Beranda blog Halaman 28

HUT ke-81 RI: Investasi Capai Rp1.010 Triliun, Lebih dari 1,4 Juta Lapangan Kerja Tercipta

Memasuki usia ke-81 tahun kemerdekaan, Indonesia terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui investasi dan hilirisasi. Tidak hanya menjadi sumber pembiayaan pembangunan, investasi kini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, serta mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global.

“Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 1931 Triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester 1 Tahun 2026, realisasi investasi mencapai Rp 1.010 Triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja,” jelas Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

 

Dari total tersebut realisasi investasi tahun 2025, investasi dalam negeri mencapai Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp900,9 triliun atau 46,6 persen. Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Semester I 2026, capaian realisasi investasi dalam negeri mencapai Rp502,9 triliun dan PMA sebesar Rp507,6 triliun, dengan total setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

 

Hilirisasi, Dari Kekayaan Alam Menjadi Kekuatan Industri

 

Sejalan dengan semangat kemerdekaan untuk membangun bangsa yang mandiri, pemerintah terus mempercepat hilirisasi sebagai strategi transformasi ekonomi. Hilirisasi diarahkan agar Indonesia tidak berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi mampu mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah dan membangun rantai industri dari hulu hingga hilir.

 

Sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun, berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional dan tumbuh signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Pada Semester I 2026, investasi hilirisasi kembali mencatatkan nilai Rp300,1 triliun, atau sekitar 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional. Investasi tersebut antara lain berasal dari pengembangan hilirisasi mineral seperti bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika.

 

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran penting dalam struktur investasi Indonesia. Investasi tidak lagi hanya berorientasi pada pengambilan sumber daya, tetapi semakin diarahkan pada pembangunan kapasitas pengolahan, manufaktur, dan ekosistem industri.

 

Investasi Semakin Tersebar ke Berbagai Daerah

 

Pertumbuhan investasi juga terus berkontribusi terhadap pemerataan ekonomi. Pada Semester I 2026, realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

 

Sejumlah daerah menjadi pusat pertumbuhan investasi baru, terutama wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi pengembangan kawasan industri. Pada periode yang sama, lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta sebesar Rp94,9 triliun, Jawa Barat Rp61,3 triliun, Maluku Utara Rp40,2 triliun, Jawa Timur Rp40,1 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp36,6 triliun.

 

Pola tersebut menunjukkan bahwa investasi semakin berperan dalam membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa, sekaligus mendukung pembangunan industri yang lebih dekat dengan sumber bahan baku.

 

Kemudahan Berusaha untuk Memperluas Kesempatan Ekonomi

 

Penguatan investasi juga berjalan beriringan dengan transformasi pelayanan perizinan berusaha. Melalui sistem Online Single Submission (OSS), pemerintah terus mendorong kemudahan dan kepastian berusaha, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

Hingga 13 Agustus 2026, sekitar 17 juta NIB telah diterbitkan melalui OSS. Lebih dari 97 persen di antaranya merupakan NIB usaha mikro.

 

Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi dan pembangunan ekonomi tidak hanya berlangsung melalui proyek-proyek berskala besar, tetapi juga melalui semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk masuk ke sektor formal dan mengembangkan usaha.

 

Menjadikan Kemerdekaan sebagai Momentum Transformasi Ekonomi

 

Memperingati 81 tahun kemerdekaan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memandang investasi dan hilirisasi sebagai bagian dari upaya melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan ekonomi yang semakin mandiri dan berdaya saing.

 

Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga terus membangun kemampuan untuk mengolah, memproduksi, dan menciptakan teknologi serta industri bernilai tambah di dalam negeri.

