama pembangunan.

Ia menambahkan, koperasi memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, dan generasi muda dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong inovasi, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Koperasi adalah salah satu pilar penting ekonomi kerakyatan. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan koperasi yang sehat, modern, dan adaptif melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat kolaborasi inilah kami ingin membangun lembaga ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah,” tutup Wahyu.

Melalui berbagai upaya tersebut, harapannya koperasi akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Papua Gratiskan Biaya Pendaftaran di 12 Sekolah, Perkuat Pendidikan Inklusif

Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan melalui kebijakan pembebasan biaya pendaftaran bagi peserta didik baru di 12 sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak Papua memperoleh hak yang sama dalam mengakses layanan pendidikan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama Tabenak, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang layak sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh pemerintah tanpa membedakan kondisi fisik, mental, maupun latar belakang sosial anak.

“Semua anak wajib mendapatkan pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus. Jadi kami minta orang tua jangan merasa minder atau malu. Bawa anak-anak ke sekolah karena pemerintah sudah menyiapkan tempat belajar bagi mereka,” ujar Marthen.

Ia menjelaskan, dalam proses penerimaan peserta didik baru, setiap calon siswa di SLB akan mengikuti asesmen sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan layanan pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Melalui asesmen tersebut, sekolah dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan mendukung perkembangan kemampuan anak secara optimal.

“Calon siswa harus datang langsung ke sekolah untuk dilakukan asesmen. Kami juga mengarahkan seluruh sekolah agar menerima peserta didik berkebutuhan khusus dan tidak boleh ada penolakan,” tegasnya.

Marthen menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong penguatan sistem pendidikan inklusif sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Ia berharap para orang tua dapat berperan aktif mendukung pendidikan anak-anak mereka dengan memberikan motivasi, pendampingan, serta kepercayaan diri agar dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat.

Melalui kebijakan pembebasan biaya pendaftaran, Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua yang maju, cerdas, dan sejahtera.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Blok Masela Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Maluku, Pemprov Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok

Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi bagian utama dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd yang telah menginisiasi forum strategis tersebut sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan Blok Masela.

Menurutnya, keberadaan Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga harus menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur menilai Blok Masela merupakan proyek strategis yang memiliki nilai ekonomi dan geostrategis besar bagi Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting bagi Maluku untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan proyek tersebut tidak semata diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi LNG yang dihasilkan.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” tegasnya.

Untuk itu, tema FGD dinilai sangat relevan dalam mempersiapkan ekosistem rantai pasok yang kuat dan inklusif. Pemerintah berharap pelaku usaha daerah memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar industri yang dibutuhkan dalam proyek migas berskala besar.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat guna menyiapkan SDM unggul, memperkuat UMKM dan pelaku usaha lokal, meningkatkan konektivitas serta infrastruktur pendukung, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Gubernur juga menegaskan pentingnya peran Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Blok Masela diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan visi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung,” katanya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti bersama guna membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Maluku secara resmi membuka pelaksanaan FGD Blok Masela dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi memastikan manfaat proyek strategis tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Maluku.

“Setiap gagasan dan pemikiran yang lahir hari ini akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara tersebut dihadiri oleh, Perwakilan Bupati Maluku Barat daya dan Bupati Kepulauan Tanimbar, Rektor Universitas Pattimura, Perwakilan INPEX Masela Ltd, Pimpinan OPD Bidang Terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan 450 Mesin Tempel untuk Nelayan Maluku Utara pada 2026

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui percepatan pembangunan infrastruktur dari sektor hulu hingga hilir perikanan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang dipusatkan di Lapangan Perikanan Nusantara, Kota Ternate, Kamis (11/6/2026).

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, beserta jajaran pengurus pusat tersebut, Gubernur memaparkan strategi besar pemanfaatan potensi perikanan Maluku Utara yang nilainya mencapai Rp10 triliun per tahun. Potensi raksasa ini diakui selama puluhan tahun belum tergarap optimal akibat kendala klasik, yakni keterbatasan permodalan dan modernisasi alat tangkap nelayan lokal.

Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemprov Malut melakukan lompatan kebijakan yang progresif. Program Kampung Nelayan Merah Putih yang pada tahun sebelumnya hanya menyasar 6 titik, kini melonjak tajam menjadi 30 titik intervensi pada tahun 2026.

