Beranda blog Halaman 252

PFLP 2026 Dimulai, Prabowo Fokus Bentuk Generasi Baru Pemimpin BUMN

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (24/05/2026). Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program tersebut dirancang secara khusus oleh Presiden Prabowo untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang.

“Program yang dirancang khusus oleh Bapak Presiden ini dipersiapkan untuk membentuk calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang,” tulis Seskab.

Seskab menyampaikan bahwa, sebanyak 400 peserta mengikuti angkatan perdana program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan BUMN.

“PFLP dirancang untuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam menciptakan tata kelola BUMN yang baik melalui penguatan sumber daya manusia yang memiliki best heart and best mind,” ujar Seskab.

Menurut Seskab, program pendidikan tersebut akan berlangsung selama sembilan bulan dan dibagi ke dalam tiga tahapan utama, dimulai dari pembentukan karakter dan disiplin peserta selama tiga bulan pertama.

“Program pendidikan selama sembilan bulan tersebut terbagi dalam tiga tahapan, yakni pembentukan karakter dan disiplin selama tiga bulan,” tulis Seskab.

Selanjutnya, Seskab menyampaikan bahwa para peserta akan mendapatkan penguatan kapasitas manajerial serta kemampuan pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan sebelum menjalani program magang.

“Penguatan kapasitas manajerial dan pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan, serta magang selama dua bulan di kementerian, lembaga, maupun lingkungan BUMN,” lanjut Seskab.

Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk memimpin BUMN di masa mendatang.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyiapkan generasi pemimpin BUMN yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia,” tutup Seskab.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Warga Bandung Antusias Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Stadion Siliwangi

Presiden Prabowo Subianto tiba di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 25 Mei 2026, untuk melakukan kunjungan kerja. Ketibaan Presiden disambut oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Lebih dari itu, sambutan meriah dari masyarakat diterima oleh Presiden saat melewati ruas jalan menuju lokasi acara. Antusiasme warga tampak begitu tinggi sejak iring-iringan kendaraan Presiden memasuki jalanan kota.

Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari warga umum hingga para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, tampak berdiri di tepi jalan sambil melambaikan tangan. Sorak sorai dan teriakan penuh antusias terdengar ketika mobil Presiden melintas di hadapan mereka. Mereka juga turut melambaikan bendera tangan Merah Putih yang dibawa.

Suasana makin semarak saat Presiden Prabowo keluar dari atap kendaraan untuk menyapa langsung masyarakat. Presiden membalas sapaan warga dengan lambaian tangan sambil tersenyum kepada masyarakat yang terus menyambut kehadirannya dengan penuh semangat.

Antusiasme warga membuat rangkaian kendaraan Presiden berjalan perlahan. Banyak masyarakat yang terus mengikuti iring-iringan kendaraan sambil mengabadikan momen kedatangan Presiden menggunakan ponsel mereka.

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen yang disambut hangat dan penuh sukacita oleh masyarakat Kota Bandung. Meski hujan rintik-rintik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap berdiri dan menyapa Presiden. Suasana hangat dan meriah tetap terasa sepanjang perjalanan rombongan Presiden di Kota Bandung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Panen Raya Udang di Kebumen, Prabowo Sebut Indonesia Sudah Swasembada Beras dan Jagung

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional. Kepala Negara menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Menurut Presiden, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucap Presiden.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Kepala Negara menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.

“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, seluruh upaya tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu. “Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja,” pungkas Presiden.

Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemendukbangga Papua Kembangkan Sekolah Lansia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Usia Lanjut

Kemendukbangga/BKKBN melalui Perwakilan Papua terus memperkuat program pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui pengembangan Sekolah Lansia di berbagai wilayah Tanah Papua. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif di usia senja.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Charles Brabar, mengungkapkan saat ini terdapat lima Sekolah Lansia yang telah berjalan di sejumlah daerah di Tanah Papua, yakni di Merauke, Jayapura, serta Wamena.

“Di Merauke terdapat satu sekolah lansia yang akan wisuda, Kabupaten Jayapura sudah diwisuda Standar Satu (S1) dan akan dilanjukan ke S2, Kota Jayapura terdapat dua sekolah, Jayawijaya terdapat satu sekolah lansia, dan di Nabire, Papua Tengah, akan dibuka satu sekolah lansia dalam tahun ini,” katanya.

Menurut Charles, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk berbagai komunitas gereja yang aktif mendukung pembentukan dan pengelolaan Sekolah Lansia sebagai sarana pembelajaran bagi warga lanjut usia.

“Kami bersyukur karena rata-rata yang membangun atau mendirikan sekolah lansia ini dari gereja, untuk membantu warga jemaatnya dalam menitik kelanjutan hidup lebih baik di usia lanjut,” ujarnya.

