Beranda blog Halaman 29

Dispar Kaltim Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Miang

Sebagai upaya pelestarian terumbu karang untuk generasi masa depan, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan kegiatan Transplantasi Terumbu Karang di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pokdarwis Pulau Miang Kabupaten Kutai Timur, pada hari Minggu (16/8)

“Atas kolaborasi Dispar Kaltim, Yekhalis Scuba School, Pokdarwis, Media Kaltim dengan pembiayaan swadaya kami laksanakan tranplantasi karang ini, sebagai upaya edukasi kepada pokdarwis dan masyarakat serta pelestarian untuk generasi masa depan,” kata Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan.

Menggunakan media dengan modul mars spider atau reefstar sebanyak lima buah serta 75 fragmen karang kegiatan ini kami laksanakan pagi tadi.

“Tidak banyak memang hanya lima modul mars spider kemudian diletakan 75 fragmen karang yang sengaja kami pasang bersama-sama di dermaga sebagai edukasi kepada masyarakat,” lanjut Faisal.

Selanjutnya modul tersebut diletakan secara simbolis oleh masing-masing perwakilan ke dasar laut di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pokdarwis pulau Miang.

“Secara simbolis selanjutnya modul tersebut diletakan di kawasan rehabilitasi oleh perwakilan Dispar oleh Muhammad Faisal, Yekhalis oleh Auliansyah, Pokdarwis oleh Aldi, Akademisi Unmul oleh Muchlis dan perwakilan media oleh Suriyatman,” ungkap Kepala Dispar Kaltim kepada awak media yang ikut hadir menyaksikan.

Prosesi selanjutnya adalah pemasangan Prasasti oleh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim sebagai penanda yang melaksanakan kegiatan ini,

“Sebagai penanda kami juga memasang prasasti di akhir kegiatan, sehingga memudahkan kami untuk melakukan control dan evaluasi kegiatan ini di waktu yang akan datang,” katanya.

Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan karang cabang hasil dari transplantasi ini membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menjadi terumbu mini yang fungsional. Sedangkan pertumbuhan menjadi ekosistem yang bener-benar alami membutuhkan waktu 10 tahun lebih.

“Kami menggunakan metode MARRS atau Mars Accelerated Coral Reef Restoration System dengan karang Genus Acropora dan Pocillopora dengan medianya modul reefstar,” kata Auliansyah dari Yekhalis menerangkan.

Sehingga kita sangat mengharapkan seksli perhatian para wisatawan untuk menjaga terumbu kaeang ini, karena pertumbuhsnnya yang sangat lambat.

“Tentu mari sama-sama kita terus mengedukasi para wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menjaga Lestari terumbu karang ini,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rayakan Kemerdekaan RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Bendera di Bawah Laut Pulau Miang

Mengambil momen sakral peringatan HUT RI ke 81, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan pengibaran bendera merah putih dibawah laut Pulau Miang. Selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan ini, juga untuk promosi wisata Kaltim, khususnya Pulau Miang.

“Bersama-sama Kawan-kawan dari Yekhalis Scuba School dan Pokdarwis Pulau Miang serta rekan Jurnalis Trip, kami berangkat ke Pulau Miang sejauh 335 km dengan lama perjalanan hampir 9 jam, tentu dengan misi dan tujuan yang jelas, plan yang cukup dan strategi yang telah disiapkan,” kata Muhammad Faisal Kepala Dispar Provinsi Kaltim.

Upacara digelar pada kedalaman sekitar 10 meter. Kepala Dispar Provinsi Kaltim menjadi inspektur upacara sekaligus membacakan teks Proklamasi dan Pancasila.
Auliansyah bertugas sebagai komandan upacara dan Miftahul Yanuar sebagai ajudan inspektur. Desy Novianti membawa Merah Putih, sementara Muchlis Efendi dan Jarot DM Arizona bertugas mengerek bendera. Penyelam lainnya, Miftahul Raihan, Suyanto Subingat, Suriyatman, Rifki Maulana dan Fajar Nugraha menjadi peserta upacara.

“Setelah selesai upacara kami pawai konvoi menyelam sambil membawa bendera merah putih sebagai ungkapan kegembiraan dan kebanggaan dengan merah putih, dimanapun berada selalu ada dihati,” ungkapnya bangga.