 

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha, pembangunan kawasan industri, pengembangan hilirisasi, penguatan kemitraan dengan investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

“Pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan rakyat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan dan menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat paling bawah,” tegas Presiden Prabowo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI, Bupati Tuban Tekankan Pentingnya Kepedulian Sosial dan Solidaritas

 Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tuban menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, persatuan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E., saat memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Tuban Tahun 2026 di Alun-Alun Tuban, Senin (17/8).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tuban untuk tidak sekadar memaknai kemerdekaan sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan perlu diisi dengan semangat menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial. Karena itu, gotong royong juga harus terus dipupuk sebagai kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Mari kita maknai peringatan ini dengan rasa syukur sekaligus mendoakan bangsa Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus meningkatkan persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Selain mengajak masyarakat memperkuat kepedulian, Mas Lindra juga menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pengingat bersama untuk meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Sebagai bentuk empati, Pemkab Tuban memutuskan membatalkan pelaksanaan acara Pesta Kemerdekaan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan sekaligus solidaritas kepada para korban bencana.

“Sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada warga yang mengalami bencana, Pemkab Tuban membatalkan acara Pesta Kemerdekaan. Mari kita bersama-sama mendoakan seluruh warga yang mengalami bencana agar diberikan kesabaran dan kekuatan untuk pulih,” tuturnya.

Selanjutnya, Mas Lindra menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Tuban. Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk terus menghadirkan manfaat nyata melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan ini harus benar-benar dirasakan di benak dan kehidupan masyarakat Tuban. Salah satunya dengan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Tuban ini berharap agar semangat kemerdekaan dapat terus diterjemahkan melalui kerja bersama, kepedulian, dan pelayanan publik yang semakin baik. Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Tuban yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Yogyakarta Berlangsung Khidmat, Sri Sultan Bicara Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran

Suasana khidmat menyelimuti halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta, Gedung Agung, saat Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Di bawah kibaran Sang Merah Putih dan lantunan lagu Indonesia Raya, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan tanggung jawab merawat kemerdekaan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, GKR Hemas, GKBRAA Paku Alam, jajaran Forkopimda DIY, kepala perangkat daerah Pemda DIY, TNI, Polri, ASN, pelajar, serta tamu undangan.

Suasana semakin khidmat ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim Cakra Nanggala memasuki lapangan. Putra-putri terbaik DIY tersebut melangkah tegap menuju tiang bendera dan menjalankan tugas dengan penuh disiplin hingga Sang Merah Putih berkibar sempurna.

Pembawa baki Alantina Navida Neivanaya, pengerek bendera Muhammad Yahya Rizqi Nur Fadhilah, dan perentang bendera Irsyad Rizqi Fayad menjadi bagian dari prosesi pengibaran. Bersama anggota lainnya, mereka merupakan putra-putri terbaik DIY di bawah binaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY.

Upacara dipimpin Komandan Upacara Ajun Komisaris Besar Polisi Imanuhadi, Komandan Kompi Paskibraka Pemda DIY adalah Kapten Laut Teknik Diki Nugraha, sedangkan Perwira Upacara dijabat Ajun Komisaris Besar Polisi Sandhy W.G. Suawa.

Naskah Proklamasi dibacakan Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman. Rangkaian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Sri Sultan dan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat, mengingatkan kembali pada momentum 81 tahun silam ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Dalam amanatnya, Sri Sultan menyampaikan bahwa 81 tahun kemerdekaan menjadi momentum untuk terus merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa. “Delapan puluh satu tahun silam, Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Atas berkah dan rahmat-Nya, kemerdekaan itu masih kita rawat hingga detik ini,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Sri Sultan menegaskan, tiga kata tersebut bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan bangsa sekaligus gema nilai-nilai yang telah lama hidup dalam laku peradaban Indonesia.

Menurut Sri Sultan, berdaulat merupakan wujud sikap Sangkan Paraning Dumadi, kesadaran akan asal dan tujuan yang menuntun bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri serta tidak mudah goyah oleh tekanan zaman.

Sementara adil merupakan pengejawantahan Jumangkah Anjantra Laku Memayu Hayuning Bawana, ikhtiar nyata untuk memperindah dan menyejahterakan dunia. Keadilan, katanya, lahir ketika hasil pembangunan dirasakan secara merata, dari kota hingga pelosok kalurahan.

