Beranda blog Halaman 27

Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI, Presiden Prabowo Saksikan Parade Budaya di Monas

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) berlanjut dengan gelaran Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara yang dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Antusiasme masyarakat tampak memenuhi kawasan Monas untuk menyaksikan unjuk kreativitas rangkaian kendaraan hias yang menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI tersebut.

Presiden Prabowo Subianto tiba di kawasan Monas sekitar pukul 19.15 WIB dan tampak melambaikan tangan, menyapa masyarakat yang telah memadati kawasan Monas. Presiden Prabowo kemudian disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Acara Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara diawali dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh masyarakat yang hadir. Suasana khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan pun terasa di kawasan Monas.

Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan ‘Pagelaran Sabang Merauke’ yang menampilkan persembahan musik dan gerak tari nusantara. Setelahnya, penampilan drumben dari Universitas Pertahanan yang membawakan lagu ‘Maju Tak Gentar’ menandai dimulainya karnaval.

Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian, lembaga, serta pelajar kemudian melintas secara bergantian, mulai dari kendaraan hias Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Badan Gizi Nasional, dan diakhiri dengan kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Selama karnaval berlangsung, Presiden Prabowo tampak memberikan hormat dan membalas lambaian tangan para menteri serta peserta yang tampil di atas kendaraan dengan penuh semangat. Sorak masyarakat turut memeriahkan suasana setiap kali masing-masing kendaraan hias melintas, menampilkan beragam kreativitas serta capaian program dari masing-masing kementerian dan lembaga.

Kemeriahan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara semakin semarak dengan gemerlap pesta kembang api yang menjadi penutup rangkaian kegiatan di kawasan Monas. Tepuk tangan masyarakat pun bergema, mengiringi perjalanan parade kendaraan hias yang bergerak meninggalkan kawasan Monas.

Rangkaian kendaraan hias tersebut tidak hanya menambah kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kebersamaan masyarakat dan pemerintah dalam memperingati hari kemerdekaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kisah Haru di Balik Kirab Bendera Pusaka HUT ke-81 RI, Ada Kebanggaan Purna Paskibraka hingga Pasukan Berkuda

Di balik kemeriahan Kirab Bendera Pusaka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, terdapat kisah tentang mereka yang menjalankan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Salah satunya adalah Bianca Alessia Christabella Lantang, Purna Paskibraka asal Sulawesi Utara yang dipercaya membawa teks Proklamasi dalam prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih.

Kesempatan tersebut membuat Bianca merasa bahagia sekaligus bersyukur. Bagi Bianca, membawa teks Proklamasi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keseriusan.

“Tentunya sangat senang dan bersyukur karena ini juga merupakan tugas yang menurut saya, tugas yang harus penuh dengan tanggung jawab dan keseriusan,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Nindya Eltsani Fawwaz, Purna Paskibraka 2025 asal Jambi. Dalam kirab dari Istana Merdeka menuju Monas, Nindya dipercaya membawa duplikat Bendera Pusaka. Tugas tersebut membuatnya harus berkonsentrasi penuh sepanjang perjalanan.

“Tentunya rasanya juga sangat deg-degan, karena kita harus menjaga bendera itu biar nggak jatuh atau nggak kena angin atau terlipat gitu, tapi harus tetap tenang dan tetap tersenyum dalam membawa bendera tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, kemeriahan kirab juga ditopang oleh kesiapan pasukan berkuda. Kolonel Taufik Dwinova, Komandan Kavaleri sekaligus pemimpin pasukan berkuda, mengatakan sekitar 120 ekor kuda dilibatkan dalam kirab pagi dan sore.

Formasi tersebut memiliki makna simbolis. Kelompok 17 melambangkan tanggal kemerdekaan, kelompok 8 mewakili bulan Agustus, sedangkan kelompok 81 menjadi simbol HUT ke-81 Republik Indonesia. Persiapannya dilakukan jauh-jauh hari hingga berbulan-bulan.

“Harapannya dengan kita melakukan persiapan dengan baik, apa yang akan ditampilkan di acara ini kepada masyarakat juga tentunya sebagai sebuah suguhan yang terbaik yang bisa menghibur warga masyarakat dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kapten CPM (K) Vikita Putri, S. Tr. Han mendapat kepercayaan sebagai pemimpin 45 pasukan motoris. Mereka terdiri dari 15 personel wanita TNI dan 30 personel laki-laki dengan formasi paruh lembing. Bagi Vikita, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

“Perasaan saya terharu dan bangga akan tanggung jawab pada tahun ini saya bisa menjadi Danki motoris dalam rangkaian HUT RI ke-81,” ujarnya.