Rencana awal sebenarnya berbeda. Kami ingin pengibaran dilakukan di lokasi kemunculan hiu tutul atau whale shark. Berdasarkan rekaman para penyelam, sekitar enam hingga tujuh hiu tutul pernah terlihat di perairan Pulau Miang.
Namun, kondisi laut tidak memungkinkan. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengubah lokasi penyelaman,

“Rencana awal kita ingin pengibaran bendera bawah laut bersama whale shark dikawasan habitatnya Di Pulau Miang terdeteksi ada enam atau tujuh. Tetapi situasinya tidak memungkinkan, angin kencang sekali dan gelombang tinggi,” kata Faisal.

Sesuai konsep, alternatifnya adalah lokasi kedua di Kawasan Karang Latohan yang memiliki cukup banyak ikan dan pemandangan bawah laut yang bagus. Kedalaman pengibaran juga berubah dari rencana semula 5–10 meter menjadi sekitar 5–8 meter.

“Alhamdulillah sudah berhasil. Kita ingin memperlihatkan keindahan alam bawah laut Pulau Miang,” ujarnya.

Pulau Miang sengaja dipilih agar kawasan tersebut semakin dikenal di luar Kaltim. Peringatan 17 Agustus dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk mengenalkannya.

“Kita ingin promosikan wisata air di Pulau Miang. Cantik, bagus. Kita juga ingin sampaikan bahwa di Pulau Miang ada hiu tutu atau whale shark yang selama ini lebih banyak dikenal di Talisayan,” jelasnya.

Kunjungan wisatawan ke Pulau Miang juga mulai ramai. Pulau tersebut memiliki sekitar 22 homestay dan 20 vila. Informasi yang diterima Faisal dari Pokdarwis dan pemilik penginapan menyebut kamar kerap penuh saat akhir pekan.

“Sekarang weekend penuh terus kamarnya. Bahkan kami saja tidak kebagian Jumat, Sabtu, Minggu ini sehingga harus terpisah menjadi tiga tempat yang agak berjauhan,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RT 012/RW 014 Pisangan Timur Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kemerdekaan

Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 012/RW 014, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Rangkaian peringatan kemerdekaan telah dimulai sejak Minggu malam, 16 Agustus 2026, melalui kegiatan tasyakuran bersama warga. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus momentum untuk mendoakan para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Tasyakuran berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan dan kekeluargaan. Warga berkumpul, berdoa bersama, serta menikmati hidangan yang telah dipersiapkan secara gotong royong.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua dapat berkumpul bersama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

Ketua RT 012, Nuryani, mengatakan tasyakuran menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan kemerdekaan karena mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

“Tasyakuran ini menjadi bentuk rasa syukur kita karena sampai hari ini kita dapat menikmati kemerdekaan. Sekaligus kita bersama-sama mendoakan para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga semakin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan antarwarga,” ujar Nuryani.

Kemerdekaan Jadi Momentum Memperkuat Kebersamaan

Memasuki 17 Agustus 2026, nuansa merah putih semakin terasa di lingkungan RT 012/RW 014. Warga dari berbagai kelompok usia turut berpartisipasi memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI dengan penuh antusias.

Bagi masyarakat RT 012/RW 014, perayaan 17 Agustus bukan sekadar agenda tahunan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai persatuan, kepedulian, dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

Menurut Nuryani, kemeriahan perayaan kemerdekaan diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarwarga.

“Perayaan 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan dan kemeriahan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana momentum kemerdekaan ini bisa semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga. Kami ingin semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan RT 012 yang aman, nyaman, dan harmonis,” katanya.

Keterlibatan warga dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan menunjukkan kuatnya budaya gotong royong. Mulai dari persiapan lingkungan, pemasangan atribut merah putih, tasyakuran, hingga berbagai kegiatan perayaan dilakukan bersama-sama.

Nuryani pun mengapresiasi antusiasme masyarakat dan panitia yang telah ikut menyukseskan rangkaian HUT ke-81 RI.

“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak hingga ibu-ibu ikut berpartisipasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan panitia yang sudah bergotong royong, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran sehingga seluruh rangkaian kegiatan bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kemeriahan untuk Anak-anak hingga Orang Dewasa

Semarak perayaan kemerdekaan semakin terasa dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan nilai sportivitas, kekompakan, kreativitas, dan kebersamaan.

