Beranda blog Halaman 25

HUT Ke-81 RI, BNN Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Bangsa dari Ancaman Narkotika

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat komitmen dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan meraih masa depan tanpa jerat narkotika.

Semangat pengabdian untuk kepentingan rakyat tersebut sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026. Presiden menegaskan kembali sumpahnya untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan pengabdian seluruh unsur negara untuk memberikan perlindungan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Sejalan dengan semangat tersebut, BNN terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), salah satunya melalui program Ananda Bersinar yang menempatkan anak dan lingkungan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Melalui program ini, BNN mendorong keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan sekitar dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman serta meningkatkan ketahanan anak terhadap berbagai risiko penyalahgunaan narkotika.

Upaya melindungi generasi bangsa juga berjalan beriringan dengan penguatan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna dan/atau pecandu narkotika. BNN terus mengembangkan layanan rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada penghentian penggunaan narkotika, tetapi juga mendukung proses pemulihan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pendampingan, pemantauan, dukungan keluarga, serta penguatan jejaring layanan menjadi bagian penting dalam membantu klien mempertahankan pemulihan dan kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity, yakni menghadirkan upaya penanggulangan narkotika yang tegas terhadap kejahatan narkotika sekaligus humanis terhadap masyarakat yang membutuhkan pemulihan. BNN terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, serta masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan dukungan bagi mereka yang sedang menjalani proses pemulihan.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, turut menghadiri kegiatan perayaan kemerdekaan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari momentum bersama untuk memperkuat semangat pengabdian dan kontribusi BNN dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika.

Kemerdekaan menjadi semakin bermakna ketika setiap generasi memiliki kesempatan untuk tumbuh tanpa narkotika. Melalui penguatan pencegahan, program Ananda Bersinar, serta layanan rehabilitasi yang berkelanjutan, BNN terus hadir menjaga generasi bangsa dan mengabdikan setiap langkahnya bagi kepentingan masyarakat, demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pesan Kemerdekaan Menteri Mukhtarudin: Pekerja Migran Bagian dari Kekuatan Bangsa

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

Momentum kemerdekaan ini dinilainya sebagai landasan penting untuk memperkuat komitmen negara dalam melindungi dan memuliakan “Pejuang Keluarga” di seluruh pelosok dunia.

Pemerintah menetapkan tema besar HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026 yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi gambaran arah pembangunan nasional dengan menekankan nilai kemandirian bangsa, pemerataan keadilan, serta kesejahteraan masyarakat.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa hakikat kemerdekaan dan semangat tema besar tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di dalam negeri, tetapi juga harus menyentuh seluruh Pekerja Migran Indonesia yang sedang berjuang di luar negeri.

“Atas nama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan kemerdekaan sebagai energi untuk terus membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Komitmen Pelindungan dan Pemberdayaan

Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa Kementerian P2MI terus berfokus pada peningkatkan kualitas tata kelola penempatan, penguatan perlindungan hukum, serta pemberdayaan ekonomi bagi para Pekerja Migran dan keluarganya guna mewujudkan keadilan dan kesetaraan.

“Hari Kemerdekaan adalah pengingat bahwa negara harus hadir untuk seluruh rakyatnya tanpa terkecuali. Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang ekonomi bangsa. Memastikan keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan mereka adalah bentuk nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat,” tutur Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan global.

“Dengan persatuan, kerja keras, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat, kita optimistis Indonesia semakin kuat, mandiri, berdaulat, adil, dan makmur,” beber Menteri Mukhtarudin.

Menteri P2MI berharap semangat kemerdekaan terus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan ini untuk terus melangkah maju, memperkuat kolaborasi, dan memastikan seluruh Pekerja Migran Indonesia terlindungi dari hulu hingga hilir demi mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Mukhtarudin tentang Makna Kemerdekaan: Perjuangan Pekerja Migran di Negeri Orang, hingga Doa Ibu di Balik Harapan

Kemerdekaan bagi sebagian orang mungkin identik dengan kibaran Merah Putih, upacara, atau riuh perlombaan di kampung halaman. Namun bagi Pekerja Migran Indonesia yang berada jauh dari tanah air, kemerdekaan memiliki makna yang lebih dalam, yakni kesempatan untuk bekerja dengan aman, memperoleh hak-haknya, membahagiakan keluarga, dan suatu hari pulang ke Indonesia dengan memanen keberhasilan.