Di balik ketegasan memimpin pasukan, Vikita juga membawa doa keluarganya. Ia secara khusus menyampaikan pesan kepada kedua anaknya, El dan Al, yang menjadi sumber semangatnya menjalankan tugas.

“Pesan buat anakku tersayang, El dan Al, kamu harus bangga sama ibu karena ibu bisa di titik ini, bisa di hari ini dengan doa kalian. Dan ibu mencurahkan semua tenaga ibu hari ini buat jadi kebanggaan kalian,” tuturnya.

Kirab Bendera Pusaka bukan hanya parade yang menghadirkan kemeriahan kereta kencana, pasukan berkuda, motoris dan busana Nusantara. Di baliknya ada latihan, disiplin, pengorbanan, serta kebanggaan orang-orang yang dipercaya membawa simbol-simbol penting perjalanan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tak Hanya Upacara, Undangan HUT ke-81 RI di Istana Pulang Bawa Kenangan dan Kebahagiaan

Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, menghadirkan cerita dan kesan tersendiri. Selain menyaksikan secara langsung jalannya upacara yang khidmat, para undangan juga menikmati beragam pertunjukan seni budaya, jamuan rakyat, hingga membawa pulang paket suvenir yang menjadi kenang-kenangan istimewa dari Istana.

Muhammad Arham Syarif, warga asal Pekalongan yang kini berdomisili di Jakarta, mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir di Istana setelah melalui proses pendaftaran yang cukup ketat. Ia mengaku sempat mengalami kendala saat pendaftaran hari pertama, sebelum akhirnya berhasil memperoleh undangan pada kesempatan berikutnya.

“Kesannya sangat-sangat luar biasa sekali dan senang sekali, bersyukur sekali. Karena saya ingin datang ke Istana dan mengikuti upacara sudah sejak lama ya. Sejak lama sekali, sejak tahun 2013, dan kebetulan di tahun 2013 Kota Pekalongan menampilkan persembahan yaitu Tari Jelangkrang di Istana Merdeka,” ujar Arham yang pada kesempatan tersebut mengenakan pakaian adat Betawi.

Menurut Arham, salah satu hal yang paling berkesan adalah beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan sepanjang rangkaian acara. Selain itu, Arham juga menjelaskan suvenir yang didapat sebagai buah tangan mengikuti upacara di Istana.

“Oke teman-teman, jadi kalau datang ke istana, teman-teman dapat souvenir. Pertama ada topi. Terus kita dapat buku dari Bapak Presiden. Habis itu kita juga dapat kaus. Dan masih banyak lagi tentunya di dalam sini. Jadi ga sia-sia, seneng banget bisa datang ke istana. Hari ini bisa mengikuti upacara hari ini tentunya,” imbuh Arham.

Kesan positif juga disampaikan Qaisra Gemma yang mengaku menikmati seluruh rangkaian acara, mulai dari upacara hingga jamuan rakyat yang menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Menurut saya itu sangat berkesan karena sekaligus membantu UMKM lokal,” ujarnya.

Selain suasana perayaan, paket suvenir yang dibawa pulang para undangan turut menjadi daya tarik tersendiri. Arham memperlihatkan sejumlah suvenir yang diterimanya, di antaranya topi, kaus, dan buku dari Presiden, serta berbagai cendera mata lainnya.

“Isinya banyak banget, pertama ada kipas, ada topi, ada baju dan yang lain-lain juga ada buku, banyak banget,” imbuh Qaisra.

Hal serupa dirasakan Sephia dan Reni, dua peserta yang baru saling mengenal saat menghadiri upacara. Keduanya mengaku terkesan dengan banyaknya suvenir dan sajian yang diterima selama berada di Istana.

“Happy banget sih ya Kak ya, dapet banyak banget dan juga ini yang kita dapet sangat berguna untuk kita pakai sehari-hari,” kata Sephia.

Reni pun mengungkapkan bahwa pengalaman membawa pulang berbagai suvenir dari Istana menjadi kenangan yang tidak terlupakan. “Rasanya kayak mau pulang kampung aja sih, bawanya banyak,” ucap Reni sambil tersenyum.