Khusus bagi anak-anak, perayaan 17 Agustus menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus sarana mengenalkan makna kemerdekaan sejak dini. Mereka diajak memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

Sementara bagi para orang tua, rangkaian perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk saling berinteraksi, mempererat hubungan bertetangga, serta menjaga keharmonisan lingkungan.

Menjaga Semangat Gotong Royong Setelah 17 Agustus

Di usia kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki 81 tahun, semangat persatuan yang diwariskan para pejuang perlu terus dijaga. Nilai tersebut dapat dimulai dari lingkungan terkecil melalui kepedulian terhadap tetangga, menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, serta membangun komunikasi yang baik antarwarga.

Nuryani berharap semangat kebersamaan yang terlihat sepanjang rangkaian HUT ke-81 RI tidak hanya hadir ketika perayaan 17 Agustus berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Harapan kami, setelah rangkaian 17 Agustus selesai, semangat kebersamaan ini jangan ikut selesai. Mari terus menjaga kekompakan, saling peduli, dan bersama-sama membuat lingkungan kita menjadi lebih baik. Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Nuryani.

Melalui rangkaian tasyakuran dan perayaan HUT ke-81 RI, masyarakat RT 012/RW 014 Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat terus hidup melalui kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI, Diskominfo Jatim Teguhkan Semangat Pengabdian dan Pelayanan kepada Masyarakat

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor Diskominfo Jatim, Senin (17/8/2026).

Upacara dipimpin Sekretaris Diskominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, mewakili Kepala Diskominfo Jatim. Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan teks Proklamasi, serta menyanyikan lagu Hari Merdeka secara bersama-sama.

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Suharlina mengatakan pelaksanaan upacara bendera merupakan kewajiban sekaligus bentuk penghormatan warga negara terhadap perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kita melaksanakan upacara bendera ini karena merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara, dan kita akan melakukan upacara tersebut dengan khidmat sesuai dengan tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’,” ujar Suharlina.

Ia mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi aparatur untuk merefleksikan peran dan kontribusinya dalam mengisi kemerdekaan.

Suharlina berharap seluruh pegawai Diskominfo Jatim dapat memaknai kemerdekaan dengan meningkatkan semangat pengabdian, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semoga momentum kemerdekaan ini semakin meningkatkan semangat kita untuk bekerja, berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pegawai menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam menjalankan tugas pemerintahan, khususnya mendukung pembangunan Jawa Timur melalui penyelenggaraan komunikasi dan informatika yang semakin berkualitas. “Jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk terus memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara, seluruh pegawai Diskominfo Jatim mengikuti siaran langsung rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dari Istana Merdeka, Jakarta.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia menghentikan aktivitas sejenak dan berdiri tegap pada pukul 10.17 hingga 10.20 WIB, saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan Bendera Merah Putih dikibarkan di Halaman Istana Merdeka.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam pedoman tersebut, masyarakat diminta berdiri tegap saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan. Penghentian aktivitas dikecualikan bagi kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila dihentikan, termasuk pelayanan publik yang tidak dapat ditinggalkan.

Jajaran TNI dan Polri di setiap daerah juga diminta membantu kelancaran pelaksanaan imbauan tersebut, antara lain dengan memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya sesaat sebelum Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

Peringatan detik-detik Proklamasi pada pukul 10.17 WIB tersebut menjadi bagian dari tradisi peringatan kemerdekaan untuk mengenang Proklamasi yang dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap Sang Merah Putih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI di Riau Berlangsung Khidmat, SF Hariyanto Tekankan Kerja Keras untuk Indonesia Maju

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memimpin upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (17/8/2026) pukul 08.20 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, mantan Gubernur Riau, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan tamu undangan.

Dalam jalannya upacara, Kasubdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau bertindak sebagai komandan upacara untuk memimpin barisan peserta. Prosesi diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh Kepala Badan Kesbangpol Riau Boby Rachmat, dilanjutkan pembacaan naskah Proklamasi oleh Pimpinan DPRD Riau Kaderismanto.