Charles menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pola hidup sehat, pengelolaan gizi, pencegahan penyakit degeneratif, hingga pentingnya menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental.

Selain itu, Sekolah Lansia juga bertujuan mendorong para lansia tetap aktif dalam kehidupan sosial dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran agar menjadi individu yang sehat, aktif, produktif dan bermanfaat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program Sekolah Lansia mengacu pada konsep Tujuh Dimensi Lansia Tangguh yang dikembangkan Kemendukbangga/BKKBN. Ketujuh dimensi tersebut meliputi aspek spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.

Pendekatan tersebut bertujuan membentuk lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keseimbangan emosional, tetap aktif bersosialisasi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Charles menambahkan bahwa pengembangan Sekolah Lansia di Papua akan terus diperluas. Selain lima sekolah yang telah berjalan, Kemendukbangga/BKKBN Papua juga berencana membuka satu Sekolah Lansia baru di Nabire pada tahun ini.

Pengembangan Sekolah Lansia menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga dalam mewujudkan penduduk lanjut usia yang berkualitas dan sejahtera. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Papua.

Melalui pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan, Kemendukbangga berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, mandiri, dan tetap berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Ke depan, keberadaan Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar bagi warga lanjut usia, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang mampu menciptakan lansia tangguh, produktif, dan berdaya guna bagi pembangunan masyarakat di Tanah Papua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Senator Lia Istifhama Ajak Jamaah Haji Perkuat Kepedulian untuk Cegah Risiko Tersesat di Tanah Suci

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian dan solidaritas antarjamaah haji setelah adanya kabar duka meninggalnya calon jamaah haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27, Muhammad Firdaus, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kota Makkah.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga perhatian serta kepedulian antarjamaah, terutama terhadap jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Menurut Lia, lingkungan ibadah haji yang dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai negara, ditambah cuaca panas dan mobilitas tinggi, berpotensi meningkatkan risiko jamaah terpisah dari rombongan atau kehilangan arah jika tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.

“Bila melihat anggota jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” tutur Lia, pada Sabtu (23/5/26).

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai kepedulian sederhana, seperti menyapa sesama jamaah dan memastikan mereka mengetahui arah tujuan, dapat menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya jamaah tersesat maupun mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan.

Menurutnya, semangat gotong royong dan saling menjaga yang menjadi budaya masyarakat Indonesia perlu terus diterapkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Lia juga mengingatkan agar jamaah yang membutuhkan perhatian khusus tidak dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kehadiran keluarga, ketua rombongan, maupun sesama jamaah dinilai sangat penting untuk memastikan kondisi mereka tetap aman selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” katanya.

Selain mengajak jamaah untuk saling menjaga, Lia juga meminta para jamaah agar tidak ragu menghubungi petugas haji Indonesia apabila menghadapi kesulitan selama berada di Arab Saudi.

Menurutnya, petugas haji memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan, pendampingan, serta perlindungan kepada jamaah sehingga berbagai kendala yang dihadapi dapat segera ditangani.

“Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci,” tutur Lia Istifhama.

Lia berharap peristiwa yang menimpa Muhammad Firdaus dapat menjadi pelajaran bagi seluruh jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat rasa kebersamaan selama menjalankan ibadah haji.

Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan jamaah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh jamaah untuk saling memperhatikan satu sama lain.

Dengan meningkatnya kepedulian, komunikasi yang baik, serta koordinasi yang kuat antara jamaah dan petugas, diharapkan seluruh jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, khusyuk, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

20 Ton Kopi Fine Robusta asal Kerinci Diekspor ke Tiongkok, Pemprov Dorong Lewat Pelabuhan Jambi

Sebanyak 20 ton kopi Fine Robusta asal Kabupaten Kerinci hasil produksi petani Koperasi Agro Forestry, Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, resmi diberangkatkan menuju pasar Tiongkok.

Pelepasan ekspor tersebut dihadiri Gubernur Jambi yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, Bupati Kerinci Monadi, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jambi, Perhutanan Sosial, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ariansyah menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Wilayah Jambi yang selama ini aktif membina para petani kopi di Kerinci.

Menurutnya, pendampingan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas kopi yang dihasilkan hingga mampu menembus pasar internasional.

“Kita mengapresiasi Bank Indonesia wilayah Jambi yang sudah membina para petani meningkatkan produktivitas dan kualitas yang dihasilkan,” kata Ariansyah.

Keberhasilan ekspor ini dinilai menjadi bukti bahwa kopi robusta asal Kerinci memiliki daya saing tinggi di pasar global. Selain kualitas yang terus meningkat, kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga pendamping menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor perkebunan kopi di daerah tersebut.