Beragam kisah dan kesan para undangan tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana tidak hanya menjadi momentum nasional yang penuh makna, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendiktisaintek Lantik Pimpinan PTN dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Kemdiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melantik sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri serta pejabat manajerial, dan fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (18/8).

Pelantikan ini menjadi momentum untuk penguatan kepemimpinan, dan tata kelola pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Menteri Brian menekankan pentingnya perguruan tinggi terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia nyata, perluasan pembelajaran berbasis pengetahuan, serta riset diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Perguruan tinggi harus berlandaskan pada tiga prinsip, yaitu inklusif, adaptif, dan berdampak,” ujar Menteri Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek melantik:

  1. Syarifuddin Tundreng sebagai Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka Periode Tahun 2026–2030.
  2. Irwan A sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Periode Tahun 2026–2030
  3. Eko Suprianto sebagai Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia Periode Tahun 2026–2030.
  4. Andi Farisna sebagai Kepala Biro Keuangan dan Umum Universitas Negeri Makassar.
  5. Andi Lukman sebagai Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Negeri Manado.
  6. Muhammad Arazy Mahmud sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
  7. Bayu Sadewo sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan.
  8. Satriana Dewi Karyawati sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
  9. Muhammad Hafizh Bestari Putra sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli Menteri, dan Staf Khusus Menteri, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol.
  10. Hatidja Madjid sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
  11. Sukrimal sebagai Perencana Ahli Muda, Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
  12. Minarni Alam sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  13. Saiful Suhar sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  14. Azhar Tawulo sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  15. Desy Maulawanty sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  16. Fandi Ardiansyah Budikafa sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  17. Yuniarche Abidin sebagai Pranata Komputer Terampil, Universitas Halu Oleo.
  18. Badiatan Magrib sebagai Pustakawan Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  19. La Ode Nur Zain Maaruf Mahdy sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  20. Nasrianti Apriliya, sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.
  21. Ika Trihati sebagai Pranata Keuangan APBN Penyelia, Universitas Halu Oleo.
  22. Nina Abdia sebagai Pranata Komputer Ahli Muda, Universitas Halu Oleo.

Kepada para pimpinan perguruan tinggi, Menteri Brian mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Perguruan tinggi juga diharapkan terus membangun budaya akademik yang sehat, lingkungan kampus yang terbuka, serta mengembangkan talenta untuk menghadirkan dampak nyata.

Sementara kepada para pejabat manajerial dan fungsional, Menteri Brian meminta agar tata kelola terus diperkuat melalui inovasi, kolaborasi, dan pelaksanaan program yang tepat sasaran.

“Saya berharap saudara dapat melakukan inovasi birokrasi, memangkas hambatan administratif, dan memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dengan akuntabilitas yang tinggi. Tingkatkan pengawasan operasional, pembangunan budaya kerja yang kolaboratif, dan kepatuhan tata laksana kerja dengan penuh integritas,”  kata Mendiktisaintek.

Menteri Brian juga mengajak seluruh jajaran membangun lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi, pembelajaran, dan inovasi agar mampu merespons perubahan dengan cepat.

“Bangunlah lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi, pembelajaran, dan inovasi. Sebab di era yang berubah begitu cepat, organisasi yang mampu belajar lebih cepat akan menjadi organisasi yang mampu bertahan dan memimpin,” pesan Menteri Brian.

Mendiktisaintek turut menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin perguruan tinggi pada periode sebelumnya, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Menteri Brian berharap semangat tersebut terus dilanjutkan oleh kepemimpinan baru, untuk membawa institusi semakin maju.

“Karena pada akhirnya ukuran keberhasilan kita bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini, tetapi sejauh mana pekerjaan kita mampu memberikan manfaat, bagi generasi yang akan datang,” pungkas Menteri Brian.

Pelantikan ini memperkuat komitmen Kemdiktisaintek dalam mewujudkan Diktisaintek Berdampak, dengan kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif untuk memastikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Bengkalis, Ribuan Peserta Ikuti Upacara di Lapangan Tugu

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Tugu, Bengkalis, pada Senin (17/8/2026). Bupati Bengkalis, Kasmarni, bertindak langsung sebagai inspektur upacara yang diikuti ribuan peserta dari berbagai instansi dan elemen masyarakat.