Makna itulah yang menjadi pesan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam perbincangan khusus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Baginya, pekerja migran bukan sekadar tenaga kerja yang mencari penghasilan di negeri orang, mereka adalah bagian dari keluarga Indonesia yang berjuang sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Bagi saya, kemerdekaan Pekerja Migran Indonesia ketika mereka bekerja dengan tenang, bekerja dengan aman, hak-haknya terlindungi. Kemudian mereka bisa bekerja dengan senyum, membahagiakan keluarganya, dan pulang ke Indonesia dengan muka yang tersenyum karena lebih sukses,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Bagi Mukhtarudin, perjuangan dan keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Di belakang setiap langkah seseorang, ada keluarga yang menjadi alasan untuk terus bertahan. Dan dalam kehidupannya sendiri, sosok yang menempati tempat istimewa itu adalah seorang ibu.

Doa Ibu

Ketika berbicara tentang sosok yang paling berjasa dalam perjalanan hidupnya, Mukhtarudin menyebut ibunya.

“Ibu saya itu spirit saya, perjuangan saya,” tutur Menteri Mukhtarudin dengan nada terisak.

Bagi Menteri Mukhtarudin, sang ibu adalah sosok yang mengajarkan ketulusan, keikhlasan, dan kerja keras. Ia mengenang ibunya sebagai pribadi yang tidak pernah memperlihatkan penderitaan dan kekecewaan kepada anak-anaknya. Apa pun yang dihadapi, sang ibu tetap menunjukkan kekuatan.

“Ibu saya itu orang yang sangat ikhlas dan tulus. Beliau tidak pernah pernah berprasangka buruk kepada anak-anaknya, tidak pernah menunjukkan penderitaan dan kekecewaan kepada anak-anaknya. Ibu saya sangat hebat,” kata Menteri Mukhtarudin tak kuasa menahan air mata.

Lebih dari itu, Menteri Mukhtarudin meyakini bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa. Doa dan restu sang ibu menjadi bagian yang mengiringi perjalanan hidup serta kariernya.

Rasa tersebut bahkan dituangkannya dalam sebuah lagu berjudul Doa Ibu. Bagi Menteri Mukhtarudin, ibu adalah sumber inspirasi dan bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia memaknai kebahagiaan secara sederhana: selama masih dapat membuat ibunya tersenyum, dunia akan terasa baik-baik saja.

Makna seorang ibu tersebut menjadi relevan ketika berbicara tentang Pekerja Migran Indonesia.

Sebab, di balik seorang pekerja migran yang berangkat ke negeri orang, ada keluarga yang menunggu. Ada orang tua yang melepas anaknya dengan doa. Ada ibu yang mungkin hanya bisa mengantarkan kepergian dengan pesan sederhana agar anaknya berhati-hati dan kembali dengan selamat.

Karena itu, ketika negara berbicara tentang pelindungan pekerja migran, yang sesungguhnya dilindungi bukan hanya pekerjanya. Ada keluarga dan harapan yang ikut dibawa dalam setiap keberangkatan.

Momentum Kemerdekaan

Bagi Menteri Mukhtarudin, peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu bangsa sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan, menurutnya, harus diteruskan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk hidup lebih baik.

Dalam konteks pekerja migran, salah satu wujudnya adalah memastikan mereka dapat bekerja secara aman dan mendapatkan perlindungan negara.

“Sebab, ketika seorang pekerja migran berangkat melalui jalur yang benar, memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan hak-haknya, serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat, di situlah kemerdekaan menemukan bentuknya dalam kehidupan sehari-hari,” terang Menteri Mukhtarudin.