Meski demikian, proses ekspor saat ini masih dilakukan melalui Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah berharap ke depan aktivitas ekspor komoditas unggulan Jambi dapat dilakukan langsung melalui pelabuhan di Provinsi Jambi.

“Kedepannya kita harapkan mereka melakukan ekspor lewat pelabuhan Jambi sehingga dapat menambah PAD,” tambahnya.

Ekspor kopi Fine Robusta ini sekaligus menjadi angin segar bagi para petani kopi di Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas di Provinsi Jambi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tembus Jalur Ekstrem, Ariansyah Wakili Gubernur Jambi Panen Kopi di Kerinci

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah menghadiri langsung Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Desa Tamiai Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Sabtu (23/5/26), mewakili Gubernur Jambi, Al Haris.

Festival tersebut menjadi momentum memperkuat potensi kopi robusta lokal sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat di wilayah pegunungan Kerinci.

Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang diwakili Deputi Robi Fathir, Kepala BPDAS Batanghari dan jajaran pejabat Eselon II Kabupaten Kerinci, camat dan Forkompincam Batang Merangin, Komunitas PPKJ, kepala desa Tamiai dan Pasar Tamiai, para petani kopi, hingga tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ariansyah mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan Penyambutan dengan Tari Persembahan kemudian dilanjutkan berjalan sejauh 3 Km dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan jalan kaki menuju lokasi panen kopi milik Wawan Petani Kopi Robusta Tamiai.

Sesampainya dilokasi disuguhkan pemandangan yang indah diketinggian 1200 mdpl.

“Acara diawali dengan makan siang, kemudian panen Kopi dan penanaman tanaman sela berupa alpukat jinger, pete dan lamtoro,” katanya.

Ia menilai semangat masyarakat dalam menjaga kualitas kopi robusta Tamiai patut mendapat apresiasi, terlebih akses menuju lokasi panen cukup menantang.

Menurut Ariansyah, medan ekstrem menuju kawasan perkebunan tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah maupun masyarakat untuk terus mengembangkan potensi kopi unggulan Kerinci tersebut.

“Kami membutuhkan waktu 30 menit menggunakan kendaraan roda dua atau selama lebih dari 60 menit dengan berjalan kaki dengan jalan yang ekstrim karena diguyur hujan menuju lokasi panen kopi Robusta Tamiai,”ujarnya.

Wamen Ekraf Apresiasi Pagelaran Sabang Merauke 2026, Libatkan 1.700 Pelaku Seni

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai Pagelaran Sabang Merauke: Hanya Indonesia yang Punya 2026 memperkuat ekosistem industri pertunjukan nasional. Wamen Ekraf turut mengapresiasi pertunjukan karya seni yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri Press Conference Kick Off Pagelaran Sabang Marauke – Hanya Indonesia Yang Punya “Hikayat Srikandi Nusantara”, yang berangsung di Mall Atrium, Eat Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Saya sangat mengapresiasi pagelaran luar biasa ini sebagai jembatan kontemporer bagi generasi muda untuk mencintai akar budaya melalui perpaduan teater, tari, dan musik. Melalui peleburan unsur tradisional berbagai daerah, karya ini mengajak kita untuk connect with our deepest heart and soul sekaligus membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak mengharuskan kita meninggalkan kekayaan identitas bangsa,” ujar Wamen Ekraf saat menghadiri jumpa pers Pagelaran Sabang Merauke di Grand Indonesia, Jakarta pada Rabu (20/5).

Pagelaran Sabang Merauke Indonesian Broadway adalah mahakarya pertunjukan kolosal inisiatif iForte sejak 2022 yang konsisten memadukan teater, tari, musik, dan parade busana etnik Nusantara dalam skala besar. Untuk tahun ini, melalui tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’, pertunjukan spektakuler tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus di Indonesia Arena, Senayan, dengan mengangkat kisah keteladanan perempuan dari berbagai cerita rakyat.

“Kepada seluruh tim produksi, seniman, dan talenta yang terlibat, bersiaplah untuk memberikan yang terbaik. Just play, have fun, and give it your best. Mari bersama-sama kita dukung ekosistem ini, rayakan budaya kita, dan wujudkan industri kreatif Indonesia yang semakin mendunia,” tambah Wamen Ekraf.

Kementerian Ekraf berkomitmen mendorong mahakarya dengan semangat ‘Hanya Indonesia yang Punya’ ini agar tidak sekadar menjadi kebanggaan domestik, melainkan mampu menjadi etalase diplomasi budaya di panggung global. Pengembangan menyeluruh pertunjukan ini merupakan representasi nyata kekuatan industri end-to-end di sektor kreatif yang berdampak kuat.