Rangkaian upacara kenegaraan ini diawali dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha. Selanjutnya, seluruh peserta upacara mengheningkan cipta tepat pukul 09.37 WIB saat sirine tanda peringatan Proklamasi bergema selama tiga menit.

Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dijalankan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis di bawah komando Komandan Upacara, Iptu Muhammad Rizqi Indra Setiawan. Anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik perwakilan dari 11 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis.

Siswi SMAN 2 Mandau, Tsabita Umaira, dipercaya bertugas sebagai pembawa baki untuk menerima bendera Merah Putih dari Bupati Kasmarni. Sementara itu, tiga siswa yakni Naufal Zuhair Akif, Hasiholan Oktorio Sihotang, dan Refhan Alfino bertindak sebagai tim pengibar bendera.

Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyatakan apresiasinya atas kelancaran seluruh prosesi peringatan hari kemerdekaan di daerah tersebut. “Kami menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kerja keras seluruh petugas serta keterlibatan masyarakat yang menjaga kekhidmatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini,” ujar Kasmarni seusai upacara.

Pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan tahun ini diperkuat oleh peran AKP Donal Jonson Tambunan yang bertindak selaku perwira upacara. Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melengkapi barisan tamu undangan di tenda kehormatan.

Tampak hadir dalam rombongan pejabat daerah di antaranya Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Sekretaris Daerah Ersan Saputra TH, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, dan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar. Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Dodi Wiraatmaja, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Leny Lasminar, serta Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya.

Peringatan hari kemerdekaan ini ditutup dengan kehadiran para tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat, serta kepala dinas di lingkungan Pemkab Bengkalis. Kehadiran seluruh elemen tersebut menegaskan komitmen sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bengkalis.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemensos Kirim Bantuan Rp1,23 Miliar untuk Korban Gempa Flores Lewat Jalur Laut

Kementerian Sosial menambah bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores melalui pengiriman bantuan menggunakan jalur laut. Bantuan logistik dari gudang Sentra Efata Kupang mulai diberangkatkan dari pelabuhan Bolok Kupang menggunakan KMP Ile Laba Lekan, Minggu (16/8/2026) malam, menuju pelabuhan Ende.
“Kapal yang membawa bantuan pada malam ini sudah berlayar dengan membawa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Proses loading bantuan ke dalam truk juga sudah selesai” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Minggu (16/8/2026).
Bantuan yang dibawa terdiri dari 824 makanan anak, 600 family kit , 600 kids ware, 513 kasur, 600 selimut, 500 tenda gulung, 101 velbed, 150 Sandang Dewasa, 10 tenda keluarga dan 2 tenda serba guna dengan nilai bantuan mencapai Rp 1,232,260,498. Bantuan tersebut akan diberikan untuk Kabupaten Ende, Nagekeo, Sikka, dan Manggarai.
Selain itu kapal juga membawa bantuandari BNPB, Dinas Sosial Prov. NTT,  ASDP, dan terdapat personel dari Polri.
“Penanganan bencana ini tidak lepas dari koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Daerah, Tagana dan pihak terkait,” kata Agus Jabo.
KMP Ile Laba Lekan diperkirakan sampai pada Senin (17/8) pukul 9 pagi waktu setempat.
Berdasarkan data penanganan bencana hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.21 WITA, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8) telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga. Sebanyak 5.659 jiwa mengungsi, 51 orang meninggal dunia, dan 137 orang mengalami luka-luka.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Janji Fokus Penuhi Layanan Dasar Warga Jabar

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Jawa Barat untuk pertama kalinya dilaksanakan di halaman Gedung Sate, Senin (17/8/2026). Ada yang berbeda pada peringatan HUT RI kali ini, yakni masyarakat diperbolehkan melihat secara dekat pelaksanaan upacara, terutama ketika pertujukkan defile.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai inspektur upacara. Pada kesempatan tersebut, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena belum bisa memerdekakan seluruh rakyat.

Hal itu ditujukkan dari masih ada 80.000 lebih warga yang belum teraliri listrik. Padahal Jabar merupakan pusat energi listrik, di antaranya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Waduk Cirata dan PLTA di Waduk Jatiluhur. Jawa Barat juga memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi.