Adapun makmur merupakan buah dari Gemi Nastiti Ngati-ati, kecermatan dan kehati-hatian dalam mengelola sumber daya agar kesejahteraan yang dibangun bukan kemakmuran yang rapuh, melainkan kemakmuran yang berakar dan bertahan lintas generasi.

Ketiga nilai tersebut, lanjut Sri Sultan, tidak berdiri sendiri. Semuanya menyatu dalam laku Nitik-Napak-Nanting, yakni mengamati dengan saksama, berpijak pada kenyataan, lalu bertindak dengan penuh pertimbangan.

“Inilah cara Yogyakarta membangun: tidak tergesa, namun juga tidak berhenti melangkah,” tegasnya.

Di tengah disrupsi teknologi dan persaingan global yang kian tajam, Sri Sultan mengingatkan pentingnya semangat Eling lan Waspada sebagai kompas agar kedaulatan tidak lengah, keadilan tidak luntur, dan kemakmuran tidak melupakan mereka yang masih tertinggal.

“Dengan semangat itulah, marilah kita teguhkan kembali komitmen membangun Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian utuh dari cita-cita besar Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ajaknya.

Semangat kemerdekaan kemudian bergema di langit Yogyakarta melalui fly pass dua pesawat microlight dari Jogja Flying Club FASI DIY binaan Komandan Lanud Adisutjipto. Dua pesawat tersebut melintas dari arah utara menuju selatan dan disambut antusias peserta serta tamu undangan.

Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan persembahan aubade dari 114 talenta muda perwakilan tujuh sekolah di DIY. Kolaborasi orkestra dan paduan suara tersebut menghadirkan suara generasi muda di halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Para pelajar berasal dari SMK Negeri 2 Kasihan, SMP Negeri 6 Yogyakarta, SMP Negeri 16 Yogyakarta, SMP Joannes Bosco Yogyakarta, SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, dan MAN 1 Yogyakarta.

Aubade menampilkan sejumlah lagu, antara lain “Hari Merdeka”, “Aku Indonesia”, “Serenade Nusantara”, dan “Syukur”. Penampilan tersebut melibatkan solois Angelina Amoret Tri Ayu Widowati dari SMK Negeri 2 Kasihan dan Christoper Fino Frendly Pramudiyanto. Konduktor aubade adalah Berny Hanteriska, dengan pimpinan produksi Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi.

Menutup amanatnya, Sri Sultan mengajak seluruh masyarakat DIY meneguhkan komitmen membangun daerah sebagai bagian utuh dari cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. “Semoga Tuhan Yang Maha Melindungi senantiasa menuntun langkah kita. Dirgahayulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!!” tandas Sri Sultan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Cianjur Serukan Semangat Membangun Daerah

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Cianjur di Lapang Prawatasari, Senin (17/8/2026).

 

Dalam momentum kemerdekaan tersebut, Bupati Cianjur didampingi Wakil Bupati Cianjur Ramzi mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk bekerja lebih keras, berkarya, serta memperkuat persatuan dan gotong royong.

 

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Bupati menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Cianjur yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan pertanian, UMKM, hingga ruang bagi generasi muda.

 

Bupati juga mengingatkan generasi muda agar mengisi kemerdekaan dengan prestasi, inovasi, karakter, dan karya positif, serta bijak memanfaatkan teknologi dan media sosial.

 

“Mari kita satukan langkah, bulatkan tekad, dan bekerja dengan hati untuk mewujudkan Cianjur yang Berjaya (Beragama, Sejahtera dan Berkarya),” tegas Bupati.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, kondusivitas daerah, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Cianjur yang aman, maju, dan sejahtera.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Upacara HUT ke-81 RI di Kota Bogor, Dedie Rachim Tekankan Persatuan dan Gotong Royong

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjadi inspektur upacara penaikan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) Tahun 2026 tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Senin (17/8/2026).