Suasana khidmat menyelimuti arena saat Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin hening cipta untuk mengheningkan jasa para pahlawan bangsa. Setelah itu, empat anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan 12 kabupaten/kota di Riau sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Petugas pengibar bendera tersebut terdiri dari Arkananta Fatih Dinata dari Kota Pekanbaru, Muhammadnur Mustaqim Muafa dari Kabupaten Rokan Hilir, dan M Alexandreabi Ramadhan dari Kabupaten Kuantan Singingi. Sementara itu, tugas pembawa baki bendera dipercayakan kepada Raisa Dinda Agnia yang berasal dari Kota Pekanbaru.

Usai memimpin jalannya upacara, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran petugas yang telah menjalankan tugas dengan optimal. Momen peringatan ini menjadi pengalaman pertamanya bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pengibaran bendera HUT Kemerdekaan RI.

“Saya apresiasi kepada seluruh pasukan yang bertugas, semua dapat menjalankan tugas dengan baik, harapannya pada momen ulang tahun kemerdekaan ini masyarakat semakin sejahtera Indonesia maju,” kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Ia menegaskan bahwa usia kemerdekaan yang telah mencapai 81 tahun menandakan panjangnya rekam jejak perjuangan serta pengalaman yang dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai dinamika tersebut harus dijadikan bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki capaian pembangunan yang belum optimal.

“Karena itu pada momen hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan Indonesia,” ujar SF Hariyanto.

Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan agenda mengikuti prosesi detik-detik Proklamasi di Istana Negara secara daring bersama seluruh jajaran undangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Semarak HUT ke-81 RI, Kirab Budaya Bawa Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi ke Istana

Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa sejak Senin pagi, 17 Agustus 2026. Prosesi kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.

Kirab tersebut membawa dua benda yang memiliki makna penting dalam sejarah kemerdekaan, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi. Keduanya diarak menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi diawali dengan penyerahan duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi dari Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Perwira Paspampres. Selanjutnya, kedua benda bersejarah tersebut diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila di Ruang Kemerdekaan Monas.

Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi.

Keduanya menempuh perjalanan menuju Istana Merdeka dengan menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kemeriahan kirab semakin terasa dengan hadirnya pasukan dalam berbagai formasi. Sebanyak 45 pasukan motoris Polisi Militer mengiringi perjalanan sebagai simbol tahun Proklamasi. Barisan tersebut disusul 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian yang menambah semarak suasana sepanjang rute kirab.

Unsur pasukan berkuda turut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian kirab budaya. Sebanyak 81 pasukan berkuda turut serta sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Selain itu, terdapat 17 pasukan berkuda hadir sebagai perlambang tanggal Proklamasi, delapan kuda penarik kereta kencana, dan delapan pasukan berkuda melambangkan bulan Proklamasi,

Kirab juga dimeriahkan oleh 76 pasukan berpakaian Nusantara yang menghadirkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan. Kehadiran pakaian tradisional dari berbagai daerah menjadi gambaran keberagaman yang menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari kawasan Monas, rombongan memulai perjalanan dari Cawan Monas, kemudian melintasi Jalan Medan Merdeka Barat sebelum memasuki halaman Istana Merdeka. Sepanjang perjalanan, kirab menjadi bagian dari pertunjukan kebangsaan yang memadukan unsur sejarah, budaya, militer, dan tradisi kenegaraan.

Setibanya di Istana Merdeka, Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila turun dari Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi kemudian diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan.

Kirab Bendera Pusaka dari Monas menuju Istana Merdeka tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni. Di balik derap pasukan, dentuman drumben, langkah pasukan berkuda, dan semarak pakaian Nusantara, tersimpan pesan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari sejarah panjang yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-81 RI, Paskibraka “Indonesia Berdaulat” Siap Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka

Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mengemban tugas dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2026, telah resmi ditetapkan. Tahun ini, para putra-putri terbaik Indonesia yang dipercaya menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih tergabung dalam tim yang diberi nama “Indonesia Berdaulat”.

Dalam formasi utama Paskibraka, Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Saat ini, ia tercatat sebagai pelajar SMK Negeri 5 Pontianak. Sementara itu, sebagai cadangan pembawa baki ditunjuk Eighteen Jeanette Hekboy, Paskibraka putri asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Kupang.