Bagi Menteri Mukhtarudin, pekerja migran juga merupakan bagian dari kekuatan bangsa. Mereka tidak hanya bekerja untuk keluarga, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Karena itu, peringatan HUT RI menjadi pengingat bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak bangsa dapat memperoleh kesempatan yang layak untuk meningkatkan kesejahteraan.

Migran Aman sebagai Gerakan Bersama

Upaya mencegah penempatan nonprosedural kemudian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat seorang diri. Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membangun kesadaran dan memperkuat perlindungan pekerja migran.

“Gerakan ini dirancang sebagai gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pemerhati pekerja migran, hingga kelompok masyarakat lainnya. Tujuannya jelas: menekan penempatan pekerja migran secara nonprosedural yang berpotensi berujung pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ucap Menteri Mukhtarudin.

Dengan demikian, perlindungan pekerja migran tidak hanya dimulai ketika seseorang sudah berada di luar negeri. Perlindungan justru harus dimulai sejak seseorang memiliki niat untuk bekerja ke luar negeri.

Ketika Dunia Butuh Pekerja Indonesia

Di tengah tantangan tersebut, terdapat peluang besar yang sedang terbuka. Dunia kerja internasional kini tidak lagi hanya membutuhkan pekerja pada sektor domestik. Peluang semakin berkembang pada sektor formal dan profesional, termasuk sektor yang membutuhkan keterampilan menengah hingga tinggi.

Korea Selatan, Jepang, negara-negara di Eropa, Timur Tengah, hingga berbagai negara lainnya menjadi bagian dari ruang peluang tersebut.

Peluang tersebut semakin terbuka karena sejumlah negara menghadapi fenomena aging population, ketika jumlah penduduk usia produktif di negara-negara tersebut semakin terbatas, Indonesia justru sedang menikmati bonus demografi.

“Jadi kayak botol ketemu tutupnya,” ujar Menteri Mukhtarudin menggambarkan pertemuan antara kebutuhan tenaga kerja di negara penempatan dan besarnya populasi usia produktif Indonesia.

Namun, peluang besar tersebut tidak otomatis dapat diisi. Kompetensi menjadi kunci.

Generasi muda yang ingin bekerja di luar negeri harus mempersiapkan mental, dokumen, kemampuan bahasa, keterampilan teknis, serta soft skill. Kesiapan tersebut penting agar pekerja tidak hanya mampu berangkat, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di negara penempatan.

Rudi, Cerita dari Negeri Ginseng

Dalam momentum ini, Menteri Mukhtarudin juga berkesempatan untuk menyapa Rudi, pekerja migran asal Tulungagung, Jawa Timur, yang telah bekerja di Korea Selatan sejak 2014.

Melalui obrolan secara daring, Rudi menceritakan pengalamannya bekerja di sektor manufaktur, tepatnya di pabrik peleburan aluminium yang memproduksi komponen untuk kendaraan.

Bertahun-tahun menjalani kehidupan di Korea Selatan membuatnya tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga pengalaman dan kesempatan membangun kehidupan bersama keluarganya.

Hasil kerja kerasnya perlahan diwujudkan dalam bentuk aset di kampung halaman. Rudi menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk membeli tanah persawahan di Tulungagung. Sawah tersebut kemudian dikelola keluarganya dan menjadi aset produktif yang menghasilkan.

Bagi Rudi, bekerja di luar negeri bukan semata-mata tentang menerima gaji setiap bulan. Ada tujuan yang lebih Panjang, yakni membangun masa depan keluarga.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan kesiapan yang jauh lebih besar daripada sekadar keinginan.

Ia pun memberikan pesan kepada calon pekerja migran yang ingin bekerja ke Korea Selatan.

Menurutnya, kehidupan di Korea tidak selalu seperti gambaran indah yang muncul di media sosial. Pekerjaan berat, cuaca sangat berbeda dengan Indonesia, dan pekerja harus mampu beradaptasi dengan lingkungan serta tuntutan pekerjaan.

“Jangan asal melihat yang enak-enak di media sosial yang. Kita harus berjuang demi masa depan,” pesan Rudi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa bekerja di luar negeri bukanlah perjalanan instan menuju kesuksesan. Ada proses, perjuangan, disiplin, dan ketahanan mental yang harus dilalui.