“Tidak ada gunanya potensi kekayaan laut yang begitu besar jika nelayan Maluku Utara tidak memiliki alat tangkap yang memadai. Oleh karena itu, melalui APBD Induk 2026, kami menyiapkan 450 unit mesin tempel berkapasitas 15 dan 20 PK untuk dibagikan langsung kepada para nelayan,” tegas Gubernur Sherly di hadapan ratusan nelayan dan tamu undangan yang hadir.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan inovasi pembiayaan terintegrasi yang kini ditempuh Pemprov Malut. Berbeda dengan pola tahun 2025 di mana pemerintah daerah memberikan bantuan fisik kapal utuh kepada 220 nelayan, tahun ini Pemprov Malut membangun kolaborasi strategis dengan bank-bank Himbara melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Alokasi anggaran pemprov dialihkan khusus untuk pengadaan mesin penggerak, sementara pos pembuatan fisik kapal didanai melalui akses KUR perbankan.

Hingga saat ini, sosialisasi intensif yang dimulai sejak Maret lalu telah berhasil menjaring 700 nelayan, di mana 300 di antaranya telah berhasil mencairkan dana KUR dan proses pembuatan kapalnya telah rampung. Pada momentum HUT HNSI ini, Gubernur bersama Ketua Umum HNSI secara simbolis menyerahkan bantuan mesin tempel kepada 10 orang perwakilan nelayan Malut.

“Target kami, melalui instrumen APBD Perubahan dan optimalisasi penyaluran dana kontribusi sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR), setiap tahun kita bisa mengintervensi bantuan mesin kapal hingga menjangkau 1.000 nelayan,” tambahnya optimis.

Menjawab keluhan mendasar para nelayan, Gubernur juga memastikan bahwa ke depan akses mendapatkan BBM subsidi akan semakin dipermudah. Di setiap titik lokasi Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan kehadiran off-taker (mitra penyerap hasil tangkapan) yang memfasilitasi penyediaan cold storage (gudang pendingin) berkapasitas 10 ton serta pabrik es berkapasitas 3 ton guna menjaga stabilitas harga beli ikan di tingkat desa pesisir.

Tak hanya di sektor kelautan, Gubernur Sherly juga telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyinkronkan program pembangunan dengan memperbaiki akses jalan yang rusak di kawasan kampung nelayan. Langkah terpadu ini diambil demi membuka konektivitas logistik dan mempermudah akses distribusi hasil tangkapan nelayan menuju pasar hilir.

Selain bantuan fisik dan ekonomi, Gubernur sangat menaruh perhatian pada aspek keselamatan jiwa para nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi di laut lepas. Pemprov Malut memfasilitasi pembiayaan premi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis untuk tahun pertama kepesertaan, serta mengimbau para nelayan untuk melanjutkannya secara mandiri pada tahun-tahun berikutnya.

Sebelum upacara seremonial dimulai, rangkaian kegiatan hari jadi ini diawali dengan aksi nyata Gerakan Nasional Bersih Laut yang menggandeng komunitas lingkungan nasional, Pandawara Group, di sepanjang area pantai Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Dalam kesempatan itu, Pandawara Group juga menyerahkan buku komik lingkungan berjudul “Pandawara Comicbook: Petualangan Melawan Sampah” secara langsung kepada Gubernur sebagai simbol kolaborasi generasi muda dalam menjaga kelestarian laut.

Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sherly yang dinilainya sangat visioner dan menaruh keberpihakan yang luar biasa pada nasib nelayan tradisional. Selaras dengan tema HUT ke-53, yaitu “HNSI Jaga Laut untuk Ekonomi Biru”, Herman menegaskan bahwa seluruh struktur HNSI siap menjadi mitra strategis dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program-program kesejahteraan maritim di Maluku Utara.

Acara puncak ini juga dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekjen DPP HNSI, Lydia Assegaf, sekaligus pelantikan resmi para Ketua DPD HNSI masa bakti 2025–2031 untuk beberapa wilayah strategis di Indonesia, yakni Provinsi Sumatera Utara (Zulfahri Siagian), Provinsi Papua Selatan (Pascalis Imadawa), Provinsi Papua (Adam Arisoi), dan Provinsi Jawa Barat (Iwan Mustofa).