KDM berjanji, pelayanan dasar yang belum didapat sejumlah rakyat akan segera difasilitasi. Untuk mewujudkannya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jabar akan difokuskan untuk pemenuhan layanan dasar kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada rakyat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya hutang karena tidak mampu membayar. Tidak boleh ada rakyat yang operasi caesar, KTP ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar,” ujar KDM.

Ia mengajak seluruh pihak, seperti Kepolisian, TNI, Pengadilan, dan instansi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

KDM pun mengaku rela berkorban agar seluruh masyarakat Jabar merdeka. Beberapa hal yang telah dilakukan yakni menunda membeli baju baru dengan uang negara dan menunda membeli properti untuk rumah dinas menggunakan uang negara.

“Seluruh penundaan itu untuk mengangkat derajat supaya pendidikan masyarakat Jabar meningkat, minimal 12 tahun. Agar masyarakat Jabar kesehatannya meningkat, ekonomi meningkat, memiliki kesempatan kerja,” kata KDM.

Ia meminta para penyelengara negara untuk mengikuti langkahnya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, banyak menuntut kepada negara.

“Jangan berpikir kenaikan tunjangan, menuntut fasilitas, padahal sudah besar. Kita harus malu. Harusnya kita membangun rasa adil pada seluruh rakyat,” ujar KDM.

Pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini, KDM juga bertekad untuk memerdekakan generasi muda dari hal-hal yang merusak, seperti obat terlarang.

Masyarakat antusias

Pelaksanaan upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Gedung Sate yang memberi ruang lebih bebas kepada masyarakat disambut antusias masyarakat. Salah seorang warga dari Soreang, Maryam kaget saat KDM mempersilakan masyarakat maju mendekati panggung tamu upacara agar bisa melihat pertunjukkan defile secara dekat.

“Biasanya penjagaan ketat, saya kaget pas warga bisa lihat lebih dekat defile,” ucap Maryam.

Ia pun bangga karena bisa menginjakkan di halaman Gedung Sate. Biasanya Gedung Sate dibuka secara terbatas bagi masyarakat.

“Setelah dibuka seperti ini lumayan bangga karena bisa menginjakkan kaki di Gedung Sate sebagai rakyat biasa,” kata Maryam.

Kebanggaan serupa juga dirasakan Tini, warga Pasirkoja. Sebelumnya, ia belum pernah masuk ke halaman Gedung Sate.

“Bangga tahun ini bisa masuk karena sebelumnya berdiri di luar Gedung Sate saja,” ujar Tini.

Ia pun senang karena anaknya bisa melihat barisan tentara, polisi hingga penyapu jalan baris-berbaris saat defile. Tak hanya itu, Tini juga bersemangat bisa melihat KDM secara dekat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI, Menteri Ekraf Teuku Riefky Ajak ASN Mengabdi Total untuk Bangsa

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gedung Film, Jakarta. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, yang bertindak sebagai inspektur upacara dan mengimbau jajaran ASN Kementerian Ekraf untuk mengabdi secara totalitas terhadap bangsa dan negara.

“Cinta Tanah Air menjadi ikhtiar bersama memperkuat nasionalisme dan patriotisme. Upacara kemerdekaan ini menjadi bentuk tanggung jawab dan disiplin aparatur sipil negara demi mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat yang dilandasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Kementerian Ekraf senantiasa memaknai kemerdekaan dengan terus memberi transformasi kreativitas bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky yang mengenakan pakaian adat Aceh, Senin (17/8).

Menteri Ekraf mengajak seluruh ASN Kementerian Ekraf untuk memanfaatkan momen kemerdekaan tahun ini dengan menjalin kolaborasi yang baik untuk mempererat persatuan bangsa sesuai dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Bagi Teuku Riefky semua ASN harus tetap kompak dalam satu barisan sehingga upaya mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional mampu menguatkan kedaulatan dan mensejahterakan masyarakat.

“Kementerian Ekraf harus progresif dan responsif sebagai bentuk pengabdian sekaligus kerja nyata insan kreatif. Momentum kemerdekaan akan menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta menguatkan nilai-nilai kepedulian yang berorientasi merawat persatuan. Jadilah abdi negara yang membawa semangat mewujudkan ekonomi kreatif untuk kemaslahatan bangsa,” kata Teuku Riefky.