Bukan Sekadar Pergi, tapi Harus Berdaya Saing

Bagi pemerintah, keberhasilan pekerja migran tidak seharusnya berhenti pada keberangkatan dan penerimaan upah.

Pekerja migran diharapkan memperoleh pengalaman, meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan, serta membawa pulang pengetahuan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri.

Mukhtarudin menyebut proses tersebut sebagai sebuah siklus. Pekerja migran berangkat untuk bekerja, meningkatkan kemampuan dan pengalaman, kemudian kembali ke tanah air dengan daya saing global yang lebih kuat.

Dari sinilah muncul gagasan agar pekerja migran tidak selamanya menjadi pencari kerja. Mereka dapat berkembang menjadi pencipta lapangan kerja.

Kisah sejumlah purna pekerja migran menjadi gambaran nyata. Ada yang menyisihkan penghasilannya untuk investasi, kemudian menggunakan modal tersebut untuk membangun usaha mikro. Ada pula purna pekerja migran yang berkembang menjadi pengusaha dengan omzet miliaran rupiah, bahkan ada yang bergerak di sektor makanan dan minuman hingga mampu melakukan ekspor.

Harapannya, pekerja migran tidak hanya membawa pulang penghasilan, tetapi juga membawa pulang kemampuan untuk menciptakan penghasilan bagi orang lain.

SMK Go Global untuk Masa Depan Pekerja Migran

Peluang kerja internasional yang semakin luas juga mendorong kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia yang kompeten.

Menurut Muhtarudin, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar, tetapi belum seluruhnya dapat dipenuhi karena masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dan kompetensi calon pekerja.

Karena itu, pemerintah mendorong program SMK Go Global sebagai salah satu program prioritas untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK menghadapi kebutuhan pasar kerja internasional.

Program tersebut diarahkan pada peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi kompetensi sehingga lulusan dapat mengisi peluang kerja formal di luar negeri.

Tujuan akhirnya bukan semata meningkatkan angka penempatan. Lebih jauh, pekerja migran yang ditempatkan diharapkan aman, memiliki kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Merah Putih yang Tetap Dibawa

Jarak ribuan kilometer ternyata tidak serta-merta memutus hubungan pekerja migran dengan tanah air.

Di Korea Selatan, Rudi dan komunitas Pekerja Migran Indonesia tetap merayakan kemerdekaan. Upacara di KBRI, perlombaan, hingga berkumpul bersama sesama warga Indonesia menjadi ruang untuk merawat rasa kebangsaan di negeri orang.

Bagi mereka, Indonesia bukan sekadar tempat asal. Indonesia adalah rumah yang menjadi alasan mengapa perjuangan itu dilakukan.

Semangat itulah yang juga menjadi bagian dari makna HUT RI bagi Mukhtarudin.

Baginya, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang memastikan kemerdekaan memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Termasuk bagi pekerja migran yang mengharumkan nama Indonesia di negara penempatan.

Mereka membawa Merah Putih bukan hanya dalam upacara atau perayaan. Mereka membawanya melalui kerja keras, profesionalisme, dan sikap yang menunjukkan bahwa pekerja Indonesia mampu bersaing di dunia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Mukhtarudin Hadiri Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas, Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyebut antusiasme masyarakat terhadap program-program prioritas pemerintah terlihat dalam gelaran Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin 17 Agustus 2026, malam.

“Luar biasa antusiasme masyarakat merespons positif terhadap program-program prioritas pemerintah. Semua informasi penting harus disampaikan kepada masyarakat, program kementerian yang pro rakyat demi kesejahteraan rakyat,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin hadir dalam karnaval yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Presiden Prabowo Subianto juga turut hadir menyaksikan kemeriahan acara.

Antusiasme masyarakat tampak memenuhi kawasan Monas untuk menyaksikan unjuk kreativitas melalui rangkaian kendaraan hias yang ditampilkan dalam perayaan kemerdekaan.

Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian, lembaga, serta pelajar kemudian melintas secara bergantian. Iring-iringan tersebut diawali kendaraan hias Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Badan Gizi Nasional, hingga diakhiri kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Keterlibatan kementerian dan lembaga dalam karnaval ini menjadi momentum untuk mendekatkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara luas,” imbuh Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa penyampaian informasi publik mengenai program-program pemerintah perlu dilakukan secara luas agar masyarakat mengetahui manfaat dan berbagai kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara sekaligus menjadi ruang perayaan kemerdekaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana kebersamaan, persatuan, dan semangat nasionalisme.

Selain rangkaian kendaraan hias, dalam gelaran tersebut juga terdapat booth stand Asta Mandala SMK Go Global yang menjadi bagian dari kehadiran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam memperkenalkan program peningkatan kompetensi generasi muda Indonesia agar lebih siap memasuki pasar kerja global.

Booth stand tersebut sekaligus menjadi sarana informasi bagi masyarakat mengenai peluang dan program pemerintah dalam menyiapkan talenta muda Indonesia yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta daya saing untuk bekerja di pasar internasional.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga dengan persatuan, gotong royong, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar hadir serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Menteri Mukhtarudin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhut Gelorakan Hutan Lestari dan Solidaritas Kebangsaan di HUT ke-81 RI

Mengukuhkan komitmen menjaga bentang alam Nusantara dan kekayaan biodiversitas bangsa, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berpartisipasi dalam ajang Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Di tengah atmosfer kebersamaan, rangkaian kegiatan diawali dengan pengheningan cipta (moment of silence) dan doa bersama untuk memanjatkan belasungkawa serta empati yang mendalam bagi masyarakat di berbagai daerah yang sedang terdampak bencana alam. Kemenhut menegaskan bahwa semangat kemerdekaan sejati bersumber dari kepedulian sosial dan rasa solidaritas nasional.

Dengan mengusung tema “Hutan Lestari, Lingkungan Asri, Rakyat Sejahtera” serta tagline “Bersama Menjaga Alam untuk Indonesia Maju”, Kemenhut menonjolkan peran vital hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia, penjaga tata air, serta rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya.

Sebagai representasi fungsi tutupan hutan Indonesia, Kemenhut menampilkan perwujudan visual bentang alam hijau beserta ornamen tiga satwa kunci Nusantara: harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan orangutan. Kehadiran ikon satwa ini menegaskan pesan bahwa pelestarian hutan merupakan harga mati demi menjamin kelangsungan hidup biodiversitas sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat.

Melalui wahana edukasi budaya ini, Kemenhut menyampaikan pesan strategis: “Hutan Harus Lestari, Pembangunan Tidak Boleh Berhenti, Rakyat Sejahtera Itu Pasti.” Konsep ini menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan hutan masa kini tidak menghentikan pembangunan, melainkan menyelaraskannya agar berjalan seimbang, berkeadilan ekologis, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Pesan pelestarian hutan tersebut berpadu harmonis dengan ajakan pemulihan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Gerakan Indonesia ASRI dan Tobat Ekologis, yang mendorong pengelolaan sampah dari hulu ke hilir untuk menciptakan peluang ekonomi sirkular dan lapangan kerja hijau (green jobs).

Menggalang partisipasi aktif publik, Kemenhut turut merangkul kreator konten, Jerhemy Owen, sebagai representasi anak muda peduli hutan dan lingkungan. Kehadiran figur muda ini menjadi jembatan komunikasi agar pesan kepedulian terhadap hutan, seperti penanaman pohon dan perlindungan habitat satwa, dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata sehari-hari oleh generasi muda di seluruh Indonesia.

Kemenhut meyakini bahwa menjaga benteng hutan Nusantara adalah bagian dari menjaga kedaulatan negara. Dari hutan yang lestari dan ekosistem yang terjaga, bersama bergerak menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Undang Grand Syekh Al-Azhar Hadiri International Grand Imam Conference di Indonesia

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengundang Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb, untuk hadir dalam International Grand Imam Conference (IGIC) yang akan digelar di Indonesia pada 25–29 September 2026 ini. Undangan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy, di Kantor Kedutaan Besar Mesir, Jakarta.