Turut hadir dalam perayaan akbar tersebut jajaran Forkopimda Malut termasuk Kapolda Malut, Kepala Kejaksaan Tinggi Malut, Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Mahrus, para Rektor perguruan tinggi di Maluku Utara, serta ribuan pelaku usaha perikanan se-Provinsi Maluku Utara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mengenal Makanan Khas Lampung, Dari Seruit hingga Engkak yang Menggugah Selera

Lampung tidak hanya dikenal sebagai gerbang Pulau Sumatra, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Beragam makanan khas Lampung menawarkan cita rasa unik yang memadukan rempah-rempah lokal dengan tradisi kuliner yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu kuliner yang paling populer adalah Seruit. Hidangan ini terbuat dari ikan bakar atau ikan goreng yang disajikan bersama sambal terasi, tempoyak, dan lalapan segar. Seruit menjadi makanan khas yang sering dinikmati masyarakat Lampung dalam acara keluarga maupun kegiatan adat.

Selain Seruit, terdapat pula Gulai Taboh yang memiliki kuah santan gurih dengan isian ikan, kacang-kacangan, dan berbagai rempah pilihan. Makanan ini dikenal memiliki rasa yang kaya dan menjadi salah satu menu favorit masyarakat setempat.

Bagi pencinta makanan ringan, Engkak menjadi pilihan yang wajib dicoba. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang berasal dari perpaduan telur, gula, dan santan. Engkak sering dijadikan hidangan saat perayaan hari besar maupun sebagai oleh-oleh khas daerah.

Tak kalah menarik, terdapat pula Tempoyak yang menjadi pelengkap berbagai hidangan khas Lampung. Tempoyak dibuat dari fermentasi daging durian dan menghasilkan cita rasa khas yang unik serta menggugah selera.

Menjadi Daya Tarik Wisata Kuliner

Keberagaman makanan khas Lampung menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan wisata kuliner di daerah tersebut. Wisatawan yang datang ke Lampung umumnya menyempatkan diri untuk mencicipi berbagai sajian tradisional yang sulit ditemukan di daerah lain.

Selain menawarkan rasa yang autentik, kuliner Lampung juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Oleh karena itu, makanan khas Lampung tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang terus dilestarikan hingga saat ini.

Dengan beragam pilihan kuliner yang tersedia, Lampung layak menjadi salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia. Bagi wisatawan yang berkunjung, mencicipi makanan khas daerah ini menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Berburu Kuliner Khas Kalimantan, Cita Rasa Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kalimantan tidak hanya dikenal sebagai paru-paru dunia dengan hutan tropisnya yang luas, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya masyarakatnya. Dari hidangan khas suku Dayak hingga makanan tradisional yang berkembang di wilayah pesisir, setiap daerah di Kalimantan menawarkan cita rasa unik yang layak untuk dijelajahi.

Salah satu kuliner paling populer adalah Soto Banjar. Hidangan berkuah bening ini dibuat dari kaldu ayam yang dipadukan dengan rempah-rempah seperti kayu manis, kapulaga, dan cengkeh. Soto Banjar biasanya disajikan bersama ketupat, telur rebus, dan perkedel sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas.

Selain itu, terdapat Juhu Singkah, makanan berbahan rotan muda yang dimasak bersama ikan atau daging. Hidangan ini memiliki rasa unik yang memadukan gurih dan sedikit pahit, mencerminkan tradisi kuliner masyarakat Dayak yang memanfaatkan hasil alam sekitar.

Di Kalimantan Timur, wisatawan dapat menikmati Nasi Bekepor. Nasi yang dimasak dengan rempah-rempah dan minyak sayur ini umumnya disajikan bersama ikan asin, sambal raja, dan lauk pendamping lainnya. Cita rasanya yang kaya menjadikan Nasi Bekepor sebagai salah satu ikon kuliner daerah tersebut.

Tidak kalah menarik, Ikan Patin Baubar menjadi pilihan favorit bagi pecinta seafood. Ikan patin dimasak dengan bumbu khas yang menghasilkan perpaduan rasa gurih, asam, dan segar. Hidangan ini banyak ditemukan di berbagai wilayah Kalimantan yang memiliki sungai besar sebagai sumber ikan air tawar.