 

Dalam amanatnya, Dedie Rachim atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara.

 

Pada hari kemerdekaan ke-81 ini, Dedie Rachim mengatakan bahwa para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan dan pengorbanan. Sehingga, kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan amanah para pahlawan yang harus dijaga dan dilanjutkan.

 

“Karena itu, kemerdekaan tidak cukup diperingati dengan upacara dan kemeriahan, tetapi harus diwujudkan dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, bekerja keras, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Ia menuturkan bahwa berdaulat berarti berdiri di atas kekuatan sendiri, adil berarti pembangunan dirasakan seluruh masyarakat, dan makmur berarti kemajuan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

 

Semangat inilah yang harus diwujudkan dalam membangun Kota Bogor yang maju, adil, dan sejahtera.

 

“Perjuangan bangsa belum selesai. Di tengah keberagaman, perkembangan teknologi, dan derasnya arus informasi, kita masih menghadapi tantangan, seperti polarisasi, intoleransi, perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

 

Menghadapi tantangan tersebut, Pancasila harus tetap menjadi landasan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan. Cinta Tanah Air diwujudkan dengan menaati aturan, menghormati sesama, menjaga lingkungan dan budaya, serta terus belajar, berkarya, dan berprestasi.

 

Di Kota Bogor, semangat mengisi kemerdekaan diwujudkan melalui visi Bogor Beres, Bogor Maju.

 

“Kita ingin mewujudkan Kota Bogor yang cerdas, sehat, sejahtera, dan lancar, dengan pelayanan publik dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga Kota Bogor dengan kebersamaan dalam keberagaman, serta memajukannya dalam semangat persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

 

Di akhir sambutannya, Dedie Rachim mengatakan bahwa 81 tahun kemerdekaan patut disyukuri. Namun, perjuangan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur harus terus dilanjutkan.

 

Sebagai informasi, dalam upacara ini juga dilakukan penyerahan remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Paledang. Selain itu, terdapat berbagai penampilan, di antaranya angklung, Serbuaktif, paduan suara, dan Hymne Kota Bogor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Maluku Utara Berlangsung Khidmat, Gubernur Sherly Tjoanda Jadi Inspektur Upacara

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ini dilaksanakan di lapangan Kantor Gubernur, Senin (17/8/2026), dengan suasana berlangsung khidmat.

Momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI dimulai tepat pukul 10.15 WIT dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Maluku Utara.

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Maluku Utara, Iqbal Ruray.

Peringatan HUT Ke-81 RI ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, ASN, serta masyarakat Sofifi yang turut memberikan penghormatan pada momen bersejarah tersebut.

Bertindak selaku komandan upacara adalah Letkol Inf. Sandiya Dika Kalantaka, komandan Paskibraka Letda Inf. Stanley Otniel Nagaran, serta perwira upacara Kapten Inf. Bambang Wijarnako dengan formasi lengkap Paskibraka yang terdiri atas kelompok 17, kelompok 8, dan pasukan pengapit.

Sementara itu, bertindak sebagai pembentang bendera adalah Ifryan Dwiansyah Umaternate yang berasal dari SMA Negeri 1 Kepulauan Sula, pengait bendera Junior R. Salaba dari SMA Negeri 6 Halmahera Selatan, serta pembawa baki Amelia Alisan dari SMA Negeri 8 Kota Ternate.

Upacara perayaan HUT Kemerdekaan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Provinsi Malut, penghargaan kepada Paskibraka, serta penyaluran bantuan sosial dan bantuan alat pertukangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Ambon Berlangsung Khidmat, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Jadi Inspektur Upacara

Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka, Kota Ambon. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertindak sebagai Inspektur Upacara. Senin (17/8/2026).

Peringatan kemerdekaan tahun ini mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 WIT dan berlangsung tertib serta khidmat hingga selesai.