Menag mengatakan, International Grand Imam Conference akan menjadi forum penting yang mempertemukan para imam besar dan tokoh keagamaan dari berbagai negara. Konferensi ini mengangkat tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”.

“Konferensi ini akan membahas bagaimana para imam dapat berperan dalam menciptakan harmoni, keamanan, dan perdamaian global,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (18/8/2026).

Menurut Menag, konferensi ini direncanakan diikuti perwakilan dari sekitar 50 negara. Hingga saat ini, sekitar 17 negara telah memberikan konfirmasi kehadiran. Mereka akan menerima undangan resmi sekaligus penjelasan mengenai tujuan penyelenggaraan konferensi.

Menag menjelaskan, kehadiran Grand Syekh Al-Azhar menjadi salah satu bagian penting dari konferensi tersebut. Untuk itu, Kementerian Agama berencana melakukan kunjungan ke Mesir dan Arab Saudi pada 1–4 September guna menyampaikan undangan secara langsung kepada para tokoh yang akan diundang.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin menyampaikan permohonan untuk mengundang Grand Syekh Al-Azhar agar dapat menghadiri konferensi tersebut. Rencananya, kami akan menyampaikan undangan secara langsung pada 1–4 September, baik di Kairo maupun di Arab Saudi,” jelas Menag.

Ketua Steering Committee International Grand Imam Conference, Mohammad Sabilul Alif, mengatakan pertemuan dengan Kedutaan Besar Mesir merupakan bagian dari persiapan menghadirkan dua tokoh besar dunia Islam, yakni Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Syekh Abdurrahman As-Sudais.

“Hari ini Panitia International Grand Imam Conference mendampingi Menteri Agama bertemu Kedutaan Mesir. Agenda hari ini adalah menyampaikan bahwa kita akan mengundang dua tokoh grand imam besar, yaitu Grand Syekh Al-Azhar dan Syekh Sudais, yang nantinya akan menjadi tamu kehormatan kita,” kata Sabilul Alif.

Ia menambahkan, konferensi ini diharapkan menjadi ruang diplomasi keagamaan yang memperkuat peran masjid dan imam dalam membangun perdamaian dunia.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy, menyambut baik rencana tersebut. Ia mengatakan akan menyesuaikan agenda pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar, termasuk memperhatikan jadwal keberadaan Grand Syekh di Kairo.

“Saya menanyakan rencana perjalanan Anda agar dapat menyesuaikan jadwal pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar. Biasanya, Grand Syekh kembali ke kampung halamannya di Luxor setiap akhir pekan untuk bertemu keluarganya,” ujar Dubes Yasser.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Mr. Amr Mokhtar, Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid, serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenag Buka Donasi Tanggap Bencana, Mari Kuatkan Saudara Kita!

Kementerian Agama (Kemenag) membuka Donasi Tanggap Bencana sebagai kanal kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara. Penggalangan donasi dibarengi dengan penyiapan skema penyaluran bantuan agar dukungan yang terkumpul dapat diarahkan pada kebutuhan paling mendesak di lapangan.

Donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 7121241697 atas nama Tanggap Darurat Kemenag. Masyarakat juga dapat berdonasi melalui QRIS yang tersedia pada kanal publikasi Kementerian Agama.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Hubungan Masyarakat, Ismail Cawidu mengatakan, perhatian Kemenag saat ini tidak hanya tertuju pada penghimpunan bantuan, tetapi juga memastikan proses penyalurannya terkoordinasi dan menjangkau pihak yang membutuhkan.

“Kepedulian masyarakat tentu harus kita sambut dengan tata kelola bantuan yang baik. Karena itu, bantuan akan disiapkan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan data yang telah diverifikasi, sehingga apa yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Ismail di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Ismail, Kemenag memprioritaskan penanganan kebutuhan warga terdampak, termasuk keluarga besar Kemenag, serta dukungan terhadap rumah ibadah dan satuan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana. Prioritas tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Saat sebagian dari kita masih dapat menjalani aktivitas seperti biasa, saudara-saudara kita di wilayah terdampak sedang berjuang memulihkan kehidupan. Kami mengajak keluarga besar Kementerian Agama dan masyarakat untuk hadir menguatkan mereka melalui kepedulian yang dapat kita berikan bersama,” katanya.