Pada posisi Komandan Kelompok 8 dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi, yang kini menempuh pendidikan di SMKN 1 Kota Jambi. Adapun tugas sebagai pengerek bendera diamanahkan kepada I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti, Paskibraka perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan yang menempuh pendidikan di SMAN 7 Banjarmasin. Bersama dengan itu, M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu, pelajar SMAN 7 Kota Bengkulu, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera.

Pada unsur formasi lainnya, posisi Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Ahmad Raditya, Paskibraka asal Provinsi D.I Yogyakarta. Saat ini, ia bersekolah di SMK Penerbangan AAB Adi Sucipto. Sementara itu, jabatan Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Kapten Mar Rachmatsah Adi Putera, yang kini menjabat sebagai Komandan Kompi Senapan H Yonif 9 Brigif 4 BS Korps Marinir.

Dengan ditetapkannya Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat”, seluruh anggota yang terpilih siap mengemban amanah dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Mereka akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mengibarkan Sang Merah Putih dalam momentum sakral peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi representasi putra-putri terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata Jelang HUT ke-81 RI

Presiden Prabowo Subianto memimpin ziarah nasional dan renungan suci dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam suasana penuh khidmat, upacara digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 23.45 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Upacara dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mendedikasikan jiwa dan raga bagi bangsa dan negara. Setibanya di TMP Kalibata, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dari gerbang utama, Presiden Prabowo selanjutnya menuju area Monumen Pahlawan setelah menerima laporan dari perwira upacara sebelum memulai prosesi penghormatan. Dengan suasana khidmat, Kepala Negara meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Setelahnya, Presiden memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan kehormatan bangsa.

“Marilah kita menundukkan kepala kita, mengenang jasa dan arwah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta mulai,” ujar Kepala Negara.

Dalam suasana malam yang hening, para peserta upacara menundukkan kepala seraya memanjatkan doa bagi para pahlawan. Penghormatan kemudian diberikan kepada arwah para pahlawan dengan iringan terompet “Last Post” yang menandai penghujung rangkaian ziarah nasional dan renungan suci.

Usai seluruh rangkaian upacara selesai, Kepala Negara tampak berjabat tangan dengan sejumlah undangan yang hadir sebelum kemudian meninggalkan TMP Nasional Utama Kalibata.

Turut hadir dalam acara tersebut para pimpinan Lembaga Negara, sejumlah jajaran anggota kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Upacara ziarah nasional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penghormatan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka 2026, Siap Bertugas di Istana Merdeka

Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam upacara yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Dalam upacara tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertindak sebagai pembina upacara, sementara Julita Rista Lestari dari Kalimantan Timur bertindak selaku pemimpin upacara. Rangkaian upacara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.

Selanjutnya, Julita mewakili seluruh calon anggota Paskibraka untuk memegang bendera Merah Putih saat pengucapan ikrar Putra Indonesia. Ikrar tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan diikuti oleh seluruh anggota Paskibraka Tahun 2026.

Setelah pengucapan Ikrar Putra Indonesia, Wakil Presiden Gibran kemudian membacakan pernyataan pengukuhan sebagai tanda resmi dikukuhkannya 76 pelajar sebagai anggota Paskibraka Tahun 2026.

“Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan ini saya kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat Tahun 2026 yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus, tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara,” ucap Wakil Presiden Gibran.

Sebagai tanda pengukuhan Paskibraka, Wakil Presiden Gibran selaku pembina upacara secara simbolis menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan pemasangan kendit kepada pemimpin upacara. Adapun 76 nama anggota Paskibraka yang dikukuhkan, yakni:

  1. Aceh: Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang;
  2. Sumatra Utara: Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe;
  3. Sumatra Barat: Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim;
  4. Riau: Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha;
  5. Jambi: Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri;
  6. Sumatra Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi;
  7. Bengkulu: M. Aryo Wira Zandhyka Y. dan Nadine Permata Vanza;
  8. Lampung: Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabila;
  9. Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah;
  10. Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura;
  11. DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar dan Latiesha Firenzie Bharata;
  12. Jawa Barat: Baruno Wicaksono dan Aisha Calista Permata;
  13. Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda dan Qothrunnada Azzahra Husna;
  14. Daerah Istimewa Yogyakarta: Ahmad Raditya dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah;
  15. Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana dan Angelica Theona Putri;
  16. Banten: Chaysar Purnama Putra dan Adzra Khairy Fadian;
  17. Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani;
  18. Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan;
  19. Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar dan Eighteen Jeanette Hekboy;
  20. Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo;
  21. Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri;
  22. Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina;
  23. Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari;
  24. Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan dan Desy Natalia;
  25. Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom;
  26. Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama dan Chintya Graciella Rorong;
  27. Sulawesi Selatan: Juan Pablo dan Taswina Putri;
  28. Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya;
  29. Gorontalo: Muhammad Azka Gaib dan Khasyifa Anindi Sudarmanto;
  30. Sulawesi Barat: M. Deni Fikri dan Ismi Ulfaida;
  31. Maluku: Louise Adriano Hutasoit dan Cinzia Christovani Marantika;
  32. Maluku Utara: Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri;
  33. Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon;
  34. Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri;
  35. Papua Barat: Marco Marcel Kurei dan hasna Iriani Rumbiak;
  36. Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken;
  37. Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni dan Gladys Manuella Aibekob; dan.
  38. Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer dan Julia Maharani Dabi.

Acara pengukuhan diakhiri dengan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka oleh Wakil Presiden dan diikuti oleh para tamu undangan lainnya. Tampak hadir dalam acara pengukuhan yakni para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PKP dan BKKBN Kolaborasi Tangani Keluarga Berisiko Stunting Lewat Bedah Rumah

 Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam penanganan keluarga berisiko stunting melalui penyediaan hunian yang layak dan sehat.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji di Wisma Mandiri 2, Lantai 21, Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (12/08/2026).

Pertemuan membahas potensi lokasi pelaksanaan program bedah rumah berdasarkan usulan BKKBN, khususnya bagi keluarga berisiko stunting. Usulan awal BKKBN mencakup lokasi di sembilan provinsi yang memiliki keluarga berisiko stunting.

Menteri Wihaji menyampaikan bahwa kondisi rumah yang tidak layak huni menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya penanganan keluarga berisiko stunting. Karena itu, intervensi melalui perbaikan kualitas hunian perlu dilakukan secara terpadu bersama kementerian dan lembaga terkait.

“Hari ini saya berkolaborasi dengan Kementerian PKP untuk menangani keluarga risiko stunting yang membutuhkan program pemerintah, salah satunya adalah kebutuhan bedah rumah. Ada 8,1 juta keluarga yang masuk kategori stunting yang salah satu sebabnya adalah rumahnya tidak layak,” ujar Menteri Wihaji.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan Kementerian PKP memberikan alokasi sebanyak 3.000 unit bedah rumah yang diperuntukkan secara khusus bagi keluarga berisiko stunting. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan usulan awal BKKBN sebanyak 2.000 unit.

“Kita harus menyamakan persepsi dan kolaborasi bersama agar proses bedah rumah ini dapat berjalan cepat dan tepat,” imbuh Menteri Ara.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kriteria calon penerima bantuan (CPB) serta ketentuan penerima program bedah rumah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan.
Kementerian PKP juga terus melakukan penyederhanaan persyaratan bagi calon penerima bantuan sebagai bagian dari reformasi pelayanan dan percepatan pelaksanaan program perumahan. Salah satunya melalui penyesuaian persyaratan waktu, yakni masa minimal menempati rumah tidak layak huni dipangkas dari tiga tahun menjadi satu tahun.

Selain itu, batas waktu bagi masyarakat yang belum pernah menerima bantuan juga dipercepat dari sebelumnya 10 tahun menjadi lima tahun. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat yang memenuhi kriteria untuk memperoleh bantuan perbaikan rumah.
Pada aspek administrasi, Kementerian PKP melakukan penyederhanaan dengan menghapus empat format dokumen lama, yakni Format II-19 hingga II-22. Seluruh persyaratan administrasi kini diintegrasikan dalam satu format surat pernyataan yang cukup ditandatangani oleh warga dan diketahui oleh Kepala Desa atau Lurah.

Penyederhanaan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban administratif masyarakat sekaligus mempercepat proses verifikasi dan pelaksanaan bantuan bedah rumah di lapangan.

Kolaborasi Kementerian PKP dan BKKBN menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan dukungan yang lebih komprehensif. Penyediaan hunian layak, sehat, dan aman diharapkan dapat menjadi salah satu intervensi penting dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang keluarga yang lebih baik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News