Selain pengibaran bendera merah putih, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, naskah proklamasi, dan pembacaan doa. Teuku Riefky juga turut menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 19 ASN Kementerian Ekraf atas kontribusi dan dedikasi masa bakti 30 tahun (4 orang), 20 tahun (13 orang), dan 10 tahun (2 orang).

Upacara kemerdekaan yang digelar sederhana menampilkan paduan suara Ekraf Voice yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Padamu Negeri, Tanah Airku, Ayo Mama, dan Sajojo. Persembahan ini merepresentasikan kreativitas talenta-talenta ekraf sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme dalam tekad menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momentum ini sekaligus menunjukkan solidaritas serta pesan saling menguatkan dan gotong royong bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Selain itu, Kementerian Ekraf turut menyampaikan kepedulian atas kondisi di Aceh.

“Keluarga besar Kementerian Ekraf menyatu dalam duka dan empati yang mendalam bersama saudara-saudara kita di NTT. Kemerdekaan dan persatuan bangsa justru diuji saat kita saling merangkul di masa sulit. Saya mengajak seluruh ekosistem ekonomi kreatif untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan menyalurkan kepedulian nyata demi meringankan beban korban bencana. Kita juga harus menjaga perdamaian di Aceh. Penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi. Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib kita hormati,” kata Menteri Ekraf.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI ini dihadiri semua pejabat eselon I dan II serta staf di lingkungan Kementerian Ekraf. Selepas upacara, dilanjutkan foto bersama dengan peserta upacara yang mengenakan busana adat dan wastra nusantara sebagai simbol identitas budaya di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kabar Baik di HUT ke-81 RI: Indonesia Capai Swasembada Pangan dan Siap Ekspor Beras

Kemandirian pangan menjadi salah satu kado kemerdekaan Indonesia pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Capaian swasembada pangan yang diraih lebih cepat dari target serta terbukanya peluang ekspor beras menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin nyata.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu kado ulang tahun bagi Republik Indonesia sekaligus hasil dari kerja bersama berbagai elemen bangsa.

“Kado ulang tahun dari kita untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target 4 tahun menjadi 1 tahun. Kado ulang tahun kedua, kemarin Alhamdulillah kita mengekspor beras ke negara lain,” ujar Amran dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Lebih lanjut, Amran menyampaikan Indonesia memiliki peluang untuk terus meningkatkan ekspor beras. Pemerintah menargetkan ekspor awal sebanyak 1.000 ton pada pekan ini, dengan peluang yang disebut dapat mencapai 200 ribu ton bahkan hingga 1 juta ton.

“Insyaallah kita akan ekspor target kita. Pertama, insyaallah minggu ini 1.000 ton, dan peluangnya adalah 200 ribu ton, bahkan bisa sampai 1 juta ton. Itu adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua,” tutur Amran.

Menurut Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu pihak. Kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat lapangan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Bukan kerja saya, kerja kita semua, termasuk saudara-saudara kita yang terlibat. TNI, Polri, Kejaksaan, PPL, Babinsa, RT, RW, kepala desa, camat, bupati, gubernur, dan seluruh menteri terkait. Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” ungkap Amran

Capaian kemandirian pangan tersebut juga diikuti dengan perkembangan positif pada kesejahteraan petani. Amran menyebut kesejahteraan petani berada pada tingkat tertinggi selama 34 tahun. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga disebut mencapai posisi tertinggi selama 25 tahun.

Dari sisi perdagangan, ekspor disebut meningkat sebesar Rp166 triliun, sedangkan impor turun Rp41 triliun. Nilai tambah yang dihasilkan pun mencapai Rp200 triliun. “Kita ada nilai tambah Rp200 triliun. Dan ini puncak kebahagiaan petani kita,” kata Amran.

Kendati demikian, penguatan kemandirian pangan masih membutuhkan kerja bersama. Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran, Amran menyampaikan masih terdapat tiga komoditas yang perlu terus dikejar, yakni bawang putih, daging dan susu, serta kedelai.

“Kami yakin kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Moga-moga 3–5 tahun ini bisa jadi kenyataan,” ujar Amran.

Tantangan ketahanan pangan juga semakin nyata di tengah kondisi geopolitik yang memanas serta krisis pangan dan energi dunia. Menurut Amran, kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap Indonesia sehingga penguatan kemandirian pangan menjadi semakin strategis.