Data Satu Pintu, Tim Verifikasi Disiapkan

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Kementerian Agama menyiapkan pendataan secara terpusat. Informasi dari kabupaten/kota dihimpun melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama sebelum dikompilasi di tingkat pusat. Mekanisme satu pintu ini diperlukan agar data antarsatuan kerja dan unit Eselon I tidak tumpang tindih serta dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan.

Kemenag juga menyiapkan tim dari sejumlah unit untuk turun melakukan verifikasi langsung. Pendataan akan mencakup lokasi terdampak, kondisi fasilitas, kebutuhan masyarakat, serta dokumentasi pendukung. Data terverifikasi selanjutnya menjadi pijakan dalam koordinasi penanganan, termasuk dengan kementerian/lembaga terkait.

Ismail menjelaskan, kondisi di sejumlah wilayah masih dinamis. Akses transportasi dan komunikasi di beberapa titik juga menjadi tantangan dalam menghimpun informasi. Karena itu, kecepatan penanganan tetap harus berjalan beriringan dengan ketepatan data.

“Kita ingin bergerak cepat, tetapi juga harus tepat. Tim di daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk memetakan kebutuhan sehingga bantuan yang dibawa tidak sekadar sampai ke lokasi, tetapi memang menjawab kebutuhan masyarakat pada fase tanggap darurat ini,” jelasnya.

Pada tahap awal, kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian. Kemenag juga menyiapkan dukungan sarana darurat untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan di wilayah yang fasilitas pendidikannya belum dapat digunakan.

Kementerian Agama mengajak masyarakat bergotong royong menguatkan warga terdampak. Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening: 7121241697
a.n. Tanggap Darurat Kemenag

Donasi juga dapat disalurkan melalui QRIS pada poster resmi Donasi Tanggap Kementerian Agama. Bantuan yang terkumpul akan menjadi bagian dari solidaritas bersama untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan memulihkan kehidupan pascabencana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Semangat #BersamaUntukIndonesia, Kemenperin Gelar Aksi Donor Darah bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Klinik Utama Kemenperin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Depok dan Bekasi yang melibatkan para pegawai di lingkungan Kemenperin.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan donor darah tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar Kemenperin kepada masyarakat. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat #BersamaUntukIndonesia, yakni semangat gotong royong dan kontribusi nyata dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi sesama.

Kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan di Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan data PMI, setiap delapan detik terdapat satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah secara sukarela guna membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian keluarga besar Kemenperin terhadap kebutuhan masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memaknai peringatan HUT ke-81 RI melalui aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Menurut Eko, momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi dan kepedulian kepada sesama. Donor darah menjadi salah satu bentuk sederhana dari semangat gotong royong, namun memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas di lingkungan Kemenperin. Partisipasi para pegawai dalam donor darah juga menjadi bentuk kontribusi sosial di samping pelaksanaan tugas dan pelayanan dalam mendukung pembangunan sektor industri nasional.

Kegiatan donor darah dilaksanakan di Ruang Nuri kantor Kemenperin dengan diikuti sebanyak 141 orang. Sebelum melakukan donor, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining oleh petugas untuk memastikan kondisi calon pendonor memenuhi persyaratan.

Melalui penyelenggaraan donor darah tersebut, Kemenperin berharap semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong terus tumbuh di lingkungan Kemenperin. Semangat #BersamaUntukIndonesia diharapkan dapat memperkuat kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi sesama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemendag Peduli Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT, Pemulihan Pasar Jadi Prioritas

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan bantuan “Kemendag Peduli” senilai Rp250 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Penyerahan dilakukan di sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8).

Mendag Busan menyampaikan, penyerahan bantuan Kemendag Peduli merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Kemendag kepada saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi dampak bencana. Menurutnya, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong, terutama dalam membantu saudara yang sedang menghadapi musibah.