Keberagaman kuliner Kalimantan menunjukkan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan bahan-bahan lokal dan teknik memasak tradisional, makanan khas Kalimantan tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menjelajahi Cita Rasa Nusantara Lewat Aneka Makanan Khas Jawa

Jawa dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan kuliner paling beragam di Indonesia. Setiap wilayah memiliki makanan khas dengan cita rasa unik yang diwariskan secara turun-temurun. Mulai dari hidangan bercita rasa manis khas Jawa Tengah hingga sajian gurih dan kaya rempah dari Jawa Timur, kuliner Jawa selalu berhasil memikat lidah para penikmat makanan.

Beragam makanan khas Jawa tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Berikut beberapa rekomendasi makanan Jawa yang wajib dicoba bagi pecinta kuliner Nusantara.

Gudeg, Ikon Kuliner Yogyakarta

Gudeg menjadi salah satu makanan Jawa yang paling terkenal. Hidangan berbahan dasar nangka muda yang dimasak dengan santan dan gula aren ini memiliki cita rasa manis yang khas. Gudeg biasanya disajikan bersama ayam kampung, telur, tahu, tempe, serta sambal krecek yang pedas.

Rawon, Sup Hitam Kaya Rempah

Rawon merupakan makanan khas Jawa Timur yang terkenal dengan kuah hitam pekat dari kluwek. Daging sapi yang empuk dipadukan dengan rempah-rempah pilihan menghasilkan rasa gurih yang kuat dan menggugah selera. Rawon umumnya disajikan bersama nasi putih, tauge pendek, telur asin, dan sambal.

Soto Kudus yang Ringan dan Gurih

Soto Kudus menjadi salah satu kuliner andalan dari Jawa Tengah. Kuah bening yang gurih dipadukan dengan suwiran ayam, tauge, dan taburan bawang goreng menciptakan perpaduan rasa yang nikmat. Hidangan ini sering disajikan dalam mangkuk kecil sebagai ciri khasnya.

Nasi Liwet Solo yang Menggoda Selera

Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang memiliki cita rasa gurih dari santan. Hidangan ini biasanya dilengkapi ayam suwir, telur pindang, labu siam, dan areh atau santan kental yang menambah kelezatan.

Pecel, Kuliner Sederhana yang Kaya Nutrisi

Pecel menjadi makanan favorit masyarakat Jawa karena memadukan berbagai sayuran segar dengan bumbu kacang yang khas. Selain lezat, hidangan ini juga kaya serat dan cocok dinikmati kapan saja.

Tahu Tek, Kuliner Legendaris Surabaya

Tahu Tek menawarkan perpaduan tahu goreng, lontong, kentang, dan telur yang disiram saus petis. Rasa gurih, manis, dan sedikit asin berpadu sempurna dalam satu sajian.

Lumpia Semarang yang Mendunia

Lumpia Semarang merupakan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang menghasilkan camilan lezat. Isian rebung, ayam, atau udang yang dibungkus kulit lumpia renyah menjadikan makanan ini salah satu oleh-oleh favorit dari Semarang.

Kuliner Jawa Tetap Menjadi Favorit

Keberagaman makanan Jawa membuktikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang kuat, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan cita rasa yang autentik dan sejarah panjang di balik setiap hidangan, kuliner Jawa terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati kelezatan makanan tradisional Nusantara.

Dari gudeg yang manis hingga rawon yang kaya rempah, setiap makanan khas Jawa menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dan layak untuk dicoba.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rekomendasi Kuliner Khas Manado Paling Populer, Cocok untuk Pecinta Makanan Nusantara

Manado dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Indonesia. Kota yang merupakan ibu kota Sulawesi Utara ini memiliki beragam makanan khas yang terkenal dengan penggunaan rempah-rempah melimpah, cita rasa pedas, serta bahan-bahan segar hasil laut.

Keunikan kuliner Manado tidak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pelancong mancanegara yang ingin mencicipi kekayaan rasa dari Indonesia Timur. Berbagai hidangan khas Manado menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan aromatik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Tinutuan, Ikon Kuliner Manado

Salah satu makanan khas yang paling populer adalah Tinutuan atau yang lebih dikenal sebagai Bubur Manado. Hidangan ini terbuat dari campuran beras, labu kuning, jagung, daun melinjo, kangkung, dan berbagai sayuran lainnya. Tinutuan sering disajikan bersama sambal roa yang memberikan sensasi pedas dan gurih.