Melalui konferensi pers ini, detail produksi dan kemegahan ‘Hikayat Srikandi Nusantara’ dipaparkan untuk membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur lewat keterlibatan 1.700 pelaku produksi, termasuk 700 seniman, 387 penari, serta didukung oleh penggunaan lebih dari 1.500 kostum. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pagelaran megah ini, tiket sudah mulai bisa dibeli pada 21 Mei 2026.

“Tahun ini akan jauh lebih spektakuler dari sebelumnya. Pagelaran Sabang Merauke kembali digelar karena antusiasme dan rasa bangga yang luar biasa dari penonton pada acara kemarin. Ini adalah persembahan kami untuk menunjukkan betapa luar biasanya Indonesia.” ungkap President Director & CEO iForte & Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso.

Secara historis, acara ini telah diselenggarakan sebanyak enam kali di berbagai lokasi dengan kesuksesan besar, termasuk pada Agustus 2025 lalu yang berhasil menarik 28.000 penonton dengan 1.500 pelaku seni lewat tema ‘Hikayat Nusantara’. Melalui konsistensi tersebut, pagelaran ini terbukti efektif menghubungkan nilai spiritualitas alam dan manusia, sekaligus merekatkan persatuan bangsa dari ujung barat hingga timur secara harmonis.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi iForte selaku inisiator, para maestro tari, penata musik, serta desainer busana etnik terkemuka yang terlibat langsung dalam produksi. Sementara itu Wamen Ekraf didampingi oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polresta Barelang dan BGN Bongkar Dugaan Penipuan Titik SPPG di Batam

Polresta Barelang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat dalam mengembangkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan modus penipuan tersebut.

“Saat ini, penyidik terus berkoordinasi intensif dengan BGN untuk memastikan validitas data dan mengusut tuntas perkara ini,” kata Sony, Sabtu (23/5).

Sony mengingatkan masyarakat agar perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang menawarkan praktik jual beli titik SPPG dengan iming-iming keuntungan tertentu.

Sekaligus dia menegaskan bahwa titik SPPG tidak diperjualbelikan dan seluruh proses pengajuan hanya dapat dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh BGN.

BGN juga meminta masyarakat yang merasa dirugikan atau menjadi korban penipuan untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum. Langkah tersebut dinilai penting agar kasus serupa dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan tidak menimbulkan korban baru di tengah masyarakat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jual beli titik SPPG. Perlu ditegaskan, SPPG tidak diperjualbelikan. Seluruh proses pengajuan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh BGN,” ucapnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui saluran resmi pemerintah sebelum mengikuti atau menyetujui bentuk kerja sama maupun penawaran yang mengatasnamakan program pemerintah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Bandung Perkuat Sinergi Hukum dengan Kejari

Pemerintah Kota Bandung memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang taat hukum melalui kerja sama penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara bersama Kejaksaan Negeri Bandung dan 11 organisasi perangkat daerah.

Kerja sama tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan agar berjalan sesuai koridor hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Bandung Abun Hasbulloh Syambas mengatakan, sinergi lintas sektoral dibutuhkan untuk memastikan pemerintahan berjalan profesional, efektif, dan akuntabel.

“Jalinan kerja sama lintas sektoral merupakan upaya yang sangat dibutuhkan dalam rangka membangun kemajuan bersama,” ujar Abun (21/5/2026).

Sebanyak 11 organisasi perangkat daerah yang menandatangani kerja sama meliputi Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial Kota Bandung.

Abun menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup bantuan hukum di dalam dan luar pengadilan, pendampingan hukum, audit hukum, pertimbangan hukum, hingga mediasi persoalan perdata dan tata usaha negara.

“Dengan dukungan hukum tersebut kami optimistis kerja sama ini dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi secara optimal, efektif dan efisien,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan kejaksaan untuk kepentingan pribadi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk menciptakan pemerintahan yang profesional dan berintegritas dalam melayani masyarakat.

“Kejaksaan adalah mitra untuk membantu kita mengetahui mana pagar yang harus dijaga dan mana yang tidak boleh dilanggar,” ujar Farhan.

Farhan sengaja menghadirkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah dalam agenda tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemkot Bandung memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kepastian hukum.

Menurut Farhan, pendampingan hukum dari kejaksaan membuat perangkat daerah lebih percaya diri dalam menjalankan program pembangunan hingga perencanaan tahun 2027.

“Perjanjian ini akan membuat seluruh dinas lebih percaya diri dalam melaksanakan program-program pembangunan Kota Bandung,” katanya.

Farhan juga berharap pola pendampingan hukum dapat diperluas kepada badan usaha milik daerah agar pelayanan publik semakin optimal dan terhindar dari praktik yang menyimpang.

“Mungkin usulan saya kerja sama Kejari dengan para BUMD lebih dikukuhkan lagi sebagai sebuah bentuk kerja sama pendampingan yang baik,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News