“Keluarga besar Kemendag sepakat untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT. Sejak pagi hingga siang, telah terkumpul donasi sebesar Rp250 juta dan langsung kami serahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta. Tahap ini merupakan yang pertama karena kami harap dapat terus menggalang donasi dan menyalurkannya kepada masyarakat yang terdampak musibah di NTT,” ujar Mendag Busan.

Identifikasi Pasar Terdampak

Mendag Busan juga menyoroti kondisi sarana perdagangan di wilayah terdampak gempa. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat empat pasar dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Salah satunya, yaitu Pasar Inpres Ruteng di Manggarai dengan kerusakan di sejumlah tiang yang membuat pasar itu tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

“Identifikasi awal kami menunjukkan, terdapat empat pasar yang terdampak. Salah satunya, yaitu Pasar Inpres Ruteng di Manggarai yang rusak di bagian tiang. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pasar tersebut tidak digunakan untuk sementara waktu demi keselamatan masyarakat,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan mengungkapkan, pemulihan sarana perdagangan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana di NTT. Ia melihat pasar rakyat, kios, dan sarana perdagangan lainnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sarana perdagangan ini penting karena menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kondisi darurat tertangani, kami ingin perdagangan dapat segera pulih. Pedagang bisa kembali berjualan dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tutur Mendag Busan.

Selain kondisi sarana perdagangan, Mendag Busan juga terus memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Untuk itu, Kemendag telah berkoordinasi dengan distributor, termasuk yang berada di luar wilayah terdampak bencana dan provinsi terdekat, agar tetap menjaga pasokan ke NTT. Koordinasi tersebut akan terus diperkuat melalui tim yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk ritel modern, dan mereka menyampaikan pasokan masih aman. Saat ini, fokus ada pada penanganan darurat pascabencana,” ungkap Mendag Busan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gempa Manggarai Timur NTT, Pemerintah Siapkan Pemulihan Cepat untuk Warga Terdampak

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan telah mengantongi rencana prioritas dalam rangka penanganan korban bencana gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan kepada wartawan usai melakukan peninjauan dan berdialog dengan warga di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Langkah ini dimulai dengan mempercepat pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya sembako untuk memenuhi kebutuhan warga. “Jadi prioritas listrik, kemudian makanan. Makanan logistik mereka sangat minta sekali,” ujar Mendagri, Senin (17/8/2026).

Mendagri menambahkan, ia akan berkomunikasi dengan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pemulihan jaringan listrik di Manggarai Timur menjadi prioritas. Pasalnya, pembangkit dan gardu induk tidak mengalami kerusakan. Gangguan listrik lebih disebabkan oleh tiang-tiang yang roboh akibat guncangan gempa.

“Pembangkit listrik enggak ada yang rusak. Persoalannya adalah tiang-tiangnya ada yang roboh, jaringan yang dari gardu ke rumah. Itu problemnya,” urainya.

Ia berharap listrik yang kembali menyala dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi agar warga bisa kembali berhubungan dengan keluarganya di luar wilayah. “Kalau listriknya sudah mati, mau enggak mau sinyal handphone juga off juga. Nah, itu mungkin hal-hal yang prioritas yang kita kerjakan,” katanya.

Selain listrik dan logistik, Mendagri memastikan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin guna memberikan dukungan tenaga medis di lokasi terdampak bencana. Hal ini untuk memperkuat posko warga dan Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara yang menjadi salah satu wilayah terparah akibat gempa.

“Segera akan saya telepon Pak Menkes untuk mengirim pasukan beliau, termasuk obat-obatan, relawan medis beliau,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Mendagri juga mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang akan menerjunkan Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso ke perairan Manggarai Timur.

“Kalau bisa kita dorong juga Rumah Sakit Angkatan Laut yang kapal yang besar itu, (KRI) Soeharso untuk di (wilayah) Reo. Itu akan sangat banyak membantu sekali,” tutupnya.

Sebagai informasi, Mendagri meninjau Desa Satar Kampas usai memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur. Mendagri tiba di lokasi bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News