AKBP Handy Senonugroho, S.H., S.I.K., M.Si., dipercaya sebagai Komandan Upacara. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 ini lahir di Mataram, 25 September 1986, dan kini menjabat sebagai Kasubdit 3 Tindak Pidana Korupsi pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku.

Sementara itu, AKBP Janny Parinussa, S.H., M.H. bertugas sebagai Perwira Upacara. Janny yang lahir di Maluku Tengah pada 8 September 1970 merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan Perwira tahun 2002 dan saat ini menjabat sebagai Kabagbinopsnal Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku.

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih melibatkan putra-putri terbaik Maluku. Rohobangsa Angkotasan, siswa SMA Negeri 16 Maluku Tengah, dipercaya sebagai Komandan Pasukan 17.

Tiga anggota pengibar bendera masing-masing adalah Dion Lalitak dari SMK Negeri 1 Kota Ambon, Mohamad Bagas Bambang Dwi Putra dari SMA Negeri 2 Maluku Tenggara, serta Jesen Wendri Samson dari SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya. Sementara pembawa Sang Saka Merah Putih adalah Eny Jumianty, siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Buru.

Salah satu bagian penting dalam upacara ditandai dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun.

Setelah seluruh rangkaian prosesi selesai sekitar pukul 11.00 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan aubade yang dipersembahkan siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Ambon.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini turut dihadiri Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, para gubernur Maluku terdahulu, serta para anggota veteran Republik Indonesia.

Pelaksanaan upacara di Lapangan Merdeka Ambon menjadi bagian dari momentum nasional untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, persatuan dan gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Matius Fakhiri Kukuhkan 32 Paskibraka Papua 2026, Minta Jadi Duta Pancasila

Gubernur Papua Matius Fakhiri mengingatkan 32 anggota Paskibraka Provinsi Papua 2026 untuk menjalankan peran sebagai duta Pancasila. Pesan tersebut disampaikan saat pengukuhan Paskibraka di Jayapura, Sabtu (15/8/2026).

Fakhiri mengatakan tugas anggota Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Nilai yang diperoleh selama pendidikan dan pelatihan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang kalian peroleh selama pendidikan dan pelatihan tidak berhenti saat upacara selesai,” kata Fakhiri.

Ia meminta anggota Paskibraka mempertahankan disiplin, kerja sama, integritas, dan sikap saling menghargai setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membangun karakter generasi muda Papua.

Fakhiri juga meminta para anggota Paskibraka memahami wawasan kebangsaan. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya berharap adik-adik mampu memahami wawasan kebangsaan. Jaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, para anggota diminta terus belajar dan mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.

Fakhiri mengapresiasi pelatih, pembina, panitia, serta unsur TNI dan Polri yang mendampingi proses pendidikan dan pelatihan. Ia berharap 32 anggota Paskibraka dapat menjadi generasi yang berprestasi dan berkontribusi bagi masa depan Papua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wabup Sumedang Ungkap Harapan di HUT RI ke-81: Masyarakat Sejahtera dan Dijauhkan dari Marabahaya

Pemda Kabupaten Sumedang berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi titik awal bagi daerah untuk terhindar dari segala bentuk marabahaya, baik bencana alam maupun krisis ekonomi. “Doa dan harapan terbesar Pemda Sumedang di HUT RI ke-81 ini adalah Indonesia tercinta, khususnya Sumedang, dijauhkan dari segala marabahaya,” ujar Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila seusai Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (17/8/2026).

Wabup menambahkan, pemerintah akan terus berupaya maksimal demi kesejahteraan masyarakat. “Tidak hanya bencana, maupun terjadinya krisis-krisis yang melanda. Bagaimana kedepannya masyarakat terus sejahtera, mendapat kemakmuran, dan pemerintahan terus berikhtiar bekerja keras untuk mewujudkan itu semua,” lanjutnya.