Namun demikian, Indonesia memiliki modal penting dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global. Di tengah krisis yang melanda sejumlah negara, Indonesia berada dalam kondisi surplus pangan sekaligus mulai membuka peluang untuk mengekspor beras ke negara lain.

“Alhamdulillah di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus swasembada bahkan ekspor beras ke negara lain,” ujar Amran.

Sementara itu, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Bapanas turut dilanjutkan dengan penyerahan Anugerah ASN Pangan Terbaik Tahun 2026 dan hadiah bagi para pemenang lomba peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI.

Anugerah ASN Pangan Terbaik Tahun 2026 diberikan dalam kategori PPPK dan PNS. Adapun lomba peringatan HUT RI di lingkungan Bapanas diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai.

Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan perlu terus diisi dengan kerja nyata dan kolaborasi untuk memperkuat fondasi bangsa. Bagi Bapanas, semangat tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ke depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Medan, Rico Waas: Kemerdekaan Harus Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat

Suasana khidmat dan haru terasa saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Medan, Senin (17/8/2026).

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bertindak sebagai inspektur upacara. Mengenakan busana adat tradisional Jawa, Rico Waas memimpin jalannya upacara. Upacara ini juga diikuti Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap yang mengenakan busana adat Melayu, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, OKP, veteran, serta segenap ASN di lingkungan Pemko Medan.

Upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila oleh Rico Waas, Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen.

Ditemui usai upacara, Rico Waas mengatakan peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang perlu diperjuangkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Makna ini jangan menjadi hanya sekadar seremonial, tapi menjadi momentum penting bagi kita mengingat bahwasanya masih banyak yang harus diperjuangkan. Masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan perhatian kita,” ujar Rico Waas.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kebijakan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu juga harus menjadi perhatian dalam pembahasan KUA-PPAS yang saat ini tengah dilakukan Pemko Medan sebagai bagian dari proses penyusunan RAPBD 2027.

Ia meminta perencanaan pembangunan dan keuangan daerah diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

“Pembangunan infrastruktur, lalu bagaimana penguatan kesehatan dan pendidikan kita seperti sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Presiden kemarin. Bagaimana penguatan puskesmas, sekolah-sekolah kita, sekolah-sekolah yang terintegrasi, bahkan teknologinya semakin baik, ada juga smart class,” katanya.

Rico Waas juga mendorong pemberian stimulus ekonomi agar ekonomi kerakyatan semakin kuat. Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perencanaan kita di 2027 mendatang yang sedang kita rancang hari ini harus benar-benar dilaksanakan pembangunannya dan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap anggaran yang direncanakan memiliki manfaat yang jelas. Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi diminta mengawasi secara ketat proses penganggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jangan kita lalai, tidak terlihat, akhirnya terlihatnya menjadi pemborosan. Jadi itu betul-betul harus efektif, efisien, berdampak, dan berguna,” ujarnya.

Usai upacara, Pemko Medan menyerahkan paket bingkisan kepada tujuh veteran kemerdekaan Indonesia. Penyerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjuangan para veteran dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui hal-hal sederhana yang dapat memperkuat persatuan, mulai dari keluarga, lingkungan hingga kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita maknai dengan kita semakin mencintai. Dari apa dulu? Keluarga, lingkungan, gotong royong, pembangunan masyarakatnya, kedekatan dengan masyarakatnya, bagaimana toleransi tetap bisa dijaga, saling kita menguatkan,” katanya.

Ia menekankan, kekuatan bangsa dibangun dari sikap saling menjaga dan menghormati. Karena itu, mengisi kemerdekaan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

“Bersahabat dengan satu dengan yang lainnya, mencintai satu dengan yang lainnya, menghormati satu dengan yang lainnya. Hal-hal itu kita bangun dengan gotong royong bersama. Mudah-mudahan kota kita makin baik,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyampaikan doa untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka. Ia berharap masyarakat yang terdampak segera pulih dan mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Kita mendoakan mudah-mudahan bisa segera pulih untuk NTT. Kita mendoakan juga untuk yang wafat, mudah-mudahan diberikan sisi terbaik di sisi Tuhan,” ujarnya.

Rico Waas juga berharap tidak ada lagi bencana yang terjadi di daerah lain di Indonesia.

“Kita berdoa juga tidak ada lagi bencana-bencana di tempat lain di Indonesia. Kita bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang bisa memberikan perlindungan kepada kita,” ucapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News