Cakalang Fufu yang Mendunia

Selain Tinutuan, ada pula Cakalang Fufu yang menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan. Ikan cakalang diasapi hingga menghasilkan aroma khas dan tekstur yang padat. Hidangan ini biasanya diolah kembali menjadi berbagai menu, mulai dari tumisan hingga sambal cakalang.

Ayam Woku yang Kaya Rempah

Kuliner Manado juga identik dengan Ayam Woku. Hidangan ini menggunakan bumbu kuning yang terdiri dari cabai, kunyit, serai, daun jeruk, dan berbagai rempah lainnya. Perpaduan bumbu tersebut menghasilkan rasa pedas, segar, dan harum yang menjadi ciri khas masakan Manado.

Ragam Kuliner Lain yang Tak Kalah Lezat

Selain tiga hidangan utama tersebut, wisatawan juga dapat menikmati berbagai makanan khas lainnya seperti:

  • Brenebon
  • Sambal Roa
  • Nasi Jaha
  • Klappertart
  • Ikan Woku Belanga

Destinasi Kuliner yang Wajib Dijelajahi

Keberagaman kuliner khas Manado menjadi bukti kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Sulawesi Utara. Dengan cita rasa yang kuat dan penggunaan rempah-rempah khas, makanan Manado berhasil menjadi salah satu ikon kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.

Bagi pecinta wisata kuliner, menjelajahi aneka makanan khas Manado dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari Tinutuan yang menyehatkan hingga Cakalang Fufu yang kaya rasa, setiap hidangan menawarkan cerita dan keunikan tersendiri yang mencerminkan identitas daerah tersebut.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kuliner Sunda Paling Populer: Dari Nasi Liwet hingga Karedok yang Menggugah Selera

Kuliner khas Sunda menjadi salah satu daya tarik yang tidak bisa dipisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Dikenal dengan cita rasanya yang segar, gurih, dan kaya akan sayuran, makanan khas Sunda berhasil memikat lidah masyarakat dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Beragam hidangan tradisional Sunda tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga mencerminkan gaya hidup masyarakat Tanah Pasundan yang dekat dengan alam. Penggunaan bahan-bahan segar seperti lalapan, sambal, dan rempah-rempah alami menjadi ciri khas yang membuat kuliner Sunda begitu istimewa.

Salah satu menu yang paling populer adalah Nasi Liwet. Hidangan ini disajikan dengan nasi gurih yang dimasak menggunakan santan dan rempah-rempah, kemudian dilengkapi lauk seperti ayam, ikan asin, tahu, tempe, serta sambal. Nasi liwet kerap menjadi pilihan untuk acara makan bersama keluarga karena penyajiannya yang sederhana namun menggugah selera.

Selain itu, terdapat Karedok yang menjadi ikon makanan sehat khas Sunda. Karedok terbuat dari aneka sayuran mentah seperti kacang panjang, kol, tauge, dan mentimun yang disiram bumbu kacang gurih. Kesegaran sayuran berpadu dengan cita rasa kacang yang kuat menjadikan hidangan ini digemari banyak orang.

Kuliner Sunda juga memiliki Lotek yang sekilas mirip dengan gado-gado. Perbedaannya terletak pada penggunaan sayuran rebus dan racikan bumbu kacang yang khas. Lotek sering menjadi menu favorit untuk sarapan maupun makan siang karena rasanya yang ringan namun mengenyangkan.

Bagi pecinta olahan daging, Sate Maranggi menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Potongan daging sapi yang telah dimarinasi dengan rempah-rempah khas kemudian dibakar hingga matang menghasilkan aroma harum dan rasa gurih yang khas. Sate Maranggi biasanya disajikan bersama sambal tomat dan ketan bakar.

Tak kalah populer, Nasi Timbel hadir sebagai hidangan tradisional yang dibungkus daun pisang sehingga menghasilkan aroma yang khas. Menu ini umumnya disajikan bersama ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, sambal, dan lalapan segar.

Keberadaan makanan khas Sunda tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat, tetapi juga berperan dalam memperkaya khazanah kuliner Nusantara. Dengan cita rasa yang autentik dan penggunaan bahan-bahan alami, kuliner Sunda terus menjadi favorit masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat, mencicipi beragam makanan khas Sunda menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari nasi liwet, karedok, lotek, sate maranggi, hingga nasi timbel, setiap hidangan menawarkan keunikan rasa yang mencerminkan kekayaan budaya Tanah Pasundan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News