Selain fokus pada kesejahteraan, Wabup Fajar memberikan perhatian khusus pada perkembangan teknologi informasi. Ia mengimbau generasi muda Sumedang agar lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi hoaks. “Kami berharap dengan majunya digital dan teknologi, maju juga SDM-nya, khususnya anak-anak muda. Jangan gampang terprovokasi, jangan gampang tergiring narasi opini yang bersifat hoaks,” tegasnya.

Wabup Fajar mengkhawatirkan dampak buruk disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa di usia Indonesia yang ke-81 ini. Beliau meminta masyarakat menerapkan prinsip konfirmasi sebelum memercayai atau menyebarkan sebuah informasi. “Jangan sampai masyarakat tercinta diadu domba oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang memberikan berita tidak bersumber dengan data. Apabila ada informasi yang masuk, tabayun. Mengecek dulu apakah datanya valid, baru memberikan opini,” ujar Wabup Fajar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan tiga transformasi dalam layanan dan organisasi sebagai kado kemerdekaan bagi masyarakat. Ketiga transformasi tersebut meliputi layanan Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi, dan penerapan sistem Organisasi Berbasis Wilayah, yang diluncurkan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat pada Senin (17/08/2026).

“Dengan suasana yang baik pada 17 Agustus 2026 ini, saya nyatakan pelayanan Peralihan Hak Terintegrasi dengan target penyelesaian 10 hari efektif diberlakukan mulai hari ini. Kemudian Pengukuran Terjadwal, meskipun sudah banyak yang berjalan, kita nyatakan efektif juga hari ini di 446 kantor. Ini kado buat rakyat Indonesia,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid.

Transformasi pertama dihadirkan lewat layanan Pengukuran Terjadwal dalam proses pendaftaran tanah, yang menetapkan masa tunggu pengukuran maksimal tujuh hari dan penyelesaian berkasnya dalam lima hari. Selanjutnya, transformasi melalui layanan Peralihan Hak Terintegrasi atau balik nama, menargetkan keseluruhan prosesnya selesai maksimal 10 hari. Transformasi ketiga dilakukan dalam tubuh Kementerian ATR/BPN, yakni penerapan Organisasi Berbasis Wilayah yang menetapkan struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) baru di 10 Kantah, dengan penataan jabatan Kepala Seksi (Kasi) berdasarkan wilayah kecamatan atau kelurahan.

Peluncuran tiga transformasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Menteri ATR/Kepala BPN, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan; Inspektur Jenderal ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi; Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi; serta Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menegaskan bahwa transformasi merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan untuk memastikan pelayanan publik mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, transformasi pelayanan harus berpedoman pada peraturan yang berlaku sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Esensi pelayanan publik adalah menciptakan kepuasan masyarakat karena pelayanan publik itu hak dasar daripada warga negara. Kita sebagai pemerintah, sebagai aparatur negara harus memberikan hak dasar warga negara,” tegas Menteri Nusron.

Untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan transformasi layanan dan organisasi, 17 Kepala Kantah yang menjadi lokasi _pilot project_ fase I Peralihan Hak Terintegrasi atau balik nama, dalam kesempatan ini melakukan penandatanganan Pakta Integritas. Enam Kepala Kantah melakukan penandatanganan secara langsung, yaitu dari Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Depok.

Sementara itu, 11 Kepala Kantah lainnya melakukan penandatanganan secara daring, yakni Kantah Kota Surabaya I, Kabupaten Malang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Batam, Kota Pontianak, Kota Samarinda, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kota Makassar, dan Kota Kupang. Pakta Integritas juga ditandatangani oleh Dirjen PHPT, Asnaedi.

“Asas kita melakukan inovasi ini adalah memberikan kepastian sama masyarakat, kapan masalahnya selesai kalau dia datang ke BPN. Jadi tidak boleh orang datang ke BPN itu tidak ada kepastian kapan masalahnya selesai,” tutur Menteri Nusron.

Turut hadir dalam acara _Launching_ Transformasi Layanan dan Organisasi ini, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta para Kepala Kantah; Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran; Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah; dan Wali Kota Jakarta Barat beserta Forkopimda.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News